Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Munculnya Dewa Bintang Cao Lian bersama Dewi Lianhua.


__ADS_3

"Pengganggu! " ucap geram Dewa Halilintar kemudian melesat melancarkan serangannya kembali kearah Shen Huo An yang juga belum menyeimbangkan tubuhnya.


Xing yang telah menelan Pill penyembuh buatan Cao Yuan segera melesat dan hal yang sama terjadi, Xing memblokir serangan pedang dewa halilintar dengan segenap kemampuannya membuat daya kejut tak kalah dahsyatnya terjadi.


Dhuaaaar! Xing dan Shen Huo An mendarat cepat ketanah dengan luka dalam yang mereka rasakan. Berbeda dengan Cao Yuan yang menghilang dan muncul dibelakang Dewa Halilintar.


"Heem lambat. " hanya itu yang dikeluarkan Dewa Halilintar saat merasakan Cao Yuan berada dibelakangnya.


Dhuaaaar! Cao Yuan terpental sejauh lima puluh meter, karena Dewa Halilintar mengerahkan tiga puluh lima persen kekuatannya.


"Ughh! " Cao Yuan muntah darah akibat luka dalam yang ia terima.


"Hahaha jika aku mengeluarkan seluruh kekuatanku, hanya satu kedipan mata kalian semua sudah musnah, namun aku tidak ingin melakukan itu karena bisa bisa aku terkena hukuman para Buddha. " ucap Dewa Halilintar bangga.


Bawahan Cao Yuan hanya bisa terdiam sambil menahan sakit luka dalam yang mereka terima, meskipun begitu mereka sendiri ingin sekali membantu Cao Yuan. Namun mereka menggerakkan tubuh saja kini sudah sangat sulit apa lagi melayang dan membantu Cao Yuan bertarung.


"Ma-maafkan kami tuan muda! " ucap mereka semua melihat pertarungan yang tak seimbang.


****


Alam milik Budhha.


"Sayang akun merasakan anak kita dalam bahaya besar. " ucap Dewi Lianhua disamping kaisar langit.


"Benar sayang, aku juga merasakan hal yang sama, namun siapa yang dapat membuatnya dalam bahaya di Benua Tengah. " ucap Kaisar Langit kemudian memunculkan formasi bintang.


Setelah formasi bintang muncul, Kaisar Langit langsung membuat segel tangan tak berselang lama segel yang ia buat meluncur kearah bintang yang sedikit redup. Swuuuung! Formasi bintang bergetar dengan munculnya peristiwa dimana Cao Yuan menghadapi dewa halilintar.

__ADS_1


Swuuuuush! Aura yang sangat agung serta aura mengerikan yang dimiliki kaisar Langit serta Dewi Lianhua keluar dengan sendirinya melihat Dewa Halilintar akan membunuh anaknya.


"Kita tidak bisa tinggal diam. " ucap Kaisar Langit membuat portal dimensi.


Dewi Lianhua pun mengangguk, setelah portal dimensi telah siap digunakan, mereka berdua segera memasuki portal tersebut.


*****


"Hahahaha! Mungkin pertanyaanmu tadi belum aku jawab, dan karena ini kematian kalian maka aku akan memberikan jawabannya." ucap Dewa Halilintar tersenyum.


"Aku kesini memang akan membunuh kalian semua, karena kalian telah membunuh bawahanku serta bawahan para dewa lainnya. Dan karena itu aku datang untuk mencabut nyawa kalian semua. " ucap Dewa Halilintar.


Cao Yuan terdiam ia tidak menyangka bahwa kematian bawahan para dewa akan diketahui secepat ini, yang diartikan Cao Yuan sebenarnya sudah menjadi buron dan hanya tinggal menunggu dirinya muncul maka ia akan dibunuh oleh para Dewa.


"Sudahlah waktuku terbatas, ucapkan saja pada Raja Neraka bahwa aku yang membunuh kalian. " ucap Dewa Halilintar kemudian merapal sebuah mantra.


"Mati! " teriak Dewa Halilintar kemudian menunjuk Cao Yuan dengan pedangnya.


Swuuuusshh! Awan diatas kepala Cao Yuan bergetar dengan petir yang mulai bergerak gerak dengan liar. Setelah itu petir tersebut menyatu dan menyambar kearah Cao Yuan dengan kecepatan diluar nalar.


