Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Berlatih


__ADS_3

Cao Yuan hanya diam mendengarkan dengan baik ucapan gurunya. Namun ia sendiri tidak menyangka akan menemui gurunya apalagi yang telah lama mati.


"Guru...." ucap Cao Yuan terpotong.


"Yuaner aku tau kamu pasti menanyakan kenapa kamu masih bisa bertemu denganku? " tanya Dewa Naga.


Cao Yuan hanya bisa mengangguk berharap pertanyaannya akan segera dijawab dengan jelas.


"Yuaner batu naga berbentuk hati yang kau akan serap adalah setengah kekuatan jiwa dan sumber daya atau kekuatanku yang dulu, karena itu kamu dapat bertemuku saat ini. " ucap Dewa Naga.


Cao Yuan mengangguk kemudian ia memejamkan matanya, Dewa Naga yang mengerti perasaan muridnya sekaligus anak dari sahabatnya kaisar langit segera menjelaskan kembali agar Cao Yuan tak salah paham.


"Yuaner harus kamu ketahui para dewa memiliki batu kekuatan yang ada ditubuh mereka, fungsi dari batu tersebut tak lain untuk memperkuat seorang penerusnya kelak, jadi mau tak mau kamu harus menyerapnya." ucap Cewa Naga.


Cao Yuan membuka matanya perlahan, air matanya menetes walaupun pertemuan dengan gurunya selalu singkat namun dengan jelas nama gurunya selalu ada dihatinya.


"Guru." ucap Cao Yuan lirih sedikit lemas.


"Yuaner sejak kapan kau jadi lemah seperti ini. " ucap Dewa Naga kemudian memeluk tubuh Cao Yuan.


"Yuaner tugasmu sungguh berat, jadi seraplah segera batu naga berbentuk hati yang diberikan oleh para Budha, setelah menjadi seorang Dewa aku harap kamu selalu bersikap rendah hati dan tentunya kamu akan selalu menjadi Yuaner yang guru kenal. " ucap Dewa Naga kemudian menghilang dari pandangan Cao Yuan.


Swoooosh! Roh Cao Yuan memasuki tubuhnya kembali, air matanya juga menetes lalu tangannya menggenggam erat batu naga berbentuk hati.


"Guru aku akan mengikuti semua amanahmu dengan baik. " ucap Cao Yuan memfokuskan pikirannya menyerap semua energi yang ada didalam batu naga.


Namun saat menyerapnya tiba tiba Dantiannya menolak dan membuat Cao Yuan muntah darah sangat banyak.


"Ughh! " sambil mengelap darah yang ada dibibirnya.

__ADS_1


"Apa ada yang salah dengan cara penyerapan ku. " ucap Cao Yuan lirih.


Karena menurutnya apa yang ia lakukan tidak ada yang salah, Cao Yuan kembali mencoba menyerap energi yang ada di batu naga pemberian para Budha. Hal yang serupa kembali terjadi, energi yang diserap oleh Cao Yuan ditolak oleh dantiannya sehingga ia kembali memuntahkan seteguk darah kental dari mulutnya.


"Tak mungkin. " gumam Cao Yuan.


Swuuush! Swuuuush! Kaisar Langit dan Dewi Lianhua muncul langsung menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah anaknya yang belum mengetahui fungsi batu naga tersebut.


"Yuaner itu adalah kekuatan murni para Dewa maka dari itu dantianmu akan menolak semua energi dari batu naga yang dimiliki mu. " ucap Kaisar Langit kemudian merapal mantra, lalu muncul batu berbentuk bintang yang bersinar terang.


Begitu juga dengan ibunya Dewi Lianhua yang mengeluarkan batu berbentuk teratai emas. Cao Yuan yang melihat itu hanya bisa terkagum kagum.


"Jadi bagaimana cara menggunakan batu naga ini? " tanya Cao Yuan.


Swuuush! Kaisar Langit langsung mengibaskan tangannya kearah Cao Yuan, batu naga yang ia genggam tiba tiba bergetar dan mengeluarkan cahaya keemasan.


"Sayang perisai. " ucap Kaisar Langit kemudian memfokuskan pikirannya.


"Arghhhhhhhhh! " ucap Cao Yuan menggema didalam perisai.


