Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
11


__ADS_3

Melihat serangannya mudah dihindari, Hu Feng mengeluarkan jurusnya.


"Tarian pedang! " ucap Hu Feng.


Seketika Cao Zhen Xin sedikit terpojok, karena jurus yang sedang diperagakan eh Hu Feng sangat unik. Dimana kelihaian atau kelenturan serta ketegasan disetiap serangan selalu ada disetiap tebasan. Sehingga Cao Zhen Xin harus menghindar, dan mencari kelemahan dijurus pedang itu.


"Cih! Apakah kau hanya bisa menghindar. " ucap Hu Feng sombong karena dapat memojokan pemuda lawannya.


"Cih baru segitunya sombong. " ucap Cao Zhen Xin kemudian bersalto kebelakang dengan cepat.


Swuuuung! Seketika disaat ia berhasil menghindari segala serangan yang dilancarkan oleh Hu Feng, ia segera mengeluarkan pedang milik ayahnya. Pedang berwarna keemasan, yang memiliki pola ukir aneh dan berada ditingkat Dewa kini telah ia genggam.


"Mau beradu pedang. " ucap Cao Zhen Xin kembali melesat kearah Hu Feng.


Ctaaaang! Ctiiiing! Ctiiiing! Tiga kali benturan pedang, tiba tiba pedang milik Hu Feng retak, dan akhirnya di dentingan ke empat.


Kraaaakkk! Pedang ditangan Hu Feng terbelah menjadi dua, sontak wajahnya langsung lesu, pedang yang ia beli dengan mahal patah oleh pedang milik lawan yang berwarna keemasan tersebut.


Slaaaaash! Keterkejutannya, serta ketidak percayaannya membuat ia memiliki celah, dan hal itu di gunakan dengan baik oleh Cao Zhen Xin untuk membunuh Hu Feng. Kematian yang tidak diinginkan akhirnya terjadi.


***


Hu Luo yang sejak tadi melihat pertempuran anaknya tiba tiba mengeluarkan seluruh kekuatan, serta aura membunuh yang sangat kental dari tubuhnya. Swuuuung! Tubuhnya bergetar dan membuat Ding Yin yang tak siap membuat pelindung segera terpental. Begitu juga dengan para Kultivator yang bertempur disamping mereka.


"Arghhhh! Ku bunuh kau bocah kep*rat." teriak murka Hu Luo menelan tiga pill berbeda warna.

__ADS_1


Yang jelas dua Pill penyembuh tingkat tinggi, dan satu Pill peledak energi ditelan oleh Hu Luo. Baaaaamss! Ledakan ditubuhnya terdengar, yang menandakan Hu Luo naik tingkat di tingkat dewa agung tingkat satu. Wajah pucat pasi terlihat oleh semua orang saat merasakan naik tingkat secara paksa oleh Hu Luo.


Swuuuush! Hu Luo muncul disamping Cao Zhen Xin dengan melancarkan tinjunya. Baaaamss! Dhuaaaar! Cao Zhen Xin yang ingin mengambil cincin penyimpanwn milik Hu Feng terkejut dan akhirnya terpental akibat tinju mengenai tubuhnya.


"Arghhh! " Cao Zhen Xin memuntahkan banyak darah dibibirnya. Disini terlihat jelas bahwa Cao Zhen Xin memiliki kualitas tulang yang sangat tinggi, karena serangan dewa agung tingkat satu tidak dapat meledakan tubuhnya.


"Ba-bagaimana bisa. " ucap Hu Luo terkejut.


Cao Zhen Xin yang telah mengelap darahnya mencoba berdiri dan menatap Hu Luo yang terkejut. Cao Zhen Xin juga tak menyangka ketahanan tubuhnya sangat luar biasa, disaat awal serangan Hu Luo yang mengenainya, ia menyangka bahwa setengah kekuatan Hu Luo dapat meledakan tubuhnya, namun sekarang ia baik baik saja, padahal Hu Luo entah berada ditingkat mana. Gleeek! Seketika ia kembali menelan dua pill penyembuh. Dengan rasa nyeri ditulang sekujur tubuhnya, ia mencoba bangkit.


Hu Luo yang hatinya sangat tersayat melihat kematian anaknya kini menatap Cao Zhen Xin dengan tatapan membunuh.


"Akan ku bunuh kau bocah kepar*t! " ucap Hu Luo kembali melesat dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh Cao Zhen Xin.


