
"Ta-tapi..." ucap Tetua Lu Ye.
Cao Yuan menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada kata tapi paman. " ucap Cao Yuan tersenyum.
Tetua Lu Ye hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, karena ia sendiri tidak dapat menolak apa yang diminta oleh Cao Yuan.
"Baiklah tuan muda, hamba siap menerima keinginan tuan muda. Namun jika dari pasukan sekte Abadi ada yang menolak kehadiranku menjadi pemimpin mereka, aku akan langsung mundur. " ucap Tetua Lu Ye.
Cao Yuan tersenyum dan menyetujui ucapan tetua Lu Ye, setelah itu tiba tiba ia menaikan alisnya melihat Niu muncul didepannya dengan raut wajah panik.
"Tu- ehhh.. Dewa Naga! Gawat! " ucap Niu.
"Niu ada apa? Sepertinya kamu sangat panik. " ucap Cao Yuan.
" Penduduk Be-benua tengah tiba tiba lenyap. " ucap Niu karena ia akan menggantikan tugas Dewa Pengawas yang lama, sehingga kini ia dapat mengawasi tiga alam fana yang disebut benua rendah, tengah dan tinggi.
Kini Cao Yuan yang terkejut mendengar hal tersebut. Cao Yuan meminta tetua Lu Ye untuk kembali melanjutkan pelatihannya, dan setelah itu Cao Yuan serta Niu muncul didalam istana yang ternyata Kaisar Langit, Shen Huo An, Jaoyang dan lainnya sedang asik bercerita. Melihat kedatangannya Cao Yuan, dan Niu yang wajahnya panik membuat mereka semua yang ada di aula istana menjadi heran.
"Tuan muda! " ucap mereka semua.
Cao Yuan menghela napas mendengar para dewa yang menyebutnya dengan panggilan tuan muda, karena ia sendiri merasa ditinggikan oleh para dewa akibat anak dari Kaisar Langit. Namun adanya keadaan yang lebih gawat ia hanya bisa menghela nafas saja.
"Niu katakanlah apa yang terjadi. " ucap Cao Yuan.
Setelah itu Niu bercerita panjang lebar tentang apa yang ia lihat di Benua Tengah, seketika raut wajah mereka semua berubah menjadi marah.
"Siapa yang membunuh mereka? Apalagi parahnya menyerap energi kehidupan para manusia. " ucap Kaisar Langit.
"Ayah, para iblis tidak mungkin melakukannya, karena bukankah mereka telah tiada. " ucap Cao Yuan yang disetujui lainnya.
__ADS_1
"Apakah Budha sesat telah terlahir. " ucap Kaisar Langit.
"Ayah, saat ini kita tidak bisa memutuskannya. " ucap Cao Yuan.
Mereka membahas kejadian yang ada di Benua tengah dengan usul yang berbeda beda. Namun karena mereka tidak mengetahui siapa dalang dibalik kematian atau penyerangan para Kultivator dan manusia biasa di Benua Tengah mereka hanya bisa berpikir tanpa ada penyelesaian yang jelas.
"Ayah, aku akan turun ke Benua Tengah untuk memeriksa kejadian hal ini, karena itu ijinkan aku untuk memeriksanya. " ucap Cao Yuan berlutut.
"Anaakku ayah hanya bisa menyetujui keputusanmu itu, namun ayah meminta kamu harus berhati hati. " ucap Ayahnya.
Cao Yuan mengangguk, dan setelah itu ia segera berpamitan pada ayah serta lainnya yang ada didalam ruangan, tak lupa ia berpamitan pada ibunya.
Swuuuung! segel tangan Cao Yuan buat, dan setelah itu muncul gerbang dimensi menuju Benua Tengah.
"Yuaner! Hati hati. " ucap Kaisar Langit yang disampingnya ada Dewi Lianhua.
"Tuan muda! Hati hati! " ucap mereka semua kompak.
Swuuuush! Setelah tubuh Cao Yuan memasuki gerbang tersebut, Cao Yuan lenyap dibarengi dengan hilangnya gerbang dimensi. Perjalanan lima menit akhirnya Cao Yuan sampai di Benua Tengah, ia muncul dilangit menatap keadaan kota dibawahnya yang terlihat bangunan tinggi yang menjulang terlihat sepi, hanya terlihat ribuan tengkorak yang tergeletak di dekat bangunan tersebut.