Perasaan rasa sakit yang ia alami akibat batu naga yang tiba tiba melepaskan energinya secara total didalam tubuh Cao Yuan. Dengan segera kaisar langit meminta Cao Yuan untuk menyerap energi naga dan diedarkan ke seluruh tubuhnya melalui pikiran. Walaupun merasa sakit yang teramat, ia mencoba melakukan apa yang diperintahkan ayahnya. Perlahan rasa sakit tersebut hilang dan kini ia sudah tidak merasakan sakit ditubuhnya. Hanya ada rasa hangat dan energi yang sangat kuat terus berada ditubuhnya. Melihat kondisi Cao Yuan yang sudah bisa menguasai energi naga, Kaisar Langit menatap Dewi Lianhua dengan lembut.


"Aku harap kekuatannya setidaknya meningkat sampai ke Kaisar Dewa Puncak tiga atau empat. " ucap Kaisar Langit.


Dewi Lianhua mengangguk, karena tidak semua dewa yang menyerap energi batu akan mencapai ranah Kaisar Dewa tiga ataupun empat, dan jika mereka ingin menjadi lebih kuat, maka mereka harus menggunakan sumber daya yang sangat sulit didapatkan untuk meningkatkan ranah kultivasi ketingkat selanjutnya.


***


Dialam salah satu iblis.

__ADS_1


Fusen atau mantan Budha yang diasingkan muncul diatas istana milik pangeran kegelapan, kehadirannya terlihat tidak disambut ramah oleh para iblis yang ada di istana milik pangeran kegelapan.


Pertempuran tak terelakan, namun semua serangan iblis yang mengarah pada kakek tua pasti selalu hilang dari kehampaan, dan itu yang membuat para iblis ketakutan. Pangeran Kegelapan yang mendengar adanya keributan segera keluar dari istananya, namun pandangannya menatap tajam kearah Kakek tua berjubah hitam yang kini menatapnya dengan senyum yang hangat padanya.


"Siapa dia. " gumam Pangeran Kegelapan.


"Sepertinya aku pernah merasakan aura yang keluar dari tubuhnya. " gumam Pangeran Kegelapan lagi.


Swuuuush! Fusen tiba tiba muncul disamping pangeran kegelapan, dan seketika pasukan iblis langsung menodongkan senjata mereka pada Fusen, namun melihat wajah tenang Fusen membuat semua iblis dan Pangeran Kegelapan menjadi kagum.


"Maaf kakek, siapa anda? " tanya Pangeran Kegelapan karena ia tau kakek didepannya bukan kakek sembarangan.


Tentu saja ia tidak ingin bertindak konyol, karena ia sendiri tidak bisa merasakan ranah kultivasi sang kakek tersebut.


"Aku Fusen, aku kesini ingin mengangkatmu menjadi muridku. " ucap Fusen tenang.


Pangeran Kegelapan melotot mendengar hal tersebut, namun dengan segera ia mencoba untuk tidak memprovokasi kakek tua didepannya.


"Kek apakah kakek mengenal saya? " ucap Pangeran Kegelapan.


Dengan ucapannya Pangeran Kegelapan akan mengerti siapa kakek didepannya. Karena di alam dewa atau iblis dan lainnya siapa yang tidak mengetahui pangeran kegelapan. Seorang yang pernah memporak porandakan alam Dewa dengan kekuatannya sendiri, karena itu ia mencoba mengetes sang kakek tua apakah mengenalinya atau tidak.


"Tentu pangeran kegelapan, saya sudah sangat lama menanti kehadiranmu setelah kamu tersegel oleh kaisar langit. " ucap kakek tua tenang.


Ucapan kakek tua yang tenang membuat Pangeran Kegelapan terkejut setengah mati, karena kakek tua mengenalnya, namun ia sendiri tidak mengenalnya.


"Kek aku tidak bermain main, katakanlah apa sebenarnya tujuanmu. " ucap Pangeran Kegelapan merubah tatapannya menjadi tajam.


"Aku suka gayamu. " ucap sang kakek membuat Pangeran Kegelapan geram.

__ADS_1


"Cihh! Ingin menjadi guruku? Apakah kau tak sadar diri kakek bau tanah, aku seorang Pangeran Kegelapan yang ditakuti oleh para dewa akan menjadikanmu guru? " ucap Pangeran Kegelapan menyerang dengan tangan kosongnya dengan kekuatan penuh.


__ADS_2