Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Phoneix Yang Bebas


__ADS_3

Cao Yuan tersenyum mendengar wajah Niu yang penasaran.


"Niu cobalah rasakan, apakah kau merasakan aura aneh disebelah kamar ini? " ucap Cao Yuan.


Niu seketika terdiam dan mencoba merasakan dengan Indra perasa yang dimiliki kulitnya.


"Benar tuan muda! apakah tuan muda ingin membunuhnya? " tanya Niu.


Cao Yuan menggelengkan kepalanya.


"Kita tidak tahu identitasnya, dan tentunya aku ingin mengumpulkan energi Qi lagi karena lingkaran Qiku hanya lima ribu. " ucap Cao Yuan .


Tiba tiba pintu kamarnya diketuk oleh pelayan.


Tok! Tok! Tok!


"Maaf tuan muda! pesanan anda telah siap! " ucap sang pelayan.


Cao Yuan kemudian menyuruh Niu untuk membuka pintu dan membawa sang pelayan menuju keruang makan yang tersedia. Dia juga seketika langsung menuju ruang makan yang terdapat di penginapan tersebut. Setelah melihat sang pelayan menyiapkan makanannya dan hendak pergi, tiba tiba Cao Yuan menghentikan langkah pelayan tersebut.


"Pelayan! jika boleh tau siapa orang yang menyewa ruang VIP di samping ruangan ku ini? " ucap Cao Yuan.


Sang pelayan terdiam sejenak dan kemudian menjawab pertanyaan Cao Yuan.


"Jika tidak salah, mereka salah satu tetua sekte hitam terbesar di Benua ini tuan muda! apakah ada yang salah dengannya? " tanya sang pelayan.


Cao Yuan menggelengkan kepalanya dan kemudian menyuruh sang pelayan pergi, namun dihatinya kini sungguh terkejut dan sangat berterimakasih pada Langit yang telah menemukannya dengan tetua sekte Shijing.


"Niu! setelah ini aku tugaskan kamu dan Luo Luo mengikuti kepergian tetua tersebut, jangan lupa kabarkan apa yang ia lakukan padaku. " ucap Cao Yuan memberi perintah.


Swuush! Swuuush! Swuuush! tiba tiba Luo Luo, Hao Shi, dan Lylia muncul karena Cao Yuan meminta mereka untuk keluar dari dunia jiwa.

__ADS_1


"Hormat kami tuan muda! " ucap Hao Shi dan Luo Luo kompak.


Namun tidak dengan Lylia dengan wajah sumringahnya dia dengan cepat segera memeluk Cao Yuan dengan perasaan yang gembira.


"Kalian makanlah makanan yang disiapkan olehku, namun setelah itu Luo Luo dan Niu akan menjalankan tugas setelah ini. " ucap Cao Yuan kemudian melepas pelukan Lylia dan menyuruh mereka berempat untuk makan makanan yang telah ia pesan.


Selang beberapa menit makanan telah habis, namun wajah Cao Yuan menjadi serius setelah merasakan aura samar samar iblis yang tiba tiba menjauh dari penginapan.


"Luo Luo! Niu! sekarang kalian ikut orang yang memiliki aura Iblis tersebut. " ucap Cao Yuan kemudian Luo Luo dan Niu menghilang dari kehampaan. Sedangkan untuk Hao Shi kini bingung kenapa dirinya tidak diikut sertakan oleh Cao Yuan.


"Tu-tuan muda aku! " ucap Hao Shi ingin bertanya namun dia mengurungkan niatnya setelah Cao Yuan mengerti apa yang dipikirkan oleh Hao Shi.


"Hao Shi, maafkan aku, karena ranah kultivasimu masih rendah sehingga aku tidak ingin mengambil resiko untukmu, dan tentunya kini kamu memiliki tugas untukku. " ucap Cao Yuan serius.


Seketika Hao Shi tersenyum mendengar ucapan Cao Yuan.


"Tugasmu menjagaku, dan jika Lylia bosan, maka kamu bisa pergi bersamanya untuk melihat lihat keadaan kota. " ucap Cao Yuan kemudian mengeluarkan seribu keping emas dari Cincin ruangnya.


Setelah semuanya telah dibahas, Cao Yuan kemudian memasuki dunia jiwanya. Swuuush! tubuhnya muncul didekat Phoenix yang masih tertidur.


"Phoenix ini sangat misterius, namun tunggu aku berhasil membuang segel yang mengekang mu ini. " ucap Cao Yuan namun dirinya terkejut setelah mengatakan itu sang Phoenix yang tertidur kini terbangun dan menatap malas Cao Yuan.