Swuuuush! Tubuhnya menghilang dan muncul ditengah kota, ia mencoba mengedarkan seluruh kekuatan jiwanya untuk melacak aura yang tersisa.
"Siapa yang melakukan hal keji ini. Sungguh tidak bisa kumaafkan! " ucap Cao Yuan memendam rasa benci pada pelaku tersebut.
Cao Yuan berjalan santai, ia melihat sekelilingnya, ia berharap menemukan salah satu petunjuk tentang pelaku yang menyerap energi kehidupan manusia dikota tersebut. Namun telah berjalan lima belas menit, dirinya tidak menemukan satupun petunjuk.
"Lebih baik aku lihat lihat dikota lainnya. " gumam Cao Yuan.
****
Nyatanya berita tentang kematian masal di banyaknya kota yang telah terjadi membuat Kultivator, dan manusia biasa yang ada di Benua Tengah dilanda rasa takut yang berlebihan. Semua orang yang masih hidup tidak berani beraktivitas dan keluar dari rumah. Mereka hanya berharap adanya seorang Dewa yang muncul membantu menyelesaikan masalah tersebut.
__ADS_1
Sekte kecil dan besar, hingga sekte yang berlawanan juga telah melakukan pertemuan membahas kejadian diluar nalar tersebut. Namun saat pertemuan berlangsung tidak adanya jalan keluar.
****
Cao Yuan melesat kesana kemari, namun hasilnya sama, semua kota, kerajaan, bahkan desa kecil telah kosong, hanya terlihat tulang yang berserakan dijalan maupun didalam rumah. Rasa amarahnya melihat hal tersebut semakin menjadi jadi.
"Jika yang melakukan ini para dewa, maka aku tak segan segan akan menyerang kalian semua. " ucap Cao Yuan sambil menghentakan kaki dan melesat menyusuri benua tengah dengan kecepatan puncaknya.
Hingga tiba disebuah Sekte Pedang Kristal, Cao Yuan menatap keadaan sekte yang terlihat penjagaannya yang ketat, namun yang membuatnya penasaran, dari banyaknya penjaga, banyak murid yang tidak menggunakan seragam sekte yang sama.
Swuuuung! matanya bercahaya, seketika ia dapat melihat semua yang ada didalam bangunan sekte, melihat banyaknya tokoh Kultivator yang sepertinya sedang membahas masalah yang terjadi, Cao Yuan menajamkan pendengarannya.
Tak terasa, Cao Yuan telah mendengarkan lebih dari satu jam, dirinya masih berada dilangit dan melakukan hal yang sama. Namun disaat tengah tengah ia terfokus pada pendengaran dan penglihatannya. Sebuah tangan keriput menepuk bahunya, sehingga membuat Cao Yuan terkejut dan waspada. Satu kakek tua berbaju putih, dan tiga pria paruh baya berbaju sama yang berada didepan Cao Yuan menaikan alisnya, sedikit was was melihat mata bercahaya keemasan yang keluar dari mata pemuda tampan didepan mereka.
"Pemuda apa yang kau lakukan disini? " tanya sang kakek.
"Ehh kek, maaf jika saya mengganggumu, jika begitu aku akan pergi. " ucap Cao Yuan menghilangkan mata bercahayanya dan pergi begitu saja.
Ia kini menggerutu atas kelalaiannya, karena terlalu fokus dalam mendengarkan pembicaraan para ketua sekte yang berkumpul, ia tidak dapat merasakan aura kehadiran orang lain yang mendekat kearahnya.
"Pemuda yang aneh, apakah dia dalang dibalik semua ini? " ucap kakek tua membuat segel tangan menutup seluruh kawasan sekte.
"Bao Tie, Bao Lu, Bao Tao, ikuti pemuda tersebut. " ucap sang kakek tua yang curiga terhadap Cao Yuan.
Cao Yuan terbang dengan santai, hingga ia terkejut setengah mati setelah sadar.
"Apakah aku bodoh! Jangan jangan." ucap Cao Yuan.
####
Bentar lagi tamat, jadi soal Buddha sesat akan aku tulis jika kalian mau lanjutin ceritanya waktu novel ini tamat.
__ADS_1