
"Bunuh aku! bunuh aku! " teriak seorang yang telah terpotong kedua tangannya.
"Membunuhmu? baiklah jika itu yang diinginkan. " ucap Cao Yuan kemudian menghampiri seorang yang telah terpotong tangannya.
Sebuah pedang keluar dari kehampaan dan perlahan Cao Yuan membunuh pria tersebut dengan cara perlahan, layaknya seekor hewan yang tengah disembelih.
Tawanan yang telah sadar dari pingsan mereka langsung bergetar ketika melihat penyiksaan yang dilakukan oleh pemuda yang mereka ingin bunuh ketika didalam sebuah hutan.
Setelah Cao Yuan membunuh tawanan tersebut, ia kemudian membakarnya hingga menjadi abu.
"Aku ingin kalian berdua segera menjelaskan apa tujuan kalian berada di dekat sekte Pedang Naga Langit, dan dari sekte manakah kalian berasal. Jika kalian tak ingin mati perlahan seperti teman kalian. " ucap Cao Yuan dingin.
Sedangkan dua tawanan yang tersisa saling pandang, sebuah rencana di pikiran mereka terlintas untuk bunuh diri, namun ketika mereka hendak menggigit lidah mereka sendiri, Qi yang melilit tubuh mereka kemudian menyebar ke arah gigi mereka dan menahannya agar tak menggigit lidah mereka sendiri.
"Ingin bunuh diri? " ucap Zhen Xiang dan langsung membalikan badan,lalu ia menatap mereka satu persatu.
"..." mereka berdua hanya diam.
"Tuan muda! sepertinya mereka ingin kupotong senjata kelakian mereka dengan kukuku yang tajam ini."ucap Luo Luo sambil memainkan kukunya yang sangat tajam.
Dua tawanan tersebut langsung menelan ludah mereka ketika mendengar ucapan wanita tersebut. Cao Yuan yang mengerti ucapan Luo Luo juga menelan ludahnya sendiri, entah mengapa ia merasa ngilu sendiri dibagian senjata yang selalu ia simpan dengan baik.
"Jawab pertanyaan tuan muda, ataauu... " ucap Luo Luo sambil menghampiri sang tawanan sambil meraba senjata kebanggaannya.
"Ba-baaaik!! akan aku jelaskan! " ucap tawanan tersebut sambil ketakutan.
Setelah tawanan tersebut ingin menjelaskan, pedang ditangan Cao Yuan langsung menebas kepala tawanan satunya yang hanya diam.
Gleek! suara ludah tawanan yang ia telan sendiri ketika melihat temannya kini telah tewas dan hanua tersisa dirinya saja.
"Cepat jelaskan! " ucap Cao Yuan dingin.
__ADS_1
"Kami berasal dari Sekte Zhijing! kami sebenarnya hanyalah sekte cabang di Benua Rendah, dan pusat dari sekte aku tak mengetahui sama sekali! dan kami ditugaskan oleh ketua sekte untuk menghabisi setiap murid sekte Pedang Naga Langit yang keluar dari sekte, ataupun yang akan kembali ke sekte. " ucap tawanan tersebut menjelaskan panjang lebar.
"Zhijing! " gumam Cao Yuan.
"Jika mereka cabang, tapi kekuatan muridnya saja sudah seperti sekte besar di benua rendah, dan dimana pusat sekte Zhijing berada? pastinya sekte tersebut sangat kuat" ucap Cao Yuan sedikit ngeri setelah mengira ngira kekuatan pusat sekte Zhijing.
"Jika begitu sesuai janji tuan muda! aku akan membunuhmu dengan cepat. " Ucap Luo Luo langsung menebas kepala tawanan tersebut dengan Qinya yang telah berbentuk sebuah pedang.
Cao Yuan yang belum memerintahkan Luo Luo untuk membunuh, kemudian menepuk jidatnya sendiri.
"Luo Luo! aku belum bertanya letak markas mereka dibenua rendah! kenapa kamu malah membunuhnya! " gerutu Cao Yuan.
