Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Memberi Pelajaran Kembali


__ADS_3

Swuuush! Cao Yuan melompat dari dahan satu kedahan lainnya. Ilmu meringankan tubuhnya yang hampir mendekati kesempurnaan membuatnya telah sampai di kota Taichi.


Dengan cepat ia terus melesat tanpa menghiraukan penjaga gerbang yang memberhentikannya.


"Berhenti! " ucap Penjaga gerbang berteriak membuat Cao Yuan menghentikan langkahnya.


"Apa ? " tanya Cao Yuan dingin.


"Identitas! " ucap penjaga gerbang.


Cao Yuan kemudian mengeluarkan plat sekte, dan kembali diperbolehkan untuk memasuki kota Taichi, namun ia bingung mencari kediaman Thai Hao dan Thai Lu.


"Maaf paman! apakah anda mengetahui lokasi kediaman walikota ini? " tanya Cao Yuan menghampiri pedagang.


"Emm untuk apa tuan muda pergi ke kediaman walikota? aku dengar walikota kini tak ingin dikunjungi karena anaknya Thai Lu lengannya terpotong oleh pemuda yang bersama dua jendral kerajaan. " ucap pedagang itu.


Cao Yuan tak terkejut sama sekali, dia kemudian tersenyum.


"Tak masalah paman, aku hanya ingin menjenguk Thai Lu! " alasan Cao Yuan.


"Hemm baiklah baiklah. Tuan muda silahkan pergi kearah barat kota naah tuan muda nanti akan menemukan rumah paling besar diantara lainnya, itu rumah walikota Thai Hao. Tapi tuan muda lebih berhati hati, karena jika memprovokasi walikota anda akan mendapat masalah yang besar. " ucap Pedagang itu tulus.


Cao Yuan mengangguk dan merogoh saku kantongnya.


"Paman! terimakasih atas petunjuknya, terimalah pemberian kecilku ini. " ucap Cao Yuan memberi satu keping emas pada pedagang tersebut.


"T..u..an! in..i terlalu banyak! " ucap pedagang tersebut sambil mengembalikan keping emas pemberian Cao Yuan.


Cao Yuan menggelengkan kepalanya dan ia langsung pergi begitu saja, karena kini hatinya masih sedikit marah karena ia telah memberi pelajaran terhadap walikota Taichi namun mereka malah tak mengindahkan pelajaran tersebut.


Cao Yuan kini mengikuti arah yang ditunjukan oleh pedagang yang ia tanyai dan ia berhenti di rumah yang terbesar yang berada di barat kota. Terlihat penjaga rumah sangat ketat dan sepertinya memang rumah tersebut kediaman milik Walikota Thai Hao.


Dengan tenang ia kembali melangkahkan kakinya dan prajurit yang berjaga langsung menutup jalan Cao Yuan.


"Berhenti! ada keperluan.." ucap penjaga gerbang terpotong.

__ADS_1


Baamss! Cao Yuan mengarahkan tinju mungilnya ke perut penjaga gerbang yang membuatnya terpental.


Keributan didepan kediaman Walikota membuat para warga dan prajurit yang berada didalam kediaman segera keluar untuk melihat apa yang telah terjadi.


"Bocah! kenapa kau memukul prajuritku! " ucap komandan prajurit tegas.


Cao Yuan tak menghiraukan kata kata komandan tersebut, dia masih tenang melangkahkan kakinya kedepan sang komandan.


"Apakah kau tuli? " ucap Komandan prajurit tersebut yang melihat Cao Yuan telah berada didepannya.


Plaaak! Cao Yuan langsung menampar pipi komandan tersebut dan langsung membuatnya tersungkur.


Para prajurit dengan cepat langsung mengepung Cao Yuan dan orang yang dicarinya akhirnya keluar dari dalam rumahnya.


"Ada apa in...!" ucap Thai Hao terkejut melihat pemuda yang telah membuat anaknya cacat membuat kerusuhan dikediamannya.


"Baguslah jika kau keluar, sehingga aku tak mencarimu kedalam rumah. " ucap Cao Yuan dingin.


"Tu..a..n muda! apa yang membuat anda sangat marah? " ucap Walikota sedikit terkejut, karena harusnya pemuda didepannya telah tewas ditangan pembunuh bayaran.


"Ngeles? " ucap Cao Yuan dingin dan raut wajahnya menjadi datar.


"Hahahahaha! hebat juga kau anak muda! pembunuh bayaran yang ku sewa mahal mahal ternyata gagal membunuh kau. " ucap Thai Hao.


