
Shen Huo An, Niu, Luo Luo dan seluruh bawahan Cao Yuan sungguh mengenali pria yang keluar dari portal dimensi tersebut. Melihat sikap bawahaan Cao Yuan sepertinya mengenal serta terlihat wajah mereka waspada dan tidak bersahabat, Cao Yuan segera menutup dunia jiwa lalu menatap pria yang memakai baju biru terang dengan tenang.
"Dewa halilintar. " ucap Shen Huo An lirih, walaupun suaranya tidak keras, namun Cao Yuan yang memiliki pendengaran yang sangat tajam tertegun mendengar Shen Huo An berbicara lirih.
"Meilan, Hao Shi, aku takut hal yang tidak diinginkan akan terjadi karena itu masuklah kedunia Jiwa." ucap Cao Yuan memasukan kedua bawahannya memasuki dunia jiwa.
Dewa Halilintar menatap kelompok Cao Yuan dengan tatapan tajam, bahkan aura membunuh terasa menyebar kesegala penjuru kerajaan Tao terasa. Walaupun aura pembunuh seseorang dimiliki setelah membunuh mahkluk hidup, tapi kali ini yang Cao Yuan rasakan aura pembunuh dari pria berbaju biru terang terasa sangat agung. Meskipun begitu ia tidak terlalu terkena dampak aura membunuh yang mencoba menindasnya. Bahkan ia sendiri kini melepas aura Naganya untuk menetralkan aura pembunuh yang mengintimidasi bawahannya.
"Cao Yuan, hari ini kematianmu. " ucap Dewa Halilintar sepertinya ingin membalaskan dendam.
Cao Yuan hanya diam walaupun ia tidak dapat merasakan ranah kultivasi Dewa Halilintar terlihat jelas Cao Yuan memperlihatkan sikap tenangnya. Bahkan rasa takutnya seakan akan sudah tiada.
Swuuuush! Sekali hentakan kaki Cao Yuan melayang didepan Dewa Halilintar diikuti oleh bawahannya. Melihat itu Dewa Halilintar sedikit geram dan kesal karena Cao Yuan dan lainnya tidak memberikan rasa hormat padanya.
"Apakah kau tidak mengerti siapa aku? " ucap Dewa Halilintar.
"Dewa Halilintar. " ucap Shen Huo An dan bawahannya kompak karena sudah mengenal siapa pria didepsn mereka.
Mendengar hal itu Dewa Halilintar menatap bawahan Cao Yuan dengan wajah terkejut, walaupun begitu Dewa Halilintar tak gentar sama sekali melihat siapa Kultivator dibelakang Cao Yuan.
" Tujuh naga kecil. " ucap Dewa halilintar mengenal Shen Huo An dan lainnya.
__ADS_1
"Lalu apa maumu mencariku? " tanya Cao Yuan tidak memberikan rasa sopannya.
"Hahahaha sungguh aneh, baru kali ini melihat seorang penerus Dewa bersikap sombong didepanku, bahkan kamu tidak memperlihatkan sikap sopanmu bocah. " ucap Dewa Halilintar.
"Memang aku peduli. " ucap Cao Yuan dingin kemudian memberikan kode pada bawahannya untuk memikirkan cara untuk kabur.
"Tuan muda aku rasa kita tidak bisa kabur, karena Dewa Halilintar telah berada di ranah kaisar dewa puncak tiga. " ucap Shen Huo An dipikiran Cao Yuan.
Cao Yuan terdiam namun tiba tiba rasa percaya dirinya muncul setelah mendengar ucapan Dewa Halilintar yang seakan akan seorang Dewa yang terkuat.
"Bahkan dewa lainnya segan padaku, lantas apa yang membuatmu menyombongkan dirimu dihadapanku yang seperti semut sepertimu! " ucap Dewa Halilintar kemudian mengangkat tangannya.
Blaaaar! Tiba tiba saat tangan Dewa Halilintar telah ia angkat, sebuah petir menggelegar sangat keras menyambar ketangan dewa halilintar dan setelah itu muncul senjata pedang yang bercorak petir ditangannya.
Shen Huo An dan lainnya pun sama, mereka semua menggenggam senjata yang dimiliki mereka, tak ingin membuang waktu mereka semua segera mengepung Dewa Halilintar dengan formasi lingkaran.
Swuuuush! Mereka semua langsung menyerang dewa Halilintar tanpa rasa takut, namun Dewa Halilintar sendiri terlihat santai menghindari serangan bawahan ataupun Cao Yuan, pertukaran serangan sudah terjadi.
