Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
13


__ADS_3

Ditengah perjalanannya, Cao Zhen Xin sedang dilema, disisi lain ia harus mencari kakak kandungnya, namun hatinya sangat penasaran tentang undangannya untuk pergi ke sekte Cahaya suci milik biksu Wangyan.


"Ah sudahlah, siapa tau di sekte milik biksu Wangyan ada sesuatu yang berharga. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin melanjutkan perjalanannya menuju sekte Cahaya Suci.


Selang beberapa jam terbang, akhirnya Cao Zhen Xin merasa lelah, dan tepatnya kini ia telah berada diatas kota Jingse. Swuuuush! Haaap! Cao Zhenn Xin kemudian menghilang dan muncul sejauh satu kilometer dari gerbang menuju kota Jingse. Sesampai didepan gerbang, sang penjaga kota tiba tiba menghentikan langkah Cao Zhen Xin.


"Maaf tuan muda, mohon tunjukan identitas." ucap penjaga gerbang.


"Maaf penjaga, saya tidak memiliki identitas. " ucap Cao Zhen Xin ramah.


Dua penjaga gerbang kota Jingse saling pandang sejenak.


"Sesuai peraturan kota, biaya peraturan masuk kota sebesar sepuluh keping emas jika tuan muda tidak memiliki identitas. " ucap sang penjaga.


Tanpa banyak menawar, Cao Zhen Xin mengeluarkan sepuluh keping emas dari Cincin ruangnya, dan memberikan pada penjaga gerbang.


"Terimakasih tuan muda, semoga kunjungan anda dikota kami menyenangkan. " ucap penjaga membuka gerbang kota.


Cao Zhen Xin mengangguk, kemudian ia memasuki kota dengan tenang. Keramaian kota yang diakibatkan aktivitas para warga membuat Cao Zhen Xin terpana, pasalnya di alam dewa tidak ada yang namanya kegiatan jual beli.


"Tuan tuan di toko kami akan melaksanakan pelelangan senjata tingkat tinggi dengan pembukaan harga murah, mari mari! " ucap salah satu wanita cantik didepan toko promosi.


Cao Zhen Xin menghentikan langkahnya dan menatap bangunan yang bertuliskan Lelang senjata.


"Pelelangan, menarik. " gumam Cao Zhen Xin.


"Tuan muda, apakah tuan muda akan memasuki pelelanganku. " tanya sang wanita yang tadi berpromosi.


Cao Zhen Xin mengangguk, sontak melihat anggukan pemuda tampan, sang wanita segera memberikan penawaran tempat.


"Tuan muda, ditempat pelelangan kami terdapat ruangan yang berbeda, tuan muda ingin memilih VIP atau yang biasa. "


"Apakah ada biaya di ruangan VIP? " tanya Cao Zhen Xin.


"Ada tuan muda, karena disamping ruangan khusus,diruangan VIP disediakan pelayan yang akan melayani anda. " ucap sang wanita.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyewa satu ruangan VIP. " ucap Cao Zhen Xin.


Sang wanita akhirnya membawa Cao Zhen Xin menuju kedalam toko senjata yang tak lain ada tempat pelelangan tersendirinya. Sesampai disebuah ruangan yang terdapat kaca tembus kearah panggung, sang wanita yang tak lain pemilik lelang kemudian menghentikan langkahnya.


"Tuan muda, ini ruangan VIP anda, pelelangan akan dimulai tiga puluh menit lagi. Biaya sewa ruangan VIP ini lima keping emas. " ucap pemilik lelang.


Tanpa menawar lagi, Cao Zhen Xin akhirnya memberikan lima keping emas dari dalam cincin ruangnya.


"Terimakasih tuan muda. " ucap pemilik lelang kemudian bertepuk tangan.


Setelah bertepuk tangan, sosok wanita berumur tujuh belas tahun dengan paras yang sangat cantik kemudian memasuki ruangan.


"Hormat pada tuan muda, aku She Luan siap melayani anda jika ada keperluan yang dibutuhkan. " ucap She Luan.


"...." Cao Zhen Xin terdiam melihat kecantikan She Luan.


"Ehemm." deheman pemilik lelang mengejutkan Cao Zhen Xin.


"Ehh.." ucap Cao Zhen Xin salah tingkah.


Sedikit rasa canggung dilanda mereka berdua yang kini telah satu ruangan.


