Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa, hari mulai berganti, tepatnya dimana pernikahan akan dilaksanakan, pesta besar besaran diadakan di alam dewa. Sepasang kekasih kini sedang ada diatas panggung, Cao Yuan menggunakan baju merah khas pengantin, sedangkan Lylia menggunakan gaun merah, tampilannya yang sangat cantik dengan pakaiannya yang mewah membuat semua orang tergila gila pada kecantikannya. Namun siapa yang berani menyentuhnya, karena suaminya seorang legenda Dewa Naga, tidak ada kecemburuan pada hubungan mereka.


"Pengantin pria dan wanita meminta restu pada orang tua pria. " ucap Shen Huo An pembawa acara pernikahan.


Keduanya beriringan menuju tempat duduk Kaisar Langit dan Dewi Lianhua, selaku orang tua Cao Yuan. Setelah meminta restu dengan cara berlutut, Cao Yuan dan Lylia saling menatap. Hingga waktu dimana mereka kini telah berada. Disebuah tempat kuil suci dialam dewa.


Setelah mengungkapkan janji, keduanya kini berciuman mesra dan dilihat oleh banyaknya pasang mata yang melihat. Rasa iri mereka perlihatkan, namun tidak ada yang berani mengatakannya. Cao Yuan yang telah membuatkan cincin untuk Lylia segera ia keluarkan dari Cincin ruang.


"Lier, terimalah cincin ini, sebagai hadiah kecil pernikahan kita. " ucap Cao Yuan.


"Ini..." ucap Lylia sangat terpukau dengan ukiran yang dibuat suaminya.


"Cincin ini menandakan bahwa naga yang agung mencintai seorang Dewi Phoenix yang cantik. " ucap Cao Yuan.


Lylia tertegun mendengar filosofi atau arti ukiran cincin tersebut. Cao Yuan kemudian memasangkan cincin tersebut. Setelah itu mereka kembali ketempat pesta, dimana semua orang ingin memberikan hadiah, beserta sumber daya ataupun lainnya untuk Cao Yuan dan Lylia. Pesta makan, minum tak terasa hingga malam hari, dan hadiah selanjutnya akan segera ada.


"Gege aku lelah, apakah aku boleh istirahat. " uca Lylia.


Cao Yuan tersenyum mendengar hal tersebut, tidak mendapat jawaban hanya senyuman membuat Lylia heran pada suaminya.


"Swuuiitttt! " Suara yang keluar dari mulut Cao Yuan melengking.


Swuuuush! Swuuuuush! Dhuaaaaar! Dhuaaaar! Ribuan kembang api melesat kelangit dan meledak. Hal tersebut membuat keindahan serta keramaian dimalam hari yang meriah tersebut. Lylia tertegun, ia tak menyangka pernikahannya akan semeriah ini, sehingga ia memeluk Cao Yuan ditengah kembang api yang keluar dari sudut kota dan melesat kelangit dengan meriah, warna kembang api tersebut pun berwarna warni.


Guo Jing, dan Chi Yue, seorang Dewa tanah, dan Dewi Es kini memberikan hadiah mereka yang selama ini mereka cari di Benua Tinggi. Sebuah lukisan Cao Yuan dengan jirah perangnya, terdapat naga yang dinaiki Cao Yuan dan Lylia yang digambarkan seorang Dewi cantik menaiki seorang Phoenix yang sedang bergandengan tangan.


"Kakak ini. " ucap Cao Yuan.


"Adik, maafkan aku yang selalu merepotimu. " ucap Guo Jing.


Begitu juga dengan Chi Yue yang kini berpelukan dengan Lylia, mereka berempat kini menikmati keindahan kembang api yang disiapkan oleh pasukan abadi dan tetua Lu Ye. Setelah menikmati, semua pengunjung dan lainnya kembali kekediaman masing masing untuk beristirahat. Begitu juga dengan Cao Yuan dan Lylia yang kini telah sekamar.

__ADS_1


Kedua pasang mata bertemu, mereka kemudian kembali berpelukan, ciuman hangat diberikan oleh Cao Yuan dan dibalas oleh Lylia. Hari yang sungguh dinantikan oleh seorang suami istri akan terjadi. Keduanya kini membuka pakaian mereka, perlahan tapi pasti gaun dan pakaian yang mereka gunakan terlepas. Nafas yang memburu, jantung yang berdetak kencang mereka alami berdua. Belaian kecil mulai merambat keseluruh tubuh, tak hanya itu ******* kecil mulai terdengar dari mulut Lylia.


