Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Bertemu murid Sekte Shijing


__ADS_3

Niu, Luo Luo, dan Hao Shi terdiam, kini ranah kultivasi Hao Shi berada di tingkat emas tiga, setidaknya jika Cao Yuan naik tingkat satu lagi atau bahkan dua mungkin sudah cukup untuk membantu membantai Sekte Shijing.


"Niu, sepertinya aku menduga Cheng An adalah orang penting di sekte Shijing. " ucap Cao Yuan.


"Jika dilihat dari ranah Kultivasinya, mungkin dia memegang ranah kultivasi tertinggi di Benua Rendah. " ucap Niu yang disetujui Cao Yuan.


Setelah membahas sedikit tentang Cheng An, Cao Yuan kini kembali melanjutkan perjalanannya. Selama perjalanan dia tak pernah menemukan masalah sama sekali, hingga kini ia tiba disebuah desa Daun.


Desa yang ramai dengan penduduk, mata pencaharian para penduduk di desa Daun rata rata menjadi petani, Cao Yuan sedikit kagum dengan tanaman padi di sawah yang terlihat miring atau menggunakan sistem terasering.


"Indah sekali. " gumam Cao Yuan dan tiba tiba.


Bug! Cao Yuan menabrak seorang nenek nenek yang sudah renta.


"Maaf nek! " ucap Cao Yuan kemudian membantu nenek tersebut berdiri.


"Hati hati anak muda! " ucap nenek tersebut ramah sambil mencoba berdiri.


Setelah melihat keadaan nenek nenek tersebut tak mengalami luka, Cao Yuan kembali melanjutkan perjalanannya, dan tiba tiba ia menemukan rombongan murid sekte berbaju hijau bertulis Shijing di punggung mereka masing masing.


Karena Cao Yuan memang membutuhkan teman untuk menunjukan jalan dengan cepat ia segera mendekati rombongan tersebut.


"Senior! Senio! " panggil Cao Yuan.


Rombongan tersebut menghentikan langkahnya dan membalikan badan menatap bocah cilik yang memanggil mereka.


"Ada apa adik kecil? " tanya salah satu rombongan tersebut ramah.


Cao Yuan sedikit heran, Cheng An mungkin sedikit kurang bijak, namun sebenarnya Cheng An orang yang ramah, namun melihat murid sekte Shijing yang ramah membuatnya bertanya tanya sebenarnya Sekte Shijing itu memiliki murid yang baik ataupun semuanya kejam.


Melihat bocah cilik yang hanya diam membuat orang yang tadi bertanya kepada Cao Yuan, kini kembali menanyakan kepentingan Cao Yuan.

__ADS_1


"Adik kecil? kenapa kamu hanya diam saja? " tanya murid tersebut.


"Ehh.. kak! kenalkan aku Yuan, dan aku memanggil kakak karena aku diberi plat oleh seorang pria paruh baya, lalu katanya aku harus menuju sekte Shijing. Sehingga ketika melihat rombongan kakak, mungkin kakak bisa memberitahu lokasi sekte. " ucap Cao Yuan beralasan sambil mengeluarkan plat sekte murid dalam sekte Shijing.


Para murid tersebut kemudian memeriksa plat tersebut, seketika tubuhnya bergetar dan menatap Cao Yuan lekat lekat. Temannya yang heran melihat Li Chan tubuhnya bergetar menghampirinya.


"Li Chan? ada apa? kenapa sepertinya kamu sedikit ketakutan dan terkejut. " ucap Lao zy.


Tak hanya teman teman Li Chan, melainkan Cao Yuan juga kini heran melihat reaksi murid tersebut. Tiba tiba setelah teman teman Li Chan memeriksa plat yang diberikan Cao Yuan, reaksi mereka pun sama.


"Hormat senior!!" ucap mereka kompak dan membuat Cao Yuan menjadi heran.


"Maaf senior! aku tak mengerti apa yang senior maksud. " ucap Cao Yuan bingung.


Semua murid sekte Shijing saling berpandangan dan kembali menatap wajah Cao Yuan lekat lekat.


