Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
39. Pesan Bing Yinshi


__ADS_3

Berbeda dengan Zheng Lian yang sedikit menahan tawanya karena mulut kkaknya yang memang terkadang tidak bisa dikondisikan.


"Hahaha sudahlah sudah, Zhen apakah kamu berhasil menguasai segel terakhir? " Zheng Lian mencoba mencairkan suasana.


"Belum guru, karena jujur saja aku belum mengerti apa arti sepenuhnya kehidupan. " ucap jujur Cao Zhen Xin.


Karena saat berbincang bincang dengan She Luan serta Jing Yin, diam diam Cao Zhen Xin mencoba memahami segel terakhir yaitu Segel Jiwa Es. Namun ditengah tengah ia memahami , tiba tiba sebuah arti kehidupan membuatnya merasa sangat kesulitan dalam mengartikannya.


"Kehidupan hadir dalam berbagai bentuk organisme di dunia ini, seperti manusia, tumbuhan, hewan. Organisme hidup mengalami metabolisme, karena itu mereka memiliki pertahan dalam melindungi tubuh mereka dan memiliki kemampuan untuk tumbuh, memiliki rangsangan yang akan saling menanggapi dan bereproduksi. Itulah arti kehidupan. " balas Jing Yin.


Dengan sekejap Cao Zhen Xin mendengarkan dengan baik ucapan ibu angkatnya.


Swuuuush! Swuuuuung! Segel aneh muncul dilangit saat itu juga. Setelah itu apa yang dibayangkan oleh Cao Zhen Xin muncul, seekor naga es sepanjang dua puluh meter keluar dari dalam segel.


"Woaaaaah! " ucap kagum Cao Zhen Xin.


Sontak kedua gurunya kembali pingsan melihat lagi dan lagi Cao Zhen Xin berhasil mempraktekan segel jiwa dengan sekejap mata.


"Guru jadi Phoenix milik kalian berdua....." ucap Cao Zhen Xin mengalihkan perhatiannya pada kedua gurunya namun ia malah kembali menepuk jidatnya.


Karena sudah bisa melakukannya, Cao Zhen Xin kemudian kembali berbincang bersama She Luan dan Jing Yin yang sebenarnya sangat kagum namun karena Jing Yin mengetahui siapa Cao Zhen Xin ia bberhasil menutupi kekagumannya. Ditengah akhir pembicaraan naga es yang masih melayang layang diatas langit kemudian melesat kearah Cao Zhen Xin dan memperkecil bentuknya. Swuuuush! Naga es kemudian memasuki tubuh Cao Zhen Xin.


"Zhener, ibu akan melakukan tugas ibu sebagai ratu kerajaan siluman, jadi kalian berdua bisa berjalan jalan ataupun menikmati alam benua rendah ini. " ucap Jing Yin.


"Baik Bu! " jawab Cao Zhen Xin hangat.


Swuuuush! Jing Yin mengangguk dan tersenyum, setelah itu Jing Yin menghilang kembali kekerajaannya.


"Heem." setelah itu ia menatap She Luan dengan hangat.


"Luaner, apakah kamu ingin berjalan jalan sebentar? " ucap Cao Zhen Xin.


"Baiklah tapi kedua gurumu? " ucap She Luan.


"Biarkanlah saja mungkin mereka masih ingin menikmati masa pingsan mereka. " ucap Cao Zhen Xin sedikit cekikikan.


Saat keduanya akan terbang pergi, tiba tiba suara Zheng Lian mengejutkan mereka berdua.


"Tunggu Zhener! " ucap Zheng Lian nyatanya telah terbangun bersama Bing Yinshi.

__ADS_1


"Ehhh guru! " ucap Cao Zhen Xin merasa tak enak karena ucapannya yang tadi.


"Kemarilah." ucap Zheng Lian kemudian membuat segel aneh dan segel tersebut kembali memasuki kening Cao Zhen Xin.


"Pelajarilah tiga segel api tersebut, aku rasa dengan bakatmu itu bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari." ucap Zheng Lian.


Dengan hormat Cao Zhen Xin menundukan kepalanya.


"Guru terimakasih atas kebaikan kalian, suatu saat nanti aku pasti akan mengunjungi kediaman guru. " ucap Cao Zhen Xin.


Bing Yinshi dan Zheng Lian mengangguk dan memberikan senyum hangat mereka. Saat Cao Zhen Xin akan pergi tiba tiba mereka berdua tersadar.


"Zhener! Tunggu! " teriak Bing Yinshi.