"Ehhh... Tuan muda maaf, Luo Luo merasa bersemangat untuk membunuhnya sehingga..." ucap Luo Luo langsung terpotong.
"Sudahlah, Niu! kemarilah. " ucap Cao Yuan yang dari tadi melihat Niu hanya memakan buah Dewa.
"Ada apa tuan muda? " tanya Niu sambil menghampiri Cao Yuan.
Seketika Niu langsung mengajak Cao Yuan untuk memasuki istana yang diikuti oleh Luo Luo. Sesampainya ditempat penyimpanan telur ikan pelahap langit, Cao Yuan menatap Niu, karena ia melihat retakan kecil di telur tersebut.
"Tuan muda! yang seperti anda lihat, telur ini sebentar lagi akan menetas. Mungkin keberuntungan anda karena menemukan telur ini yang sebentar lagi akan menetas. Karena ikan pelahap langit sendiri memiliki waktu bertahun tahun untuk memecahkan telurnya sendiri. " ucap Niu sambil memakan buah Dewa.
Cao Yuan hanya mengangguk setelah mendengar penjelasan Niu. Ia kemudian melihat istana megah didalam dunia jiwanya. Karena dirinya sedikit merasa lelah.
"Hehehe! tuan muda! bagaimana anda membuat sebuah ruang tahanan untuk para tawanan yang anda tangkap. Jadi nantinya tak seperti tadi membuat para tawanan menjadi mainan kami. " ucap Niu kembali.
"Baiklah, tapi itu nanti. Aku ingin beristirahat dikamarku. " ucap Cao Yuan kemudian menuju kamar yang terdapat didalam istana tersebut.
Sedangkan Luo Luo tengah memandangi telur pelahap langit dengan tatapan kagum.
"Niu, bagimana tuan muda menemukan telur pelahap langit ini? " tanya Luo Luo.
__ADS_1
Niu akhirnya menceritakan awal mula mereka menyerang sekte Teratai Hitam, dan setelah itu Cao Yuan menemukan sebuah telur didalam danau yang terdapat di sekte tersebut.
"Heem keberuntungan tuan muda sungguh mengesankan. " ucap Luo Luo yang disetujui oleh Niu.
Sesampainya dikamar megah buatannya, Cao Yuan dengan cepat langsung berlari dan melompat keatas ranjang yang sangat empuk, yang sengaja ia buat untuk tempatnya tidurnya sendiri.
"Waah begini rasanya jadi orang kaya. " ucap Cao Yuan dan kemudian tertidur.
Niu dan Luo Luo yang masih berbincang bincang didekat telur pelahap langit, tiba tiba saja kaget ketika telur tersebut sepertinya akan menetas.
"Niu! cepat panggil tuan muda! lihatlah telur ini akan menetas! " ucap Luo Luo.
Swuuush! Niu dengan semangatnya langsung menuju kamar Cao Yuan dan tak lupa ia mengetuk pintu dan memanggil majikannya.
Cao Yuan yang baru saja tertidur tiba tiba sedikit marah.
"Ada apa Niu! ganggu tidur saja! " ucap Cao Yuan sedikit meninggikan suaranya, ia juga segera memasang raut wajah cemberut karena istirahatnya diganggu oleh Niu.
"Tuan muda! cepat! telur Ikan pelahap langit akan segera menetas! " ucap Niu .
Cao Yuan tiba tiba saja merubah kembali wajahnya dengan raut wajah yang gembira, dengan cepat ia segera bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamar.
Setelah itu ia langsung menuju tempat telur pelahap ikan langit yang ia simpan.
Sesampainya Cao Yuan melihat Luo Luo yang mengamati telur ikan pelahap langit, yang terlihat retakannya semakin membesar di cangkang telurnya.
"Luo Luo! minggir, aku ingin melihat secara langsung ikan pelahap langit yang akan menetas. " ucap Cao Yuan kemudian menarik baju Luo Luo.
Luo Luo yang sedang fokus memperhatikan telur ikan pelahap langit yang akan segera menetas, langsung tersungkur dan menggerutu.
"Tuan muda! bisakah sedikit halus padaku! "
__ADS_1