
"Diamlah! kamu saja yang tak mau berbagi tempat denganku! " ucap Cao Yuan sengit.
Luo Luo hanya bisa diam, dan dia pun segera berdiri untuk menyaksikan telur yang akan menetas tersebut.
Perlahan tapi pasti retakan dalam telur semakin merambat dan membesar. Mata Cao Yuan, Niu, serta Luo Luo tak berkedip sama sekali melihat telur seukuran kepala manusia tersebut. Dan selama lima belas menit menunggu akhirnya telur benar benar pecah.
Swuuush! aura dari Ikan Pelahap Langit segera menerpa tubuh mereka, walaupun auranya tak semengerikan aura naga milik Cao Yuan, namun tetap saja jika orang lain yang merasakan pasti akan ketakutan hanya merasakan aura tersebut.
Cao Yuan segera tersadar dari lamunannya ketika Ikan Pelahap Langit tersebut masih memejamkan matanya, entah mengapa tiba tiba ia langsung menggunakan Ilmu meringankan tubuhnya untuk mengambil sebuah air dari Danau di dalam Dunia jiwanya.
Setelah dua menit mengambil air di danau Dunia Jiwa, dia kembali lagi ke istana. Luo Luo dan Niu yang melihat kepolosan Cao Yuan, tiba tiba tertawa melihat Cao Yuan mengambil sebuah air yang kumpulkan kedalam sebuah wadah berbentuk kaca.
"Tuan muda! apakah kau ingin memandikan Ikan Pelahap Langit tersebut? " tanya Niu sambil menahan tawa.
Cao Yuan terdiam dan merasa heran.
"Bukankah Ikan Pelahap Langit seperti ikan pada umumnya? " tanya Cao Yuan bingung.
"Tentu beda tuan muda! Ikan Pelahap Langit, hanya sebutannya Ikan karena bentuk tubuhnya seperti Ikan pada umumnya, namun dia dapat melayang menggunakan sirip yang ada disebelah insangnya. " penjelasan Niu.
Sedangkan Luo Luo mengalihkan perhatiannya ketika mata Ikan Pelahap Langit perlahan terbuka. Cao Yuan yang mendengarkan penjelasan Niu sambil memperhatikan mata Ikan Pelahap Langit yang kini sudah membuka matanya dan menatap secara bergantian pada mereka.
"Tuan muda! sekarang dia bingung dengan darah yang pernah ia serap, sekarang anda gigit jari anda dan biarkan dia mengenal anda yang telah memberikan darah Naga emas Waktu lalu padanya. " penjelasan Niu kembali.
Dengan segera Cao Yuan melaksanakan perintah Niu, tiba tiba disaat darahnya mulai menetes Ikan Pelahap Langit tersebut langsung menyerap darah milik Cao Yuan.
Setelah itu Darah didalam tubuh Cao Yuan merasa seperti tersedot dan mengalir kearah jari yang kini tengah di serap oleh Ikan Pelahap Langit. Hingga ia sendiri kini menjadi panik dan pusing di kepalanya mulai muncul akibat kekurangan darah.
Niu yang melihat wajah pucat Cao Yuan segera membelakangi dan mentransfer Qinya agar Cao Yuan tetap mempertahankan tubuhnya.
Selama lima belas menit Ikan Pelahap Langit tersebut menyerap darah pemberian Cao Yuan akhirnya ikan tersebut kembali tertidur.
"Huh! akhirnya selesai juga! " ucap Cao Yuan menghela napas, dan berterimakasih pada Niu.
Luo Luo masih terdiam menatap Ikan Pelahap Langit, kini ketika ia melihat bayi ikan tersebut rasa yang telah hilang kembali lagi, sebuah perasaan yang membuatnya trauma.
"Luo Luo? apa yang salah dengan ikan tersebut? " tanya Cao Yuan.
__ADS_1
"Ehh.... tuan muda! " ucap Luo Luo kemudian salah tingkah.
"Tuan muda! Kakak ke enam memiliki trauma terhadap Ikan Pelahap Langit tersebut, karena dulu ketika kami bersama Dewa Naga, Kakak ke enam hampir tewas karena membantu para Dewa yang melawan Ikan Pelahap Langit tersebut. " penjelasan kembali Niu.
"...." Cao Yuan kemudian terdiam dan menatap Luo Luo dengan wajah serius.
"Memang para Dewa tak mampu melawan Ikan Pelahap Langit tersebut? sehingga kalian harus membantu? " ucap Cao Yuan menjadi penasaran.
Niu akhirnya kembali menceritakan semua yang ia lihat dengan jelas, setelah itu tiba tiba Ikan Pelahap Langit tersebut kembali membuka matanya dan menatap Cao Yuan.