"Percuma saja kamu berusaha menghancurkan segel yang mengekang ku. " ucap sang Phoenix dengan suara wanitanya.


Cao Yuan menaikan alisnya .


"Ternyata kamu bisa berbicara? " tanya Cao Yuan.


"Cih! emangnya aku bisu! dan aku dimana? kenapa sepertinya aku telah berpindah di Dunia lain? " ucap sang Phoenix heran.


Cao Yuaan kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Kamu berada di Dunia Jiwaku. " ucap Cao Yuan tenang namun tidak dengan sang Phoenix yang seketika menatap tajamnya.


"Dunia Jiwa! jadi kamu .. " ucap sang Phoenix terhenti dan mencoba mengukur ranah kultivasi Cao Yuan.


"Bagaimana bisa! ranah kultivasimu saja hanya berada di Surga Puncak! " ucap sang Phoenix dengan nada terkejut.


"Ranah kultivasiku memang rendah, tidak setinggimu, namun bukan bearti aku tidak mampu melepas segel yang mengekang mu itu. " ucap Cao Yuan langsung duduk bersila kemudian memfokuskan pikirannya untuk membuat energi Qi didalam Dantiannya.


Sang Phoenix yang masih terkejut hanya diam, karena menurut dirinya seorang yang memiliki Dunia Jiwa seharusnya mereka yang telah memiliki kekuatan Dewa atau hanya Dewa saja. Namun melihat ranah kultivasinya yang masih Fana atau sama dengan Kultivator di Benua manusia Fana membuatnya terkejut.


"Bocah yang misterius. " gumam sang Phoenix kemudian sedang berpikir.


"Tapi tidak ada salahnya jika dia mampu melepas segelku! dan disaat itu terjadi Dewa Li Doufu aku akan membunuhmu. " ucap dingin sang Phoenix.


Namun Cao Yuan tidak mendengarnya, karena dirinya sangat fokus terhadap pengumpulan energi Qinya. Hingga tak terasa Tujuh hari berlalu, dan tepatnya Cao Yuan kini telah mengumpulkan energi Qi sebanyak lima belas ribu lingkaran yang ditambah dengan lima ribu lingkaran yang dulu membuatnya kini memeliki dua puluh ribu lingkaran. Setelah selesai senyum tampannya ia perlihatkan dan menatap sang Phoenix yang kini tengah tertidur.


"Saatnya aku mencoba melepas segel yang mengekang mu. " ucap Cao Yuan kemudian membuat segel rumit dari tangannya, selang beberapa menit sebuah segel besar yang memiliki pola sangat rumit, bahkan pola tersebut kini saling berhubungan memancarkan sinar keemasan. Setelah itu Cao Yuan menggigit jarinya dan menempelkan darah emasnya ke segel buatannya tersebut.


Sang Phoenix yang telah tertidur kembali membuka matanya ketika merasakan aura kental Darah ras Naga yang ia rasakan, namun tiba tiba mata sang ras tersebut terkejut setelah melihat siapa yang memiliki darah Naga tersebut.


"Ka-kau! " ucap tajam sang Phoenix .


Cao Yuan hanya diam masih fokus memberikan tetesan darah naga emasnya ke segel buatannya hingga tiba tiba seluruh Dunia Jiwanya menjadi sangat terang yang menyilaukan mata ia menghentikan aktivitasnya.


"Hyaaaaat! " teriak Cao Yuan kemudian mendorong segel besar buatannya yang rumit, segel yang saling terhubung dan sangat menyilaukan didepannya.


Kraaack! Swuuung! Swuuung! Baaaaamss! tiba tiba ledakan sangat dahsyat terjadi, bahkan Cao Yuan kini terpental dan menabrak pohon buah Dewa yang ditanam oleh Niu.


"Akhhh! " pekik Cao Yuan meringis kesakitan.


Sedangkan sang Phoenix yang telah bebas dari segel yang mengekang tiba tiba terbang dan menari nari diatas langit Dunia Jiwa. Seolah olah dia kini baru merasakan kebebasan dan tentunya bulu bulunya menjadi lebih terang serta kecantikan bulu tersebut meembuat sang Phoenix terlihat sangat cantik.

__ADS_1


Pekikan sang Phoenix terus menggema di dunia Jiwa, namun kekuatan dari sang Phoenix masih berada di Dewa Sejati, Karena Dantiannya masih ada segel Yaang membuat kekuatannya ditekan hingga tingkat Dewa Sejsti. Tanpa ia sedari orang yang telah membebaskannya dari segel kini masih merasakan sakit disekujur tubuhnya .


__ADS_2