
Tubuh Cheng Hylong akhirnya terpental, daya kejut ledakan yang berasal dari tubuh Cao Yuan membuatnya harus segera menyeimbangkan tubuhnya.
Swuung! tanah disekitar Cao Yuan bergetar, dan kini dua tangan milik Cao Yuan mengeluarkan dua elemen yang berbeda. Tanpa disadari olehnya Cao Yuan membangkitkan Darah Naga Emas yang sebenarnya akan membuat dirinya menjadi dua kali lebih hebat dari sebelumnya. Apalagi kini pondasi jiwanya telah kokoh akibat menjadi samsak tinju Cheng Hylong.
"Terimakasih telah membangkitkan kekuatan yang sebenarnya didalam tubuhku. " ucap Cao Yuan dingin, karena ia sadar pondasi jiwanya telah kokoh, serta perbedaan kekuatan yang lebih dahsyat dari sebelumnya yang ia rasakan.
Cheng Hylong terdiam, terkejut, kagum, ngeri menjadi satu akibat melihat Cao Yuan mampu mengendalikan sebuah Elemen. Apalagi kini dua elemen api dan juga petir muncul di kedua tangannya.
Swuuuush! tanpa memperdulikan keterkejutan semua orang Cao Yuan melesat kearah Cheng Hylong untuk kembali bertarung. Cheng Hylong yang memang terkejut kini mulai fokus untuk menghindari setiap serangan yang mengarah padanya. Namun dia sendiri kini tengah menggerutu akibat rasa yang ia rasakan saat berbenturan tangan dengan pemuda didepannya.
Jika ia menyentuh tangan kiri Cao Yuan maka ia merasakan sengatan petir, namun jika ia menyentuh tangan kanan Cao Yuan ia akan merasakan sensasi panas yang teramat panas.
Akibatnya sebuah celah yang sangat fatal terlihat, Cao Yuan tak menyianyiakan kesempatan tersebut.
Baaaamss! Packk! buggg! Paackk! Cao Yuan terus meninju tubuh Cheng Hylong bagaikan samsak. Dua sensasi berbeda panas dan sengatan petir dirasakan oleh Cheng Hylong.
Hingga Cheng Hylong ingin menggunakan sebuah jurus pamungkas namun tetap saja dirinya terus menerima pukulan yang membuatnya tak bisa berkonsentrasi.
Dua sensasi yang berbeda yang Cheng Hylong rasakan kini masih ia rasakan, darah yang keluar dari mulutnya kini juga terus menetes. Para tetua serta murid sekte Shijing yang sepertinya melihat ketua mereka tak bisa berbuat apa apa, berniat untuk kabur. Cao Yuan yang masih fokus tiba tiba tersadar setelah perlahan aura para murid serta tetua sekte Shijing yang saling berhamburan pergi. Mereka yang pingsan juga telah tersadar dan mengikuti anggota lainnya yang kabur.
"Ingin pergi! " ucap Cao Yuan kemudian menghentikan pukulannya dengan cara memukul tubuh Cheng Hylong dengan telak, hingga Cheng Hylong terpental menabrak perisai pelindung di pasukan sekte Pedang Naga Langit. Setelah itu dirinya membuat sebuah segel formasi dengan tangannya untuk membuat perisai agar para tetua dan murid sekte Shijing tidak kabur dari area sektenya.
__ADS_1
Kraaakkk! perisai buatan Cao Yuan pecah dan Cheng Hylong kini tak bisa menggerakkan tubuhnya dikarenakan semua organ dalamnya hangus terbakar akibat api ilahi milik Cao Yuan serta petir yang terus menghantam perut Cheng Hylong. Hantaman kedua tangan Cao Yuan sungguh berdampak ngeri, karena petir serta api miliknya tidak membakar kulit, melainkan organ dalamnya.
Swuuuung! Tiba tiba diatas langit muncul perisai berwarna keemasan menutupi area sejauh tiga kilometer. Para tetua serta murid sekte Shijing yang terkurung didalam perisai mencoba menghancurkan perisai tersebut. Namun hasilnya hanya sia sia.
"Cepat bunuh mereka semua! " ucap Cao Yuan berteriak menggunakan Qinya.
Dengan cepat para tetua dan murid sekte Pedang Naga Langit mengikuti perintahnya. Bahkan para prajurit kerajaan hingga dua Jendral besar kerajaan pun ikut bergabung.
