
"Ra-racun hitam. " ucap terkejut Jing Yin.
Cao Zhen Xin seketika memandangi darah hitam yang telah keluar dari mulutnya.
"Senior, sepertinya anda mengenal racun ini." ucap Cao Zhen Xin.
"Jika tidak salah, racun inilah yang membuat ayahku tewas saat bertempur mempertahankan dunia siluman ribuan tahun lalu. " ucap lirih Jing Yin.
"Tuan muda, apakah kamu mengenal seseorang yang telah menyerangmu dengan racun ini. " ucap Jing Yin dingin, wajah cantiknya berubah menjadi datar tanpa ekspresi.
Cao Zhen Xin terdiam, ia tidak takut sama sekali dengan perubahan Jing Yin.
"Senior, tapi senior tidak bisa langsung menuduh saja, bukankah itu hal biasa seseorang dapat menggunakan racun yang sama. " ucap Cao Zhen Xin.
Jing Yin menggelengkan kepalanya pelan.
"Tuan muda, racun ini hanya dapat dipelajari oleh keluarga Tao diBenua Tinggi, dan jika benar anda berasal dari Benua Tinggikan. " ucap Jing Yin.
Cao Zhen Xin terdiam kembali.
"Benar. " ucap Cao Zhen Xin.
"Tidak salah lagi, namun sayangnya kekuatan keluarga Tao sangatlah besar, tidak memungkinkan pasukanku yang ada di Benua Rendah ini dapat menghancurkannya. " ucpa lirih Jing Yin.
Setelah itu, Jing Yin menceritakan tentang peperangan para siluman dengan keluarga Tao yang ingin menundukan mereka, namun sayangnya ayahnya berhasil mengalahkan pemimpin Tao, dan disaat ia lengah, seorang kakek tua tiba tiba membunuhnya dengan menggunakan racun yang sama.
"Maaf senior, masalalu kelam bukanlah hal yang baik untuk kita ingat. " ucap Cao Zhen Xin mengingatkan.
"Benar katamu, namun dendam ini cepat atau lambat akan aku balaskan nanti. " ucap Jing Yin.
Cao Zhen Xin hanya menganggukan kepalanya pelan.
"Tapi apakah senior dapat menyembuhkan racun yang ada ditubuh She Luan? " tanya Cao Zhen Xin penuh harap.
Jing Yin menggelengkan kepalanya pelan.
"Ada satu orang yang dapat menyembuhkannya, dia kini masih berada di Benua Tinggi. " ucap Jing Yin.
Sontak mata Cao Zhen Xin berbinar mendengar hal tersebut.
__ADS_1
"Senior katakan dimana tempatnya. " ucap Cao Zhen Xin.
"Tapi belum tentu dia mau membantumu, namun kamu harus mencobanya siapa tau kamu berjodoh dengannya. "
"Beliau bernama Xiang, seorang pertapa sakti di pulau es diBenua Tinggi, kekuatannya yang sangat sakti membuatnya tak tertandingi oleh Kultivator yang ada di Benua Tinggi. Selain Kultivasinya tak tertandingi, beliau juga sangat ahli dalam bidang pengobatan. " ucap Jing Yin teringat pada Xiang yang tak mau membantunya.
"Baiklah terimakasih informasinya. " uca Cao Zhen Xin melirik She Luan.
"Senior dapatkah aku memintamu menjaganya? " tanya Cao Zhen Xin lagi.
"Tentu, namun aku memberimu waktu tiga bulan dari sekarang, karena tak mungkin dia dapat bertahan dari racun ganas tersebut. " ucap Jing Yin.
"Tiga bulan. " gumam Cao Zhen Xin.
"Baiklah, sekali lagi aku berterimakasih pada senior. " ucap Cao Zhen Xin menangkupkan tinjunya.
"Siapa namamu anak muda, aku teringat wajahmu seperti mirip seorang...." ucap Jing Yin terdiam.
"Margaku Cao sedangkan namaku Zhen Xin senior, apakah benar wajahku mirip dengan seorang yang senior kenal? " tanya Cao Zhen Xin heran.
"Cao......."
"Senior?"
Jing Yin memejamkan matanya sejenak, lalu ia membuka matanya menatap hangat Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Jing Yin mengibaskan tangannya, seketika Cao Zhen Xin lenyap bersamanya, mereka muncul diatas langit dimana patung Cao Yuan berdiri tinggi menjulang kelangit. Sontak wajah Cao Zhen Xin terkejut setengah mati.
"Ayah..." ucap Cao Zhen Xin.
"Jadi Dewa Naga Cao adalah ayahmu? " ucap Jing Yin lirih.
"Be-benar. " ucap Cao Zhen Xin masih tak percaya.
Kemudian Jing Yin bercerita tentang Cao Yuan secara terperinci, hingga ia mengatakan bahwa dirinya sendiri pernah mencintai Cao Yuan yang saat itu belum ia kenal identitasnya. Cao Zhen Xin kagum dengan cerita yang dijelaskan oleh Jing Yin.
"Senior bisakah aku mengetahui namamu? " tanya Cao Zhen Xin.
"Jing Yin, dan saat ini aku mau kamu tidak perlu memanggilku dengan sebutan senior...."
__ADS_1
"Tapi bukankah itu tak sopan. " ucap Cao Zhen Xin memotong.
"Lebih tak sopan lagi jika kamu memotong ucapan orang yang lebih tua sepertiku ini. " ucap Jing Yin tersenyum.
"Ehhh.." Cao Zhen Xin menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Hahaha sudahlah, aku juga ingin memberitahu padamu sesuatu. " ucap Jing Yin mengibaskan tangannya lalu mereka berpindah ketempat yang sangat sepi.
"Makam." gumam Cao Zhen Xin.
"Ikutlah denganku. " ucap Jing Yin memimpin.
Tanpa rasa curiga, Cao Zhen Xin mengikuti Jing Yin hingga tepat tiba didepan kuburan yang sangat wangi akan bunga.
"Cia San Tong, anak yang durhaka Cao Yuan. " ucap Cao Zhen Xin menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
Karena ia sendiri tidak mengerti kenapa ada kuburan yang terdapat nama ayahnya.
"Senior aku tidak mengerti. " ucap Cao Zhen Xin.
Jing Yin kembali menjelaskan apa yang ia ketahui berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari sisa manusia yang ada diBenua Rendah pada Cao Zhen Xin.
"Hormat pada kakek. " ucap Cao Zhen Xin yang telah mendengarkan sedikit cerita dari Jing Yin.
"Se..."
"Ibu.." ucap Jing Yin sedikit wajahnya memerah.
"Baiklah ibu angkat, terimakasih telah memberiku informasi ini. " ucap Cao Zhen Xin.
Jing Yin tersenyum senang mendengar hal tersebut.
"Ibu, aku ingin segera mencari pertapa sakti Xiang, karena waktuku bukankah sangat singkat. " ucap Cao Zhen Xin.
"Baiklah, berhati hatilah ingat jangan katakan pada ayahmu jika aku bertemu denganmu. " ucap Jing Yin malu malu.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mengeluarkan artefak pintu dimensi yang telah ia gunakan untuk kabur membawa She Luan.
****
__ADS_1