Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Rubah ekor empat dan juga Iblis


__ADS_3

Setelah melihat bawahannya pergi untuk melaksanakan tugas, Cao Yuan menatap tajam walikota, Sayinichin, Li Chan, Pria paruh baya dan beberapa orang didekat mereka.


"Mungkin jika orang lain yang membuat masalah kalian bisa menyingkirkannya, tapi berbeda denganku. " ucap Cao Yuan dingin.


Semua orang masih diam, karena mereka masih terkejut dengan kemunculannya lima orang dari ruang hampa. Namun kediaman mereka tak berlangsung lama setelah mendengar ledakan yang berasal dari setiap arah dimana orang yang muncul dari kehampaan memulai serangan mereka.


Baaams! dhuaar! Dhuaaar! Dhuaaar! ledakan terus terdengar hingga menyadarkan mereka semua.


"Bren*sek apalagi yang kita tunggu! Cepat hajar pemuda bodoh itu! " ucap Walikota melesat.


Swuuush! Swuuush! Sayinichin, Walikota, Lichan serta pria paruh baya yang tertutup dengan baju hitam mengepung Cao Yuan. Sifatnya yang tenang membuat mereka menaikan alisnya.


"Bocah kep*rat! Lebih baik kamu menyerah dari pada harus bertarung melawan kami semua! " ucap Pria paruh baya berbaju hitam.


Cao Yuan masih tenang dan kemudian menatap pria tersebut.


"Paman! Dalam prinsipku, tidak ada kata menyerah sebelum mencoba. " ucap Cao Yuan percaya diri.


"Baiklah jika itu maumu! " balas walikota Wu Ao sengit.


Swuuush! Swuuush! Swuuush! Sayinichin, Walikota, Pria paruh baya dan beberapa orang yang ikut mengepung Cao Yuan kembali melesat dan mengerahkan tinju mereka secara bersamaan ketubuh Cao Yuan yang tidak menghindar sama sekali.


"Naaif! " ucap Cao Yuan tidak menghindar sama sekali.


Baaaams! Baaaams! Dhuaaaar! ledakan yang meruntuhkan toko terdekat akibat dari pertempuran mereka terdengar. Kabut debu mulai beterbangan, Sayinichin dan kelompoknya yang melihat serangan mereka tepat terkena tubuh pemuda arogan dengan telak menghela napas karena puas.


"Huh! sombong! " ucap mereka senang.


Namun selang beberapa detik, kabut yang beterbangan yang menutupi area tersebut menghilang, dan terlihat Cao Yuan masih baik baik saja, tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.


"Apaa! "


"Apaa! " ucap mereka semua kompak.

__ADS_1


Cao Yuan hanya tersenyum melihat keterkejutan semua orang.


"Mari ku akhiri! " ucap Cao Yuan kemudian mengibaskan tangannya.


Sebuah tangan raksasa tiba tiba muncul dari langit dan meluncur deras ke tempat dimana pijakan Sayinichin serta kelompoknya berdiri.


Swuuush! Swuuush! Swuuush! Baaaams! Dhuaaaar! mereka yang tidak berhasil menghindari telapak tangan raksasa tersebut seketika menjadi kabut darah, namun Sayinichin serta Walikota saja yang berhasil menghindari teknik telapak Ilahi milik Cao Yuan tersebut.


"Hampir saja! " gumam Walikota waspada kemudian menatap Cao Yuan dengan rasa ngeri.


Begitu juga dengan Sayinichin, namun dirinya bukanlah seorang manusia, melainkan jelmaan dari siluman rubah.


"Kukira kalian akan ikut tewas dengan sekali serangan ku. " ucap Cao Yuan senang karena ia dapat merenggangkan ototnya.


"Cihh! jangan sombong wahai manusia sampah! " ucap Sayinichin kemudian merapal mantra, tak berselang lama tubuhnya diselimuti cahaya kebiruan. Dan selang beberapa detik cahaya tersebut menghilang dengan perubahan bentuk Sayinichin menjadi seekor Rubah yang memiliki ekor 4.


Hal yang sama juga terjadi pada Walikota Pamai, ia merapal mantra aneh, asap yang berwarna kehitaman pun menyelimuti tubuhnya. Selang beberapa detik Walikota Pamai tersebut berubah menjadi Iblis seutuhnya. Cao Yuan yang melihat transformasi itupun tersentak kaget.


"A-aku tidak merasakan aura Iblis sejak tadi, namun dia ternyata seorang Iblis. " ucap Cao Yuan teringat kata kata ayahnya.