"Tu-tuan muda apakah anda ingin minum arak? " tanya She Luan memberanikan diri.


"Apakah ada? Jika ada maka boleh siapkan satu kendi arak saja. " ucap Cao Zhen Xin menghilangkan rasa gugupnya.


She Luan segera keluar dari ruangan, dan menuju tempat dapur yang ada di toko pelelangan kakaknya.


"Kenapa aura wanita itu sangat berbeda dari yang lain. " gumam dalam hati Cao Zhen Xin.


Selang beberapa menit She Luan kembali memasuki ruangan Cao Zhen Xin membawa satu gelas dan satu kendi arak sesuai permintaan dari Cao Zhen Xin.


"Kenapa hanya satu gelas. " ucap Cao Zhen Xin menaikan alisnya.


Sontak She Luan yang juga nyatanya terpana dengan ketampanan Cao Zhen Xin langsung salah tingkah.

__ADS_1


"Tu-tuan bukankah anda hanya.." ucap She Luan terpotong.


"Tentu aku ingin menikmati arak ini bersamamu, jadi ambilah gelas tak usah terlalu sungkan padaku. " ucap Cao Zhen Xin.


She Luan kembali keluar dari ruangan tuk mengambil gelas didapurnya. Selang beberapa menit ia kembali membawa gelas kecil yang Sama ukurannya dengan Cao Zhen Xin.


"Duduklah. " ucap Cao Zhen Xin sedikit terbiasa.


She Luan mengangguk dan memberanikan diri duduk disofa yang ada di ruangan VIP bersebelahan dengan Cao Zhen Xin.


"Maaf nona jika boleh tau apakah mulainya lelang masih lama? " tanya Cao Zhen Xin.


"Kurang lebih lima belas menit lagi tuan muda. " ucap She Luan.


Cao Zhen Xin mengangguk anggukan kepalanya sebagai tanda mengerti.


"Sudah lamakah kamu bekerja ditempat ini. " tanya Cao Zhen Xin berbasa basi.


"Sebenarnya saya adik dari nona She Mei yang tadi mengantarkan tuan muda. " ucap She Luan.


Mereka berbincang santai, walaupun hati mereka berdebar debar namun keduanya terlihat menyembunyikan perasaan tersebut dengan baik, hingga akhirnya pelelangan dibuka.


"Selamat pagi di pertemuan kali ini, saya She Mei yang akan membawa acara pelelangan kali ini sendiri. Terimakasih para tamu yang mau menghadiri pelelangan kali ini, aku harap para tamu sekalian dapat bekerja sama dengan baik. " ucap She Mei yang tak lain pemilik pelelangan.


Cao Zhen Xin masih mengisi cangkir miliknya dan milik She Luan. Hingga acara telah dibuka dengan pelelangan awal sebuah senjata tingkat tinggi. Cao Zhen Xin terus mendengarkan penawaran yang terus panas dilakukan oleh para tamu, sesekali ia berbincang santai dengan She Luan. Rasa canggung yang hadir pada awal pertemuan kini mulai menghilang, sedikit demi sedikit rasa nyaman mulai tumbuh dihati mereka berdua. Pelelangan terus berlanjut, hingga tiba tiba Cao Zhen Xin penasaran pada barang yang dilelang oleh She Mei.


"Pelelangan kali ini adalah batu surgawi, sebuah batu yang sangat keras, yang tidak bisa dihancurkan oleh ranah kaisar dewa tingkat satu kebawah. Batu ini dapat dijadikan bahan pembuatan senjata, karena kekerasannya yang sangat keras aku buka harga awal seribu keping emas. " ucap She Mei.


Cao Zhen Xin yang sebenarnya sedikit mabuk namun dapat melihat jelas apa batu yang ada didepannya segera mengedarkan mata Dewanya.


"Bu-bukankah itu..." ucap Cao Zhen Xin tak melanjutkan ucapannya melainkan langsung memencet bel penawaran yang ada didepannya.


"Aku akan mematok harga lima ribu keping emas. " ucap Cao Zhen Xin keras.


Sontak semua orang terkejut dengan penawaran setinggi itu hanya untuk batu surgawi.

__ADS_1


"Apakah pemuda yang menawar itu masih waras? Ranah kaisar dewa saja tidak bisa menghancurkannya apalagi dia. " ucap pelanggan lain.


__ADS_2