Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

Niu dan Luo Luo kemudian saling pandang, seakan akan mereka sedang berdiskusi lewat mata mereka. Kewaspadaan mereka pun tidak mereka turunkan. Cao Yuan sendiri hanya terdiam, bingung menanggapi pertanyaan Hao Shi, akankah ia jujur atau harus berbohong.


"Hormatku pada Dewa Naga! terimakasih telah menyegelku dan melindungiku dari para Dewa yang memang telah membunuh kedua orang tuaku! " ucap Hao Shi yang tiba tiba berlutut didepan Cao Yuan.


Cao Yuan yang memang merasa bukan Dewa Naga, langsung menyuruh Hao Shi agar cepat berdiri.


"Hao Shi berdirilah! aku mungkin memiliki darah Dewa Naga Emas, tapi aku sendiri bukanlah Dewa Naga yang sesungguhnya! " ucap Cao Yuan yang sudah bingung harus menjawab apa.


Hao Shi kemudian menatap Luo Luo dan Niu secara bergantian, seketika ingatannya pulih disaat melihat dirinya akan membunuh Luo Luo dengan cara menyerap semua energi kehidupan milik Luo Luo.


"Aku tahu kamu yang waktu kemarin hampir membunuhmu! aku meminta maaf untuk itu." ucap Hao Shi kemudian berlutut didepan Luo Luo.


Degg! jantung Luo Luo dan Niu berdetak kencang, Kecanggungan pada mereka berempat benar benar membuat mereka saling berpikir keras. Karena didepannya adalah mahluk yang sangat berbahaya, bahkan para Dewa kewalahan untuk membunuhnya.


"Jika benar kamu yang pernah memporandakan alam Dewa, aku telah memaafkan mu, tapi kejadian itu sudah terjadi ribuan tahun yang lalu! " ucap Luo Luo mencoba memberanikan diri.


"Ribuan tahun yang lalu? " Hao Shi menaikan sebelah alisnya.


Dan setelah itu merekapun saling berbincang bincang kecil, walaupun kecanggungan dan rasa kewaspadaan mereka tidak mereka turunkan. Cao Yuan sendiri juga menjelaskan sekali lagi dan memastikan pada Hao Shi bahwa dirinya bukanlah Dewa Naga.


"Dewa Naga telah gugur dikhianati para Dewa! dan pemuda didepanmu adalah penerusnya. Aku memberimu pilihan padamu, akankah mengikutinya atau pergi. Apa bila kamu mengikutinya dan berani menghianatinya maka aku sendiri yang akan membunuhmu! " ucap Niu tegas.


Deggh! jantung Hao Shi berdetak sangat kencang, walaupun ia dan Dewa Naga saling berseteru, ketika ia ingin membalaskan dendam namun Dewa Naga menjalankan tugasnya untuk membela alam Dewa dari serangannya. Namun pada akhirnya ketika ia kalah, Dewa Naga sengaja menyegelnya bukan membunuhnya. Sehingga ia sangat berterimakasih pada Dewa Naga walaupun ia harus dikalahkan olehnya.


"Siapa yang membunuhnya? " ucap Hao Shi terlihat sedikit marah.

__ADS_1


"Entahlah! pada saat itu kami juga diusir oleh Dewa Naga untuk turun ke benua rendah, hingga kami bertujuh harus berpisah ke Benua lainnya yang ada di dunia kultivator ini." balas Luo Luo yang sudah mulai terbiasa.


"Karena kamu adalah penerus Dewa Naga, ijinkan hamba menjadi pengikut setiamu! " ucap Hao Shi tulus dan langsung berlutut kembali didepan Cao Yuan.


"Tapi...." ucap Cao Yuan sambil menatap Niu dan Luo Luo seakan akan minta usulan pada mereka berdua.


"Tuan muda! jika anda ragu, pasangkan segel kontrak padaku, jika aku berkhianat maka anda dapat meledakan diriku dengan mudah, dan jika anda mati, akupun akan ikut mati! " ucap Hao Shi tegas.


