Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Kemenangan.


__ADS_3

Fusen yang sedang mengendalikan roh Dewa Naga langsung memuntahkan banyak darah dari mulutnya, kekuatannya juga berkurang drastis hingga kaisar dewa puncak satu.


"Arghhhhhh! Aku sudah mengorbankan ranah kultivasiku, dan kini rencanaku gagal. " ucap Fusen memegangi perutnya.


****


Cao Yuan yang telah sembuh dari lukanya kemudian melesat kearah istana dewa. Senyumnya ia perlihatkan setelah melihat pasukannya berhasil melumpukan bawahan para dewa, namun kini matanya tertuju pada Lylia yang sepertinya kewalahan menghadapi seorang kakek tua.


"Ranah kakek tua itu sebentar lagi menuju puncak ranah kultivasi. " gumam Cao Yuan.


Swuuuuush! Dia menghentakan kakinya dan muncul tepat dihadapan Lylia memblokir serangan pedang dengan tangan kosongnya. Baamss! Lylia yang kewalahan menutup matanya, air matanya menetes, ia menduga kematiannya akan terjadi, namun seperkian detiknya menunggu ajal menjemput, ia tak merasakan apapun.


"Gege. " ucap Lylia perlahan membuka matanya melihat punggung Cao Yuan didepannya.


"Lier, beristirahatlah dibawah. " ucap Cao Yuan.


"Kau siapa. " ucap Dewa pertapa.


"Cao Yuan. " ucap Cao Yuan dingin.


"Ca-cao Yuan! " ucap dewa pertapa terkejut.


Cao Yuan yang marah melihat pertapa sakti melawan istrinya yang bukan lawannya kemudian menggenggam pedang tingkat dewa milik pertapa sakti. Traaaakkk! Klaaaang! Pedang tingkat dewa tiba tiba patah saat Cao Yuan meremasnya, Dewa pertapa yang dikenal kekuatannya tertinggi sejak dulu melebarkan matanya.


"Ka-kau. " ucap Dewa pertapa.


Menaikan sebelah alisnya, Cao Yuan mengayunkan tinjunya kearah Dewa pertaps tersebut. Baaaaamss! Dhuaaaar! Dewa pertapa sakti terhempas sejauh puluhan meter, tak puas dengan serangan tersebut, Cao Yuan menghilang dan muncul didepan Dewa pertapa yang belum menyeimbangkan tubuhnya.


"Ini bonusnya. " ucap Cao Yuan mengeluarkan pedang pemberian tiga Budha dengan menancapkan pedangnya kearah Dewa pertapa.


Melihat kematian Dewa pertapa, Cao Yuan menatap pertempuran ayahnya melawan Xao Li, terlihat luka yang dialami Xao Li sangat parah, sedangkan Cao Lian ayahnya terlihat lebih baik, sehingga ia sendiri tidak mencampuri urusan ayahnya. Melihat sekitarnya kembali, Cao Yuan tersenyum melihat semua mantan bawahannya serta ibunya memenangkan pertempuran, lawan mereka terlihat terluka parah. Namun ia tiba tiba melotot melihat Luo Luo yang sedang menyiksa Dewa Awan.

__ADS_1


Slaaaaash! Dewa Awan yang telah terluka parah tidak bisa berbuat apa apa saat tangannya terpotong oleh Luo Luo. Tak berhenti disitu saja, pedang Luo Luo kini bergerak kearah kaki kiri Dewa Awan.


Slaaaash! Kaki kiri Dewa Awan terspotong, tanpa bisa menghindar lagi, keseimbangannya yang mulai goyah diatas langit. Luo Luo kembali menebas pedangnya, namun anehnya bukan keleher atau lainnya, melainkan keotongnya Dewa Awan. (buat hiburan, jgn baper.)


Slaaash!


"Arghhhh! Bunuh aku? " teriak Dewa Awan terjatuh dari langit.


"Baiklah! " Ucap Luo Luo melempar pedangnya kearah Jantung dewa Awan.


Jleeeb! Dewa Awan tewas mengenaskan dengan tubuh yang terlepas dari tempatnya. Dibagian kanan Luo Luo, terlihat Dewi Lianhua menggunakan kekuatan teratai Semestanya, terlihat Dewi Lianhua duduk santai melihat Dewa Pedang yang memblokir ribuan teratai Semesta yang saat diblokir akan meledak dan membuat luka pada dewa pedang.


"Arghhh! Temanku telah mati, apakah kita akan mati bersama. " gumam Dewa Pedang marah melihat kematian Dewa pertapa yang sejak dulu berteman dengannya.