"Lihat! dia sudah terbangun! " ucap Cao Yuan bersemangat.
Kemudian Luo Luo dan Niu pun melihat Ikan Pelahap Langit tersebut yang tengah menatap Cao Yuan yang mungkin dikira Induknya.
"Tuan muda! bagaimana jika tuan muda beri nama ikan tersebut? " tanya Niu.
"Emm betul juga! " ucap Cao Yuan kemudian memikirkan sebuah nama yang cocok.
"Cao Yan bagaimana? " ucap Cao Yuan.
Niu dan Luo Luo hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak setuju.
"Chi Chi? "
"Huo Duo? "
"Aahh aku tahu! Tao Yun! " ucap Cao Yuan.
Tapi lagi lagi Niu dan Luo Luo tak setuju dengan nama yang diberikan Cao Yuan.
"Haiis! bukankah nama tersebut itu bagus! " ucap Cao Yuan yang kehabisan ide untuk mencarikan nama.
"Tuan muda! bagaimana dengan Hao Shi? " ucap Niu memiliki ide.
"Hao Shi? Hao Shi.... emm baiklah! aku akan memberi nama padamu Hao Shi! " ucap Cao Yuan setuju.
Setelah itu Ikan Pelahap Langit tersebut kembali menatap lingkungan istana tersebut, dan dengan cepat ia segera melayang meninggalkan mereka bertiga.
__ADS_1
"Hao Shi! " panggil Cao Yuan langsung melesat mengejar Hao Shi dan diikuti oleh Niu serta Luo Luo.
Tiba tiba ikan pelahap langit atau Hao Shi berhenti didepan Danau. Dan seketika Cao Yuan, Niu serta Luo Luo yang mengejar menghentikan langkah mereka.
Swuuuush! tiba tiba Hao Shi memancarkan aura kehitaman dari dalam tubuhnya yang berbentuk seperti ikan pada umumnya.
Cao Yuan, Niu , serta Luo Luo kemudian mundur dan tiba tiba rahang mereka terbuka setelah melihat perubahan Ikan Pelahap Langit tersebut berubah menjadi manusia berumur dua puluh tahunan.
"Hao.. Shi ...." ucap Cao Yuan setelah sadar dari keterkejutannya.
Hao Shi hanya diam dan memandangi mereka semua dengan tatapan tajam.
"Siapa kalian! " ucap Hao Shi setengah nada membentak.
Niu yang tak terima ingin langsung menyerang Hao Shi namun Cao Yuan menghentikan langkah Niu.
"Aku Cao Yuan, dia berdua bawahanku, bukan kah kamu Ikan Pelahap Langit? " tanya Cao Yuan untuk memastikan.
"Benar aku Ikan Pelahap Langit! tapi kenapa aku berada disini? bukankah aku berada dialam Dewa! " ucap Hao Shi masih menatap mereka dengan tajam.
Cao Yuan, Niu, serta Luo Luo langsung kebingungan mendengar ucapan Ikan Pelahap Langit tersebut.
" Bukankah kamu baru menetas tadi? mengapa kamu bilang berasal dari Alam Dewa? " tanya Cao Yuan.
"Menetas? hahahaha! kata siapa aku menetas! aku....." ucap Hao Shi terdiam.
Mereka bertiga menyatukan alisnya ketika ucapan Hao Shi tak dilanjutkan.
"Ahhh! aku baru ingat, waktu kemarin aku menyerang Alam Dewa karena balas dendam, tapi aku dikalahkan oleh seorang Dewa yang bisa berubah wujud menjadi Naga, dan ia memiliki tujuh seorang bawahan yang hampir aku bunuh, dia adalah satu wanita cantik yang bersamanya." ucap Hao Shi.
"Kemarin? " ucap Niu dan Cao Yuan heran.
Sedangkan jantung Luo Luo berdetak kencang karena ia tahu didepannya adalah mahluk yang hampir membunuhnya. Niu pun segera tersadar.
"Ja..d.ii! kamu reinkarnasi dari Ikan Pelahap Langit yang memporandakan alam Dewa? " tanya Niu terkejut.
"Emm benar, bagaimana kamu tahu? lebih tepatnya aku tersegel oleh Dewa Naga didalam telur tersebut. Dan kau pemuda, aku mengucapkan berterimakasih karena darahmu membuatku bisa berubah menjadi manusia " ucap Hao Shi.
__ADS_1
Cao Yuan hanya diam mendengar ucapan mereka berdua.
"Tapi..aku sepertinya mengenal kalian berdua dan darah yang diberikan pemuda tersebut." ucap Hao Shi.