
"Bagaimana cara menggunakan elemen petir yang ada di tubuhku? " tanya Cao Yuan.
Roh Naga yang mendengar pertanyaan Cao Yuan hanya menghela napas.
"Maaf tuan muda! seperti anda mengeluarkan Api Ilahi, namun karena anda memiliki dua elemen, coba anda rasakan kekuatan petir didalam tubuh anda dulu, lalu salurkan petir tersebut ketangan kiri anda! " ucap Roh Naga.
Cao Yuan kemudian mengikuti apa yang dikatakan Roh Naga, perlahan tapi pasti ia kini sudah merasakan energi petir ditubuhnya.
Traaakk! Traaakk! Petir putih ditangan Cao Yuan berderak derik.
"Woaaah berhasil! " ucap Cao Yuan senang.
Roh Naga yang melihat majikannya mampu mengeluarkan elemen dengan cepat hanya terdiam sekaligus kagum, dia sebenarnya mengira Cao Yuan akan membutuhkan waktu berhari hari, namun Cao Yuan hanya membutuhkan waktu sekedipan mata sungguh membuatnya merasa bahwa Cao Yuan diatasnya para jenius itu sendiri.
Setelah berhasil mengeluarkan petir dari tangannya, Cao Yuan menyalurkan energi tersebut ke bola tersebut, dan tiba tiba bola tersebut memancarkan sebuah aura yang sangat mengerikan, petir yang menyambar nyambar di permukaan menambah kengerian sendiri jika kalian melihat langsung.
"Sekarang seraplah tuan muda! " ucap Roh Naga.
Cao Yuan dengan cepat bersila dan menempelkan tangannya untuk menyerap bola tersebut. Energi yang terkandung perlahan memasuki tubuh dan mengalir kearah dantian Cao Yuan dengan kecepatan yang tak kasat mata.
"Ini....... teknik kultivasi milik Dewa Naga! dia benar benar pernah bertemu Dewa Naga! " batin Roh Naga yang melihat kecepatan Cao Yuan dalam menyerap energi tersebut.
Cao Yuan masih dengan tenang menyerap energi yang membuat lautan Dantiannya bergejolak.
****
Cheng Hylong yang tiba tiba terbangun dari meditasinya membuka mata.
"Giok jiwa milik siapa yang hancur? " ucap Cheng Hylong yang merasakan Cincin ruangnya bergetar tiga hari yang lalu sambil terheran heran. Karena ia tengah bermeditasi.
Saat mengecek giok jiwa yang hancur, dirinya terdiam dan Baaaaamsss!
Ledakan aura membunuh serta kekuatannya diranah master tiga meledak dari tubuhnya. Seketika dia langsung melesat dari istana tempat terlarang sekte Shijing untuk keluar dari tempat tersebut, namun tiba tiba langkahnya terhenti melihat banyaknya tanaman langka sumber daya yang ia tanam telah tiada semuanya.
"Apaa apaan! adik ku mati! dan ini sumber daya milik sekte! arghhhhhhhhhhh! " ucap Cheng Hylong benar benar marah besar.
Dengan cepat ia segera keluar dari tempat terlarang dan melihat sekelilingnya, dan tiba tiba salah satu tetua menghampirinya.
__ADS_1
"Gawat Master sekte! Ketua kedua Cheng An terbunuh, dan pasukan yang ikut dengannya pun telah tewas semua! " ucap tetua tersebut.
"Kenapa kau tak membangunkan ku segera! " teriak Cheng Hylong tersebut langsung menampar tetua tersebut.
Plaaak! tetua tersebut terpental sejauh dua puluh meter, darah hingga giginya pun rontok.
"Ampun tetua! aku tidak berani mengganggu meditasi ketua pertama! " ucap tetua tersebut sambil berlutut.
Cheng Hylong kini yang telah terlalap emosi menatap keadaan sekte yang sedikit sepi tak seperti biasanya.
"Siapa yang membunuhnya?" tanya Cheng Hylong menatap tajam tetua tersebut.
"A-aku tak tahu ketua! " ucap tetua tersebut.
Mendengar jawaban yang tak puas, Cheng Hylong langsung membuat sebuah bola Qi kecil dan melemparnya kearah tetua tersebut.
Baammss! tetua tersebut seketika menjadi kabut darah.
"Arggghhh! Ba"ingan! " teriak Cheng Hylong.
Teriakan menggema Cheng Hylong membuat tetua serta murid yang tersisa mendekat kearahnya.
Cheng Hylong mengalihkan perhatian kepada tetua yang bertanya padanya, lagi dan lagi dia mengeluarkan Qi dari tangannya dan melemparkan ke arah tetua tersebut. Ledakan kembali terdengar, dan menyebabkan tetua serta murid yang melihat tersebut ketakutan.
"Siapa yang telah membunuh adikku? " ucap Cheng Hylong langsung menatap semua orang.
"Ka-kami tidak tahu tetua! yang pasti sekte Pedang Naga Langitlah pelakunya! " ucap para tetua dan disetujui oleh semua tetua serta murid yang tersisa.
