Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
35. Maslalu Bing Yinshi dan Zheng Lian


__ADS_3

Bing Yinshi terdiam, perlahan tangan yang menggenggam pedang es mulai mencair. Tubuhnya bergetar tanpa ia sedari air matanya menetes didepan Zheng Lian yang kini juga tiba tiba merasa bersalah.


"Yinshi aku benar benar minta maaf, aku terlarut akan dendam lama sehingga aku..."


"Lian aku juga minta maaf atas masalalu yang membuatmu harus hidup sendiri. " ucap Bing Yinshi.


Flaaash backk.


Di tengah malam, Zheng Lian yang menjadi seorang jendral utama di Kekaisaran Bai mendapat misi penting dari kaisar Bai Li, karena itu ia menitipkan istrinya ke Bing Yinshi yang saat itu terkenal dengan sebutan pendekar Es. Karena sejak kecil mereka telah bersama, bahkan mereka berguru pada satu guru yang sangat terkenal pada masanya, sehingga mereka saling percaya satu sama lain. Singkat cerita, istri Zheng Lian memiliki paras yang cantik, karena kecantikannya para lelaki lain tergila gila padanya, bahkan sang Kaisar Bai Li. Namun apa daya, Yue Yin telah menikah dengan jendral utama kekaisaran Bai yang dikenal dengan pendekar api atau Zheng Lian.


Dimalam itu Zheng Lian mendapatkan tugas dari Kaisar Bai Li untuk memeriksa masalah yang terjadi disalah satu wilayah kekaisaran yang terkena musibah. Bing Yinshi yang telah terbiasa dengan tugas yang diberikan Zheng Lian tuk menjaga istrinya pun tak mempermasalahkannya. Namun disaat itu juga, Bing Yinshi melihat Yue Yin yang bertingkah aneh. Yue Yin mengendap endap menuju kediaman sang Kaisar Bai Li, karena tugasnya untuk menjaga Yue Yin, Bing Yinshi mengikutinya secara diam diam, hingga tiba tiba dia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.


Yue Yin memasuki kamar Kaisar Bai Li, dan karena ia sudah tau bahwa istri adiknya selingkuh dengan sang Kaisar Bai Li, Bing Yinshi mendobrak masuk dan menyerang Kaisar Bai Li, namun Kaisar Bai Li memiliki kultivasi yang sama dengannya pada waktu itu, sehingga pertarungan terjadi yang membuat para prajurit datang karena merasakan dua kekuatan yang sedang beradu.


Singkat cerita kembali, Bing Yinshi berhasil melukai Kaisar Bai Li, karena ia sendiri menghargai seorang Kaisar, ia tidak membunuhnya, namun ia sendiri menatap tajam sang Yue Yin, Yue Yin yang terpegoki oleh kakak seperguruan suaminya memutuskan untuk bunuh diri dengan mengambil pedang yang ada di sampingnya.


Bing Yinshi terdiam, dia sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Yue Yin, padahal adik seperguruannya Zheng Lian tidak pernah melakukan hal selingkuh seperti yang dilakukan Yue Yin. Dengan langkah amarah ia menggendong tubuh Yue Yin dan menatap tajam Kaisar Bai Li.


Swuuuush! Tubuhnya lenyap membawa jasad Yue Yin ke kediaman Zheng Lian, setelah itu ia menaruh tubuh Yue Yin dikamar Zheng Lian, ia juga menutupi tubuhnya dengan kain yang ada untuk menutupi luka dan membersihkan tubuhnya dari darah.


***


Kaisar Bai Li yang merasa kedudukannya terancam meminta pada prajuritnya untuk merahasiakan hal tersebut. Ia juga meminta mereka untuk segera menyebarkan rumor kematian istri Zheng Lian yang dibunuh oleh Bing Yinshi.


Keesokan harinya, berita tersebut menyebar secara cepat, bahkan hingga ditelinga Zheng Lian, wajahnya yang bingung dengan pikiran yang berkecamuk membuatnya segera kembali dari tugas dan ingin memastikan kebenarannya. Namun setelah sampai dikediamannya, terlihat Bing Yinshi sedang bertarung dengan gurunya sendiri.


"Kakak pertama. " ucap Zheng Lian bingung, namun tiba tiba ia teringat akan istrinya.


"Yiner! " swuuush! Tubuhnya lenyap dan muncul di kamarnya, tiba tiba matanya memerah, perlahan api yang panas keluar dari tubuhnya melihat sang istri tergeletak tak bernyawa.


"Bing Yinshi!"