Niu dan Luo Luo kemudian menyetujui keputusan Hao Shi, mereka berdua kemudian menatap Cao Yuan, karena keputusan mereka berdua mau menerima Hao Shi jika Cao Yuan memasang segel Kontrak.


"Baiklah! " ucap Cao Yuan.


Swuung! tiba tiba tangannya membentuk sebuah pola berwarna keemasan, dan setelah itu pola tersebut memasuki dahi Hao Shi, tubuh Hao Shi terlihat sedikit bergetar dan akhirnya tanda segel kontrak didahi Hao Shi terlihat.


"Terimakasih tuan muda! kini aku resmi menjadi bawahaanmu, aku berjanji tidak akan mengkhianatimu suatu saat." ucap Hao Shi tegas.


"Hao Shi! apakah nama yang diberikan kami bertiga tak keberatan untukmu? " tanya Cao Yuan.


"Tidak tuan muda! malah aku sangat senang, dari dulu aku tak memiliki nama, terimakasih tuan muda! " ucap Hao Shi.


Cao Yuan kemudian mengangguk, ia kemudian mengukur ranah kultivasi Hao Shi.


"Hao Shi! kenapa ranah kultivasimu berada di emas tingkat satu? " tanya Cao Yuan heran, pasalnya apakah ranah emas satu ikan pelahap langit mampu memporandakan alam Dewa.


Niu dan Luo Luo pun tiba tiba ikut mengukur ranah kultivasi Hao Shi.

__ADS_1


"Maaf tuan muda! ini adalah hukuman dari Dewa Naga, kekuatan hamba diturunkan menjadi awal kultivasi hamba dilahirkan di dunia. " ucap Hao Shi sedikit malu.


"Hahaha tenang saja Hao Shi! kita akan menjadi kuat, tentu saja apa yang aku makan itu juga yang kalian makan. " ucap Cao Yuan yang membuat Luo Luo dan Niu hanya menggelengkan kepala mereka.


Setelah itu Cao Yuan kemudian membuat sebuah sell tahanan untuk para tahanan yang telah ia tawan kedalam dunia jiwa. Ia juga membuatkan sebuah istana untuk tempat istirahat bawahannya.


"Hao Shi! aku ingin beristirahat, kalian bisa berbincang bincang dan saling mendekatkan diri. " ucap Cao Yuan langsung pergi menuju kamar di istananya.


Tak terasa rasa lelah yang menyelimuti tubuh Cao Yuan membuatnya tertidur satu hari penuh, dan kini mentari pagi di dunia nyata pun mulai menerangi goa yang Cao Yuan tempati untuk memasuki dunia jiwa.


"Aku akan melanjutkan perjalananku! " ucap Cao Yuan pamit dan langsung keluar dari Dunia Jiwa.


Setelah rohnya kembali ke tubuh asli, Cao Yuan kemudian menghilangkan segel formasi pelindung di mulut Goa.


"Pagi yang sepertinya menjadi sebuah awal yang panjang. " gumam Cao Yuan kemudian ia melangkahkan kakinya.


Karena ia tak mengerti keberadaan sekte Shijing, ia kemudian memutuskan untuk bertanya pada raja Shao, namun dia sendiri tak tahu jelas lokasi kerajaan raja Shao.


Sehingga ia terus melesat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, hingga tiba tiba ia terhenti akibat sebuah ledakan berasal dari lima kilometer hutan didepannya.


"Siapa yang bertarung hingga menyebabkan ledakan seperti ini? " gumam Cao Yuan kemudian ia terus melesat menuju sumber ledakan tersebut.


Sesampainya Cao Yuan hanya melihat dua pria berumur tiga puluh tahunan yang memiliki ranah kultivasi Alam satu yang saling bertarung.


"Kekuatan mereka berdua tergolong tinggi, lebih baik aku melihat dulu pertempuran tersebut. " ucap Cao Yuan masih melihat dua pria yang beradu jurus didepannya.

__ADS_1


Cao Yuan juga memberikan komentarnya pada setiap gerakan dua pria tersebut yang disetiap gerakannya memiliki banyak celah.


__ADS_2