Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
27. Naga Air Vs Cao Zhen Xin


__ADS_3

Groaaaaaarhh! Disaat Cao Zhen Xin mendekat, sang naga kembali mengaum, aumannya menyebabkan angin bertiup kencang, gelombang air danau naik hingga Cao Zhen Xin sendiri harus melayang lebih tinggi lagi.


"Memang hanya kamu saja yang bisa melakukannya? " ucap Cao Zhen Xin kemudian menarik napas dalam dalam.


Groooooaaaaaarhhhhh! Auman yang sangat memekikan telinga, bahkan gelombang air yang naik kini bertambah tinggi dan angin pun berhembus sangat kencang mengarah kearah naga air. Sang naga yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Cao Zhen Xin seketika menutupi tubuhnya dengan pusaran air agar tidak terkena dampak auman tersebut.


"Naga bodoh! Mungkin jika kamu tidak muncul saat ini nyawamu masih aman aman saja. Namun sayangnya...."


Swoooosh! Sang Naga yang sepertinya mengerti ucapan Cao Zhen Xin langsung menyemburkan air dari dalam mulutnya. Sontak Cao Zhen Xin menghentikan ucapannya dan menghindari serangan tersebut.


"Ternyata memang ingin mati. " ucap Cao Zhen Xin tanpa ekspresi, wajahnya yang datar, serta nadanya yang dingin membuatnya terlihat sangat berbeda dengan biasanya.


Swuuuush! Cao Zhen Xin melesat dengan kecepatan tak kasat mata kearah kepala sang naga. Namun sang Naga tak tinggal diam, kini Naga tersebut mengibaskan ekornya kearah tubuh Cao Zhen Xin.


Baaaaaammmmsss! Cao Zhen Xin yang tak sempat menghindar langsung mengeluarkan pedang emas dari dalam cincin ruangnya. Dan disaat itu juga ia memblokir kibasan ekor menggunakan pedangnya. Alhasil Cao Zhen Xin terpental kebelakang sejauh sepuluh meter.


"Sangat keras.." ucap Cao Zhen Xin kagum.


"Heemmm pedang emas. " suara berat naga air menatap pedang emas ditangan Cao Zhen Xin.


Kini Cao Zhen Xin terkejut, ternyata sang naga dapat berbicara seperti layaknya hewan suci.


"Kau..."


"Namun pedang itu sepertinya dapat membuat tubuhku lebih kuat lagi. " ucap berat sang Naga lagi.


Cao Zhen Xin sama sekali tak menyangka tubuh sang naga sangatlah keras, padahal pedang tingkat Dewa saja akan patah jika terus berbenturan dengan pedang emas milik ayahnya.


"Apakah kau mengira tubuhku ini tubuh lembek seperti tahu bocah. " ucap sang Naga menyombongkan diri.

__ADS_1


"Cihh! " hanya itu saja yang keluar dari mulut Cao Zhen Xin.


Swuuuush! Tak ingin membalas ucapan naga lagi, Cao Zhen Xin melesat menggunakan pedang emas yang siap ia ayunkan kearah tubuh sang Naga.


Slaaaaash! Dhuaaaaar! Lagi dan lagi, bukannya tubuh sang Naga yang terpotong, melainkan Cao Zhen Xin yang terpental kebelakang setelah membenturkan pedangnya.


"Sudah kukatakan ta...." ucap lagi sang Naga.


Baaaaaamsss! Dhuaaaar! Sebuah tangan raksasa muncul dari langit dan menabrak tubuh sang naga, yang membuat naga tersebut kembali masuk kedalam air.


"Banyak omong. " ucap Cao Zhen Xin merasa sedikit senang karena dapat melukai sedikit tubuh sang Naga.


Sang naga yang tubuhnya kembali memasuki air tiba tiba membuat gelombang air danau menjadi lebih tinggi, dan gelombang tersebut mengarah pada bangunan pesisir danau yang membuat bangunan tersebut hancur. Selang beberapa detik, sang Naga yang berada didalam air membuat pusaran air yang sangat cepat. Tiba tiba pusaran tersebut menyerap tubuh Cao Zhen Xin.


"Arghhh! " ucap Cao Zhen Xin terus mencoba melepaskan dirinya dari angin yang menyerap tubuhnya kedalam pusaran.