Cheng Hylong terdiam sejenak.
"Kumpulkan semua murid dan tetua tersisa! tarik tetua serta murid yang menjalankan tugas! dan setelah itu kita serang Sekte Pedang Naga Langit itu! " ucap Cheng Hylong langsung menghilang dari kehampaan.
Tetua yang diperintahkan Cheng Hylong dengan segera melaksanakan perintah ketua pertama.
****
Sekte Pedang Naga Langit kini telah didatangi Raja Shao yang didampingi oleh dua Jendral besar kerajaan, Liong, dan Jendral Tyrant. Tak hanya dua jendral saja Su Yue nyatanya ingin melihat keadaan sekte Pedang Naga Langit.
__ADS_1
Ketika mereka telah sampai, sedikit rasa terkejutnya karena tidak adanya penjaga gerbang dan keadaan sekte yang sangat sepi, tak ada bekas pertempuran ataupun lainny, bekas pertempuran hanya di hutan yang telah mereka lewati saja, darah yang masih berserakan serta menempel di pohon dan dedaunan membuat mereka berpikir perang telah usai. Namun mereka belum tau pihak mana yang telah memenangkan pertempuran dua sekte tersebut.
"Kemana anggota sekte? " gumam Raja Shao.
Tiba tiba tetua Lu Ye muncul dan menyambut rombongan Raja Shao.
"Hormat pada Yang Mulia Raja Shao! " ucap Tetua Lu Ye.
Kehadiran tetua Lu Ye yang sepertinya mengalami luka ringan membuat Raja Shao penasaran.
"Apakah kalian telah memenangkan pertempuran melawan sekte Shijing? " tanya Raja Shao langsung.
Tetua Lu Ye hanya tersenyum.
"Lebih baik kita menuju aula sekte jika raja Shao ingin mengetahui ceritaku. " ucap Tetua Lu Ye.
Tanpa berbicara lagi, akibat rasa penasaran yang tinggi membuat rombongan raja Shao mengikuti ucapan Tetua Lu Ye untuk menuju aula sekte.
Sesampainya dan mereka semua telah duduk di kursi masing masing yang telah disediakan untuk para tamu.
"Mengenai pertanyaan Yang Mulia memang benar , kami telah memenangkan pertempuran, namun menurut tuan muda Yuan cepat atau lambat akan kembali terjadi pertempuran yang lebih dahsyat lagi, entah besok ataupun kapan, yang pasti tuan muda meminta kami untuk berkultivasi secara ekstrem." ucap tetua Lu Ye.
Raja Shao dan dua Jendral menaikan alis merek ketika mendengar cerita tetua Lu ye. Setelah bercerita panjang lebar dan menjelaskan alasan keadaan sekte yang sepi, tetua Lu ye kemudian berbincang bincang santai.
Raja Shao bertanya tentang keadaan Cao Yuan, serta keberadaannya, namun tetua Lu Ye sendiri tidak mengetahuinya. Su Yue yang mendengar pertanyaan ayahnya menyangkut Cao Yuan dengan raut wajah yang sedikit khawatir terus mendengar cerita tentang orang yang ia kagumi dengan baik.
Tak terasa hari sudah mulai gelap, Raja Shao serta rombongannya memutuskan untuk menginap beberapa hari di sekte Pedang Naga Langit, karena raja Shao sebenarnya ingin mengetahui kondisi Cao Yuan.
****
Cao Yuan terus menyerap energi yang terkandung di bola yang kini tengah ia serap. Pergantian hari yang sangat cepat, dan kini tepatnya empat hari telah berlalu, Raja Shao serta rombongannya masih berada di sekte Pedang Naga Langit. Cao Yuan juga merasakan tanda tanda akan menerobos ke tingkat Alam empat.
Sedangkan untuk Cheng Hylong juga telah membawa pasukannya yang terdiri dari murid serta tetua sekte, bahkan dua hewan Iblis yang menjaga sektenya mengikuti rombongan tersebut menuju sekte Pedang Naga Langit. Mereka terus melesat dan berhenti sejenak untuk meredakan lelah, hingga mereka telah tiba di kota Api, salah satu tetua menghampiri Cheng Hylong.
"Ketua pertama! sebentar lagi kita akan sampai, setidaknya dua jam perjalanan. " ucap tetua tersebut.
Cheng Hylong mengangguk, selama empat hari dia sendiri merasa hatinya tak tenang, bagaimana bisa adiknya yang memiliki ranah kultivasi master satu bisa terbunuh. Karena dalam pengetahuannya dan selama ia menjabat sebagai ketua yang masih aktif, tidak ada satupun Kultivator di Benua Rendah memiliki ranah kultivasi master selain mereka berdua.
__ADS_1
"Siapa yang berhasil membunuh adikku? lihat saja nanti! akan kuhancurkan kalian semua sampai tubuh kalian tak tersisa. " gumam Cheng Hylong sambil menatap langit.