
"Mungkin hanya sekedar mimpi yang lewat." gumam Cao Yuan kemudian melihat pemandangan pagi hari yang sangat indah didepan matanya.
Setelah bersantai sejenak, ia kemudian memutuskan untuk mencari sebuah kedai atau resto untuk sarapan pagi. Tentunya ia juga akan merencanakan situasi Sekte kedepannya.
Sesampainya disebuah resto megah, Cao Yuan menghentikan langkahnya.
"Emm, mungkin disini cukup tenang. " ucap Cao Yuan kemudian memasuki resto yang sepi.
Setelah memasukinya, pelayan pria yang kerja diresto tersebut langsung menghampiri Cao Yuan.
"Tuan muda! apakah ada yang saya bisa bantu? " tanya pelayan tersebut.
Cao Yuan kemudian memesan beberapa makanan dan juga minuman, setelah itu ia mencari tempat duduk di sebelah jendela dekat pintu masuk resto tersebut.
Meskipun sedikit heran pasalnya resto tersebut hanya satu dua pelanggan yang kini memasuki resto, Cao Yuan tak mempermasalahkannya, tak lama makanan kini telah dihidangkan oleh sang pelayan.
Cao Yuan mencium aroma makanan yang sangat enak, namun penciuman yang tajamnya membuat ia sedikit ragu untuk memakan makanan tersebut.
Pelayan yang menyiapkan kini telah pergi, dan Cao Yuan sendiri tengah mengeluarkan jarum pendeteksi racun untuk memastikan makanannya.
Perlahan jarum yang ditusukan dibeberapa makanan, awalnya jarum tersebut berwarna silver dan berubah menjadi sedikit kehitaman.
"Racun! " gumam Cao Yuan kemudian menatap beberapa pelanggan dan juga pelayan yang kini telah kembali bekerja.
Setelah Cao Yuan mengedarkan kekuatan jiwanya, dia sedikit terkejut, nyatanya didapur resto terdapat beberapa aura yang memiliki ranah alam dua. Dengan tenang Cao Yuan mengidentifikasi racun yang didalam makanan.
"Ini racun yang cara kerjanya lambat, namun jika tidak diobati akan sangat berbahaya. " gumam Cao Yuan kemudian mengeluarkan Pill penawar racun yang dapat menetralkan banyak racun yang terkandung di Pill buatanya.
Setelah diam diam menelan Pill Cao Yuan kemudian memakan semua makanan yang telah ia pesan, lirikan beberapa pelanggan dan pelayan yang tadi melayani Cao Yuan sedikit membuat Cao Yuan penasaran. Namun dengan lahap ia terus memakan semua makanan yang masih ada.
Hingga semua telah benar benar habis, Cao Yuan melirik beberapa pelanggan dan juga pelayan yang kini tersenyum.
__ADS_1
Cao Yuan yang ingin kembali berakting keracunan kemudian menekan semua peredaran darah, hingga tiba tiba ia pingsan.
"Dia sudah pingsan, mari kita rampok hartanya. " ucap Salah satu beberapa pelanggan yang kini menghampiri Cao Yuan.
Pelayan yang melihat anak buahnya mulai bereaksi kemudian menghampiri dua pria yang mengenakan baju menteri kerajaan.
"Menteri! tugas telah saya selesaikan! dimana uang yang kau janjikan? " ucap Pelayan tersebut.
"Ini didalam Cincin ruang dan kuharap racun tersebut membunuhnya segera mungkin! " ucap salah satu menteri yang beranama Thai Sing.
Sang pelayan yang akan menerima dikejutkan dengan terpentalnya tiga anak buahnya yang sedang merampas harta pemuda yang diincar oleh Menteri Thai Sing.
Baaamss! suara tubuh yang membentur dinding resto membuat semua orang terkejut, bahkan anak buah dari pelayan tersebut seketika tewas tiga tiganya.
Cao Yuan yang berpura pura keracunan ternyata mendengar pembicaraan mereka, setelah puas mendengar pembicaraannya dengan cepat ia mengeluarkan ranah Kultivasinya ditingkat Baja lima, jika ia menggunakan emas bintang lima bisa bisa saja resto tersebut akan hancur, karena kekuatan Cao Yuan sendiri menyamai tingkat alam tiga.
