Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Masalah selesai.


__ADS_3

Cao Yuan tersenyum dan memperlihatkan plat sekte murid dalam pada penjaga gerbang.


"Mohon maaf senior! telah menghambat perjalanan anda! " ucap penjaga gerbang lalu memperbolehkan Cao Yuan memasuki sekte, yang menggunakan wajah Teylishan.


Cao Yuan kembali mengangguk. Selang beberapa menit berjalan menuju aula sekte, Cao Yuan segera menghubungi tetua Lu Ye untuk memerintahkan para tetua untuk segera berkumpul.


sesampainya, semua tetua yang melihat seorang yang tidak dikenal memasuki aula sekte segera membentak dengan nada kasar, namun berbeda dengan tiga tetua yang Cao Yuan lihat di aula sekte trah kedua.


"Lancang siapa kamu memasuki aula sekte tanpa kami memberikan ijin! " ucap salah satu tetua.


"Tetua sekte trah pertama! ini aku Cao Yuan, aku akan membongkar kedok tiga tetua yang telah membunuh tetua asli kita. " ucap Cao Yuan tenang.


Seketika tetua yang tadinya geram kini terdiam, dan menatap lekat wajah Teylishan. Tiga tetua yang bernama Lu Hai, Twao, Gmi yang sebenarnya telah mati dengan santai menatap tuan muda mereka dengan hormat dan bersujud.


"Hormat tuan muda Teylishan." ucap mereka bertiga bersujud.


Namun saat mereka bersujud tiba tiba Teylishan berubah menjadi Cao Yuan dan tiga tetua tersebut belum mengetahuinya. Berbeda dengan semua tetua yang melihat perubahan wajah Teylishan yang berubah menjadi Cao Yuan, mereka membuka lebar rahang mereka.


"Berdirilah! " tiba tiba suara asli Cao Yuan membuat tiga tetua berdiri, sedikit terkejut namun akibat hormat yang sangat khidmat membuat mereka tak menyadari perbedaan suara tersebut.


Deggh! Jantung mereka berdetak dengan kencang setelah melihat didepan mereka adalah Cao Yuan, bukan Teylishan yang asli.


"Kaaauu!!!!" ucap tiga tetua itu bersama sambil menunjuk wajah Cao Yuan.


"Kenapa? " tanya Cao Yuan dingin.


Gleeek! tiga tetua tersebut menelan ludah mereka, mereka kini sedang dilanda kebingungan yang sangat hebat.


"Hormat kami tuan muda! " semua tetua sekte trah pertama baru memberikan hormat setelah melihat Teylishan adalah Cao Yuan.


Cao Yuan mengangguk dan berjalan ke singgasananya tanpa memperdulikan tiga tetua yang terdiam sedang mencerna kejadian apa yang telah terjadi.


Sesampainya Cao Yuan langsung membuat segel tangan dan juga melindungi aula sekte dengan mantra formasi.

__ADS_1


Swuuung! muncul sinar transparan yang menutupi aula sekte.


"Lu Hai, Gmi, Twao! tak kusangka kalian hanyalah mata mata dari sekte trah kedua. " ucap Cao Yuan dingin.


Tiga tetua yang menyamar tiba tiba terdiam, tak berselang lama mereka bertiga tertawa lantang dan membuat tetua sekte trah pertama geram.


"Hahahahahaa! "


"Kalian tenanglah! " ucap Cao Yuan yang melihat para tetua sekte trah pertama ingin segera menyerang tiga tetua tersebut.


Seketika semua tetua, termasuk tetua Lu Ye yang masih tenang hanya diam. Serta mengurungkan niat mereka.


"Walaupun ada Ketua sekte trah pertama apakah kalian sadar? kalian telah kami racuni dengan racun pelumpuh energi? " ucap Gmi senang.


Tetua sekte trah pertama menatap tetua Lu Ye yang masih berada di samping Cao Yuan dengan hormat, karena empat hari yang lalu tetua Lu Ye meminta semua murid dan tetua yang berada disekte untuk meminum penawar segala jenis racun. Sehingga mereka kini tau apa yang terjadi sehingga tetua Lu Ye yang merintahkan mereka untuk meminum sebuah penawar tanpa alasan.


Aura Naga yang dimiliki Cao Yuan tiba tiba keluar dari tubuhnya dan menutupi aula sekte tersebut. Semua tetua yang pernah merasakan aura tersebut bergidik ngeri, apalagi kini kekuatan Cao Yuan sudah di tingkat master, namun Cao Yuan sendiri hanya menggunakan aura Naga hingga setengah dari aura yang sebenarnya.