Perlu kalian ketahui dua dewa tersebut memang memiliki ranah kultivasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan dewa lainnya, namun sejak dulu mereka jarang keluar dari tempat kediaman mereka. Walaupun dewa terkuat, mereka berdua tidak haus akan kekuasaan, dan selalu menuruti seluruh permintaan siapapun pemimpin alam dewa.


Kaisar Langit terus memainkan segel formasi bintangnya yang membuat Xao Li kewalahan, karena jujur saja Xao Li hanya mengenal formasi bintang yang lama, dan kini yang digunakan Kaisar Langit Cao Lian itu formasi bintang yang baru diberikan oleh tiga Buddha utama.


****


Fungsi sebenarnya formasi bintang, mengetahui kehidupan dan kematian seseorang. Cao Lian memang dapat membunuh Xao Li sejak awal, namun sang Budha pernah melarangnya untuk menggunakan formasi bintang tuk melakukan hal curang seperti itu. Karena Cao Lian telah berhasil membuat Xao Li kalah, sehingga ia berpikir tidak ada salahnya membuat Xao Li tersiksa.


****


Perlahan semuanya memenangkan pertempuran, dan mereka yang telah berhasil membunuh lawan mereka menghilang, lalu muncul disamping Cao Yuan yang kini telah disamping Lylia.


Mereka semua menatap teman mereka yang masih mempermainkan lawan mereka, hingga semuanya telah berhasil dikalahkan, Cao Yuan menatap mereka semua dengan hangat.


"Perang telah berakhir, namun..." ucap Cao Yuan terhenti, karena ia bingung menjelaskannya dari mana.


Mendengar hal tersebut, Kaisar Langit dan lainnya menaikan alisnya.

__ADS_1


"Yuaner? Apa ada masalah? " tanya Kaisar Langit.


Cao Yuan menghela napas sejenak, setelah itu ia menceritakan semuanya, terlihat wajah tegang mereka saat Cao Yuan juga menceritakan pertempurannya melawan Fusen dan Kaisar Kegelapan. Dan dari cerita tersebut mereka mengetahui bahwa Fusen masih hidup.


Karena mereka tidak bisa berbuat apa apa lagi, akhirnya Cao Yuan membuka pelindung yang menutupi kota dewa.


Swuuuuush! Pasukan hewan suci, serta pasukan Abadi dengan bawahan para dewa yang masih hidup muncul dengan memberikan hormat mereka.


"Hormat aku terima, mulai sekarang aku meminta kalian juga menghormati anakku dan calon mantuku ini. " ucap Kaisar Langit menarik lengan Lylia dan Cao Yuan dengan lembut.


"Hormat pada tuan muda, dan tuan putri! " ucap mereka semua kompak.


"Baik, karena kekacauan telah terhenti, aku meminta kalian semua untuk memperbaiki bangunan kota dewa, serta buatkan istanaku kembali. " ucap Kaisar Langit dengan wibawa tegasnya.


"Aku juga meminta kalian satu hal, entah untuk dewa yang baru, ataupun kalian semua yang ada disini." ucap Kaisar Langit menatap mereka semua dengan lembut.


"Hamba siap menuruti perintah Yang Mulia! " ucap mereka semua memberikan hormat.


"Aku meminta kalian untuk memperketat penjagaan, dan setengah dari kalian silahkan mengelompokkan diri untuk mencari seseorang." ucap Kaisar Langit kemudian menatap anaknya.


Cao Yuan mengangguk, dan kemudian ia memunculkan lingkaran energi serta mata emasnya. Swuuuuush! Mata emasnya bersinar menyinari langit, tiba tiba sebuah wajah kakek tua bernama Fusen terlihat.


"Aku meminta kalian untuk mencari keberadaannya, jika kalian melihatnya segera laporkan padaku. " ucap Cao Yuan.


Semua bawahan para dewa terdiam, banyak yang menelan ludah mereka karena takut. Tentu mereka sudah melihat sendiri kekuatan keakek tua tersebut atau Fusen.


"Aku tahu apa yang dipikiran kalian, namun tenanglah, jika kalian menemukannya maka kalian segera hancurkan batu giok ini. " ucap Cao Yuan mengibaskan tangannya. Muncul gunungan batu giok berwarna hijau.


Setelah itu ia menatap bawahan para dewa yang hanya bisa menunduk karena bingung dengan keputusan mereka. Menolak perintah Cao Yuan seorang anak Kaisar Langit, pasti akan membuat mereka dihukum. Namun jika mereka melakukan misi tersebut, maka kematian bisa saja terjadi pada mereka, karena lawan mereka adalah Fusen.


****

__ADS_1


Guyyss ini belum tamat yaaa..


__ADS_2