Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Bersiap siap


__ADS_3

Roh milik Niu, Luo Luo serta Cao Yuan yang telah kembali kini mereka dapat menggerakkan tubuh nyata mereka.


"Huh! ternyata aku tak menyangka aku seorang anak Dewa yang disegani di Alam Dewa. " ucap Cao Yuan lirih sambil menghela napas sejenak.


"Tuan muda! lebih baik anda keluar dari ruangan ini, semua orang khawatir tentang keadaan anda. " ucap Niu yang disetujui oleh Luo Luo.


Cao Yuan terdiam sejenak, ia memikirkan berapa lama rohnya berada dialam Dewa sehingga ia harus dikhawatirkan.


"Tuan muda! anda telah tidak sadarkan diri selama satu bulan tujuh hari, sehingga semua orang khawatir pada anda! dan sekarang temuilah mereka. " ucap lagi Niu yang mengerti pikiran Cao Yuan.


Sedikit rasa terkejutnya ketika mendengar ucapan Niu, namun dirinya tak dapat menyalahkan waktu, karena menurutnya ranah Kultivasinya di tingkat surga puncak benar benar membuatnya merasa percaya diri, apalagi dalam waktu satu bulan, hanya monster lah yang dapat melakukan peningkatan kultivasi sejauh itu.


Saat hendak membuka pintu, tiba tiba Cao Yuan terdiam sejenak karena memikirkan sebuah alasan yang logis pada Su Yue, tetua Lu Ye, serta Liyan. Sedikit ide namun sedikit konyol ada dipikirannya, namun apa salahnya jika mereka dapat mempercayai ucapannya. Dengan merilexkan diri, Cao Yuan membuka pintu dan rahangnya terbuka setelah melihat kediamannya berantakan, terlihat Liyan, Su Yue dan tetua Lu Ye yang kini tertidur.


"Berantakan sekali! " ucap Cao Yuan.


Liyan, tetua Lu Ye, serta Su Yue tiba tiba terbangun ketika mendengar suara yang mereka sangat kenali.


"Guru! "


"Guru! "


"Guru! " ucap ketiganya senang setelah melihat Cao Yuan baik baik saja dan terlihat wajahnya seperti jijik melihat mereka semua.


"Aissh kalian ini! kenapa kediamanku jadi seperti tempat sampah. " gerutu Cao Yuan.


Tetua Lu Ye, Liyan, serta Su Yue berpandangan dan kemudian saling menunjuk.


"Tetua Lu Ye ini yang makan tak mau mengembalikan piringnya ketempat pencucian! " ucap Liyan menunjuk tetua Lu Ye.


Tetua Lu Ye melotot melihat kejujuran Liyan, namun dirinya tak bisa menyangkal tuduhan tersebut, karena memang benar dirinya lah yang membuat kediaman Cao Yuan berantakan.


Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya.


"Tetua Lu Ye, Liyan, Su Yue! bersihkan kediamanku, setelah itu kita akan makan bersama. Karena ada beberapa hal yang harus aku katakan pada kalian. " ucap Cao Yuan kemudian menghilang dari pandangan yang diikuti Luo Luo serta Niu.

__ADS_1


Tetua Lu Ye, Liyan serta Su Yue saling berpandangan sejenak.


"Tetua! ini gara gara kamu sih! Guru jadi pergi kan! " ucap Su Yue cemberut.


Liyan yang nyatanya menaruh perasaan pada Su Yue coba menghiburnya walaupun dirinya tak tahu dianggap siapa oleh Su Yue. Namun Liyan tak pernah menyerah, hingga perasannya mampu ia ungkapkan.


Tanpa mereka sadari Cao Yuan ternyata pergi ke atas bukit yang berdiri didekat sekte Pedang Naga Langit, dengan kecepatannya yang ia miliki sekarang, mereka yang berada di alam surga empat kebawah hanya melihat bayangannya saja, bahkan jika Cao Yuan menggunakan kecepatan puncaknya mereka tidak mampu melihat bayangannya. Sesampainya.


Cao Yuan menggunakan segel tangannya untuk mengganti formasi pelindung ilusi dan juga pelindung dari serangan luar untuk memperkuat sektenya. Swuuung!! langit bergetar seketika saat Cao Yuan berhasil membuat pelindung tersebut. Para murid yang melihat sebuah perisai transparan berwarna sedikit keemasan menjadi heran.


