
"Kenapa kau mengatakan begitu adik ketujuh? bukankah seorang yang dapat menarik roh hanya mereka yang memiliki ranah kekuatan kaisar Dewa? " tanya Luo Luo bingung.
"Entahlah kakak keenam! yang pasti kita harus segera mengikuti jejak roh yang tertinggal ditubuh tuan muda! " ucap Niu langsung bersila.
Luo Luo juga mengikuti Niu, swuungg! tubuh mereka bergetar hebat saat proses pengeluaran roh ditubuh mereka. Roh mereka yang telah keluar kemudian saling bertatap tatapan dan menatap langit yang cerah pada sore hari tersebut.
Swuuuush! Swuuuush! dua roh melesat ke langit dengan kecepatan cahaya, bahkan kecepatan tersebut hanya bisa dilakukan seseorang ketika mereka menggunakan roh mereka saja.
****
Didalam Dunia Jiwa.
"Tuan putri! kakak tuan muda! kalian berlindunglah! karena aku tak mengerti ada masalah apa didunia jiwa milik tuan muda! " ucap Hao Shi sambil membuat pelindung dengan energi Qinya.
Lylia yang masih menjadi manusia bisa terlihat sangat panik dari mereka bertiga. Guo Jing, serta Chi Yue yang juga panik, namun tidak sepanik Lylia kini terus memberikan pertanyaan pada Hao Shi. Hao Shi yang juga tidak mengerti apa penyebabnya hanya bisa menenangkan mereka bertiga, hingga selang beberapa waktu getaran di Dunia Jiwa sudah tidak terlalu kencang. Bahkan kini Dunia Jiwa telah tenang kembali.
Cao Yuan yang telah terbiasa dengan energi Formasi Bintang kini menyerap energi tersebut dengan kultivasi Dewa Naga. Memang aneh, namun setiap seorang Dewa biasanya membuat sebuah kitab beladiri ataupun lainnya yang bermanfaat bagi mereka maupun penerus mereka kelak. Contohnya seperti Cao Yuan yang mempelajari kitab Naga Surgawi, didalam kitab tersebut memang tidak ada tata cara berkultivasi, namun dikitab itu sendiri nyatanya memiliki beberapa keunggulan, seperti mampu mengalahkan Kultivator tiga tingkat diatas ranah pemilik kitab(kecuali melawan para Dewa.), dan cara berkultivasi menyerap sumber daya secara mengerikan.
Tak terasa Cao Yuan dalam satu hari selalu naik tingkat dan kini ia mencapai di tingkat master lima atau puncak. Setiap Auman yang keluar dari mulutnya pasti bertanda ia telah naik tingkat. Kaisar Langit dan Dewi Lianhua selaku orang tua Cao Yuan juga sering memperhatikan keadaan anak mereka ketika menyerap energi Formasi Bintang.
Namun tanpa ia sedari waktu berlalu dengan cepat dan kini tepatnya satu bulan Cao Yuan berada dialam milik salah satu Buddha. Ranah Kultivasinya yang awalnya berada ditingkat master satu kini telah naik hingga tingkat surga tingkat lima atau puncak.
Kaisar Langit serta Dewi Lianhua yang menebak perkiraan anaknya mampu naik tingkat dialam Surga puncak dalam waktu dua bulan, namun kini baru satu bulan dan melihat anak mereka yang mampu naik tingkat hingga Surga puncak mbelalakan mata mereka.
"Sayangku! sepertinya anak kita benar benar telah terpilih menjadi penerus Dewa Naga! " ucap Ayahnya kagum karena Cao Yuan dapat diartikan mampu menguasai semua jurus yang ada didalam kitab Naga Surgawi, sehingga Cao Yuan dapat memiliki kultivasi Dewa Naga.
"Benar! namun jika begitu lebih baik kita menghentikan Kultivasinya untuk naik tingkat ke Dewa satu. " ucap Lianhua.
__ADS_1
Kaisar Langit menyetujui keputusan istrinya, dengan cepat ia kembali merapal mantra yang diikuti oleh istrinya, setelah itu sinar yang masuk ketubuh Cao Yuan perlahan menghilang, hingga mata Cao Yuan terbuka.
Petir di tangan kiri serta api ilahi ditangan kanan Cao Yuan kini telah bergerak gerak mengikuti arus energi yang selalu bergerak ditubuhnya.
"Kekuatan ini. " gumam Cao Yuan senang, hingga tiba tiba sinar pelindung yang melindungi dirinya telah hilang.
