Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Manfaat Darah Naga


__ADS_3

Tak berselang lama, Cao Yuan yang menggunakan Mode Naganya kini perlahan dari setiap ekor hingga kepalanya keluar asap berwarna keemasan, hingga tubuhnya benar benar terbungkus asap dan beberapa menit kemudian, Cao Yuan telah berubah menjadi manusia kembali. Namun dia tak merasa senang ataupun sedih, melainkan heran dengan dirinya yang kini bisa melayang tanpa mempelajari teknik melayang yang dulu pernah ia pelajari.


"Bagaimana bisa. " ucap dalam hati Cao Yuan kemudian perlahan dia mendarat dengan sempurna.


Niu yang melihat Cao Yuan telah berhasil mengendalikan tubuhnya tiba tiba pingsan disamping Niu, dan dibarengi perisai buatannya yang digunakan untuk melindungi Hao Shi serta Lylia juga menghilang. Lylia yang melihat naga tersebut berubah menjadi Cao Yuan langsung berlari dan setelah berada didepan Cao Yuan dia memeluk dengan erat tanpa menghiraukan ras peri yang kini berdatangan setelah tidak mendengar pertempuran dahsyat kembali, Ratu Cyla yang sayapnya telah patah akibat mencoba membantu Niu serta Luo Luo juga menghampiri Cao Yuan.


"Maaf kan hambamu yang bodoh ini Dewa..." ucap Ratu peri dan bangsanya berlutut namun ucapan mereka terpotong oleh Cao Yuan.


"Sudah kukatakan, aku bukanlah Dewa Naga! " ucap Cao Yuan singkat.


"Panggil namaku Yuan atau tuan muda jika kalian mau. " ucap Cao Yuan singkat lagi.


"Ba-baik tuan muda!" ucap mereka kompak.


Cao Yuan yang kini tengah merasakan pelukan hangat dari Lylia segera melepaskan pelukannya dan menatap semua bangsa ras peri, sedangkan Hao Shi kini telah membawa tubuh Niu serta Luo Luo yang pingsan didekat Cao Yuan.


"Tuan muda! " ucap Hao Shi sekaligus memberikan hormatnya .


Cao Yuan mengangguk dan kemudian menatap semua bangsa peri yang masih berlutut menunggu perintah darinya.


"Hormat kalian aku terima! bangunlah. " ucap Cao Yuan kemudian menatap Niu dan Luo Luo.


Dirinya tak terkejut dengan kondisi dunia kecil yang porak poranda tersebut, karena dirinya sudah tau kejadian apa yang menimpa mereka, bahkan sayap dari ratu peri juga ia mengetahui persis kenapa sayap ratu peri tersebut terluka bahkan kini hanya terlihat tulang saja bukan sayap.


"Ratu bangsa peri kemarilah. " ucap Cao Yuan yang ingin mengobati sayap ratu peri tersebut.

__ADS_1


"Ba-baik tuan muda! " ucap Ratu tersebut berjalan dan mendekati Cao Yuan.


Cao Yuan sendiri kini tengah menatap wajah Lylia yang sangat khawatir padanya.


"Maafkan aku yang telah membuatmu khawatir Lylia. " ucap Cao Yuan sambil memperlihatkan senyum hangatnya.


Lylia hanya mengangguk, namun dirinya tetap saja masih khawatir. Tak berselang lama ratu peri telah berada dihadapan Cao Yuan dan Lylia segera berlutut kembali.


"Ma-maaf tuan muda! ada hal apa yang bisa say bantu " ucap Ratu peri sedikit canggung.


"Emm, karena lukamu akibat diriku yang tak terkendali, maka aku ingin mengobatimu. " ucap Cao Yuan.


"Sa-saya tiddak berani tuan muda! karena semua luka ini juga disebabkan oleh kebodohanku. " ucap Ratu peri yang sudah ikhlas kini dia tak memiliki sayap lagi.


Traak! Traaak! "Arghhhhh! " tiba tiba ratu peri tersebut merasakan sakit diluka sayapnya yang telah hancur. Teriakan luka tersebut juga membuat semua orang menatap Cao Yuan dengan perasaan bingung.