"Tuan muda! "


"Tuan muda! "


Ucap bawahan Cao Yuan berteriak melihat Cao Yuan dalam keadaan bahaya, mereka juga seketika memejamkan matanya. Cao Yuan sendiri yang melihat awan diatasnya dengan terakhir petir besar yang keluar dari awan menyambar kearahnya hanya memejamkan matanya.


Dhuuaaar! Jdaaaaaaar! Tiba tiba ledakan yang sangat dahsyat terjadi, namun Cao Yuan hanya bisa mendengarkannya, tapi ia sendiri tidak merasakan rasa sakit apapun.

__ADS_1


"Apakah aku sudah mati. " ucap Cao Yuan kemudian meraskaan tangan lembut yang memegang bahu dan lengannya.


Perlahan matanya terbuka, namun tiba tiba air matanya keluar setelah melihat arah sampingnya terdapat ibu kandungnya yaitu Dewi Lianhua yang tersenyum lembut kearahnya.


"Anakku kamu bukanlah lawan dari dewa kep*rat itu." ucap Dewi Lianhua.


"Tenang saja ayah dan ibu telah datang membantumu. " ucap Dewi Lianhua kemudian menatap Kaisar Langit yang sedang memblokir serangan petir dengan tangan kosong.


Dewa Halilintar hanya menatap tempat pijakan Cao Yuan dengan alis yang menyatu. Karena ia masih bisa merasakan aura pemuda lawannya dan yang membuatnya semakin heran adanya dua aura yang sepertinya ia kenali. Berbeda dengan bawahan Cao Yuan yang masih memejamkan matanya, tubuh mereka yang lemas tak berdaya hanya tinggal menunggu giliran kematian mereka. Namun mata mereka terbuka setelah mendengar ledakan yang sangat keras, bahkan guncangan serta daya kejut mementalkan tubuh mereka.


Dhuuuaaar! Blaaaar! Jdaaaaar! Kaisar Langit yang menerima serangan petir dari Dewa Halilintar mengumpulkan petir yang ia tahan dengan tangannya, setelah itu ia memantulkan petir tersebut kearah Dewa Halilintar. Namun Dewa Halilintar yang memiliki kecepatan diluar nalar segera menghindari serangan yang membalik kearahnya itu. Dan alhasil serangannya yang berbalik menabrak bukit yang terdapat di satu kilometer jauh dibelakangnya, daya hancur yang mengerikan membuat bukit tersebut hancur porak poranda.


Swuuuuush! Satu aura yang sangat agung dari Kaisar Langit menyebar kesegala penjuru, bahkan area seribu kilometer merasakan aura hangat yang dirasakan oleh manusia biasa, hewan, dan kultivator diarea tersebut.


"Dewa Halilintar. " ucap dingin Kaisar Langit.


Deghhh! Jantung Dewa Halilintar berhenti berdetak lima detik setelah mendengar suara yang sangat ia kenali. Bahkan Niu dan lainnya pun sama.


"K..a..i..s.ar Langit! " ucap Dewa Halilintar sambil terbata bata.


"Apakah ini yang dilakukan oleh para Dewa? Membunuh manusia biasa yang bukan tandingannya." ucap Dewi Lianhua menimpal disamping Cao Yuan.


"Dewi Lianhua. " ucap lagi Dewa Halilintar mengusap matanya, karena ia sendiri sudah tau bahwa mereka berdua telah mati.


"Apakah kau terkejut Dewa Halilintar? Ini kenyataan bukan mimpi, kami berdua datang karena kamu berani menyentuh anakku apalagi berani membunuhnya. " ucap Kaisar Langit muncul dihadapan Dewa Halilintar.


Swuuush! Baaaaams! Blaaaar! Kaisar Langit langsung menyerang dengan tinjunya, Dewa Halilintar yang memiliki kecepatan diluar nalar menerima serangan tersebut. Namun perbedaan ranah kultivasi mereka yang bagaikan langit dan bumi membuat Dewa Halilintar segera terpental dan memuntahkan seteguk darah dari bibirnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kekuatanmu meningkat. " ucap Dewa Halilintar setelah menyeimbangkan tubuhnya tersadar bahwa ia tidak bisa mengukur ranah kultivasi Kaisar Langit Dewa Cao Lian, atau Dewa Bintang.


__ADS_2