
Cao Yuan yang merasakan dua aura ranah alam lima menuju kearahnya membuatnya segera menghentikan aksinya. Sedangkan Jendral Haotie dan Tihao yang kini berada didepan Cao Yuan juga langsung melancarkan serangan tinjuan mereka. Dengan sigap Cao Yuan juga memblokir dua tinju yang memiliki ranah alam lima dengan kedua tangannya.
Baams! Bammms! ledakan dari dua tinju terdengar, seketika Jendral Haotie dan Jendral Tihao yang terhuyung kebelakang sejauh sepuluh meter kini memuntahkan darah segar dibibir mereka.
"Bagaimana bisa! " ucap Jendral Haotie yang masih tidak percaya.
"Dia sangat kuat! " ucap Jendral Tihao.
Cao Yuan yang memiliki rencana untuk mengetahui kebenaran kekaisaran Meiga yang katanya menyembah seorang Iblis memutuskan untuk tidak segera menghabisi kedua lawannya.
"Si-siapa sebenarnya kamu anak muda! " ucap Tihao waspada, karena dia sudah tau pemuda didepannya adalah bukan lawan mereka berdua.
"Sudah kukatakan, aku bukanlah siapa siapa, hanya saja aku tertarik dengan ucapan jendral kekaisaran Hayle yang mengatakan kalian semua adalah penyembah para Iblis. " ucap Cao Yuan dingin.
Dua jendral kini hanya diam dan membisu, mereka berdua mengenal sekte yang dapat meluluh lantakan kekaisaran mereka jika mereka mengetahui kebenaran tersebut.
"Tuan muda! bagaimana jika kita berdamai? apa saja yang ingin kau dapatkan pasti Kaisar kami akan memberikannya dengan mudah. " ucap Haotie mencoba memberanikan diri.
Cao Yuan tersenyum.
"Jika aku ingin nyawa kalian bagaimana? " nadanya kembali dingin, raut wajahnya juga menjadi datar.
Gleeek! Haotie serta Tihao seketika menelan ludah mereka.
"Tu-tuan! " ucap mereka berdua namun sebelum menyelesaikan perkataan mereka, sebuah rantai terbuat dari Qi mengikat tubuh mereka.
Swuuush! Swuuuush! sekibasan tangan Cao Yuan tubuh dua jendral tersebut dimasukan kedalam Dunia Jiwa. Setelah itu ia kembali melesat secara zig zag walaupun dia tahu banyak pasang mata dari kubu Kekaisaran Hayle melihatnya.
"Jendral Haotie dan Jendral Tihao hilang kemana? " tanya Jendral Huangsi heran melihat dua jendral yang ditakuti di kekaisaran Meiga menghilang dihadapan Cao Yuan.
Jendral yang berada didekat Jendral Huangsi hanya menaikan kedua bahunya. Sedangkan Cao Yuan masih terus melesat dan mengeluarkan tapak Ilahinya. Belum sampai sepuluh menit pasukan kubu Kekaisaran Meiga telah berkurang drastis karena keberadaannya pemuda yang mereka tak kenal.
Jendral Huangshi serta beberapa jendral yang masih mengamati pertempuran Cao Yuan kini juga kembali menyerang pasukan kekaisaran Meiga yang berhamburan karena takut dengan sosok pemuda yang terus membunuh mereka dengan mudah. Tak terasa tiga puluh menit berlalu, akhirnya para pasukan kubu Kekaisaran Meiga telah tewas, dan sedikit juga yang dapat melarikan diri, namun pertempuran belum usai karena didepan Cao Yuan kini tersisa tiga jendral kekaisaran Meiga.
__ADS_1
Dengan santainya Cao Yuan menatap mereka bertiga, sedangkan tiga jendral tersebut yang kini ketakutan melihat pemuda yang mampu membunuh banyaknya pasukan mereka hanya bisa membasahi celana mereka.
Cao Yuan ingin segera membunuh mereka bertiga, karena dirinya telah menangkap dua jendral didalam Dunia Jiwa sehingga ia tak membutuhkan tawanan kembali.
"Tunggu! " ucap Jendral Huangsi tiba tiba menghentikan Cao Yuan yang akan mengeluarkan tapak Ilahinya.
Seketika Cao Yuan membalikan badannya. Dan menatap Jendral Huangsi diikuti oleh beberapa jendral dan prajurit yang kini berlarian mengepung tiga jendral kekaisaran Meiga.
"Tuan muda! terimakasih bantuan anda! dan untuk tiga jendral tersebut aku mohon biarkan kekaisaran kami yang menghukumnya. " ucap Jendral Huangsi.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian melihat tiga jendral yang nyatanya tak ingin kabur ataupun melawan kembali.
