Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Pencerahan


__ADS_3

Satu hari telah berlalu, Cao Yuan masih tak sadarkan diri hingga sore. Lylia yang telah berlatih beberapa jurus yang pernah ia dapatkan ditempat yang sangat rahasia, kini menuju kamar Cao Yuan. Terlihat pemuda yang tampan masih memejamkan matanya.


"Gege." ucap Lylia kemudian duduk disamping Cao Yuan yang masih terbaring tak sadarkan diri.


Tubuhnya yang berkeringat menempel didada bidang Cao Yuan.


"Gege cepatlah pulih, agar kita bisa menikmati masa masa yang tenang seperti ini , walaupun aku tahu cepat atau lambat badai besar akan terjadi kapan saja. " ucap Lylia tiba tiba tertidur.


Cao Yuan yang tak sadarkan diri, saat ini rohnya berada di depan tiga Budha yang nyatanya memanggil roh Cao Yuan.


"Hormat pada tiga Buddha utama. " ucap Cao Yuan.


"Sancai Sancai. " Shu Lai menimpal.


Ketiga Buddha tersenyum lembut, setelah itu ia memberikan beberapa nasehat pada Cao Yuan.


"Yuaner, apakah kamu tau mengapa rohmu saat ini berada disini? " tanya Dewi Kwan In.


Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya, yang ia tahu hanya saat menghabisi jutaan para iblis diakhir serangannya, ia tiba tiba tak sadarkan diri.


"Mohon ampun Buddha, hamba tidak mengerti sama sekali. " ucap Cao Yuan hormat.


Ketiga Buddha kemudian mengibaskan tangannya secara bersamaan. Swuuuung! Langit bergetar dengan munculnya formasi bintang yang pernah Cao Yuan lihat, tak hanya formasi bintang. Sebuah lingkaran setengah hitam dan putih juga ada disampingnya.


"Yuaner, mungkin kamu tahu apa fungsi formasi bintang diatasmu, namun apakah kamu tahu apa arti lingkaran Yin dan Yang diatasmu? " ucap Dewi Kwan In.


"Yin dan Yang? " ucap Cao Yuan pelan namun terdengar jelas ditelinga ketiga Buddha yang masih menatapnya hangat.


"Maaf tiga Buddha utama, hamba benar benar tidak mengerti. " ucap Cao Yuan hormat.


"Yin dan Yang, Yin melambangkan kegelapan, dan Yang melambangkan kesucian. Kami menciptakan alam semesta dengan keseimbangan mutlak, ada gelap ada terang, Jahat, dan baik." ucap Hao Xiang.


Cao Yuan mendengarkan dengan baik penjelasan lembut dari tiga utama, tidak ada satu kata yang keluar dari mulutnya selama sang Buddha menjelaskan.

__ADS_1


"Harus kamu ketahui, disaat sisi terang atau gelap musnah keseimbangan alam semesta akan hancur. Sampai saat ini apakah kamu sudah mengerti penjelasan kecil kami? " tanya Hao Xiang.


Cao Yuan kembali menggelengkan kepalanya.


"Yuaner, dengan kamu serta pasukanmu yang melenyapkan seluruh para iblis keseimbangan alam semesta akan goyah, diakibatkan ketidak adanya sisi gelap di dunia ini. Walaupun kamu melenyapkan mereka semua, namun suatu saat kelahiran Budha sesat akan ada di alam semesta mu, karena Budha sesat tersebut lahir dari rasa benci para iblis yang telah kalian lenyapkan. " ucap Hao Xiang lagi.


Cao Yuan tertegun mendengar penjelasan hal tersebut, tubuhnya seketika berlutut merasa bersalah atas kesalahannya.


"Tiga Budha utama! Maafkan hambamu yang bodoh ini, hamba siap menerima hukuman. " ucap Cao Yuan masih berlutut.


"Bangunlah Yuaner, aku tahu kamu tidak mungkin melakukan hal tersebut jika mereka tidak melakukan kesalahan besar. Namun takdir ternyata berkata lain, sehingga kelahiran Budha sesat akan lahir dialam semesta." ucap Dewi Kwan In.


Cao Yuan bangun tidak berani menatap wajahnya.


"Ampun tiga Buddha utama, apakah ada cara untuk melenyapkan Budha sesat tersebut? " tanya Cao Yuan.


"Tentu ada caranya jika kekuatannya belum mencapai kekuatan puncak budisatya." ucap Shu Lai.