****


Pagi hari terjadi, Cao Yuan beserta Lylia bangun dengan tubuh telanjang saat mentari menembus kaca kamarnya.


"Gege. " ucap Lylia lemas.


Cao Yuan tersenyum, mata mereka kembali bertemu.


"Beristirahatlah. " ucap Cao Yuan kemudian bangun dari rebahannya menuju kamar mandi untuk membersihkan sisa keringat permainan tadi malam.


Setelah mandi, Cao Yuan kembali menatap istrinya yang terlihat kelelahan. Tak ingin membangunkannya, ia segera keluar dari kamarnya menuju istana. Sesampainya, Cao Yuan disambut oleh kedua belas dewa utama, dan Kaisar langit yang telah duduk ditahtanya.


"Yuaner."


"Dewa Naga." ucap mereka semua memberi hormat.


"Mari kita mulai pertemuan ini. " uca Kaisar Langit.


Segeralah Cao Yuan duduk ditempat yang disediakan untuknya.


"Hari ini aku kaisar langit, akan memberikan jabatan untuk kalian semua sesuai dengan tugas kalian." ucap Kaisar Langit.


Semuanya mendengarkan penjelasan kaisar langit, tidak ada suara selain kaisar langit yang menjelaskan aturan baru yang akan ada di alam dewa. Hukuman dalam setiap kesalahan ia juga berikan pada mereka semua.


"Hukuman akan berlaku oleh siapapun, bahkan jika aku melakukan kesalahan aku bersedia dihukum sesuai aturan. Begitu juga dengan anak serta keluargaku. " ucap Kaisar Langit.


"Baik Yang Mulia! " ucap mereka semua kompak.


Setelah pertemuan, Cao Yuan kemudian memikirkan Fusen, karena sampai saat ini ia belum mengetahui keberadaan Fusen. Karena itulah ia sedikit khawatir.

__ADS_1


"Yuaner, kenapa wajahmu terlihat murung. " ucap Kaisar Langit yang disetujui Shen Huo An dan lainnya.


"Ini...." ucap Cao Yuan menghela napas, ia kemudian bercerita tentang Fusen. Ia takut Fusen akan menggunakan cara apapun untuk mengalahkannya dan menghancurkan para Dewa dengan cara menuai pertikaian ataupun cara lainnya.


Kaisar Langit menegaskan pada Cao Yuan agar tetap tenang, sehingga Cao Yuan sendiri telah melupakan Fusen. Namun tanpa disedari mereka, Fusen sedang bermeditasi, didalam meditasinya ia mendapatkan sejumlah pencerahan, tidak tidak, melainkan sejumlah bencana yang besar akan menimpa seluruh alam. Didalam gambaran meditasi yang ia lihat, satu anak yang akan lahir akan membawa bencana yang besar jika anak tersebut mengetahui jati dirinya. Anak yang akan menjadi Buddha sesat, dan jika dibiarkan menjadi seorang yang jahat, anak tersebut dapat memiliki ranah Budasatva, namun tentunya Budhasatva hanya dapat dimiliki oleh segelintir orang saja. Dengan memiliki kekuatan tersebut, hanya para Budha saja yang dapat mengalahkannya.


"Budha sesat ya. " ucap Fusen tersenyum.


"Hahaha Cao Yuan tunggu pembalasanku. " ucap Fusen.


"Shu Lai, Hao Xiang, Kwan In, aku juga akan membalas apa yang telah kalian lakukan. " ucap Fusen lagi.


***$


Melihat Fusen yang sepertinya ada kesempatan untuk melakukan kejahatan kembali, tiga Buddha utama hanya bisa menghela napas sejenak.


"Shu Lai, pertempuran yang akan dahsyat akan kembali terjadi."


***


Hari terus berganti setelah satu bulan pernikahan, Lylia dinyatakan hamil oleh seorang tabib yang dikenal dengan Dewa Obat. Sang tabib yang telah mengecek kebenaran tersebut kini telah berada tepat didepan Cao Yuan.


"Aku akan memiliki seorang putra. " ucap Cao Yuan pada sang tabib.


Sang tabib hanya mengangguk dan memberikan beberapa pesan pada Cao Yuan dengan sopan.


"Tuan muda, aku merasakan dua janin didalam kandungan Lylia, namun yang membuatku merasa aneh, ada dua aura yang sangat berlawanan keluar dari dua janin tersebut. "


*


Sudah bisa dikatakan tamat, tapi masih ada dua episode buat prolog dinovrl yang baru.

__ADS_1


__ADS_2