
"Tidak guru! Yuan hanya kaget kenapa guru sepertinya membenci sekte Pedang Naga Langit itu, dan tentunya peperangan antar sekte pasti akan terjadi jika guru terus memprovokasi sekte Pedang Naga Langit. " ucap Cao Yuan.
Cheng An menghela napas, lalu ia kembali menatap lekat wajah Cao Yuan.
"Yuaner! kamu pasti tahu berita tentang hancurnya sekte Teratai Hitam. Dan kenapa guru berani mengusik sekte itu, karena ketua sekte cilik dari sekte Pedang Naga Langit lah yang menghancurkan sekte Teratai Hitam. Dan tentunya aku tak aakan diam saja apalagi sekte Teratai Hitam dibawah perlindunganku." ucap Cheng An.
Cao Yuan pura pura mendengarkan cerita Cheng An dengan baik, namun sedikit demi sedikit ia mengetahui alasan dibalik Cheng An berani mengusik sekte Pedang Naga Langit miliknya.
"Aku takut, sekte tersebut akan semakin ditinggikan, dan berani membuat masalah dengan sekte ku, eh tidak tidak tapi sekte milik kakakku, dan kakakku kini tengah berkultivasi. " ucap Cheng An sambil mengelus punggung Cao Yuan.
Setelah mengerti semua tujuan dari Cheng An, Cao Yuan berkomunikasi pada bawahannya.
"Niu! aku memiliki rencana yang matang! kita batalkan rencana awal! " ucap Cao Yuan dipikirannya.
"Baik! " jawab Niu.
Setelah itu Cao Yuan berbincang bincang kecil hingga tak terasa Cao Yuan tiba tiba tertidur, Cheng An yang melihat muridnya tertidur karena mendengar ceritanya hanya bisa menggelengkan kepala.
"Ada ada saja! " ucap Cheng An bergegas keluar dari kamar Cao Yuan agar tidak mengganggu istirahat muridnya.
Setelah keluar dari kamarnya, Cheng An kembali ke kediamannya, Cao Yuan yang tak merasakan aura Cheng An tiba tiba terbangun, nyatanya Cao Yuan hanya berpura pura, karena dirinya ingin memasuki Dunia Jiwa, sehingga ia mengusir Cheng An secara halus.
Niu, dan Luo Luo kembali menyambut kehadiran Cao Yuan di dunia jiwa.
"Tuan muda! apa yang anda rencanakan kembali? " ucap Luo Luo.
"Tunggu! aku juga sedikit ragu tentang rencana ku! " ucap Cao Yuan memikirkan rencana yang pas untuk membuat sekte Shijing benar benar murka dan menyerang sektenya, sehingga sekte Pedang Naga Langit dengan siap akan menerima peperangan tersebut, karena menurut Cao Yuan sendiri jika ia kembali membantai satu sekte sendiri, pasti akan membuat kekuatan lainnya menjadi waspada kepadanya.
"Begini saja! kalian nanti keluarlah dari dunia jiwa ketika aku membukanya,ingat kalian jangan terlihat terlalu mencolok bagi semua orang yang ada di sekteku, dan kalian berdua menyamar menjadi murid biasa saja. Dan tentunya kalian juga harus diam diam membantai kelompok sekte Shijing yang berniat menyerang anggota sekteku disekitar area sekte. " ucap Cao Yuan.
__ADS_1
Niu serta Luo Luo mengangguk, sedangkan Hao Shi tak terlihat karena tengah berkultivasi.
"Tuan muda? apakah ada tugas lagi? " ucap Niu.
Cao Yuan menggelengkan kepalanya, karena kini ia sedang memikirkan rencana untuk membuat Cheng An marah dan menyerang sekte Pedang Naga Langit miliknya, dia sengaja memancing Cheng An keluar, karena ia telah melihat sendiri adanya master tiga yang berada di dunia kecil tempat rahasia sekte Shijing.
Setelah itu Cao Yuan kembali menyempurnakan pondasi jiwanya, karena kekuatan jiwanya belum terlalu kokoh. Tak terasa pagi hari telah tiba, Cao Yuan menghentikan menyerap energi langit dan bumi, lalu keluar dari dunia jiwa dan hendak pergi ke kediaman Cheng An gurunya.
Sesampainya.
"Guru! " sapa Cao Yuan kepada Cheng An yang seperti menunggu kehadirannya.