"Apakah kalian sungguh ingin mati ditangan ku. " ucap Dewa Halilintar santai disela sela pertarungan mereka.
"Jika kamu mampu. " ucap Cao Yuan kemudian menghilang lalu muncul diatas kepala Dewa Halilintar menyerang dengan kakinya kearah leher Dewa Halilintar.
__ADS_1
"Cih lambat! " ucap Dewa Halilintar menghilang lalu muncul diatas Cao Yuan dan melancarkan pedangnya.
Dhuuaaaar! Cao Yuan dengan sigap memblokir serangan Dewa Halilintar dengan pedang tingkat dewa miliknya, namun ranah Kultivasinya yang rendah bagaikan langit dan bumi membuat Cao Yuan terpental dan meluncur kearah tanah dengan cepat. Darah dari bibirnya pun keluar. Rasa mati rasa serta kebas ia rasakan diseluruh tubuhnya.
"Tuan muda! " ucap mereka semua panik, dan itu yang membuat fokus mereka terpecah.
Baaams! Dhuuar! Dhuaaaar! Ledakan satu persatu hingga semua bawahan Cao Yuan terpental menabrak tanah terdengar. Terlihat jelas luka yang dialami bawahan Cao Yuan sangat parah. Cao Yuan berdiri dengan menancapkan pedangnya, setelah itu matanya terpejam, dan tiba tiba darah naga emas yang aktif membuat Jirah milik Cao Yuan terlihat dengan disertai pedang yang ia genggam mengeluarkan api yang dibaluti petir disetiap mata pedangnya. Swuuuush! Sekali hentakan kaki Cao Yuan kemudian melayang diatas langit dan kembali berhadap hadapan dengan Dewa Halilintar.
"Tak kusangka, ternyata kamu lebih kuat dari yang aku bayangkan. " ucap Dewa Halilintar kagum.
"Namun sayangnya kamu harus mati hari ini. " ucap Dewa halilintar langsung menyerang Cao Yuan dengan pedang petirnya.
Pertukaran serangan dengan pedang mulai terdengar, bahkan ledakan dadi benturan dua pedang yang dimiliki mereka membuat getaran serta ledakan dari dampak daya kejut dua serangan yang bertemu. Cao Yuan sedikit kewalahan bertukar serangan yang diberikan oleh Dewa Halilintar, karena setiap serangan yang mampu ia hindari, Dewa Halilintar selalu menambah kecepatannya.
"Gerakan Dua Puluh Naga! " teriak Cao Yuan kemudian merubah arah serangan serta kecepatannya meningkat.
Namun nyatanya Dewa Halilintar dengan mudah menghindari serangan yang mengarah padanya, sehingga Cao Yuan kini terus memutar otaknya untuk mencari celah agar serangannya mampu membuat Dewa Halilintar terpojok.
"Apakah kamu tahu kenapa aku dijuluki Dewa Halilintar? " tanya Dewa Halilintar sambil menghindari gerakan terakhir dari dua puluh gerakan Naga.
Cao Yuan hanya diam dan terus memfokuskan serangannya kearah tubuh dan titik vital Dewa Halilintar, hingga sang Dewa Halilintar yang ucapannya tidak didengarkan melancarkan serangan cepatnya. Kecepatan yang sungguh sangat cepat membuat Cao Yuan terkena tinju dari dewa halilintar, tidak hanya tinju kakinya kini mulai ikut mampir diperut maupun bahu Cao Yuan.
__ADS_1
Baaams! Pack! Bug! Paack! Cao Yuan kini bagaikan samsak dan setelah pukulan terakhir Cao Yuan terpental kebelakang sejauh dua puluh meter, sebelum menyeimbangkan tubuhnya Dewa Halilintar melesat dengan kecepatan puncaknya sambil mengayunkan pedangnya kearah leher Cao Yuan. Shen Huo An yang memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan lainnya segera melesat dan muncul didepan Cao Yuan.
Baaaams! Dhuuuaaar! Shen Huo An langsung memblokir serangan pedang dengan pedangnya, dan akibatnya daya kejut yang luar biasa membuat kerajaan Tao luluh lantak. Cao Yuan yang belum siap menyeimbangkan kembali tubuhnya dan Shen Huo An yang memblokir serangan pun langsung terpental sangat jauh karena perbedaan ranah kultivasi yang bagaikan langit dan bumi.