Tiga tetua saling berpandangan.


"Kalian dimataku hanyalah seorang yang bodoh. Tangkap tiga tetua tersebut! " ucap lagi Cao Yuan.


Swuuush! Swuuuush! Swuuush! tiga tetua trah pertama segera melaksanakan perintah Cao Yuan, pertempuran tak terelakan, tetua yang tidak mengikuti penangkapan tiga tetua semuanya minggir untuk memberi tempat.


Cao Yuan dan tetua Lu Ye hanya diam serta menikmati pertarungan itu, namun dengan tenang Cao Yuan menemukan celah pada serangan tiga tetua yang kini tengah melawan tiga tetua miliknya.


"Lu Cheng! Serang bagian kaki tetua yang menyamar menjadi Gmini terus menerus! itu kelemahannya." ucap Cao Yuan dipikiran tetua Lu Cheng.


"Co Ley! serang bahu Lu Hai dengan kedua tanganmu! " ucap Cao Yuan memberikan arahan.


"Li Chan! gempur areaa perut secara terus menerus. " ucap Cao Yuan dipikiran masing masing tetua.


Tiga tetua yang diberikan arahan Cao Yuan terus mengikuti perintah Cao Yuan, alhasil tiga tetua tersebut memojokan tiga tetua yang menyamar menjadi Lu Hai, Gmini, dan Twao.

__ADS_1


Hingga mereka bertiga langsung terpental dan memuntahkan darah dari bibir mereka masing masing.


"Berhenti! " ucap Cao Yuan mengurungkan niat tiga tetua sekte trah pertama untuk membunuh tiga tetua yang menyamar.


Cao Yuan berdiri dari singgasananya dan melesat kedepan tiga tetua yang terluka tersebut.


"Apa ini hanya kekuatan tetua sekte trah kedua! menyerahlah! karena semua tetua dan Ketua Teyling telah tewas ditangan ku! " ucap Cao Yuan dingin.


"Cihh! menyerah? kami tiga tetua utama sekte trah kedua tak akan menyerah pada kalian! harusnya kalian ketahui dari dulu Teylinglah yang harusnya memimpin sekte Pedang Naga Langit! Cia San Tong orang lemah mana mungkin menjadi ketua sekte kami! " ucap salah satu tetua.


Cao Yuan yang marah mendengar salah satu tetua yang menjelekan orang tua angkatnya seketika mengibaskan tangannya.


Swuuush! Baaamss! tiba tiba tetua tersebut meledak menjadi kabut darah, dua tetua yang tersisa yang melihat itu kini menjadi ngeri.


"Apa yang dikatakan kamu adalah kenyataan? " tanya Lu Hai memastikan, sekaligus memberanikan diri.


"Benar! tapi kamu telah menjual wajahku, dan itupun kalian berdua tidak akan lolos dari Kematian kalian! " ucap Cao Yuan dingin.


Swuuush! Swuuush! Bamms! Bammms! dua tetua tersebut tiba tiba meledak ketika Cao Yuan mengibaskan tangannya. Semua tetua trah pertama yang melihat Cao Yuan mampu menyelamatkan sekte mereka dari kehancuran dan membongkar kedok rencana sekte trah kedua seketika memberi hormat dan berlutut.


"Terimakasih tuan muda! anda telah menyelamatkan sekte kita semua! " ucap mereka semua.


Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi semua orang.


"Ingatlah! kalian semua adalah keluargaku! semua orang yang ingin menyakiti kalian sama saja dengan menyakitiku! walaupun kerajaan yang berani menyentuh kalian! maka aku akan ikut meratakan semua yang berani menyentuh kalian! bahkan para murid sekalipun. " ucap Cao Yuan tegas kemudian berjalan kearah singgasananya kembali.


Setelah itu Cao Yuan berbincang bincang santai hingga ia memberitahu pada para tetua, tentang kedatangan para anggota sekte trah kedua yang kini menuju ke sektenya. Dan tak lama setelah berbincang bincang, Cao Yuan teringat sang walikota yang pernah ia selamatkan masih berada dalam dunia jiwa. Dan tentunya Lylia.


****


*Mohon maaf kemarin jam 7 author ketiduran dan lupa update, karna badan author pegel pegel. Mohon maaf ya pembaca yang Budiman.


Bagi yang mau promosi atau punya karya bisa promo dikomen. Semangat*!

__ADS_1


__ADS_2