Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Api Tilang


__ADS_3

Sesampainya, Cao Yuan disambut oleh hakim yang akan menghakiminya dipagi hari tersebut. Komandan prajurit yang telah membawa Cao Yuan kehadapan sang hakim kemudian mengundurkan diri untuk melaksanakan tugasnya.


"Apa masalahmu pemuda cilik? " ucap hakim menatap tajam Cao Yuan.


"Membunuh dua menteri! " ucap Cao Yuan tenang.


Braaakk! tiba tiba hakim tersebut marah dan menghancurkan meja didepannya. Cao Yuan yang melihat hakim yang marah malah tersenyum.


"Jika kamu akan diracuni oleh seseorang, apa yang akan kamu lakukan? " ucap Cao Yuan.


"..." Hakim hanya diam, dan mencerna perkataan Cao Yuan.


"Tentu saja membunuhnya! " ucap hakim tegas.


Cao Yuan kemudian mengangguk.


"Tapi apa alasanmu membunuh menteri kerajaan! " ucap hakim dengan nada tinggi.


"Tentu saja karena ia ingin membunuhku dengan cara meracuniku, seperti yang anda katakan tadi bahwa seorang yang berniat mencelakai diri kita maka kita pantas membunuhnya. " ucap Cao Yuan tenang.


Gleeek! suara ludah yang ditelan oleh sang hakim, para warga serta prajurit yang berjaga juga terkejut dengan penjelasan tersebut.


Walaupun kini Cao Yuan mungkin dapat mengalahkan semua orang yang didalam ruangan tersebut dan tentunya dapat memecahkan rantai yang membelenggu tangannya, namun dia sendiri tak ingin membunuh petugas kerajaan yang memang tak ingin membunuhnya.


"Apa kesalahanmu sehingga membuat dua menteri kerajaan ingin membunuhmu? " ucap sang hakim kembali.


Cao Yuan yang sebenarnya memiliki alasan, namun tak memiliki bukti hanya bisa mengangkat kedua bahunya.


"Brengsek! lalu jika kau tak memiliki alasan dan juga bukti kenapa kau membunuhnya! " ucap hakim yang emosi kembali.

__ADS_1


"Dia ingin membunuhku! " ucap Cao Yuan tenang.


"Huh! baiklah! prajurit bawa pemuda tersebut untuk dihukum di pagoda api langit! " ucap Hakim yang sepertinya sudah geram mengintrogasi Caao Yuan.


Cao Yuan menaikan sebelah alisnya, menurut dirinya sang Hakim tidak terlalu bijaksana dan tegas, tanpa menindak lanjuti kasus dia kini harus dihukum. Walaupun dia dapat menghancurkan rantai yang membelenggu tangannya namun dia sendiri tak ingin melakukannya, Plat kerajaan yang diberikan raja Shao dulu juga dapat membuatnya mungkin diringankan dari hukuman, namun karena rasa penasaran dengan pagoda api langit membuatnya hanya bisa mengikuti hukuman hakim tersebut.


Prajurit dengan sigap mengarahkan Cao Yuan ke suatu tempat. Sedangkan sang Hakim kini menuju aula istana karena ingin membahas masalah kemantian dua menteri kerajaan yang telah terjadi, dengan raja Shao.


Nyatanya tempat pagoda api langit, yang digunakan untuk menghukum seseorang terletak diluar kota Shao Ming, sehingga kini Cao Yuan di masukan kedalam sell tahanan yang diderek oleh kuda yang dimiliki oleh kerajaan.


Tiga jam perjalanan akhirnya kereta kuda telah berhenti, Cao Yuan juga telah keluar dari kereta kuda sell tahanan. Tiba tiba setelah melihat sebuah pagoda yang bertingkat senyum Cao Yuan ia sunggingkan.


Energi panas yang memiliki aura misterius membuatnya sangat penasaran.


"Ini kah yang dinamakan pagoda api langit? " tanya Cao Yuan pada salah satu prajurit yang mengantarnya.


Cao Yuan seketika raut wajahnya menjadi cemberut.


"Prajurit! apakah aku boleh menaiki lantai empat? " ucap Cao Yuan menunjuk kelantai terakhir di pagoda tersebut.


Sang prajurit sangat terkejut dengan penawaran yang menurutnya hanya orang gila yang melakukannya.


