
Keadaan resto yang ramai, dan juga berisik tiba tiba terdiam ketika rombongan Cao Yuan memasuki resto. Pendengaran Cao Yuan yang tajam membuat ia bertambah penasaran dengan sekte Shijing.
"Huust! diam diam! jangan buat kegaduhan! aku takut kita menyinggung murid sekte dan tentunya mereka akan mengamuk dan membantai kota Tayli! " ucap salah satu pelanggan, namun Cao Yuan yang memiliki pendengaran tajam membuatnya mampu mendengar suara bisikan tersebut.
"Sungguh perlu diselidiki! " gumam Cao Yuan kemudian mengikuti Li Chan serta rombongannya duduk di meja kosong resto.
Setelah memesan beberapa makanan, keadaan hening membuat Cao Yuan malas menanyakan pertanyaan yang tadi muncul. Karena dia takut orang lain akan mendengar percakapan mereka.
"Apa yang tadi kau tanyakan Yuan? apakah karena para warga yang takut dengan kami? " ucap Li Chan membuka topik.
Cao Yuan menghela napas, tadinya ia ingin menanyakan di perjalanan selanjutnya, namun Li Chan malah membuka topik apa yang ingin ia tanyakan nanti.
"Benar. " ucap Cao Yuan singkat.
"Itu karena kami adalah sekte penguasa! walaupun satu orang mengganggu kami, kami tak segan untuk membunuh semua keluarganya! " ucap Li Chan keras membuat Cao Yuan heran.
"Keramahannya hanya pada teman mereka, namun di depan para warga mereka sangat arogan. " ucap didalam hati Cao Yuan yang kini tengah melirik para pelanggan yang sepertinya ketakutan.
"Sudahlah senior! saya sudah tau alasannya. " ucap Cao Yuan tak melanjutkan pembicaraannya.
Bukannya tak ingin menanyakan lebih dalam, namun dari jawaban pertama saja sudah dapat diyakini bahwa sekte Shijing ramah jika memang mereka satu sekte, dan beringas serta arogan jika bertemu orang lain.
Li Chan dan teman temannya akhirnya diam dan menunggu kembali pesanan mereka, tak lama pesanan mereka telah sampai. Rombongan tersebut dengan lahap hingga beberapa menit makan tak terasa telah habis.
"Mari kita lanjutkan perjalanan! " ucap Li Chan dan rombongannya.
Cao Yuan langsung heran, harusnya mereka membayar makanan dahulu, namun melihat rombongannya pergi benar benar membuatnya berpikiran aneh.
"Yuan! mari kenapa hanya diam saja? " ucap Li Chan kemudian memimpin rombongan kembali.
__ADS_1
"Senior! kalian dahulu saja, aku ingin buang air kecil. " ucap Cao Yuan mencari alasan.
Setelah itu rombongannya pergi,Cao Yuan kemudian menatap pelayan resto yang berada didekatnya.
"Pelayan kenapa anda tidak menarik tagihan pada mereka? " ucap Cao Yuan membuat sang pelayan berkeringat dingin.
Melihat sang pelayan diam dan takut menatap Cao Yuan benar benar membuatnya penasaran sekaligus terheran heran.
"Katakanlah pelayan! " ucap Cao Yuan.
"Apakah tuan muda bukan anggota mereka? " tanya sang pelayan memberanikan diri.
Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya, setelah itu ia berharap agar sang pelayan memberi jawaban pertanyaannya.
"Tuan muda! dulu pernah ada rombongan dari sekte Shijing makan disebuah resto yang ada dikota ini, namun mereka tak membayarnya, saat pelayan resto menagihnya, rombongan tersebut langsung marah dan membabi buta membunuh semua orang." ucap sang pelayan dengan nada setengah berbisik.
Cao Yuan mengangguk, sedikit rasa marah ketika mendengar para anggota sekte Shijing membuat sesuka hati mereka. Dan kini ia sedang memikirkan sebenarnya dialiran mana sekte tersebut.
Sang pelayan hanya bisa diam dan menerima uang tersebut, namun dihatinya kini sedikit lega karena pemuda tersebut telah berlari dan membuntuti rombongan sekte Shijing.
