
Berbeda dengan pasukan abadi, mereka berharap Cao Yuan yang menugaskan mereka, karena mereka ingin berpetualang sambil mencari Fusen. Tentunya mereka tau Cao Yuan tidak mungkin mengorbankan nyawa mereka, saat mereka bertemu Fusen nanti.
"Pasukan abadi? Apakah kalian bersedia? Karena ku lihat bawahan mantan dewa yang lama sepertinya takut dengan sosok Fusen itu." ucap Cao Yuan.
Mata pasukan sekte Abadi melebar senang. Dengan segera mereka mengelompokkan diri mereka.
"Kami siap tuan muda! " ucap Pasukan Abadi semangat.
Cao Yuan, Kaisar Langit dan lainnya tersenyum mendengar hal tersebut, namun berbeda dengan pasukan bawahan para dewa yang menghela napas karena lega.
" Sekarang kalian semua perbaikilah kota dewa ini, aku beri waktu tujuh hari dimulai dari sekarang. Setelah itu, kalian buatkan pesta besar besaran, karena anakku akan segera melaksanakan pernikahan. " ucap Kaisar Langit.
"Baik! " jawab mereka semua.
Swuuuush! Mereka semua menghilang dan memperbaiki semua kerusakan, terutama Istana dewa yang akan didiami oleh Cao Yuan dan Kaisar Langit.
"Yuaner. " ucap Kaisar Langit.
Cao Yuan mendekat kearah ayahnya tersebut, setelah itu ia memandang Lylia yang sejak tadi hanya bisa menunduk, menahan wajahnya yang mulai memerah.
"Lier kemari. " ucap Cao Yuan.
Lylia dengan langkah malu malunya menuju kesamping Cao Yuan, sesampainya.
"Seperti janjiku, aku akan menikahimu setelah urusan ini selesai. " ucap Cao Yuan.
"Baik Gege. " ucap Lylia.
Setelah itu, Shen Huo An, dan semuanya membantu perbaikan kota Dewa, karena mereka ingin segera menyelesaikan perbaikan tersebut. Berbeda dengan Cao Yuan, yang tiba tiba menghilang lalu muncul dialam milik Budha sendiri, ia ingin memberikan hadiah kecil untuk pernikahannya nanti, sehingga ia menyendiri untuk menyiapkan hadiah tersebut.
Cao Yuan kini mengeluarkan beberapa giok langit, giok yang terlihat seperti berlian, namun giok tersebut tidak sekeras berlian. Cao Yuan mengukir giok tersebut hingga terbentuk cincin yang sangat indah. Ia melihat dengan teliti cincin buatannya tersebut.
"Agar cincin ini tidak rusak, aku akan menambahkan beberapa bahan lainnya. " gumam Cao Yuan mengeluarkan beberapa bahan lainnya.
__ADS_1
Ia kembali meleburkan beberapa bahan yang telah ia keluarkan dari Cincin ruangnya, hingga tak terasa waktu pembuatan cincin untuk Lylia memerlukan waktu dua hari. Setelah selesai, mata Cao Yuan bersinar melihat keindahan pola ukir yang dibuatnya.
"Sudah selesai, namun sepertinya aku memerlukan hadiah lain selain cincin. " gumam Cao Yuan.
Cao Yuan kemudian membuka gerbang teleportasi menuju ke Benua Rendah. Sesampainya diBenua tersebut, Cao Yuan membelalakkan matanya, nyatanya ia muncul tepat didepan patungnya yang menjulang tinggi, disekitaran patung tersebut juga ribuan rumah mulai berdiri, namun yang membuatnya terkejut bukan hal tersebut. Keadaan yang sangat ramai dan padat terlihat.
"Ba-bagaimana mereka dapat membangun secepat ini, dan ini...." ucap Cao Yuan tak habis pikir bagaimana para manusia telah berkembang biak secara pesat.
Tak hanya itu, ia sendiri yang telah mengetshui kondisi benua rendah, tidak tersisa satupun orang Kultivator, dan kini terdapat banyaknya kultivator. Kekuatan jiwanya menyebar keseluruh benua tengah dengan rasa yang penasaran. Ia kembali terkejut saat merasakan ratusan aura dewa tingkat tiga.
"Apakah mereka Kultivator dari penduduk benua tengah yang migrasi ke benua rendah. " ucap Cao Yuan heran.
