Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Menteri Bao Li


__ADS_3

Semua orang yang ditatap Menteri Bao hanya mengangguk, tak ada yang menggelengkan kepalanya, sehingga mata Menteri Bao yang kini mengalihkan pada Cao Yuan langsung menjadi tatapan yang ngeri, aura membunuh yang kental langsung merembes dari tubuhnya.


Namun Cao Yuan masih bisa tenang, dia juga menatap Menteri Bao tanpa rasa takut ataupun bersalah.


"Kenapa marah? seharusnya kamu didik anakmu biar lebih sopan dan juga tidak tinggi hati karena ayahnya adalah orang penting di kerajaan." ucap Cao Yuan tenang.


"Terserah saya lah! saya yang ngebesarin dia, lagi pula aku tak pernah melukainya sedikitpun, namun kamu berani membunuhnya! " ucap Menteri Bao yang terlalap emosi.


"Jika dia tak menindas orang tua, mungkin saya akan mendiamkannya atau memberi pelajaran sedikit. Namun yang ditindasnya adalah orang tua! yang seharusnya dia hormati malah berani menamparnya hingga membuat orang tua tersebut kesusahan ekonomi akibat rencana anakmu yang seperti iblis! " ucap Cao Yuan dingin, wajahnya kini menjadi datar.


"Apa! kau bilang anakku seorang Iblis! " ucap Menteri Bao sangat marah.


Swuuuush! menteri Bao langsung melesat tanpa menghiraukan pemuda lawannya yang ditingkat baja lima. Cao Yuan masih tetap tenang, dia bersiap membenturkan tinjunya jika menteri Bao melepas tinjunya.


Baaams! dua tinju yang beradu membuat daya kejut yang membuat para prajurit hingga warga terpental keberbagai arah.


Menteri Bao yang terhuyung sepuluh meter sedangkan Cao Yuan tak bergeming sedikitpun membuat semua orang sangat terkejut, termasuk Menteri Bao sendiri.


"Bagaimana bisa! " ucap Menteri Bao.


"Ba..g.ai mana bisa! " ucap semua orang terkejut dengan mulut yang terbuka lebar.


Cao Yuan tak mengihraukan omongan orang, dia dengan cepat melesat.


Swuuush! Cao Yuan melesat sangat cepat hingga emas satu kebawah hanya melihat bayangannya saja, sedangkan menteri Bao sendiri terkejut ia tak dapat melihat kecepatan pemuda tersebut.


Baaammss! menteri Bao terkena tinjuan Cao Yuan yang membuatnya terpental kebelakang sejauh dua puluh meter. Setelah itu menteri Bao mememuntahlan seteguk darah melalui bibirnya.


"Akkh! " pekik menteri Bao sekaligus terkejut.


Cao Yuan mungkin jika menggunakan teknik Ilahinya sekali hempasan akan membuat menteri Bao menjadi kabut darah, namun dia sendiri masih menghargai seorang menteri kerajaan.


Kecuali jika menteri tersebut masih bersikukuh untuk berusaha membuat dirinya terbunuh, maka Cao Yuan tak akan lagi segan untuk membunuhnya.

__ADS_1


Cao Yuan kini masih tenang, walaupun semua orang masih tengah terkejut setengah mati, seorang menteri yang dasarnya memiliki ranah kultivasi termasuk tinggi hanya sekali gertakan oleh pemuda saja sudah membuat menteri tersebut terluka.


Menteri Bao yang masih tak terima dengan perasaan yang tak bisa ia gambarkan segera berdiri dan menatap tajam pemuda yang telah membunuh anaknya.


"Siapa dia? kenapa aku bisa kalah seperti ini! " ucap Menteri Bao yang masih merasakan sakit.


"Siapa aku? hahaha! kenapa anda harus membela anakmu yang telah melakukan sesuatu diluar batas! " ucap Cao Yuan.


"Apalagi jika ayahnya mengerti kelakuan anaknya! " ucap lagi Cao Yuan.


Menteri Bao sedikit tersadar akan kesalahannya.


"Benar apa yang diucapkannya! apakah aku tau perilaku anaknya sendiri? " gumam menteri Bao.


Cao Yuan tersenyum, sepertinya menteri Bao sedikit tersadar akan kesalahannya. Namun senyum Cao Yuan segera ia hilangkan ketika melihat menteri Bao seperti ingin melesat kearahnya.


"Plesetan dengan benar atau salah! apa hakmu membunuh anakku! " ucap Menteri tersebut.


