
Setelah berjalan sambil berbincang bincang, Cao Yuan serta dua Jendral dan prajurit yang tersisa kini tiba di hutan Kematian. Hutan Kematian adalah sebuah hutan yang sering terjadinya perampokan yang dilakukan oleh seseorang. Dan sudah ratusan bahkan hampir menyentuh angka ribuan para bangsawan atau orang penting lainnya tewas di hutan tersebut akibat sebuah perampokan oleh kelompok tertentu.
"Tuan muda Yuan! kita harus berhati hati, aku takut ada perampok bayangan yang terkenal sangat kuat dan kejam,bisa saja akan menyerang kita. " ucap Jendral Liong yang mengetahui markas kelompok pembunuh bayangan berada di dekat hutan kematian tersebut.
Cao Yuan mengangguk, walaupun dia masih tenang tapi nyatanya dia sejak tadi tak menurunkan kewaspadaannya. Apalagi ia merasakan ada sekolompok orang yang mengawasi mereka.
Swuuush! Swuuush! Swuuush! ratusan anak panah tiba tiba melesat kearah mereka.
"Tenang! " ucap Cao Yuan langsung membuat segel pelindung.
Swuung! segel tersebut bergetar dan muncul sebuah pelindung yang melindungi mereka dari serangan anak panah.
"Jendral! seperti kemarin, setelah aku membuka segel ini, kalian langsung menyergap melawan kelompok yang menyerang kita. " ucap Cao Yuan.
Dua Jendral kerajaan kemudian menyetujui usul Cao Yuan, dan kini para prajurit serta dua jendral tengah bersiap siap untuk memberikan kejutan serangan.
"Sekarang! " ucap Cao Yuan kemudian menghilangkan pelindungnya.
Swuush! Swuush! Swuuush! dua Jendral serta prajuritnya melesat keberbagai arah yang diikuti Cao Yuan dari belakang.
Ting! Ting! Ting! suara dentingan senjata sudah mengisi keheningan hutan tersebut.
"Tuan muda! prajurit! hati hati, mereka kelompok pembunuh bayangan! " ucap Jendral Tyrant.
Cao Yuan hanya mengangguk dan melesat kesana kemari sambil mengeluarkan teknik telapak Ilahi.
Swuush! Swuuush! Bamms! Baams! tapak yang muncul dari langit terus menghantam para pasukan kelompok bayangan. Mereka juga seketika langsung menjadi kabut darah.
"Sungguh banyak sekali! " gerutu Cao Yuan.
"Tuan muda! sepertinya kita kalah jumlah! " ucap Jendral Liong yang melihat kelompok bayangan terus berdatangan.
Cao Yuan terus melakukan gerakan teknik Ilahi dengan melesat kesana kemari dan juga mengibaskan tangannya kearah kelompok bayangan tersebut.
Ledakan dan pertempuran yang pecah kini terlihat sangat mengerikan, dua kubu yang bertarung sudah menyebabkan kematian pada kedua pasukan mereka. Disela sela mengeluarkan teknik Ilahi, Cao Yuan tak sadar dirinya kini sedang diawasi oleh empat pasang mata di atas pohon seratus meter didepannya.
"Apa dia yang harus kita bunuh? " tanya Laiheng.
__ADS_1
"Benar kak! Thai Hao memang meminta kita untuk membunuh pemuda itu! " ucap Laihong.
"Tapi apakah kau lihat, dia sangat tangguh, bahkan pertarungannya lebih menakutkan dari pada dua jendral kerajaan itu. " ucap Laiheng sedikit ngeri.
"Kita berada di ranah Alam dua, jika bekerja sama maka kita mungkin dapat mengalahkannya kak! " ucap Laihong.
Akhirnya mereka berdua masih melihat sepak terjang pemuda tersebut, sedikit ngeri ketika pemuda tersebut hampir membunuh separuh anggota mereka. Hingga mereka berdua benar benar terlalap emosi dan melesat kearah Cao Yuan dengan ilmu meringankan tubuh mereka.
Swuuush! Swuuush! Cao Yuan yang merasakan aura Alam dua melesat menghampirinya segera menghindar.
"Hebat juga kau anak muda! " ucap Laiheng.
"Tapi jika kami bergabung apakah kau masih bisa menghindar. " ucap Laihong.
Cao Yuan hanya tersenyum, tapi senyum yang dilihat Laiheng dan Laihong seperti sebuah ejekan. Pedang milik ayahnya kini telah ia genggam. Tanpa sepatah kata lagi Laiheng serta Laihong langsung melesat kembali dan pertempuran Cao Yuan melawan saudara kembar pemimpin kelompok pembunuh bayangan terjadi.