"Tuan muda! dilantai terakhir hanya orang yang memiliki Sanski terberat yang pernah dilakukannya. Dan tentu saja tingkat kepanasannya dapat membakar tubuh seseorang yang memasukinya. " ucap sang Prajurit khawatir.


Cao Yuan mengangguk dan kemudian kembali tersenyum, dia juga mengeluarkan Cincin ruang yang telah diisi ratusan koin emas dan sedikit sumber daya yang berguna bagi prajurit tersebut.


"Aku ingin memasuki lantai empat, dan ini terima pemberianku yang sedikit ini." ucap Cao Yuan sambil memberikan Cincin Ruang.


Prajurit tersebut menerima dengan raut wajah yang sedikit curiga.

__ADS_1


Deggh! jantung sang prajurit langsung berdetak kencang ketika melihat isi Cincin ruang pemberian pemuda tersebut.


"Tu..a..n! maaf! tapi lantai empat sama saja dengan melakukan bunuh diri! " ucap Prajurit tersebut kembali menasehati Cao Yuan dan berusaha menolak pemberian pemuda kecil tersebut.


Cao Yuan kemudian menggelengkan kepalanya, dia sedikit memiliki ide untuk mengelabuhi prajurit tersebut.


"Itu adalah harta terakhirku, dan tentu saja kamu tau aku telah membunuh dua menteri kerajaan, jika raja Shao tau maka sama saja aku akan dipenggal olehnya dan karena penjelasanmu bahwa lantai empat dapat membakar tubuhku maka lebih baik aku mati dahulu dari pada menunggu raja Shao memenggal kepalaku. " ucap Cao Yuan.


Sang prajurit sedikit iba dan tentunya tau bahwa pemuda tersebut pasti akan dipenggal kepalanya jika raja Shao telah mengetahui masalahnya.


Setelah Cao Yuan meyakinkan prajurit tersebut, prajurit itu menerima Cincin Ruang yang diberikan Cao Yuan dengan sedikit rasa bersalah, dan tentunya ia mencopot rantai yang membelenggu tangan Cao Yuan.


"Mari tuan muda! " ucap Prajurit tersebut kemudian mendahului Cao Yuan menaiki tangga yang terdapat dipagoda Api Langit.


Sesampainya, dan sang prajurit yang telah membuka pintu, energi yang sangat panas dan aura yang menindas prajurit tersebut membuat tubuhnya bergetar. Cao Yuan yang melihat pintunya terbuka dengan cepat langsung memasuki ruangan pagoda Api Langit dengan cepat, ia juga langsung menutup pintu dan memasang segel pelindung di ruangan tersebut.


Prajurit tersebut terdiam setelah mengetahui Cao Yuan telah memasuki ruangan, setelah itu ia langsung menunggu Cao Yuan di depan Pagoda Api Langit untuk menunggu keputusan sang hakim.


Rasa khawatir prajurit tersebut sungguh hadir di hatinya, dia ingin kembali memasuki lantai empat namun dia sendiri merasakan kulitnya seperti terbakar dan badannya bergetar akibat aura yang menindasnya.


Cao Yuan yang kini menatap sebuah Api besar yang menyala di atap membuatnya sangat senang, karena didepannya adalah Api Tilang. Sebuah api yang sangat panas, namun api tersebut masih kalah dengan api ilahi milik Cao Yuan.


"Tuan muda! selamat! anda telah menemukan sumber daya api Tilang! " ucap Niu dipikiran Cao Yuan.


Cao Yuan hanya mengangguk dan dia kini masih menatap api Tilang dengan perasaan yang gembira. Karena terdapat api ilahi didalam tubuhnya, Cao Yuan tak merasakan sedikitpun rasa panas yang ia rasakan, melainkan rasa hangat yang membuatnya nyaman.


"Saatnya naik tingkat! dan dari mana Raja Shao mendapatkan api Tilang ini! " gumam Cao Yuan.


Dengan cepat Cao Yuan bersila untuk berkultivasi menyerap semua manfaat dari api Tilang. Api Tilang yang menyala dengan bar bar dan meliak liuk kesana kemari kini telah terserap kedalam tubuh Cao Yuan secara perlahan.

__ADS_1


__ADS_2