Namun Cao Yuan masih tenang, karena kini ia merasakan aura Jendral Tyrant, Jendral Liong dan beberapa aura lainnya menuju kearahnya.


"Berhenti! " sebuah suara menggema yang membuat menteri Bao menghentikan serangannya.


Seketika semua orang menengok ke sumber suara dan seketika semua orang langsung memberikan hormat mereka, begitu juga dengan Menteri Bao, disini hanya Cao Yuan saja yang tak memberikan hormatnya.


"Hormat kami Yang Mulia Raja Shao! " ucap mereka semua kompak.


Prajurit yang melihat Cao Yuan tak memberi hormatnya dengan cepat menggertak Cao Yuan.


"Hormat bodoh! " ucap Prajurit tersebut geram.


"Hormatku pada Raja Shao! " ucap Cao Yuan.


Tapi Cao Yuan hanya menangkupkan tinjunya sebagai tanda hormat. Itulah yang membuat semua orang terheran heran padanya.

__ADS_1


"Didepan adalah rajamu! raja Shao! " ucap salah satu prajurit langsung memukul Cao Yuan dengan tongkat yang ia genggam.


Namun Cao Yuan yang merasa sudah memberi hormat malah ingin di pukul membuatnya segera menarik tongkat tersebut dan mematahkannya didepan semua orang.


Kraak! tongkat milik prajurit yang dipatahkan oleh Cao Yuan. Raja Shao hanya tersenyum, ia mengenal pemuda didepannya, dan tentunya itu semua berkat dua jendral yang memberi tahu padanya, sehingga ia ingin langsung menyambut anak angkat dari Cia San Tong yang akan berkunjung ke kerajaannya.


"Cao Yuan, sang kultivator cilik yang telah menghancurkan sekte Teratai Hitam. " ucap Raja Shao diheningan semua orang.


Gleek! suara ludah yang ditelan terdengar, Lu Cheng yang sangat terkejut, serta Menteri Bao tak kalah terkejutnya, sedangkan kedua Jendral yang berasama raja Shao tak terkejut karena sudah diberitahu oleh raja Shao.


Cao Yuan hanya diam dan tersenyum kecut, karena identitasnya sudah terbongkar sebagai bocah pemusnah satu sekte besar aliran hitam.


"Sudahlah! ada apa kalian berdua ribut ribut? " ucap Raja Shao kembali.


Menteri Bao seketika langsung menatap Cao Yuan dengan perasaan ngeri, namun yang ditatap kini tengah salah tingkah akibat identitasnya terbongkar.


"Maaf yang Mulia! anak hamba melakukan kesalahan namun dia membunuh anakku, dan itu yang membuatku marah. " ucap Menteri Bao namun tidak ada nada kemarahan.


Cao Yuan sedikit mendecih kesal, karena ia sendiri sudah tau apa yang dipikiran Menteri Bao.


"Emm, memang apa masalahnya?" ucap Raja Shao tenang menatap Cao Yuan.


"Maaf yang Mulia! hamba hanya tak tega mendengar cerita pemilik kedai tentang apa yang dilakukan oleh anak menteri Bao. " ucap Cao Yuan sambil menatap pemilik kedai yang kini menghampiri Raja Shao dan langsung berlutut dihadapannya.


Tak berselang lama pemilik kedai langsung menceritakan semua yang terjadi, bahkan tidak hanya di kedai miliknya saja, beberapa kedai maupun toko lainnya pun sama. Raja Shao mengangguk sebagai tanda mengerti dan kembali menatap Menteri Bao.


"Bao Li! sudah dengar pejelasan dari pemilik kedai? dan semua orang juga membenarkan apa yang diceritakan oleh pemilik kedai ini. " ucap Raja Shao masih tetap tenang.


Menteri Bao terdiam, dia kini tak lagi menyembunyikan kebenciannya.


"Hah! apa harus membunuh anakku juga! lebih baik aku mengundurkan diri dari jabatan ini! dan ingat kau anak muda! aku akan datang kapanpun untuk menerormu bahkan mungkin membunuhmu! " ucap Menteri Bao Li mengeluarkan semua plat kerajaan hingga identitasnya.


Cao Yuan masih tetap tenang. Namun dia kini diam diam mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan teknik telapak Ilahi.

__ADS_1


Tanpa Bao Li sedari dari langit muncul tapak tangan mengarah padanya.


Swuuush! Baaamss!


__ADS_2