Cao Yuan masih tenang mendengar ucapan wanita yang telah berubah menjadi Rubah ekor empat tersebut, namun dirinya kini merasa tugasnya semakin sulit untuk memusnahkan para Iblis diBenua Tengah. Bagaimana tidak, sejak tadi ia tidak merasakan aura Iblis sama sekali, namun melihat walikota yang telah berubah menjadi iblis dia harus lebih berhati hati lagi dalam mengambil langkah.


"Jika memang kalian ingin mencoba silahkan, Raja Neraka juga sudah menanti pertempuran kita. " ucap Cao Yuan kemudian melesat kearah Sayinichin dan juga walikota Pamai itu.


Swuuush! paack! Bugg! Paack! Pertukaran serangan mulai dilancarkan oleh kedua belah pihak, selama pertukaran berlangsung Cao Yuan sungguh berpikir ngeri kepada bangsa Iblis, karena walikota yang telah berubah menjadi Iblis yang sebenarnya memiliki ranah kultivasi surga satu dapat menerima serangan kosong yang dilancarkannya tanpa merasa sakit diarea tubuhnya, ketahanan tubuh iblis yang sangat kuat membuat Cao Yuan harus memutar otaknya kembali.


"Sungguh kuat! " ucap Cao Yuan, padahal jika ia melawan manusia biasa dia mampu meledakan tubuh manusia ranah kultivasi dibawahnya meski tidak menggukan Qi.


Baaaams! tiba tiba ekor rubah perubahan dari Sayinichin mampir di punggungnya. Cao Yuan hanya terpental kedepan dua langkah saja, namun tetap saja baginya transformasi satu siluman dan juga satu iblis mampu membuatnya terluka ringan.


Baaaaghh! Setelah menyeimbangkan tubuhnya, Cao Yuan langsung menghentakan kakinya dan melayang diudara, dan aksinya tersebut membuat Sayinichin dan Walikota yang menjadi lawannya tubuhnya bergetar.


"Bagaimana dia bisa melayang! jika begini kita bukanlah lawannya! " ucap Walikota tersebut.

__ADS_1


Karena untuk terbang ataupun melayang diudara diharuskan memiliki lingkaran Qi yang sangat banyak.


Cao Yuan terdiam menatap rubah ekor empat bersama Walikota Pamai yang kini tubuhnya bergetar dengan tenang.


"Niu!Luo Luo! Hao Shi! Meilan! Shen Huo An! bagaimana? apakah kalian sudah melaksanakan tugas kalian? " tanya Cao Yuan didalam pikiran bawahannya.


"Sudah tuan muda! " jawab mereka semua kompak.


"Sekarang kalian semua dengarkan perintahku! cepatlah keluar dari kota ini dan segera segel kota ini dengan Qi kalian, jangan lupa berikan celah diatas kota ini! " ucap Cao Yuan yang masih menatap kota dibawahnya.


Seketika para bawahan Cao Yuan segera menjauh dan menghindari serta menghentikan aksi mereka dalam membunuh prajurit, maupun para Kultivator yang berusaha membunuh mereka.


Setelah melihat lima cahaya yang keluar dari setiap arah kota, serta munculnya sebuah perisai yang menutup kota Cao Yuan kemudian berteriak menggunakan Qinya.


"Mungkin hari ini adalah hari kematian kalian jadi terima saja ajal kalian! " teriak Cao Yuan.


Swuungg! Sebuah segel tangan ia peragakan, dan sebuah lingkaran segel berwarna emas terang yang bergetar terlihat dari bawah kota Pamai.


"Cepat buat perisai! " teriak Walikota Pamai.


"Cepatlah gunakan seluruh Qi kalian!" teriak Sayinichin yang juga merasakan aura penindasan kembali menyebar keseluruh kota saat Cao Yuan membuat sebuah segel tangan yang rumit.


"Amarah Naga! " teriak Cao Yuan mengumpulkan energi Qinya.


Jdaaar! setelah selesai membuat segel, sebuah petir menggelegar sangat keras, bahkan sedikit mengguncang kota tersebut. Langit yang cerah berubah menjadi gelap, petir yang menyambar diatas kota Pamaipun terlihat.


"Dari pada buang tenaga, lebih baik ku akhiri semuanya! " ucap Cao Yuan lirih kemudian ia mendorong tangannya ke segel buatannya.


Swuuuungg! Segel tersebut kembali bergetar dan muncullah seuliet Naga berwarna keemasan yang di sekitar tubuhnya terlihat petir kecil yang bergerak gerak.


****


Mohon maaf author kemarin tidak update, karena niat author updatenya malem, ehh ketiduran lagi ;)

__ADS_1


Dan untuk episode tambahan mungkin besok soalnya author lagi sibuk karena didunia nyata. :) Terimakasih pengertiannya lopyu :v


__ADS_2