Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Masalah yang akan datang di kota Shao Ming


__ADS_3

"Sudahlah! aku ingin belajar tentang jurus di kitab Naga Surgawi milik Dewa Naga. " ucap Cao Yuan yang sedang memikirkan sesuatu.


"..." semua bawahannya hanya diam.


Cao Yuan tak menghiraukan terdiamnya tiga bawahannya, ia kemudian menuju selatan Dunia Jiwa, sesampainya.


"Hmmm, jurus ketiga Naga pelahap surga! " ucap Cap Yuan mencari target untuk melancarkan jurusnya sebagai samsak daya hancurnya.


Swuuung! tiba tiba Dunia Jiwanya di bagian selatan langsung bergetar dan tak lama setelah getaran itu muncul, sebuah bukit yang tak terlalu tinggi terlihat didepannya.


"Mari kita lihat seberapa besar dampak dari kerusakan Naga Pelahap surga! " ucap Cao Yuan kemudian melakukan gerakan jurus ketiga dari kitab Naga Surgawi miliknya.


Setelah melakukan beberapa gerakan Cao Yuan kemudian berteriak.


"Naga Pelahap Surga! " teriak Cao Yuan, dan kemudian muncul sebuah lingkaran di depan tangannya.


Swungg! udara disekitarnya serta energi langit dan bumi yang terdapat disekelilingnya memasuki lingkaran yang muncul didepan Cao Yuan. Disela sela memfokuskan pikirannya, dia juga mengarahkan serangan pada sebuah bukit buatannya.


Swuuush! muncul seuliet Naga berukuran panjang dua puluh meter dan diameter satu meter keluar dari lingkaran lalu melesat cepat kearah bukit yang sengaja ia jadikan sebagai target pelatihannya.


Naga masih melesat hingga ledakan yang sangat keras, hingga mengagetkan Niu, Luo Luo, serta Hao Shi yang tengah berbincang bincang di istana milik Cao Yuan.


Baaaamsss! ledakan yang memberikan daya kejut yang mengerikan membuat Cao Yuan terdiam, dan kemudian ia menatap sebuah bukit didepannya hancur tak bersisa hanya terlihat puing puing tanah yang bertumpuk.


Tiga bawahannya yang terkejut dengan suara ledakan di selatan Dunia Jiwa langsung melesat dan seketika menganga melihat Cao Yuan yang ternyata melakukan hal dibatas kenalaran.


"Tu..an muda! " ucap Niu terkejut.


Swuuush! Hao Shi sendiri baru sampai ditempat Luo Luo, Niu serta Cao Yuan, karena kekuatannya terendah dari mereka bertiga.


"Hehehe aku mencoba kitab Naga Pelahap Surga, karena jika berlatih di Dunia nyata aku takutnya salah sasaran. " ucap Cao Yuan sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Bukan i..t.u tapi, kurasa anda baru pertama kali berlatih jurus itu ? kenapa anda langsung bisa menggunakannya? " tanya Niu kagum.

__ADS_1


Cao Yuan terdiam, dia sendiri juga masih aneh dengan dirinya yang dapat melakukan semua apa yang ia inginkan, serta pemahaman yang berbeda dari orang lain.


"Entahlah. " ucap Cao Yuan kemudian mengangkat kedua bahunya.


Setelah itu Cao Yuan kembali membangun bukit yang telah hancur, dan kembali mengeluarkan jurus yang telah membuat tiga bawahannya terkejut.


Swuuush! Baaams! seuliet Naga berukuran panjang dua puluh meter serta diameter kepala satu meter kembali menabrak, serta menghancurkan bukit buatan Cao Yuan.


Tiga bawahannya kagum dengan majikan cilik mereka yang tiada duanya, karena dalam pelatihan sebuah jurus setidaknya seorang membutuhkan waktu sekitar satu bulan bahkan bisa bertahun tahun seiring perkembangan dirinya sendiri.