Baaaamsss! Dhuaaar! Lagi dan lagi Cao Zhen Xin terpental dan memuntahkan darah yang lebih banyak lagi. Melihat Cao Zhen Xin terluka parah, sontak lima bersaudara atau Liu dan lainnya segera melesat menyerang Hu Luo yang diikuti oleh Ding Yin dan lainnya.


****


Dibalik awan, sosok naga yang telah berubah menjadi seorang pemuda tampan menatap pertempuran yang sangat kacau dengan tajam.


"Apakah aku harus menyelamatkan tuan muda. " ucap Naga Hijau yang diutus.


"Tidak tidak, lebih baik aku tunggu situasi dulu. " ucap Naga hijau yang tidak ingin gegabah.


****

__ADS_1


Cao Zhen Xin yang terluka parah kembali menelan Pill penyembuh. Luka luar memang tidak sebegitu parah dari pada luka dalamnya, karena luka dalamnya sangat parah, Pill penyembuh tingkat dewa tidak terlalu beraksi kecuali Cao Zhen Xin dapat menetralkan kekuatan jiwanya yang kacau dahulu.


"Senior. " ucap Cao Zhen Xin tidak bisa berbuat lebih banyak melihat lima senior dan lainnya yang membantunya menjadi bulan bulanan Hu Luo.


Hu Luo dengan kasarnya terus meninju kesana kemari, ia kini bagaikan lalat yang dikerubungi lalat, lalu ia mengibaskan membuat lalat tersebut terpental kesana kemari. Selang beberapa menit, tidak ada gangguan Hu Luo telah berada didepan Cao Zhen Xin yang perlahan mengobati luka dalamnya.


"Arrrghh! " Cao Zhen Xin tercekik oleh Hu Luo.


"Kau telah membunuh anakku, walaupun setelah ini ranah kultivasiku turun satu tingkat, tapi itu tidak masalah bagiku karena dapat membalaskan dendam anakku. " ucap Hu Luo mencengkeram erat leher Cao Zhen Xin.


Tanpa bisa memberontak Cao Zhen Xin mencoba mempertahankan kesadarannya, namun tiba tiba cahaya kehijauan memasuki tubuhnya, dan membuat kesadarannya benar benar menghilang. Hu Feng yang masih mencekik tiba tiba sedikit heran, saat merasakan adanya kekuatan aneh dan besar memasuki tubuh pemuda yang telah membunuh anaknya.


Baaaaaamss! Dhuaaar! Keheranannya segera terjawab setelah tubuhnya terpental sejauh dua puluh meter. Cao Zhen Xin yang telah dimasuki kekuatan milik naga hijau utusan Cao Yuan kini membuka matanya. Aura yang agung merembes keluar dari tubuh Cao Zhen Xin, tingkat kultivasi yang berada ditingkat Dewa tiga tiba tiba naik hingga tingkat kaisar dewa lima.


"Hemm, ternyata tubuh tuan muda baru bisa menampung energiku sejauh ini. " gumam Naga hijau yang merasuki tubuh Cao Zhen Xin.


Mata Cao Zhen Xin berubah menjadi kehijauan menatap Hu Luo yang bangkit, tubuhnya bergetar tak tahan menahan aura agung menerpa tubuhnya.


"Si-siapa sebenarnya ka....." ucap Hu Luo terhenti saat tiba tiba Cao Zhen Xin menghilang dan muncul didepannya mencekik lehernya.


"Coba bicara lagi, maka lehermu ini akan lebih mudah kupatakahkan. " ucap Cao Zhen Xin, suaranya lebih berat.


Seketika tubuh Hu Luo bergetar lebih hebat. Kini posisinya berbalik seperti Cao Zhen Xin yang ia cekik, tidak adanya pemberontakan hanya ada ketakutan pada kematiannya yang telah dekat. Senyum mengerikan muncul dibibir Cao Zhen Xin. Karena sebuah ide terlintas dipikiran naga hijau.


"Jika aku memberimu kematian yang mudah, maka luka yang dialami oleh tuan muda tidak impas." ucap naga hijau kemudian membanting tubuh Hu Luo yang sudah sesak napas ketanah .

__ADS_1


Baaaamss! Seketika muncul kawah seukuran tubuh Hu Luo, tak berhenti disitu saja, Cao Zhen Xin kembali mencekik tubuh Hu Luo dan melakukan hal yang sama di tempat yang berbeda.


__ADS_2