"Baiklah! tugasku telah selesai dan saatnya aku akan pergi. " ucap Cao Yuan hendak ingin pergi namun kembali dihentikan oleh Jendral Huangsi.
"Tu-tuan muda! jika boleh tau siapa nama anda? apakah anda berasal dari salah satu sekte diwilayah kekaisaran kami? " ucap Jendral Huangsi penasaran.
Cao Yuan tiba tiba terdiam dan menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa tuan Yuan mau membantu kami? " ucap Jendral Huangsi yang masih penasaran.
"Ketika aku pergi, tak sengaja mendengar teriakan paman yang keras menyebutkan kekaisaran mereka menyembah Iblis karena itulah aku ingin membantu paman." ucap Cao Yuan ramah.
Huangsi terdiam, dan tiba tiba ia memberikan hormat dengan cara berlutut didepan Cao Yuan. Sehingga membuatnya menjadi heran sekaligus aneh melihat seorang jendral perang memberikan hormat sebegitunya.
"Paman apa yang paman lakukan? " tanya Cao Yuan bingung.
"Tu-tuan muda! ampuni hamba! " ucap Jendral Huangshi tidak berani menyebut nama Cao Yuan secara langsung.
Cao Yuan kemudian melihat semua orang yang nyatanya juga berlutut padanya, kejadian ini sungguh membuatnya tak mengerti apa yang membuat mereka seperti ketakutan.
"Berdirilah! jelaskan! aku tidak tahu kenapa kalian seolah olah takut padaku. " ucap Cao Yuan.
seketika semua orang berdiri dan Huangsi segera menjelaskan alasannya.
__ADS_1
"Jika tidak salah, tuan muda bukankah anggota sekte tertinggi di Benua Tengah ini. " ucap Huangsi.
Cao Yuan menaikan sebelah alisnya, heran dan bertambah bingung mendengar pertanyaan Huangsi.
"Sekte tertinggi. " ucap Cao Yuan tak mengerti.
Melihat pemuda didepannya terlihat kebingungan membuat Huangsi menjelaskan dengan jelas sekte yang ia sebutkan, Cao Yuan mendengarkan dengan baik hingga ia mengerti kenapa mereka berlutut didepannya.
"Jadi disini sekte besarlah yang berkuasa, dan tentunya Kekaisaran tidak akan bisa mengganggu keberadaan para sekte walaupun sekte tersebut berada diwilayah kekaisaran itu. " ucap Cao Yuan.
Huangsi mengangguk dan kemudian menyuruh prajurit serta jendral lainnya untuk membawa tiga jendral kekaisaran Meiga yang menyerah ke Kota Taudao.
"Benar tuan.." ucap Huangsi masih sedikit ragu namun ucapannya langsung terpotong oleh Cao Yuan.
"Yuan! panggil saja aku Yuan paman! " ucap Cao Yuan ramah.
Huangsi mengangguk dan kemudian melanjutkan ucapannya.
"Benar sekte Pemusnah Iblis adalah sekte aliran putih terbesar yang ada di Benua Tengah, meskipun tugas mereka menyegel para Iblis disuatu tempat terlarang mereka, nyatanya ketua sekte yang kini memimpin terkenal arogan, mereka juga tak segan untuk menindas sekte kecil lainnya jika berani mengusik mereka, bahkan berani menyinggung semua kekaisaran karena kekuatan sektenya tersebut." ucap Huangsi sedikit lirih.
Cao Yuan mengangguk, dan kemudian rasa penasarannya muncul dengan sekte Pemusnah Iblis tersebut. Sekilas pembicaraannya tentang sekte membuat Cao Yuan teringat dengan sekte Shijing.
"Paman! jika boleh tau, apakah di Benua Rendah ini terdapat sekte yang bernama Shijing? " tanya Cao Yuan.
Huangsi terdiam dan menatap lekat Cao Yuan, namun tatapan tersebut mengandung kecurigaan. Cao Yuan yang merasa salah menanyakan pertanyaan membuat ia hanya bisa menggaruk kepala belakangnya.
"Paman? kenapa paman menatapku seperti itu? " tanya Cao Yuan.
Melihat wajah tampan Cao Yuan yang sepertinya bukan orang jahat akhirnya Huangsi melihat keadaan sekitarnya. Melihat hanya beberapa prajurit yang ada dibelakangnya itupun prajurit miliknya membuatnya segera berbicara dengan nada setengah berbisik.
"Yuan! kamu harus tau, selain sekte Pemusnah Iblis, sekte Shijing yang kau katakan adalah sekte terbesar yang ada di benua Rendah dialiran hitam. " ucap Huangsi lirih.
Cao Yuan tiba tiba terkejut mendengar ucapan Huangsi
__ADS_1