
"Emm begini tuan putri! saya memiliki satu Pill Awan Bening yang memiliki efektivitas sembilan puluh lima persen, apakah anda ingin melelang Pill buatanku? " tanya Cao Yuan tenang.
Degghh! jantung semua orang diruangan biasa dan VIP seketika berdetak kencang mendengar pemuda tersebut mengatakan Pill buatannya memiliki efektivitas sembilan puluh lima persen. Melihat reaksi semua orang Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya.
"Hei pemuda! apa yang kau katakan itu benar? jika mengucapkan tanpa memiliki bukti sama saja kau pembohong. " ucap salah satu pria paruh baya diruangan VIP membuka korden yang menutupi setiap jendela ruang VIP.
Cao Yuan dengan tenang mengeluarkan satu Pill yang disimpan didalam Cincin ruangnya. Swuuush! seketika aroma Pill Awan Bening yang memiliki efektivitas sembilan puluh lima persen menyebar kesegala arah, bahkan dantian milik setiap Kultivator kini bergejolak hebat.
"I..tu! "
"Be-benar apa yang dikatakannya."
Semua orang terdiam, terkejut, kagum dan tentunya tidak percaya melihat Pill Awan Bening yang memiliki efektivitas sembilan puluh persen didepan mata mereka. Melihat semua orang masih tidak berkedip, dengan tenang Cao Yuan merusak semua Mantra ilusi yang ada didalam ruangan tersebut.
"Ehemm! " deheman Cao Yuan berhasil membuat semua Kultivator yang hadir untuk ikut lelangan kembali fokus pada pemuda tampan didepan mereka.
Sayinichin yang melihat harta Karun besar didepannya segera berlari dan memberi hormat pada Cao Yuan.
"Tu-tuan muda! apakah benar ini akan dilelang? " tanya Sayinichin.
Cao Yuan tersenyum kemudian menatap semua Kultivator secara bergantian.
"Aku tidak akan melelang Pill ini. " ucap Cao Yuan kemudian berjalan menuju panggung.
Semua mata masih mengikuti gerakan langkah Cao Yuan tanpa berkedip. Namun tiba tiba sebuah aura membunuh memenuhi ruangan tersebut.
"Apa! bukankah kau mengatakan kau ingin melelang Pill tersebut! " ucap salah satu ruang VIP nomor satu dengan nada marah.
Cao Yuan menghentikan langkahnya dan kemudian menatap sumber suara tersebut dengan tenang.
"Hehehe memang benar, tadinya aku berniat untuk melelang Pill ini. Namun aku berpikir kembali, lebih baik aku berikan pada kalian secara cuma cuma, tapi ada syaratnya. " ucap Cao Yuan.
Semua orang saling berpandangan.
"Apakah pemuda tersebut gila? memberikan Pill yang memiliki efektivitas sembilan puluh lima persen secara cuma cuma? "
"Pemuda yang Naif! "
"Hahaha apapun syaratnya aku akan mengikutinya."
"Benar aku juga ingin mengikuti syaratnya walaupun harus bertarung mati Matian! " ucap salah satu orang.
Cao Yuan menggelengkan kepalanya, dalam hatinya ia sungguh merasa senang berhasil menjalankan aksinya. Sedangkan Siyinichin yang masih terkejut tiba tiba berlari kembali dan menghampiri Cao Yuan.
"Tu- tuan muda! bagaimana Pill yang tuan muda miliki kami beli dengan harga yang fantastis? " ucap Sayinichin serius.
Cao Yuan menaikan alis sebelahnya.
__ADS_1
"Berapa harga yang kalian tawarkan? " tanya Cao Yuan tenang kemudian memasukan Pill tersebut kedalam Cincin ruangnya kembali.
"Se-seribu keping emas tuan muda? bagaimana? " tanya Sayinichin penuh harap.
Cao Yuan kini tersenyum sambil menatap lantai atas yang dimana Li Chan tengah mengawasi keadaan pelelangannya.
"Tidak! aku hanya ingin memberikan pada kalian yang mau mengikuti syaratku."