"Senior! anda memiliki plat murid dalam, yang diartikan kedudukan anda lebih tinggi dari pada kami yang menjadi murid luar. " ucap Li Chan sambil menunjukan platnya.


"Apakah kau diangkat sebagai murid oleh ketua Cheng An? " tanya Li Chan menatap lekat Cao Yuan, dia juga terkejut melihat ranah kultivasi Cao Yuan di tingkat baja lima.


Cao Yuan hanya mengangguk, dan kemudian kini pertanyaan dibenaknya Cheng An seorang ketua sekte, dan pertemuannya pun tak di jadwalkan. Sedikit ide yang membuat Cao Yuan kini ia pikirkan.


"Senior! apakah anda bisa menunjukan lokasi sekte? karena jujur saja ketua Cheng An hanya memberi plat dan setelah itu ia menyuruhku untuk mendatangi sekte. " ucap Cao Yuan.


Semua orang saling berpandangan, menurut mereka yang diceritakan Cao Yuan adalah berkah, karena mereka sendiri sudah tujuh tahun berada di sekte Shijing, namun mereka masih menjadi murid luar.


"Senior! tolong panggil nama kami langsung saja! karena kedudukan Senior lebih tinggi dari kami. " ucap Li Chan yang disetujui temannya.


Cao Yuan hanya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, karena jika ia dipanggil senior oleh mereka yang memiliki umur dua puluh tahunan lebih membuat Cao Yuan merasa lebih tua dari pada mereka.


"Senior! tak usah sungkan, panggil saja namaku Yuan, dan aku juga tidak suka jika dipanggil senior karena aku masih sangat muda. " ucap Cao Yuan.

__ADS_1


Murid sekte terdiam dan setelah itu Cao Yuan kembali membuat mereka menatap pemuda cilik tersebut.


"Senior! apakah anda dapat mengantarkan ku ke sekte? " ucap Cao Yuan.


Li Chan dengan teman temannya mengangguk.


"Kebetulan sekali Yuan! kami juga akan kembali ke sekte karena kami telah menyelesaikan misi yang diberikan oleh sekte. " ucap Li Chan dan mengajak Cao Yuan untuk bergabung di rombongannya.


Setelah itu tak lama Cao Yuan dan Lichan serta rombongannya melanjutkan perjalanan mereka. Hingga sebuah perbincangan kecil mulai mereka bicarakan.


"Maaf senior! siapa nama anda? " ucap Cao Yuan bertanya pada Li Chan.


"Emm saya Li Chan, ini Laozy, ini Helong, ini Coky. " ucap Li Chan memperkenalkan semua temannya.


Cao Yuan pun berkenalan pada mereka, dan ia juga tak berhenti berpikir kenapa sekte Shijing yang memiliki murid yang ramah berani mengusik sekte lainnya. Yang seakan akan sekte Shijing adalah sekte penguasa yang tak bisa disentuh.


Perjalanan kini telah melewati beberapa desa dan kota, Cao Yuan serta rombongannya kini menghentikan langkah mereka ketika berada di sebuah kota Tayli.


"Senior? apakah masih jauh sekte Shijing? " tanya Cao Yuan.


"Kita harus melewati satu kota lagi, dan setelah itu kita akan sampai di sekte. " ucap Li Chan sambil memberikan identitas kepada penjaga gerbang kota Tayli.


Setelah rombongan mereka memasuki kota, Cao Yuan melihat para warga yang melihat rombongannya seperti takut, dan pastinya mereka akan minggir ketika berpapasan dengan murid sekte Shijing.


Sedikit rasa penasaran Cao Yuan melihat keanehan itu hingga akhirnya Cao Yuan bertanya pada Li Chan.


"Senior! kenapa sepertinya mereka takut pada kita? " tanya Cao Yuan menaikan alisnya.


"Nanti saja kita bahas masalah itu setelah menemukan resto untuk mengisi perut kita. " ucap Li Chan memimpin rombongan.


Cao Yuan mengangguk, tak hanya satu atau dua tapi semua orang yang melihat rombongannya pasti akan minggir, sedikit rasa takut terlihat diwajah para warga yang membuat Cao Yuan benar benar penasaran.

__ADS_1


__ADS_2