
Dalam pengetahuan menempa dipikirannya, Cao Yuan harus menempa senjata dengan Martil berukuran besar sebanyak seribu kali pukulan, jadi ia kini menelan Pill penambah energi agar tidak terlalu kelelahan.
Ting! Ting! Ting! setelah menelan Pill Cao Yuan langsung menggunakan martilnya, ia pun memukul bahan yang mulai mengeras di segel pembentukan pedangnya dengan seluruh tenaga di setiap pukulannya.
Dua jam telah berlalu, Cao Yuan sudah memukul sebanyak sembilan ratus pukulan, dan ia kini tengah ngos ngosan akibat kelelahan.
"Tuan muda! bagaimana jika aku yang melanjutkan. " ucap Luo Luo bermaksud membantu.
"Tidak usah, kalian berdua lebih baik melihatku saja, karena tingkat kesempurnaan pedang ini bisa jadi menurun jika berganti orang yang menempanya. " balas Cao Yuan kemudian menelan Pill penambah energi kembali.
Mereka berdua akhirnya mengerti dan hanya memandangi majikan ciliknya mulai menempa kembali.
lima belas menit berlalu dentingan logam dengan bahan pembuatan pedang tingkat Langit masih terdengar.
"Fiuuuh! akhirnya selesai juga. " ucap Cao Yuan sambil menyeka keringatnya. Ia juga beristirahat sejenak.
Setelah rasa lelah telah berkurang, ia kembali menghampiri pedang buatan pertamanya, saat segel pembentukan pedang ia hilangkan, tiba tiba saja pedang yang Cao Yuan buat kini terlihat sangat sempurna, pedang itu memiliki corak yang sengaja Cao Yuan buat dengan corak Naga. Pedang tingkat Langit akhirnya telah selesai.
Niu dan Luo Luo tak berhenti kagum ketika melihat pedang buatan majikannya tersebut.
Cao Yuan akhirnya mencoba ketajaman pedang buatannya dengan mengeluarkan baja biasa yang berbentuk batangan.
Dengan dilemparnya baja batangan tersebut ke langit, Cao Yuan kemudian menggenggam pedang buatannya sendiri.
Slaaash! baja itu terpotong bagaikan tahu ketika pedang tingkat Langit milik Cao Yuan menebas baja tersebut.
Setelah puas ia kemudian meminta Niu untuk mencoba memakan Buah Dewa kembali. Niu yang memang menyimpan banyak Buah Dewa, karena pohon Buah Dewa berbuah banyak di dalam Dunia Jiwa membuatnya memiliki stock yang cukup.
"Silahkan tuan muda! jangan lupa untuk aliri Qi anda jika tak ingin gigi anda rontok. " ledek Niu membuat Cao Yuan malu.
Dengan cepat Cao Yuan mengunyah Buah Dewa itu dengan gigi mulut yang telah dialiri Qi. Saat ia berhasil memotong Buah Dewa tersebut, Rasa manis dan segar dari buah itu langsung ia rasakan di seluruh mulutnya.
__ADS_1
"Emm enak sekali! " ucap Cao Yuan terus mengunyah dan menggigit Buah Dewa ditangannya.
Niu hanya tersenyum, sedangkan Luo Luo kini tengah menggenggam pedang buatan baru milik Cao Yuan.
"Sangat sempurna pedang di tingkat Langit ini, tapi untuk menggores kulitku perlu pedang tingkat Dewa. " ucap Luo Luo memuji pedang buatan majikannya.
Rahang Cao Yuan terbuka dan buah Dewa ditangannya langsung terjatuh akibat keterkejutan penuturan Luo Luo.
"Apaah? j..d.i kekuatan kalian berada dimana? " tanya Cao Yuan yang penasaran.
"Belum saatnya Tuan muda tahu, karena ranah Kultivasi tingkatannya sangat banyak tak seperti yang anda pikirkan. " ucap Luo Luo tersenyum.
Walaupun ia terkejut, rasa semangat untuk memperkuat dirinya semakin tinggi setelah mendengar penjelasan Luo Luo.
"Tuan muda tenang saja, karena tuan muda memiliki Buah Dewa, bukankah Buah Dewa memiliki energi yang sangat banyak dikandungan setiap buahnya? " tanya lagi Luo Luo.