Salah satu tetua yang tidak sabaran segera menanyakan syarat tersebut.
"Syarat apa yang harus kami lakukan? "
"Baiklah! apaakah kalian sadar Sayinichin ini adalah wanita yang tidak terlalu cantik? dan sekarang kalian lihatlah Pill yang kalian menangkan dalam pele...." ucap Cao Yuan terhenti saat sebuah tinju bayangan muncul kearahnya.
Dengan sigap Cao Yuan menepis tinju bayangan tersebut dengan telapak tangannya. Baaamss! ledakan yang mengguncang ruangan tersebut terasa. Serangan tersebut berasal dari pria paruh baya yang di utus oleh Li Chan untuk mengawasi Cao Yuan.
"Hehe. " tawa lirih Cao Yuan, namun semua Kultivator yang tidak sigap dalam membuat perisai yang dibuat dari Qi kini mereka terluka ringan, bahkan yang memiliki ranah alam satu kebawah terluka parah.
Namun anehnya ruangan tersebut hanya bergetar ataupun tidak hancur.
Swuuush! munculnya seorang pria berbaju hitam yang wajahnya tertutup kain hitam.
"Anak muda! kau..." ucap Pria tersebut terhenti kemudian Li Chan muncul tiba tiba yang langsung menyerang Cao Yuan.
Baaaams! Ledakan dahsyat seketika menghancurkan toko pelelangan tersebut. Dan akibatnya semua warga serta orang yang sedang berkunjung di kota Paimai segera melihat kejadian langka tersebut.
Li Chan yang muncul dan langsung menyerang Cao Yuan berharap pemuda tersebut seketika menjadi kabut darah, karena dia telah menggunakan setengah energi Qi yang dimilikinya, karena Li Chan sendiri sudah tau maksud pemuda tersebut. Para Kultivator yang memingukuti pelelangan tersebut juga banyak yang tewas seketika, bahkan tersisa hanya kurang dari sepuluh orang masih dapat bertahan dari daya kejut serangan tersebut.
Deegghh! Jantung Li Chan berdetak kencang selang beberapa menit melihat pemuda yang ingin menghancurkan bisnisnya tidak bergeming dari tempatnya, bahkan tidak terluka sedikitpun.
"Kaauu! " ucap Li Chan kemudian mengeluarkan giok berwarna abu abu dan langsung memecahkannya.
Cao Yuan masih tetap tenang, walaupun ia tahu bahwa wanita didepannya telah memanggil bantuan dari batu giok yang ia pecahkan.
Swuuush! Swuuush! Swuuush! Ratusan orang tiba tiba muncul dan mengepung Cao Yuan, bahkan aura membunuh segera memenuhi kota tersebut. Ratusan orang tersebut terdiri dari Wali Kota, prajurit, serta pemilik pelelangan lain hingga pemilik resto dan pelayan mereka.
Cao Yuan seketika berpikir.
"Nona! maaf apa salahku? " tanya Cao Yuan berpura pura.
Swuuush! swwuush! Swuuush! tiba tiba muncul lagi puluhan orang yang salah satunya Cao Yuan sedikit kenali yaitu penjaga gerbang.
"Emm ternyata semua ini hanyalah bisnis ilegal. " ucap dalam hati Cao Yuan mengerti bahwa semua pelelangan prajurit hingga pemilik kedai sebenarnya semuanya sama, menipu ataupun merampok para pengunjung yang datang ke kota Pamai.
"Para pengunjung yang terhormat! aku Cao Yuan ingin memberitahu kalian! keluarlah dari kota ini segera! karena kalian semua telah ditipu. " ucap Cao Yuan menggunakan Qinya, menjadikan suaranya menggema keseluruh kota.
"Hahahahahaha! " tiba tiba walikota Pamai muncul disamping Li Chan dengan tatapan bringas.
__ADS_1
"Pemuda bodoh! terlambat! karena kami telah mengunci semua gerbang kota! " ucap Walikota Hu Ao.