Lylia menatap Cao Yuan dengan bingung, namun tidak dengan ras bangsa peri yang menduga Cao Yuan kini sedang memberikan hukuman pada ratu peri.


"Tenanglah! aku hanya ingin mengobati ratu kalian. " ucap Cao Yuan menggema membuat semua bangsa peri merasa lega.


Cao Yuan juga memberikan tetes darahnya pada Niu dan Luo Luo yang masih tak sadarkan diri. Namun reaksi dari Niu dan Luo Luo berbeda dengan ratu peri, karena mereka berdua berada di keadaan tak sadarkan diri.


Selang beberapa menit teriakan ratu peri yang tak berhenti akhirnya kini telah berhenti, namun perubahan pada ratu peri membuat bangsa peri seketika berlutut. Aura kental dari ratu peri juga menyebar keseluruh dunia kecil tersebut. Matanya yang tadi terpejam akibat merasa sakit yang amat sakit kini perlahan terbuka, dan matanya berubah menjadi keemasan, serta luka disayapnya kini terbungkus oleh asap emas.


Swuuuush! tiba tiba sayap yang telah hancur kembali lagi, namun yang membedakannya sayap yang telah kembali kini berwarna keemasan, berbeda dengan sayap yang dulu berwarna keputihan membuat sayap Ratu Peri tersebut terlihat elegan. Cao Yuan seketika tersenyum melihat darah Naganya dapat menumbuhkan kembali sayap yang telah hancur tersebut.

__ADS_1


Ratu peri yang ingin berlutut dan berterimakasih pada Cao Yuan tiba tiba mengurungkan niatnya karena rasa yang ia inginkan selama ini akan terjadi, yaitu terobosan ketingkat Dewa Sejati.


Baaaams! ledakan terdengar dari tubuh Ratu peri tersebut akibat manfaat darah Naga emas milik Cao Yuan. Selang beberapa menit kenaikan tingkat, sang ratu seketika langsung berlutut.


"Terimakasih Tuan Muda! hamba siap melayani anda!!" ucap Ratu Peri yang tak bisa membalas kebaikan Cao Yuan yang telah mengobati, dan membuatnya naik tingkat hanya dalam waktu singkat. Bahkan dia bersiap menjadi bawahan Cao Yuan.


Cao Yuan yang mendengar ucapan Ratu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Bangunlah! namun aku tidak ingin bangsa kalian melayaniku, jadilah bangsa Peri yang hebat dimasa depan. " ucap Cao Yuan kemudian menatap Luo Luo dan Niu yang kini matanya perlahan terbuka.


Tak berselang lama, setelah mata Niu dan Luo Luo terbuka dan kesadarannya juga telah kembali, mereka segera berusaha berdiri dan memberikan hormat mereka pada Cao Yuan.


"Niu, Luo Luo! tak usah memaksakan diri kalian. " ucap Cao Yuan lembut.


Niu dan Luo Luo hanya bisa diam, dan menatap keadaan sekitar dengan perasaan lega.


"Baik tuan muda! " ucap mereka berdua kompak dan menundukkan kepala.


Setelah itu Cao Yuan dan rombongannya di bawa oleh pasukan Ratu peri ke istananya. Sesampainya didepan sebuah pohon yang memiliki diameter belasan meter serta terdapat dua peri cantik yang menjaga pohon tersebut.


"Hormat kami Yang Mulia! " ucap mereka berdua.


Ratu peri hanya mengangguk, dan kemudian meminta kedua penjaga istananya membuka gerbang pohon tersebut. Cao Yuan, Lylia dan Hao Shi yang mengira istana yang mereka kira seperti istana pada umumnya kini menjadi heran. Namun tidak bagi Luo Luo dan Niu yang sudah pernah mengunjungi bangsa peri bersama Dewa Naga.


Swuuush! Ketika mereka melangkahkan kakinya, tiba tiba Cao Yuan dan rombongannya muncul di sebuah istana yang sangat megah, dinding istana tersebut memiliki sedikit corak naga dan corak bangsa peri yang digambarkan seperti berteman dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2