"Kau mungkin dapat mengalahkan kultivator tiga tingkat diatasmu berkat pedang itu, namun sayangnya kamu berhadapan dengan hewan iblis terkuat didanau ini, karena itu terima saja ajalmu bocah. " ucap menggema naga air didalam air.


"Teknik yang digunakan lawan juga dapat digunakan sebagai senjatamu. " Cao Zhen Xin yang sedang bersusah payah melepaskan diri teringat ucapan ayahnya.


Sejenak sambil menahan pusaran air, Cao Zhen Xin menatapnya dengan tatapan tajam. Tiap inci ia melihat pusaran yang menyebabkan dirinya harus tersedot kedalam pusaran tersebut.


"Baiklah! Aku akan mengikuti alur pertempuranmu. " gumam Cao Zhen Xin kemudian tidak melawan angin yang menyeretnya kedalam pusaran.


"Hahahaa bodoh apakah dengan menyerah begitu aku akan mengampuni kesalahanmu. " ucap sang Naga dibawah air.


Byuuuurrrr! Disaat tubuhnya berada ditengah pusaran, air menutup dan mengurung Cao Zhen Xin. Namun sebuah senyum ia perlihatkan setelah merasakan keanehan teknik yang digunakan sang naga.


Swuuuungg! Dengan cepat ia tak menyia nyiakannya, Qi besar berasal dari tubuhnya mengalir kearah pedang emas miliknya. Setelah itu pedang tersebut bergetar dengan memancarkan sinar keemasan.

__ADS_1


Swuuuush! Swuuuush! Pedang tersebut bergerak sendiri dan berputar mengelilingi tubuhnya dengan kecepatan yang diluar nalar.


Swuuush! Swuuuush! Putaran tersebut bertambah cepat hingga Cao Zhen Xin berhasil membuat teknik yang sama digunakan oleh sang naga. Pusaran air lebih besar memutari Cao Zhen Xin, namun anehnya disela sela pusaran tersebut, pedang emas yang tadinya hanya ada satu terlihat seperti ribuan pedang yang berputar mengelilinginya.


Baaaamsss! Dhuaaaar! Dhuaaaar! Sang Naga yang tubuhnya sangat besar kemudian terkena pusaran yang membawa pedang emas berputar dan mengenai tubuhnya.


"Arghhhhh! Kau meniruku!" ungkap Naga air kesal.


Tak ingin kembali membalas ucapan sang Naga, Cao Zhen Xin menatap atas kepalanya, tadinya air yang menutup mulai terbuka dan akhirnya langit awan biru cerah kembali terlihat. Senyum manis ia perlihatkan.


"Naga jelek, apakah kamu tahu aku adalah anak dari seorang naga yang sangat agung dan berwibawa, melawanmu yang hanya seekor ular buncit tidak akan pernah membuatku terbunuh. " ucap Cao Zhen Xin menghentakan kakinya.


Swuuush! Swuuuung! Tubuhnya kembali muncul diatas langit dibarengi dengan pedang emas yang berdengung.


"Seribu pedang ilahi! " teriak Cao Zhen Xin merubah teknik seribu tapak ilahi.


Swuuung! Sontak pedang emasnya langsung berada dibelakang Cao Zhen Xin. Disaat itu juga, Cao Zhen Xin memutar tangannya membentuk sebuah segel aneh.


"Mau lihat pedang ini membunuhmu? " tanya Cao Zhen Xin yang telah membuat ribuan pedang emas.


Swuuungg! Danau bergetar dengan kembali munculnya sang Naga air yang matanya kini menyala merah.


"Kau menyepelekan kekuatan tubuhku ini. " balas sang Naga.


"Baiklah! Aku rasa kamu ingin mencobanya. " ucap Cao Zhen Xin bersiap melepaskan serangan ribuan pedang emas.


****


Para warga yang melihat pertempuran pemuda tak dikenal merasa sangat kagum dengan keberaniannya melawan sang penguasa danau. Mereka juga turut merasa khawatir saat pemuda tersebut memasuki kedalam danau yang sangat dalam.

__ADS_1


Terutama sang pria yang pernah ditanyai oleh Cao Zhen Xin. Ia berpikir pemuda tersebut hanyalah seorang anak bangsawan yang ingin pergi ke pulau es, namun melihat pertempurannya yang sangat mengerikan membuatnya berpikir, mungkin pemuda tersebut adalah anak seorang dari ketua sekte besar yang ingin mengunjungi pertapa sakti penguasa pulau es.


__ADS_2