Cao Yuan hanya mengangguk saja, dan ia akhirnya berbincang bincang kecil dengan Luo Luo bersama Niu. Setelah badannya lebih mendingan lagi, Cao Yuan kemudian melanjutkan aktivitasnya yaitu membuat banyak Pill penambah energi ataupun Pill peningkat ranah kultivasi.
Akhirnya selama satu bulan itu Cao Yuan berhasil membuat, ribuan Pill penambah energi dan peningkat kultivasi yang memiliki efektivitas sembilan puluh delapan persen.
"Saatnya kembali ke sekte." gumam Cao Yuan kemudian keluar dari Dunia Jiwa.
Setelah ia keluar, tiba tiba saja ia mendengar sebuah pertarungan didekat air terjun tersebut.
"Siapa yang bertarung? " tanya dibenak Cao Yuan.
Karena memiliki rasa penasaran yang tinggi, ia dengan cepat melesat kearah dahan pohon ke dahan lainnya menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.
Sesampainya di duapuluh meter didekat pertempuran, wajah Cao Yuan sedikit memerah karena kini ia melihat murid sektenya melawan sebuah kelompok yang memiliki anggota melebihi kelompok sektenya sendiri.
Swuuush! Slaash! Slaash! Cao Yuan langsung melesat dengan pedang yang telah digenggam tangannya, dengan cepat ia memotong para kelompok lawan seperti tahu. Pertempuran terhenti akibat kedatangan tamu yang tak diundang.
__ADS_1
"Ketua! " ucap mereka kompak terlihat senang kedatangan Cao Yuan.
"Siapa kamu! " tanya pemimpin kelompok itu.
"Huh! kenapa harus menanyakan identitas? mau mati aja banyakan tanya! " ucap Cao Yuan dingin.
Swuuush! kepala orang yang menanyai Cao Yuan langsung terpotong saat itu juga. Kecepatan yang ditunjukan Cao Yuan sungguh diluar batas kemampuan lawan, apalagi muridnya yang masih memiliki ranah kultivasi baja.
Sisa dari kelompok itu merinding melihat pemuda itu mampu membunuh pemimpin mereka seperti tahu. Rasa ngeri menggerogoti mereka semua, berbeda dengan anggota sekte Pedang Naga Langit yang melihat kepribadian ganda pada Cao Yuan, ramah didalam sekte, tapi liar diluar sekte. Apalagi membunuh dengan santainya membuat mereka sangat mengagumi ketua sekte cilik tersebut.
"Bunuh sisanya! " ucap Cao Yuan langsung melesat membunuh kelompok yang kini terlihat ketakutan saat ia memberi perintah pada muridnya.
Swuush! Swuuush! anggota sekte Pedang Naga Langit langsung melesat dan mengikuti perintah Cao Yuan, kedatangan Cao Yuan benar benar merubah situasi, tadinya mereka terpojok dan tak bisa berbuat apapun. Setelah kedatangan ketua sekte mereka menjadi merasa diatas angin, luka yang di alami anggota Sekte Pedang Naga Langit pun tak mereka hiraukan dan terus membabat habis kelompok lawan.
Sepuluh menit berlalu kelompok Cao Yuan akhirnya memenangkan pertandingan.
"Terimakasih tetua! " ucap mereka kompak.
Cao Yuan hanya mengangguk dan memasukan pedangnya kedalam Cincin ruang, setelah itu ia merampas semua Cincin ruang dari kelompok lawan.
"Ini bagi secara rata untuk teman temanmu." perintah Cao Yuan.
Murid yang diperintah tak membantah tapi langsung melaksanakan perintah tersebut membuat Cao Yuan senang.
"Siapa kelompok itu? dan mengapa mereka menyerang kalian? " tanya Cao Yuan.
"Kami tak tahu Ketua! kami juga telah menyelesaikan tugas misi sekte hendak untuk balik kesekte, tiba tiba saja kami dikepung oleh kelompok mereka. " ucap Murid itu serius yang disetujui murid lainnya.
"Baiklah, kalian semua beristirahat dulu, jangan lupa makan Pill ini! " ucap Cao Yuan kemudian memberikan Pill penambah energi, serta Pill penyembuh luka dalam pada setiap murid.
Seketika para murid langsung menelan Pill yang diberikan oleh ketua sekte, setelah memakan Pill tersebut wajah mereka yang terlihat lelah, dan memiliki banyak luka ditubuh masing masing langsung sembuh setelah memakan Pill pemberian Cao Yuan.
__ADS_1
"Terimakasih ketua! " ucap mereka kompak.