Sontak Cao Zhen Xin mengurungkan niatnya dan menatap heran kedua gurunya.


"Bagaimana cara kita kembali ke Benua Tinggi. " ucap mereka.


Dengan rasa bersalah, Cao Zhen Xin mengeluarkan pintu antar dimensi.


"Guru silahkan." ucap Cao Zhen Xin.


"Zhener kami akan kembali ketempat kediaman kami masing masing. Aku harap kamu dapat menggunakan ilmu yang kami berikan dengan baik. " ucap Bing Yinshi.


"Baik guru! " ucap hormat Cao Zhen Xin.


"Ooh iya ingat juga pesanku Zhener, apapun yang menurutmu itu baik untuk dilakukan jangan pernah pantang menyerah, doa kami akan selalu bersamamu. " timpal Zheng Lian.


Cao Zhen Xin mengangguk, dan kemudian melihat kedua gurunya perlahan memasuki pintu antar dimensi, setelah memasukinya.


"Zhener kita akan bertemu lagi, tapi bukan seperti ini. " ucap Bing Yinshi menggema.


Sontak mendengar ucapan tersebut Cao Zhen Xin terkejut setengah mati, ia jelas tahu apa yang diucapkan oleh Bing Yinshi.


"Gu-guru apa maksudmu. " ucap jatuh berlutut Cao Zhen Xin.


"Gege apakah kalian akan...."


Ucapan She Luan hanya dibalas dengan gelengan kepala, terlihat wajah Cao Zhen Xin sedang mencoba kembali mencerna perkataan Bing Yinshi secara mendalam. Melihat Cao Zhen Xin sepertinya lemas, ia segera menghiburnya dengan segala upaya yang ia pikirkan.

__ADS_1


"Gege mungkin kedua gurumu ingin memberikanmu sebuah kejutan. " ucap menghibur She Luan.


"Luaner, apakah kau tidak dapat memahami kata kata guru. " ucap Cao Zhen Xin.


"A-aku...."


"Gege maaf, aku jelas mengerti perasaanmu namun apakah kau mengerti alasan gurumu mengucapkan kata kata tersebut." ucap She Luan lagi.


Gelengan kepala kembali dilakukan Cao Zhen Xin, setelah itu ia mencoba bangkit dan melupakan ucapan gurunya yang ia sendiri tau tujuannya namun apakah akan terjadi dimasa depan nanti.


"Luaner maaf, sepertinya aku tidak bisa membawamu melihat keadaan Benua Rendah ini. " ucap Cao Zhen Xin.


She Luan memberikan senyum manisnya kearah Cao Zhen Xin.


"Gege selalu bersamamu saja aku sudah bahagia. " ucap She Luan menyandarkan kepalanya kebahu Cao Zhen Xin.


Tak terasa mereka berbincang mengenai masalalu mereka yang penuh dengan rasa sayang kedua orang tua. Namun Cao Zhen Xin tidak mengatakan bahwa kedua orang tuanya adalah seorang Dewa yang melegenda pada masanya, bahkan mungkin hingga saat ini.


Mereka berdua akhirnya tertidur dalam posisi bersandar. Mentari pun terbit menyinari tubuh mereka membuat keduanya terbangun dari tidur pulas mereka.


"Luaner, apakah kau ingin melihat lihat keadaan Benua Ini? " tanya Cao Zhen Xin.


She Luan kemudian menatap Cao Zhen Xin dengan hangat.


"Mari Gege, aku rasa jika Gege memikirkan hal kemarin gege bisa saja cepat tua." canda She Luan.


Dengan gemasnya Cao Zhen Xin mencubit pipi She Luan yang lembut.


"Mungkin. " balas Cao Zhen Xin tersenyum kecut.


Mereka berdua kemudian terbang keatas langit dan menatap kebawah keadaan Benua Rendah dipagi hari tersebut.


"Gege lihat patung yang menjulang tinggi itu, bukankah patung itu mirip denganmu. " ucap She Luan menunjuk patung Cao Yuan.


"Aaaaa..." ucap Cao Zhen Xin kehabisan kata kata.


Melihat reaksi yang berlebihan ditunjukan Cao Zhen Xin membuat She Luan sedikit heran.


"Bukankah memang mirip Gege." ucap lagi She Luan.

__ADS_1


"Tidak mirip mana mungkin pemuda setampan aku memiliki wajah yang mirip. Hahahahaha aku hanya bercanda, entahlah." jawab Cao Zhen Xin tersenuum kecut.


__ADS_2