"Emm, baiklah! mari kita menuju ruang pengambilan misi! " ucap Cheng An.
Cao Yuan hanya mengangguk, lalu mengikuti langkah kaki dibelakang Cheng An. Pikirannya tentang ke ruang pengambilan misi membuatnya sedikit terkejut, karena menurutnya terlalu bar bar jika terdapat misi untuk membunuh anggota sekte lainnya.
Sesampainya.
"Guru! apakah mereka yang harus aku pimpin? " ucap Cao Yuan.
Cheng An hanya mengangguk dan menatap Cao Yuan lekat lekat.
"Yuaner! mereka adalah murid luar yang memiliki ranah kultivasi emas satu hingga tiga, aku harap kamu dapat memimpin rombonganmu dengan baik. " ucap Cheng An sambil memberikan dua batu giok jiwa pada Cao Yuan.
Cao Yuan yang mengerti alasan Cheng An memberi batu giok jiwa kini berpura pura bodoh atau tak mengetahui fungsi batu giok jiwa tersebut.
"Guru! ini batu apa? " tanya Cao Yuan.
"Emmm.. bisa dikatakan untuk mengetahui keadaanmu jika keluar dari sekte. " ucap Cheng An menjelaskan.
__ADS_1
Cao Yuan yang berpura pura terus mendengar dengan baik penjelasan Cheng An. Setelah itu ia di ajarkan cara mengisi dua batu tersebut denngan kekuatan jiwanya, Cao Yuan pun mengikutinya, hingga setelah semua persiapan selesai, Cheng An memberikan saran pada Cao Yuan agar selalu berhati hati.
Semuanya telah Cheng An sampaikan, Cao Yuan yang membawa rombongan murid luar kini bergegas keluar dari sekte menuju kesekte Pedang Naga Langit.
Selama perjalanan Cao Yuan tak menemukan masalah yang berarti, karena dengan identitas menggunakan baju sekte Shijing membuat mereka semua merasa layaknya seorang yang ditakuti.
Dan karena itulah peerjalanan mereka hanya membutuhkan dua hari sampai di dekat lokasi sekte Pedang Naga Langit. Cao Yuan yang tiba tiba tersenyum setelah mendekati sekte membuat semua murid luar terheran heran.
Swuuuush! Swuuuush! " Niu! Luo Luo! Sekarang! " teriak Cao Yuan membuka gerbang Dunia Jiwa. Luo Luo serta Niu yang siap menyerang anggota sekte Shijing dengan cepat keluar dari gerbang Dunia Jiwa.
Sembilan belas murid sekte kebingungan ketika Cao Yuan tiba tiba berteriak memanggil nama seseorang, namun kebingungan tersebut terjawab ketika dua orang yang tiba tiba muncul dari kehampaan dan melesat seperti cahaya kearah mereka.
Niu serta Luo Luo dengan cepat membabat habis dengan tangan kosong yang dialiri Qi, walaupun hanya tangan kosong namun terlihat layaknya sebuah pedang yang sangat tajam, karena setiap tebasan tangan yang mengarah pada murid sekte akan membuat mereka terbelah.
Kecepatan yang ditunjukan Niu serta Luo Luo sungguh membuat Cao Yuan sangat kagum, bahkan kini dia masih terdiam melihat sembilan belas murid tewas seketika hanya dalam waktu yang sangat singkat .
"Tuan muda! ini Cincin ruangnya! " ucap Niu membuat Cao Yuan tersadar.
Setelah itu Cao Yuan memerintahkan Niu serta Luo Luo untuk mencari anggota sekte Shijing di sekitar sektenya kembali, dia sendiri kini tengah menuju ke arah sektenya untuk menyiapkan pasukannya untuk berperang.
"Siapa anda! " tiba tiba di dekat gerbang sekte Cao Yuan langsung ditodong oleh penjaga gerbang.
Cao Yuan heran melihat penjaga gerbang sektenya sendiri tak mengenalnya. Namun keheranannya segera terjawab ketika melihat dirinya memakai baju sekte Shijing.
"Hehehe. " tawa kecil Cao Yuan kemudian mengeluarkan Plat Ketua sekte.
"Maaf tuan muda atas kelancangan kami! " ucap Penjaga gerbang tersbut langsung berlutut.
"Tidak usah meminta maaf, itu sudah tugas kalian sebagai penjaga gerbang. " ucap Cao Yuan ramah dan memasuki sektenya.
__ADS_1