"Hebat! " ucap Cao Yuan yang kini tiba tiba dihadapan mereka bertiga.
"..." dua menteri yang bernama Thai Sing dan Thai Long hanya diam, apalagi pelayan yang telah mencampurkan racun pemberian dua menteri tersebut.
"Terkejut? " ucap Cao Yuan dingin wajahnya berubah datar.
"..." tiga orang tersebut hanya diam.
Cao Yuan kini memiliki alasan untuk membunuh tiga orang tersebut, walaupun dua diantaranya adalah menteri kerajaan, namun dirinya sudah pernah menegaskan, siapa saja yang berani memiliki keinginan untuk membunuhnya, maka ia sendiri akan membunuh orang tersebut, apalagi kini telah ada didepannya.
"Kenapa diam? serang bocah itu! " ucap Thai Sing kini telah menguasai rasa keterkejutannya.
Cao Yuan yang melihat tiga orang yang ingin membunuhnya melesat kearahnya, dengan cepat ia menghindari setiap serangan yang mengarah padanya.
Walaupun ranah kultivasi dua menteri berada di alam dua, dan pelayan tersebut hanyalah seorang emas lima, Cao Yuan dengan sangat mudah menghindari serangan mereka bertiga.
__ADS_1
Disela sela pertarungan, Cao Yuan teringat dengan Thai Hao dan Thai Lu, dia berpikir mungkin didua menteri tersebut adalah keluarga dari Thai Hao dan Thai Lu.
"Apakah karena aku telah menurunkan Thai Hao dari jabatannya yang membuat kalian ingin membunuhku? " ucap Cao Yuan dingin disela sela menghindari setiap serangan.
Sebelum membalas perkataan pemuda tersebut, tiba tiba sebuah celah yang dimiliki oleh ketiga orang itu membuat Cao Yuan menyarangkan tinjunya keperut salah satu menteri itu.
Baammss!
"Sing! " ucap Thai Long khawatir.
Pertarungan segera berhenti ketika Thai Sing memuntahkan banyak darah dari mulutnya, Cao Yuan yang melihat lawannya tak menjawab pertanyaannya membuat ia mengeluarkan pedang dari Cincin ruangnya.
Swuuush! Slaaash! Slaaash! Slaaaash! Cao Yuan memotong leher ketiga orang tersebut dengan mudah. Dua menteri kerajaan serta pemilik kedai tewas oleh pedang milik ayah Cao Yuan.
Setelah memandangi semua mayat yang telah dibunuhnya, Cao Yuan kemudian mengalihkan perhatiannya ketika para warga yang beramai ramai dihalaman resto tersebut.
Prajurit serta komandan prajurit kota Shao Ming juga berjejer rapi untuk menangkap Cao Yuan.
"Pemuda! menyerah lah! kenapa anda membunuh dua menteri kerajaan! " ucap Komandan Prajurit yang belum mengenal Cao Yuan.
Cao Yuan dengan tenang keluar dari kedai dan menatap semua orang. Berbeda dengan semua orang yang kini melihat Cao Yuan bagaikan monster, sebuah rasa takut menyelimuti para warga.
Jgraaaakk! dengan cepat para prajurit langsung menghentikan kakinya dan menodong Cao Yuan lebih dekat.
Cao Yuan menghela napas panjang, karena memang dia yang membunuh dua menteri kerajaan, dan tentunya dirinya akan di sidang serta di tindak lanjuti oleh sang hakim nanti.
Dengan wajah malas Cao Yuan tak memperdulikan kesiagaan para prajurit yang menodongnya untuk melangkahkan kakinya menuju komandan prajurit tersebut.
"Silahkan bawa saya untuk di sidang! " ucap Cao Yuan sambil mengulurkan kedua tangannya untuk di borgol.
Deggh! jantung semua orang berdetak, karena bocah yang membunuh dua menteri yang pastinya memiliki kekuatan hebat malah pasrah, seakan akan dia memang tak bersalah.
__ADS_1
Komandan prajurit kemudian mengangguk dan memasangkan sebuah borgol yang berbentuk rantai melingkar untuk mengikat tangan Cao Yuan.
Setelah itu, komandan prajurit segera membubarkan warga dan membawa Cao Yuan serta prajuritnya menuju kota hakim kota Shao Ming yang digunakan untuk menghukum seseorang yang telah berbuat kejahaatan.