"Luo Luo! Niu! masuklah! " ucap Cao Yuan membuka gerbang Dunia Jiwa.


Tanpa bantahan dua bawahan Cao Yuan segera menuruti perintahnya. Cao Yuan kemudian menatap sektenya dari atas bukit.


"Semoga ketika aku pergi nanti, sekte ini akan baik baik saja!" gumam Cao Yuan melesat turun dari bukit dan menuju ke kediamannya.


Sesampainya. Cao Yuan bernafas lega setelah melihat kediamannya bersih tak berantakan lagi.


"Guru! " ucap Liyan, tetua Lu Ye, serta Su Yue kompak.


"Guru! aku tak melihat Guo Jing, dan Juga Chi Yue! emmm sama orang tadi yang guru anggap sebagai sahabat." ucap Tetua Lu Ye penasaran.


Cao Yuan yang sedang lahap memakan masakan dua muridnya seketika tersedak.


"Ugh! huh! makanlah dulu paman! " ucap Cao Yuan menggerutu.


Tetua Lu Ye hanya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Selang beberapa menit, makanan mereka semua telah habis. Cao Yuan kemudian menatap mereka bertiga .


"Untuk pertanyaan paman, mereka ber empat aku tugaskan untuk membeli kebutuhan untukku saat aku pergi setelah ini." ucap Cao Yuan tenang.


Tetua Lu Ye, Liyan dan Su Yue saling berpandangan. Namun raut wajah paling kecewa hanyalah Su Yue.


"Guru! apakah kau akan pergi lagi? " tanya Liyan penasaran.


Cao Yuan mengangguk dan kemudian menatap Su Yue dengan lembut, sedangkan Su Yue malah memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Yuer! guru tidak bisa berada di Benua Rendah secara terus menerus. Guru memiliki sebuah tugas yang tak bisa guru jelaskan pada kalian semua." ucap Cao Yuan belum selesai menjelaskan namun Su Yue malah langsung beranjak dari kursinya dan pergi.


Cao Yuan yang melihat tingkah Su Yue hanya menghela napas pelan.


"Yan er! ikutilah Su Yue dan hibur dia! aku tak ingin kau mengecewakannya. " ucap Cao Yuan.


Tanpa bantahan Liyan segera keluar mengikuti Su Yue yang entah pergi kemana, Cao Yuan kini menatap tetua Lu Ye yang masih penasaran.


"Guru! jika boleh tau guru akan berpetualang kemana saja? " tanya Tetua Lu Ye serius.


Cao Yuan menatap tetua Lu Ye dengan hangat.


"Tentang petualangan ku mungkin aku sendiri belum memiliki tujuannya. Namun aku meminta pada paman agar merahasiakan kepergianku. Dan tentunya aku meminta paman untuk menggantikan posisiku disekte ini sementara. " ucap Cao Yuan kemudian menyesap minuman yang ada dimeja.


Tetua Lu Ye mengangguk, dan hanya menuruti perintah dari anak Cia San Tong.


"Guru! lebih baik anda selalu berhati hati dalam mengambil setiap langkah. " ucap Tetua Lu Ye memberi nasehat.


Cao Yuan mengangguk, dan mengirim pesan telepati kepada Niu.


"*Niu! kumpulkan buah Dewa yang telah matang di dalam Cincin Ruang."


Setelah* itu Cao Yuan memberikan beberapa arahan untuk sekte Pedang Naga Langit pada tetua Lu ye. Cao Yuan juga meminta faksi Rajawali emas untuk selalu mengintai pergerakan para aliran hitam.


"Jika mereka memang memiliki tujuan yang salah! aku meminta semua faksi segera berkumpul dan menyerang sekte aliran hitam tersebut." ucap Cao Yuan tegas.


Setelah semuanya telah dibahas, Cao Yuan memasuki kamarnya untuk mengemasi barang yang perlu ia gunakan.


Swuuush! tiba tiba Nih keluar dari Dunia Jiwa dan memberikan Cincin Ruang yang diminta oleh Cao Yuan..


"Tuan muda! didalam Cincin ini terdapat ribuan buah Dewa yang anda minta. " ucap Niu kemudian memberikan Cincin ruang dan setelah itu ia kembali memasuki Dunia Jiwa.


****


Author belum bisa nulis panjang. dan kelanjutannya besok ya😏

__ADS_1


__ADS_2