Cao Yuan terdiam, karena niatnya hanya menghancurkan satu bisnis licik, namun nyatanya semua pelelangan dan resto didalam kota Pamai mereka semua penipu ataupun ingin merampok orang yang berkunjung.
"Prajurit! habisi semua orang yang berkunjung hari ini! jangan biarkan satu orangpun yang lolos! " ucap walikota dengan Qinya menggema.
Swuush! Swuush! para prajurit segera mengikuti perintah Walikota mereka, bahkan para Kultivator yang berkunjung mulai berjatuhan karena tak sigap menghadapi serangan tiba tiba tersebut.
Wajah Cao Yuan memerah melihat pembunuhan tersebut, karena akibat rencananya orang yang tidak bersalah menjadi korban.
Swuuung! tubuh Cao Yuan bergetar, aura Naga segera memenuhi kota tersebut. Bahkan mereka yang tidak kuat menahan aura tersebut seketika langsung berlutut, banyak juga yang kini tak sadarkan diri akibat merasakan aura yang dikeluarkan oleh Cao Yuan.
"Kalian sungguh keji! " ucap Cao Yuan dingin kemudian menatap Walikota, Saynichan, Li Chan serta Pria paruh baya.
"Hahaha! inilah cara kami agar kelicikan kami tidak sampai tersebar ke kota lainnya! " ucap walikota yang sedikit mampu menahan aura Naga yang dikeluarkan Cao Yuan.
Cao Yuan terdiam, dan kemudian menatap pertarungan yang terhenti.
"Para Kultivator yang terjebak didalam kota Keji ini, aku meminta maaf atas kelalaianku, aku harap setelah menghilangkan aura dari tubuhku kalian segera keluar dari kota ini dengan cara apapun. " ucap Cao Yuan.
Semua Kultivator pengunjung segera mengangguk, karena kini tubuh mereka masih bergetar hebat menahan aura yang tiba tiba memenuhi kota tersebut.
"Sekarang! " ucap Cao Yuan kemudian menghilangkan aura Naganya.
"Na-naaif! " teriak Li Chan yang langsung melesat setelah tidak merasakan aura penindasan.
Swuuush! Baaaams! Dhuaaar! ledakan yang dahsyat kembali menggema di kota tersebut, bahkan toko toko sekitar mulai roboh akibat dampak daya kejut serangan Li Chan. Debu yang masih beterbangan, membuat Li Chan berharap pemuda tersebut tewas seketika menerima serangannya.
"Bagaimana bisa! " ucap Li Chan terkejut selang beberapa menit ketika debu mulai terbawa angin.
Lagi dan lagi Cao Yuan menerima serangan Li Chan dengan mudah, terlihat tanpa luka serta Cao Yuan tak bergeming dari pijakannya sedikitpun.
"Jika begini aku tidak salah harus membunuh kalian semua! " ucap Cao Yuan dingin.
Swuuush! swuuush! Swuuush! lima bawahan Cao Yuan keluar dari kehampaan mengejutkan Li Chan serta walikota dan lainnya.
"Hormat kami tuan muda! " ucap mereka berlima kompak.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian menatap kesegala arah.
"Bunuh semua yang ada disini, tapi jangan membunuh para pengunjung kota ini ." ucap Cao Yuan dingin.
"Baik! tuan muda! " ucap mereka berlima kompak dan melesat keberbagai arah. Meskipun tugas mereka terasa berat, karena mereka harus memastikan bahwa yang mereka bunuh bukanlah para pengunjung.
****
Waduh Author ketiduran jadi baru nulis lagi. Gabisa tiga sampe empat episode ini mah. Dan mohon maaf kalo alur jalannya sedikit kurang nyambung yaaa.
__ADS_1
Bantu Like setiap author update episode, agar Imajinasi Author pergi keangkasa mencari puing puing kata kata Cinta didalam khayalan ini.
Author LSDN ingin ngomong, komentar yang Baek Baek ya agar author tidak kena mental. Wkamoakwoakaowkaowkaoak.