"Bagaimana caranya Budha? dan bagaimana caraku menemukan calon Budha sesat tersebut? " tanya Cao Yuan cepat.


"Kamu tidak bisa membunuhnya, dan menemukannya jika Buddha sesat tersebut belum tersadar bahwa ia lahir dari seluruh jiwa bangsa iblis yang telah lenyap membawa kebencian mereka. Namun tenang saja kami memiliki sesuatu untukmu nanti, dan tentang kehadiran Budhha sesat nanti kalian semua akan mengetahui setelah ia tersadar siapa dirinya dan saat itu juga kekuatannya naik hingga kaisar dewa puncak lima sepertimu. " ucap Hao Xiang kemudian mengibaskan tangannya.


Swuuuung! Muncul kalung berbentuk hati, kalung tersebut terbang kearah tangan Cao Yuan. Seketika matanya melebar merasakan aura kehidupan serta aura agung yang sangat kental yang keluar dari kalung tersebut.


"Berikanlah kalung tersebut pada istrimu saat kamu sadar nanti. " ucap Dewi Kwan In.


Cao Yuan langsung memasukan kalung tersebut kedalam Cincin ruangnya, walaupun ia bingung dengan fungsi kalung tersebut.


"Aku tahu apa yang dipikiranmu, namun saat ini kami tidak akan memberikan jawaban atas pikiranmu itu. " ucap Shu Lai kemudian menjentikan jarinya.


Muncul sinar keemasan melesat masuk kening Cao Yuan. Seketika Cao Yuan merasa tubuh nyatanya yang mengalami luka dalam langsung sembuh total, kenapa ia dapat mengetahuinya, karena roh memiliki hubungan yang sangat dekat dengan tubuh aslinya.


Dewi Kwan In kini giliran yang menjentikan jarinya dan kemudian roh Cao Yuan kembali memasuki tubuh nyatanya. Perlahan tangannya bergerak, dan yang membuatnya sedikit kaget merasakan wajah halus tertidur di atas dadanya .

__ADS_1


"Lier. " ucap Cao Yuan mengelus wajah yang sangat halus seperti giok.


Lylia terbangun dpagi hari saat merasakan sentuhan tangan Cao Yuan menyentuh wajahnya.


"Gege. " ucap Lylia langsung memeluk tubuh Cao Yuan dengan erat.


"Akkhhh! Sakit. " ucap Cao Yuan meledek.


Benar saja, seketika pelukan Lylia terlepas dan wajahnya menjadi pucat mendengar pekikan Cao Yuan.


"Gege maafkan aku, dimana yang sakit, biar aku memijitnya. " ucap Lylia cepat.


Cao Yuan tersenyum sedikit menahan tawanya melihat kekhawatiran Lylia. Lylia yang melihat wajah Cao Yuan terlihat mengerjainya, seketika langsung mencubit lengan Cao Yuan dengan keras.


"Akkhhh! Ini baru sakitt...." teriak Cao Yuan.


Lylia tidak melepas cubitannya dan membiarkan Cao Yuan terus meringis kesakitan.


"Ini pelajaran untuk Gege yang menyebalkan. " ucap Lylia menjulurkan lidahnya, kemudian melepas cubitannya.


Jgleeeek! Pintu terbuka, terlihat Shen Huo An, Kaisar Langit serta Dewi Lianhua memasuki kamar, saat mendengar jeritan Cao Yuan.


"Yuaner! Ada apa? " tanya Kaisar Langit panik.


Cao Yuan terdiam dan menatap Lylia yang terlihat bersalah.


"Hehehe tidak ada apa apa ayah, hanya saja aku meledek Lylia tadi. " ucap Cao Yuan sambil tersenyum menatap Lylia.


Shen Huo An, Kaisar Langit dan Dewi Lianhua hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tiba tiba mereka semua tersadar dari keanehan yang terjadi.


"Yu-yuaner! Bagaimana kamu bisa pulih secepat ini? " tanya Kaisar Langit.


Cao Yuan terdiam, kini ia sedang memikirkan, akankah ia harus memberi tahu bencana yang akan terjadi dialam semesta atas kelahiran Budhha sesat. Pada akhirnya Cao Yuan menjelaskan semuanya yang dikatakan oleh tiga Buddha utama, ia juga kemudian mengeluarkan kalung pemberian Buddha pada Lylia. Lylia terdiam menatap Kalung yang telah terpasang di lehernya, namun ia merasakan sedikit rasa aneh memasuki tubuhnya terus menerus.

__ADS_1


__ADS_2