Niu, Hao Shi, Luo Luo yang melihat cermin didalam dunia jiwa yang menggambarkan kegiatan Cao Yuan di dunia nyata akhirnya bisa bernafas lega, sebuah kegembiraan yang mereka rasakan karena kondisi penerus Dewa Naga baik baik saja, serta telah berhasil mengalahkan musuhnya dan membuat pondasi jiwanya kokoh dengan cara tak lazim membuat mereka bertambah kagum. Apalagi Cao Yuan yang memiliki ranah Alam lima sudah mampu menguasai elemen, apa lagi dua elemen sekaligus.
Setelah itu Cao Yuan menghampiri Cheng Hylong yang kini masih berbaring dan hanya menunggu ajalnya saja.
"Ini akibat sektemu yang telah berani mengusik sekteku! " ucap Cao Yuan sambil menghilangkan dua elemen yang berbeda dari kedua tangannya.
"Walaupun kamu berhasil mengalahkan kami! cepat atau lambat pusat sekte kami pasti akan mencarimu, bahkan jika kamu berada di tumpukan jerami sekalipun! " ucap Cheng Hylong sambil menahan rasa sakit.
Cao Yuan tersenyum yang membuat Cheng Hylong heran, karena dirinya memberikan sebuah peringatan bukan pujian.
"Jika pun mereka tidak mencari ku! aku yang akan mencarinya dimasa depan, walaupun harus berkeliling seluruh benua di Dunia ini. " ucap Cao Yuan dingin lalu menghampiri pedang milik ayahnya yang kini dibawakan oleh raja Shao.
"Ingatlah anak muda! diatas langit masih ada langit! jadi janganlah kau sombong dulu! " ucap Cheng Hylong.
__ADS_1
Cao Yuan menyetujui perkataan Cheng Hylong, namun dia membalas perkataan tersebut lebih tinggi lagi.
"Jika untuk orang orang seperti kalian yang sombong dan menginginkan kekuasaan, maka aku tak segan untuk berdiri diatas langit yang tertinggi. " ucap Cao Yuan tegas.
"Trimakasih Yang Mulia! " ucap Cao Yuan ramah yang telah menghampiri Raja Shao.
Raja Shao mengangguk, dan Su Yue yang disamping ayahnya kini tersipu malu melihat Cao Yuan yang menatap seluruh tubuhnya.
"Tuan putri! " sapa Cao Yuan sambil tersenyum.
Su Yue mengangguk dan bingung harus membalas sapaan orang yang ia kagumi dengan jawabaan apa. Cao Yuan sendiri yang melihat tingkah Su Yue yang menurutnya aneh kembali menghampiri Cheng Hylong.
Cheng Hylong masih terbaring, rasa ingin bunuh diri ingin ia lakukan, namun dia tak bisa berbuat apapun, akibat seluruh tubuhnya tidak bisa digerakan apalagi rasa panas serta sengatan petir masih ia rasakan, hanya tinggal menunggu pemuda yang dapat mengalahkannya menebas lehernya.
"Kamu tidak akan mati sekarang. Aku hanya ingin kamu melihat para murid dan tetua sektemu tewas di tangan murid serta tetua sekteku sendiri. Dan setelah itu baru aku membunuhmu! " ucap Cao Yuan dingin dan langsung menghilang dari kehampaan untuk membantu para murid dan tetua sekte untuk membasmi pasukan sekte Shijing.
Raja Shao yang melihat ketegasan Cao Yuan serta memiliki kekuatan yang luar biasa sungguh membuatnya sangat senang. Karena dengan adanya Cao Yuan sebagai salah satu Kultivator terhebat di kerajaannya akan membuat kerajaannya disegani oleh kerajaan lainnya.
Satu jam membasmi semua tetua dan murid yang ada, Cao Yuan beserta pasukannya kembali dimana tempat Cheng Hylong berbaring, dan Raja Shao bersama Su Yue juga tak jauh menjaga Cheng Hylong.
"Kini giliran ajalmu! " ucap Cao Yuan dingin.
__ADS_1
Slaaash! leher Cheng Hylong terpotong, karena ia tak ingin lagi berbicara dengan Cheng Hylong yang kini tatapannya menjadi kosong. Su Yue terdiam seribu bahasa melihat Cao Yuan membunuh orang tanpa berkedip.