
Cao Zhen Xin kini terus menambah kecepatannya perlahan, bahkan ia kini terlihat sangat frustasi dengan kelima lawannya.
"Kenapa mereka masih dapat mengikuti kecepatan ku." ucap penuh pertanyaan dibenaknya.
Swuuung! Pedangnya yang membabi buta seperti memiliki pemikiran sendiri tiba tiba berdengung dan melesat kearah depan Cao Zhen Xin. Pedang tersebut melayang terus berputar putar menutupi tubuh Cao Zhen Xin, seakan akan sedang melindungi majikannya dari serangan yang kapan saja bisa mampir ditubuhnya.
Melihat sedikit bebas karena pedangnya melindungi tubuhnya, Cao Zhen Xin menggunakan segel esnya.
"Segel Dunia Es! " teriak Cao Zhen Xin dibarengi dengan segel tangan yang rumit.
Tiba tiba alam sekitar yang rimbun akan pepohonan muncul es dan menutupi pohon, bahkan rumput disekitarnya membeku. Sontak hawa yang tadinya hangat karena waktu siang hari menjadi dingin. Sekarang tersisa sembilan orang yang ikut mengepung tiba tiba pergerakan mereka melambat.
"Cepat tutupi tubuh kita dengan energi Qi! " teriak Pendekar tanpa rasa memberi perintah.
Swuuuush! Tubuh mereka terlihat terbaluti Qi yang sedikit transparan, namun anehnya hawa dingin masih merasuk kedalam tulang mereka. Sedangkan Cao Zhen Xin yang sedang memfokuskan pikirannya teringat perihal fungsi segel yang dapat ia manfaatkan saat pergerakan mereka melambat. Swuuuuung! Pedangnya bergetar setelah Cao Zhen Xin merubah pola segelnya.
"Teknik seribu pedang es! " Cao Zhen Xin yang merubah tapak seribu ilahi menjadi ribuan pedang es langsung melesat keatas langit lebih tinggi.
"MATI! " ucap penuh tekanan Cao Zhen Xin kemudian mengibaskan tangannya.
Swuuuuung! Swuuuuush! Ribuan pedang es tiba tiba berdengung dan melesat kearah sembilan bawahan Pendekar tanpa rasa.
"Gunakan teknik tiga langkah ajaib! " teriak Pendekar tanpa rasa memberi usul.
Namun ternyata bawahannya sedang sibuk melindungi tubuh mereka dari hawa dingin yang terus bertambah dingin yang menyebabkan mereka tak menghiraukan ucapan Pendekar tanpa rasa.
Slaaaash! Slaaaash! Baaaamss! Dhuaar! Dhuaaaar! Suara potongan tubuh yang tertebas ribuan pedang serta ledakan terdengar, bahkan tidak ada yang tidak bisa lepas dari ajal mereka.
"Arghhhh! " teriak murka Pendekar tanpa rasa yang ternyata telah menggunakan teknik yang ia kuasai.
Ribuan pedang terus menebas tubuh mereka hingga menjadi potongan daging kecil tanpa darah akibat hawa dingin yang membekukannya. She Luan dan tentunya Bing Long yang memiliki pemikiran seperti manusia pada umumnya merasa ngeri melihat kekejaman jurus Cao Zhen Xin tersebut.
"Gege. " ucap She Luan yang merasa mual.
Cao Zhen Xin yang berhasil mengalahkan sembilan bawahan Pendekar tanpa rasa yang tersisa kini menggenggam pedang emasnya.
__ADS_1
"Bukankah kau ingin pedang ini? " ucap dingin Cao Zhen Xin.
Tadinya pendekar tanpa rasa yang merasa diatas angin menelan ludahnya. Swuuuuush! Tanpa menunggu balasan pendekar tanpa rasa, Cao Zhen Xin melesat dengan kecepatan puncaknya sambil menghunuskan pedangnya kearah pendekar tanpa rasa.
"Teknik tiga langkah ajaib! " ucap Pendekar tanpa rasa tak ingin mati konyol.
Swuuuush! Pendekar tanpa rasa menghindari serangan cepat Cao Zhen Xin, dan kini ia menggunakan teknik andalannya, teknik yang membuatnya memiliki kecepatan lebih cepat dari pada Kultivator ditingkatnya bahkan hampir menyamai tiga tingkat diatasnya.
"Ingin bermain main denganku? " ucap Cao Zhen Xin bola matanya kenanan kekiri melihat pendekar tanpa rasa memutarinya terlihat seperti bayangannya saja.
"Segel Api! Pengurung Api! " ucap Cao Zhen Xin membuat segel tangan.