"Sudah kah? " ucap Li Chan.
"Hehehe sudah senior! " ucap Cao Yuan ramah.
Setelah itu mereka keluar dari kota dan menuju ke sekte Shijing dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka.
Cao Yuan beserta rombongannya tak terasa telah menempuh perjalanan tiga jam menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka dan terhenti setelah melihat sebuah kota Laine. Seperti biasanya mereka tak mengalami hambatan apapun, namun kejadian yang serupa di kota Tayli masih terjadi di kota Laine.
Setelah kembali keluar dari kota Laine, Cao Yuan beserta rombongannya kembali melesat kearah selatan menuju sekte Shijing. Tak terasa mereka harus menempuh empat jam perjalanan dan rombongan Cao Yuan kini beristirahat disebuah hutan yang memiliki energi sepiritual yang mengerikan.
__ADS_1
"Senior! energi disini kenapa membuatku merinding? " tanya Cao Yuan.
"Ini adalah hutan milik sekte, dan didalam hutan terdapat beberapa hewan Iblis yang memiliki ranah master satu dan dua, yang dimiliki oleh sekte kita." ucap Lao Zy.
Deggh! jantung Cao Yuan berdetak, kini pikirrannya adalah mungkin Cheng An bukan ketua sekte utama. Bagaimana bisa mereka memelihara hewan iblis yang memiliki ranah kultivasi master satu hingga dua.
"Emm, bisa dikatakan sebagai pelindung sekte ya senior? " ucap Cao Yuan.
"Benar, dahulu pernah ada seorang yang berjuluk pertapa sakti yang membuat onar di sekte kami, namun kehadiran dua hewan Iblis tersebut membuat pertapa sakti tersebut tewas setelah bertempur melawan dua hewan Iblis tersebut. " ucap Li Chan.
Cao Yuan kembli terkejut, sedikit rasa ragu menyelimuti hatinya, namun dia harus memiliki tekad yang kuat, karena bagai manapun sekte Shijing juga berani menyentuh sektenya.
Tak terasa kini mereka telah didepan gerbang Sekte Shijing, sebuah sekte yang terlihat layaknya sebuah kota besar dan terlihat megah hampir menyamai kemegahan kota Shao Ming.
Penjaga gerbang sekte yang melihat rombongan sektenya mendekat kemudian meminta identitas karena ditakutkan adanya mata mata, namun yang menjadi perhatian kusus adalah Cao Yuan.
"Maaf kenapa anda memiliki plat murid dalam? " ucap penjaga gerbang.
Cao Yuan kemudian menceritakan pertemuannya dengan Cheng An, dan Cheng An sendiri yang memberikan Plat tersebut. Sang penjaga gerbang yang mengerti kemudian memperbolehkan semuanya lewat, namun Cao Yuan kini bertanya pada penjaga gerbang.
"Yuan! aku akan kembali ke asramaku! datangilah salah satu tetua untuk menanyakan tempat tinggalmu. " ucap Li Chan dan rombongannya meninggalkan Cao Yuan.
"Maaf senior! karena aku murid baru, melihat sekte Shijing yang luas ini mungkin akan membuatku tersesat. Apakah senior ingin mengantarku untuk bertemu dengan salah satu tetua sekte? " tanya Cao Yuan.
Penjga gerbang akhirnya mengantar Cao Yuan. Sesampainya disebuah perpustakaan sekte, penjaga gerbang yang mengantar Cao Yuan menghentikan langkahnya.
"Senior! silahkan masuk ke perpustakaan, biasanya terdapat tetua didalamnya. " ucap penjaga gerbang memanggil Cao Yuan dengan sebutan senior, karena plat yang dimiliki Cao Yuan murid dalam.
Cao Yuan kemudian berterimakasih, setelah melihat penjaga gerbang yang kembali melakukan kegiatannya, Cao Yuan memasuki perpustakaan tersebut, dan ketika membuka pintu perpustakaan. Rasa kaget muncul dihatinya saat melihat Cheng An yang duduk ditemani beberapa tetua yang kini menatap Cao Yuan.
__ADS_1
"Yuan! tak kusangka kau telah menemukan sekte ini dengan cepat." ucap Cheng An.