Dengan rasa penasarannya, ia segera turun dari atas langit, namun ia menjauh dari kota tersebut agar tidak menjadi perhatian orang lain. Dengan langkah tenang, ia melangkahkan kakinya hingga kedepan kota tersebut. Namun tiba tiba bulu kuduknya entah kenapa berdiri tanpa ia tahu apa penyebabnya.
Menghilangkan rasa anehnya, ia mencoba tetap tenang, hingga ia memasuki kota. Anehnya penjaga gerbang tersebut tidak melarangnya memasuki kota atau harus melakukan pengecekan identitas dahulu.
Terlihat kota tersebut ramai dengan para warga yang memulai aktivitas, walaupun ia penasaran, namun ia masih bersikukuh pada pendiriannya untuk mencarikan hadiah pada pernikahannya nanti, kecuali jika memang adanya kejanggalan yang membuatnya harus tangan, ia tak segan untuk mencampuri urusan kota tersebut.
"Tuan muda. Apakah kamu baru memasuki kota Huge ini. " ucap salah satu wanita berparas cantik.
"Lihat saja kamu akan jadi milliku nanti. " ucap Jing Yin tiba tiba menghilang.
Sampai disebuah resto, ia mencoba memasuki restoran tersebut.
"Pelayan, tolong siapkan makanan terbaik yang ada di restoran ini. " ucap Cao Yuan.
"Baik tuan muda, silahkan ditunggu. " jawab sang pelayan.
Cao Yuan duduk ditempat kosong yang tersedia, setelah itu ia diam diam mengedarkan kekuatan jiwanya, lirikan matanya yang tajam menatap para pelanggan secara diam diam.
"Kenapa aku merasakan rembesan aura siluman pada tubuh mereka semua. " gumam Cao Yuan heran.
Namun pikirannya teralihkan pada sang pelayan yang membawa sejumlah pesanan Cao Yuan.
__ADS_1
"Tuan muda, silahkan dinikmati. " ucap sang pelayan mencoba mengukur ranah kultivasi Cao Yuan.
Namun hasilnya nihil, menjadi ia segera kembali dan melaporkan pada bosnya. Cao Yuan dengan tenang memakan makanan tersebut, namun tiba tiba ia sedikit mual merasakan rasa daging tersebut.
"Daging apa ini. " ucap dalam hati Cao Yuan, kemudian ia tidak jadi memakan seluruh makanannya yang ia pesan.
Sang pelayan yang dari jauh melihat pemuda mangsanya tidak memakan masakannya hanya bisa menggerutu.
"Pemuda itu...." ucap sang pelayan terhenti melihat wanita cantik yang menyapa Cao Yuan memotong ucapannya.
"Biarkan saja, aku tertarik dengannya, jadi jangan celakai dia. " ucap Jing Yin memandangi Cao Yuan dari jauh.
"Baik ratu. " ucap sang pelayan.
Cao Yuan tidak memesan makanannya, namun ia masih mau mencoba meminum minuman berwarna merah darah.
"Minuman apa ini. " gumam Cao Yuan.
Ia kemudian mencoba meminum minuman yang aneh tersebut, namun saat hidungnya mencium bau amis yang berasal dari minumannya segera memuntahkan sedikit daging yang ia mantah.
"Ughhh! Darah. " ucap Cao Yuan.
Seketika pelanggan menatap Cao Yuan dengan tatapan tajam, namun Cao Yuan bersikap tenang. Pikirannya sedang berkecamuk apa yang telah terjadi pada benua rendah setelah penyerangan para iblis yang lalu. Jing Yin melihat hal tersebut langsung meredakan emosi para pelanggan dengan cara mendekat kearah pemuda tersebut.
"Hormat pada Yang Mulia Ratu. " ucap para pelanggan hormat.
Cao Yuan yang telah muntah kemudian menatap Jing Yin dengan tatapan curiga.
"Hahaha sudahlah kalian tak perlu mencurigai pemuda tampan ini, karena pemuda ini bukan berasal dari kota ini. " ucap Jing Yin.
"Baik ratu. " jawab semua kompak.
Cao Yuan yang bingung hanya diam, ia mencoba membaca situasinya sekarang dengan hati hati. Walaupun semua penduduk di kota Huge tidak ada yang dapat menandingi kekuatannya, namun ia masih tetap harus waspada mengenai bahaya yang dapat mengancam nyawanya.
__ADS_1
"Maaf pemuda tampan, jika makanan dan minuman yang ada dikota kami bukanlah makanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia biasa. " ucap Jing Yin serius.
Cao Yuan menaikan alisnya.