"Selamat anakku! " ucap Kaisar Langit menghampiri Cao Yuan diikuti Dewi Lianhua.
Cao Yuan kemudian menatap ayah serta ibu kandungnya didepan mata. Api serta Petir yang bergerak gerak dikedua tangan Cao Yuan juga perlahan menghilang.
"Terimakasih ayah! Cao Yuan tak mengerti harus berkata apa pada ayah dan ibu, namun jika boleh tau! energi apa yang ayah serta ibu berikan padaku? " tanya Cao Yuan.
Kaisar Langit dan Dewi Lianhua tersenyum hangat.
"Itu energi Bintang. " ucap ayahnya sambil menunjuk langit yang masih sama, terlihat banyak planet serta bintang bintang yang sangat indah.
"Tapi! apa fungsi sebenarnya mereka? " tanya Cao Yuan kini semakin penasaran.
Cao Yuan yang masih penasaran akhirnya segera mengurungkan pertanyaannya. Namun dirinya memiliki satu kesimpulan.
"Jadi ayah adalah pemilik formasi Bintang ini? " tanya Cao Yuan.
Kaisar Langit mengangguk.
"Dan mulai kini jangan panggil namaku Kaisar Langit, namaku adalah Cao Lian. Dewa Bintang. " ucap Ayahnya.
"Tapi sebutan Kaisar Langit itu.." ucap Cao Yuan ragu.
__ADS_1
Ayahnya menghela napas sejenak.
"Nak! biar ayah jelaskan, Ayah adalah salah satu Dewa terkuat di alam Dewa karena memiliki formasi bintang. Karena itulah para Dewa lainnya ingin membunuh ayah, dan mengenai beberapa dewa yang juga terbunuh seperti Dewa Naga dan lainnya, karena mereka adalah Dewa yang memang tidak terlalu haus akan kekuasaan, dan tentunya mereka seorang dewa yang berada dipihak ayah." ucap Kaisar Langit.
Cao Yuan akhirnya sudah mengetahui beberapa soal tentang kematian Dewa Naga.
"Yuaner! ayah minta kamu sekarang serap energi Langit dan bumi untuk memperkokoh pondasi jiwamu itu. " ucap Ayahnya kembali.
Cao Yuan segera menuruti perintah ayahnya dengan cepat.
"Sayang! apakah kau tak lihat anak kita? dia benar benar seorang anak dari Kaisar Langit yang patuh untuk menjalankan tugasnya sebagai anak dari seorang Dewa. " ucap Dewi Lianhua.
"Menurutku, perjalanannya takan mudah, kau tau sendiri para Dewa Lainnya yang sudah gila. Cepat atau lambat anak kita pasti akan berseteru dengan para Dewa Lainnya." ucap Kaisar Langit atau Cao Lian.
"Benar juga! tapi apakah kau akan membiarkannya? " tanya Lianhua.
"Tidak! bahkan jika aku harus menggunakan formasi bintangku untuk membunuh mereka, pasti aku akan melakukannya. " ucap Kaisar Langit tegas.
Dewi Lianhua yang mendengar jawaban suaminya yang sangat tegas tanpa keraguan membuat hatinya tenang. Namun tetap saja pikirannya kini masih mengkhawatirkan keberadaan Cao Yuan yang tentunya cepat atau lambat akan diketahui oleh para Dewa.
Atau lebih simplenya seorang Dewa akan tau siapa orang yang akan menjadi Dewa yang baru atau menggantikan Dewa yang telah mati, sehingga para Dewa biasanya yang tak ingin rencana mereka gagal akan membuat seorang yang akan menjadi dewa tersebut akan dibunuh oleh mereka.
Tujuh hari telah berlalu, Cao Yuan terus menyerap energi Langit dan Bumi diarea sekitarnya energi tersebut yang sangat kental membuat pondasinya perlahan kokoh. Namun Dewi Lianhua serta Kaisar Langit kini tengah waspada merasakan dua roh yang sepertinya ingin memasuki alam milik salah satu Buddha.
"Sayang! mereka siapa? tapi sepertinya aku sedikit mengenal mereka. " ucap Lian Hua yang disetujui Kaisar langit.
"Karena aku juga takut mereka datang hanya untuk mencari keberadaan kita bagaimana jika kita sama sama menggunakan roh untuk menemui mereka? " tanya Kaisar Langit dan langsung disetujui oleh Lianhua.
__ADS_1
*****
Udah dulu ya besok lagi, author mau lanjut kasih makan ikan. Bye bye