Cao Yuan tanpa sepatah kata langsung mengeluarkan aura Naga miliknya yang membuat para prajurit diranah Baja lima dan komandan yang berada di Emas satu terpental.


Baaams! para prajurit yang terpental langsung tak bisa berdiri dan para warga yang tidak memiliki ranah kultivasi seketika pingsan setelah merasakan aura Naga milik Cao Yuan. Thai Hao pun tak luput dari perasaan ngeri dan memaksanya untuk segera berlutut.


"Sudah kuberi kesempatan untuk hidup! tapi kamu malah bermain api kembali, dan masalahnya api yang kau nyalakan adalah api milikku. " ucap Cao Yuan dingin sambil menghampiri Thai Hao.


Thai Hao yang berlutut bertambah merinding dan badannya pun bergetar seketika mendengar ucapan Cao Yuan, pikirannya kini bisa ditebak bahwa pemuda didepannya mampu mengalahkan kelompok pembunuh yang ditakuti di Hutan Kematian.


Setelah berada didepan Thai Hao, Cao Yuan langsung mencengkeram leher Thai Hao dan mengangkatnya, walaupun tubuh Cao Yuan lebih pendek dari Thai Hao namun Cao Yuan terlihat sangat mudah untuk mengangkat tubuh Thai Hao yang lebih berat dan tinggi darinya.


Para prajurit dan komandan kota Taichi hanya bisa diam tanpa bergerak karena aura Naga masih menindas mereka.

__ADS_1


"Apakah ada yang ingin kau katakan terakhir kali? " ucap Cao Yuan dingin dan menatap tajam Thai Hao.


"..." Thai Hao hanya diam, dia merasa sangat bodoh karena menyinggung kembali pemuda tersebut. Dan komandan prajurit serta lainnya pun hanya bisa berlutut akibat aura yang dikeluarkan pemuda tersebut.


Saat Cao Yuan menambah erat cengkeramannya tiba tiba Thai Lu keluar dari rumah dan berteriak.


"T..u..an muda! ampuni ayahku! ampun! " ucap Thai Lu yang ternyata juga tertindas oleh aura Cao Yuan dan kini ia berusaha merangkak.


Cao Yuan melepaskan cengkeraman pada leher Thai Hao dan menghampiri Thai Lu.


"Dimana kearogananmu tadi? " ucap Cao Yuan langsung menampar Thai Lu.


Plaak! Plaak! Plaak! setelah itu ia kembali menghampiri Thai Hao. Aura Naga yang keluar dari tubuhnya pun ia hilangkan.


Seketika semua orang yang tertindas langsung bernafas lega dan tak berani menatap Cao Yuan. Thai Hao yang tak merasakan aura yang menindas dirinya segera mengambil pedang dan hendak menebas kepala Cao Yuan secara diam diam.


Namun ini Cao Yuan boss, bukan yang lain. Cao Yuan segera menghindar dari tebasan Thai Hao dengan cara bersalto kebelakang. Senyum kecil ia perlihatkan kepada semua orang. Thai Lu yang sudah bisa bergerak langsung menghampiri ayahnya.


"Ayah! hentikan yah! " ucap Thai Lu memohon.


Ayahnya tak menghiraukannya malah menendang anaknya sendiri.


"Untuk apa kita memohon pada orang yang telah membuatmu jadi cacat seperti ini! " ucap Thai Hao geram.


Cao Yuan yang mendengar perdebatan anak dan ayah hanya tersenyum, ia rasa anaknya benar benar bertobat. Namun berbeda dengan ayahnya yang sepertinya sudah bosan hidup terus mencari masalah dengannya.


Swuuush! sekedipan mata Cao Yuan melesat dan langsung menghancurkan dantian milik Thai Hao.


"Akkhhh!" pekik Thai Hao yang tadinya memiliki ranah kultivasi emas dua, dan kini dantiannya telah hancur.


Semua orang yang melihat itupun terkejut, pasalnya Thai Hao adalah orang terkuat di kota Taichi. Namun anak kecil yang mengalahkannya hanya memerlukan satu pukulan dan membuat dantiannya hancur, sungguh membuat mereka kagum.


"Itu harga yang pantas walikota dapatkan! "


"Mampus kau walikota keparat! "

__ADS_1


"Bunuh saja! kami tak menginginkan walikota yang tak memperhatikan rakyat seperti kami! "


Komentar para warga yang menonton terdengar. Prajurit serta komandan hanya terdiam melihat walikota yang memiliki ranah Emas dua hanya dikalahkan dengan satu pukulan oleh pemuda yang bahkan mereka belum mengenal identitasnya.


__ADS_2