Swuuung! Segel tersebut melesat keatas langit, segel yang tadinya berukuran sekepala manusia tiba tiba membesar dan kemudian melesat kembali kearah bayangan pendekar tanpa rasa yang terus memutarinya.
Swuuuush! Baaaamss! Pendekar tanpa rasa terkejut tiba tiba lingkaran segel mengurungnya dan menyebabkannya harus menabrak dan membuat kulitnya terbakar.
"Arghhh! Api apa ini! " teriak Pendekar tanpa rasa yang terus melihat api dilengannya terus menyala dan membakar dagingnya hingga matang, bahkan lama kelamaan daging tersebut menjadi abu.
"Pedang Api!" teriak Cao Zhen Xin mengaliri apinya kearah pedang emasnya.
Swooooosh! Pedang emas yang tadinya tidak memiliki apapun kecuali ketajamannya tiba tiba muncul api yang sangat panas berkobar menutupi pedang tersebut.
Swuuuuush! Jleeeeb! Swooooosh! Pendekar tanpa rasa yang telah terkurung hanya diam menahan rasa panas api yang membakar lengannya hingga hangus, setelah itu ia melihat pedang api yang memiliki tingkat kepanasan diluar nalar menembus jantungnya, dan akhirnya ia tewas tanpa wujud, karena api tersebut membakar seluruh tubuhnya.
Setelah membunuh mereka semua, Cao Zhen Xin melesat kesana kemari mengumpulkan cincin ruang mereka, tiba tiba wajahnya bersemangat melihat isi cincin ruang milik pendekar tanpa rasa.
"Apakah ini teknik yang mereka gunakan. " gumam Cao Zhen Xin menyimpan didalam cincin ruangnya sendiri, setelah itu ia menghilang dan muncul didepan She Luan yang sedang menaiki Bing Long.
"Gege. " ucap She Luan.
"Tenanglah aku tahu batasanku, terimakasih telah mengkhawatirkan ku. " ucap Cao zhen Xin memberikan senyum manisnya.
"Baiklah Gege." sedikit heran melihat Cao Zhen Xin yang sepertinya sedang menemukan sesuatu yang berharga.
"Gege kenapa wajahmu sangat bersemangat? " ucap She Luan.
__ADS_1
Cao Zhen Xin mengangguk, dan kemudian ia menepuk kepala Bing Long dengan lembut, setelah itu ia kembali menatap She Luan.
"Bing Long lanjutkam perjalanan! " ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Bing Long melesat kearah barat dengan kecepatan puncaknya.
"Aku terlalu bersemangat karena menemukan teknik yang membuatku tadi sempat kewalahan, karena itu aku merasa senang. " ucap Cao Zhen Xin menunjukan sebuah kitab yang ia ambil dari Cincin ruang pendekar tanpa rasa.
"Apa itu? "
"Kitab Seribu langkah. " ucap Cao Zhen Xin kemudian kembali memasukannya kedalam Cincin ruang.
"She Luan, aku ingin mengumpulkan energi Qiku yang terkuras, jadi tolong tunjukan arah pada Bing Long. " ucap Cao Zhen Xin yang merasa bahwa ia terus mengandalkan Pill penambah Qi yang sebenarnya dapat merusak kualitas tulangnya sendiri.
She Luan mengangguk .
"Baik Gege. " ucap She Luan kemudian merubah posisi duduknya didepan Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin kemudian bersila dan menyerap seluruh energi langit serta bumi yang tebal namun tidak setebal dialam Dewa. Dengan kejeniusannya ia terus menyerap energi langit dan bumi secara ekstrem. Tanpa memerlukan waktu lama, hanya tiga jam ia telah membuat energi Qinya pulih seperti biasanya.
"Sudah Gege? " ucap She Luan memberikan senyumnya.
Cao Zhen Xin mengangguk dan kemudian menatap sekitarnya.
"Luaner, kita berada dimana? " tanya Cao Zhen Xin.
"Gege kita sekarang telah berada di barat, atau kita telah keluar dari wilayah kekaisaran Mize." jawab She Luan.
"Emmm. " gumam Cao Zhen Xin yang tersadar merasakan terbang Bing Long lebih cepat darinya.
"Sepertinya kita akan sampai di sekte Cahaya Suci dihari ke tiga atau bahkan seminggu perjalanan dari sini, karena kita tidak tau ada bahaya apa didepan kita. " ucap lagi She Luan.
"Baiklah jika begitu, Bing Long jika melihat kota ataupun kerajaan berhentilah, karena kami ingin mengisi perut. " ucap Cao Zhen Xin.
Bing Long mengangguk dan menambah kecepatannya.
__ADS_1
###
Minta doanya teman temanku adikku sakit sedang rawat inap. Author lanjut ntar ya.