Cao Yuan yang lihai dalam menghindar, serta kecepatannya yang sama di tingkat Alam tiga membuat serangan dua saudara kembar itu terlihat sangat lambat.
"Gerakan dua puluh Naga! " ucap Cao Yuan disela sela pertempuran.
Slaaash! Slaash! belum sampai dua puluh gerakan lengan kiri mereka berdua langsung terpotong.
"Akkhh! " teriak mereka berdua langsung mundur dari pertempuran.
Cao Yuan hanya tersenyum, sedangkan Jendral Liong serta Jendral Tyrant masih sibuk dengan menyerang anggota kelompok pembunuh bayangan itu.
"Kenapa kalian menyerang kami? " ucap Cao Yuan tenang.
Dua saudara itu masih diam tak berbicara, karena mereka sendiri kini tengah meredakan rasa sakit dengan menelan Pill penyembuh yang dimiliki.
"Jawab pertanyaan ku! " ucap Cao Yuan dingin yang melihat dua saudara kembar itu hanya diam.
Mereka berdua masih terdiam dan kini tengah menatap tajam Cao Yuan.
"Baiklah! " ucap Cao Yuan kembali.
Swuuush! Cao Yuan melesat dengan kecepatan penuhnya, Slaaaashhh! Slaaash! tangan mereka tiba tiba terlepas tanpa sepengetahuan mereka.
__ADS_1
Dan tiba tiba mereka tersadar dan berteriak ketika tangan mereka telah buntung. Dan kini Cao Yuan telah berada dibelakang mereka.
"Akhhh! " ucap mereka berdua langsung kembali terdiam dan tatapannya berubah menjadi kosong. Karena mereka kini telah buntung tak memiliki tangan untuk melakukan sesuatu hal dan lebih baik mereka berdua mati dari pada tersiksa dikehidupan yang kejam ini.
Slaaash! Slaaash! Cao Yuan yang melihat kedua orang itu tak mau berbicara membuatnya segera memenggal kepalanya.
Para anggota pasukan kelompok pembunuh bayangan yang melihat pemimpin mereka tewas langsung berhamburan ke segala arah. Namun Jendral Tyrant dan Liong langsung mengejar dan menangkap salah satu kelompok tersebut.
Cao Yuan sendiri kini menghampiri Jendral Tyrant yang telah membawa seorang anggota kelompok itu.
"Jendral tanyakan apa tujuan mereka? " tanya Cao Yuan.
Jendral Tyrant kemudian mengangguk dan menotok syaraf milik anggota tersebut.
"Katakanlah apa tujuan kalian, setelah itu mungkin kami dapat mempertimbangkan kematianmu! " ucap Jendral Tyrant.
Tawanan kelompok pembunuh bayangan tersebut hanya diam, karena totokan Jendral Tyrant ia tak bisa kabur ataupun meledakan dirinya sendiri.
"Katakanlah! jika kamu mengatakan yang sejujurnya, aku janji akan menyuruh dua jendral Kerajaan untuk melepaskan mu! " ucap Cao Yuan.
Pembunuh bayangan itu langsung menatap Cao Yuan, apakah ada kebohongan diucapannya dan diwajahnya atau tidak.
"Ba-baik tuan! kami waktu itu hanya diperintahkan dua saudara kembar yang tewas di tangan tuan untuk memburu seorang pemuda yang bersama jendral kerajaan yang melewati hutan ini. "ucap anggota itu.
"Siapa yang memerintahkan mereka berdua? apakah kalian tau? " ucap Cao Yuan.
"Maaf tuan, informasi yang kami miliki tidak terlalu tepat, hanya saja kami mengetahui marganya saja. " ucap Anggota itu serius.
"Katakanlah siapa" ucap Cao Yuan telah menduga yang memerintahkan kelompok itu adalah Thai Hao atau Thai Lu yang tak terima.
"Marganya Thai. " ucap Anggota tersebut sambil memandangi Cao Yuan akankah menepati janjinya.
Seketika wajah Cao Yuan sedikit berubah, sedangkan dua jendral pun sama, karena berani menyinggung mereka.
"Jendral lepaskan saja, dan kalian lanjutkan perjalanan dulu, aku akan menyusul kalian nanti. " ucap Cao Yuan melesat menuju kota Taichi.
Dua Jendral tersebut yang telah melepaskan tawananya kemudian saling berpandangan. Karena sampai saat ini mereka benar benar hanya terlihat bodoh didepan Cao Yuan.
__ADS_1