Cao Yuan yang memang baru dua kali menggunakan jurus tersebut sedikit merasa lelah, dan ia langsung menelan Pill penambah energi untuk dirinya sendiri.


"Aku ingin kembali ke dunia nyata, aku merasakan aura Lu Cheng mendekat dan ingin menemui ku! " ucap Cao Yuan tiba tiba mengagetkan semua orang yang masih melamun dengan apa yang mereka lihat.


Tok! Tok! Tok!


"Tuan muda Yuan! " ucap Lu Cheng yang mengetuk pintu kamar Cao Yuan.


"Ada apa paman? " tanya Cao Yuan berpura pura menguap.


"Ehh, sudah pagi hari tuan muda! aku takut tuan muda akan kesiangan! " ucap Lu Cheng.


Setelah itu Cao Yuan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan ditunggu oleh Lu Cheng didepan kamar tidurnya. Setelah membersihkan diri mereka berdua bergegas menuju tempat pembayaran penginapan.


"Berapa total keseluruhan biaya penginapan kami? " tanya Cao Yuan pada penjaga penginapan.


" Dua keping emas tuan muda! " ucap cepat sang pelayan.


Cao Yuan kemudian merogoh sakunya dan memberikan dua keping emas sebagai pembayarannya. Setelah itu mereka berdua langsung keluar dari penginapan dan mencari resto terdekat untuk sarapan pagi.


Sesampainya.


Cao Yuan dan Lu Cheng menemukan sebuah kedai yang sangat sepi, karena merasa sedikit aneh. Mereka berdua memasuki kedai tersebut.

__ADS_1


"Maaf tuan! kami sedang tidak menerima tamu." ucap pemilik kedai dengan wajah lesu.


Melihat wajah pemilik kedai yang lesu membuat Cao Yuan dan Lu Cheng penasaran.


"Maaf, sedari tadi kami menemukan kedai yang ramai, dan ini kedai satu satunya yang sepi. Jadi harap pemilik kedai tak mengusir kami, karena kami membutuhkan sarapan pagi. " ucap Cao Yuan beralasan.


Sang pemilik kedai tiba tiba menangis yang membuat Cao Yuan bertambah bingung.


"Hik! Hik! Hiik! " tangis pemilik kedai.


"Paman! kenapa menangis! " Cao Yuan langsung menghampiri pemilik kedai tersebut.


Lu Cheng yang memang tak mengerti situasi hanya terdiam dan duduk di bangku yang tersedia di kedai tersebut.


"Apakah kamu tau? kedai milliku disita oleh anak pejabat kerajaan! Hik! Hik! Hik! " tangis pemilik kedai kembali pecah.


Cao Yuan dan Ku Cheng menaikan sebelah alisnya.


"Memang kenapa? " ucap Cao Yuan bertambah penasaran.


Setelah sedikit menguasai tangisnya, pemilik kedai segera menceritakan awal mula dari kedatangan anak pejabat kerajaan yang memiliki masalah dengan salah satu karyawan wanita dikedainya.


Cao Yuan beserta Lu Cheng mengepalkan tangan mereka dengan erat ketika mendengar cerita pemilik kedai yang keterlaluan.


"Kapan anak pejabat tersebut kemari? " tanya Cao Yuan.


"Nanti, dan kuharap kalian tidak mencari masalah dengannya. Karena mereka benar benar tak bisa disinggung oleh kalian. " ucap Pemilik kedai.


Cao Yuan hanya mengangguk, padahal dihatinya kini tengah merencanakan sesuatu untuk membuat anak pejabat tersebut kapok, bahkan mungkin jika menurutnya sangat keterlaluan, pedang di tangannya akan menebas lehernya.


"Paman! berikan kami sarapan yang enak didalam kedai ini tolonglah paman." ucap Cao Yuan.


"Baik tuan muda! tapi jika anak pejabat memasuki kedai ini, kuharap kalian keluar dari kedai ini. " ucap Pemilik kedai sambil memberi peringatan.

__ADS_1


__ADS_2