__ADS_1


Dhuaaaaar! Zheng Lian marah dan membuat kediamannya porak poranda, setelah itu ia menatap diatas langit pertempuran gurunya dengan Bing Yinshi.


"Kakak pertama! Aku benar benar tak menyangka rumor yang dikatakan orang adalah kebenarannya, dan kini kamu ingin membunuh guru kita sendiri? " ucap menggema Zheng Lian.


Dengan amarah yang menggebu gebu ia ikut menyerang Bing Yinshi bersama gurunya, pertarungan tersebut pun dimenangkan oleh gurunya dan Zheng Lian, disaat Zheng Lian akan membunuh Bing Yinshi, tiba tiba gurunya pun menghalangi pedang Zheng Lian dengan tubuhnya sendiri, alhasil Zheng Lian lah yang membunuh gurunya sendiri.


Hal tersebut juga membuat Bing Yinshi terkejut, tadinya ia ingin membalaskan dendam Zheng Lian dengan cara membunuh Kaisar Bai Li, namun tiba tiba gurrunya menghalangi dan akhirnya bertarung dengannya.


****


"Kakak."


"Adik." ucap mereka berdua.


Cao Zhen Xin melepas genggaman lengan Bing Yinshi, setelah itu ia membiarkan keduanya untuk mengenang masalalu pait mereka.


Selang beberapa menit mereka berdua membicarakan dendam lama, bahkan Bing Yinshi menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutup tutupi.


"Adik, ingatlah waktu itu aku ingin membunuhnya namun guru." ucap Bing Yinshi.


"Aku mengerti, jadi guru sebenarnya pelindung Bai Li, sehingga ia menghentikan mu. "


"Benar. "


Setelah itu, Zheng Lian menatap Cao Zhen Xin.


"Tapi jika kita memerintah orang lain bukankah itu...." ucap Zheng Lian.


"Benar pikiranmu memang masuk akal, namun kaisar Bai Li setidaknya berada ditingkat Dewa Agung, sedangkan pemuda ini masih berada ditingkat Dewa Sejati tingkat tiga. " ucap Bing Yinshi.


Selang mereka membicarakan semuanya, hingga memberikan pemakaman yang layak bagi istri Bing Yinshi, mereka berdua berencana untuk menjadikan Cao Zhen Xin sebagai murid mereka.

__ADS_1


"Pemuda bagaimana dengan tawaran kami? " uca Bing Yinshi.


"Tapi temanku butuh pertolongan senior dahulu, jika memang senior bisa menyembuhkannya, aku siap. " ucap Cao Zhen Xin tegas.


"Hem baiklah, dimana kita dapat menemukan temanmu? " ucap Bing Yinshi.


Cao Zhen Xin merasa senang dengan hal tersebut, tanpa ingin menunda waktu ia segera mengeluarkan artefak pintu pemindah antar dimensi, karena ia sendiri tidak bisa membuat gerbang teleportasi sendiri. Kedua alis Bing Yinshi dan Zheng Lian menyatu melihat hal tersebut.


"Kamu ingin membawa kami kemana? " tanya Bing Yinshi.


"Masuklah dulu senior. " ucap Cao Zhen Xin memimpin.


Tanpa rasa curiga keduanya memasuki tempat tersebut dan tibalah mereka diatas istana megah di Benua Rendah.


Swuuuuush! Swuuuuush! Swuuuuush! Ratusan prajurit dengan aura kentara siluman muncul didepan mereka.


"Tuan muda! " ucap mereka semua.


Sontak hal tersebut membuat Cao Zhen Xin hampir tidak bisa menjaga keseimbangannya, berbeda dengan dua saudara tua yang ada dibelakangnya yang malah kebingungan dengan keberadaan mereka saat ini.


"Zhen er! " ucap wanita yang dikenalnya.


"Ibu. " ucap Cao Zhen Xin mengajak keduanya untuk menemui ibu angkatnya.


"Aku telah membawa pertapa es yang bisa menyembuhkan She Luan. " ucap Cao Zhen Xin lagi.


"Baguslah bawa dia untuk mengobati She Luan. " ucap Jing Yin, namun dinadanya terdengar seperti tak senang dengan Bing Yinshi.


Cao Zhen Xin mengangguk, berbeda dengan dua pria tua dibelakang Cao Zhen Xin, mereka tahu Jing Yin tidak menyukai keberadaan mereka berdua.


"Apakah kau pernah bermasalah dengan wanita cantik itu. " ucap Zhheng Lian dipikiran Bing Yinshi.

__ADS_1


####


__ADS_2