
"Ibunda Meiying! " ucap Meilan tiba tiba berlutut dan membuat Lylia serta semua orang kebingungan. Namun tidak dengan Cao Yuan yang mendengar ucapan Meilan.
"Lylia mirip dengan ibunya? " ucap dalam hati Cao Yuan.
"Yuaner! diaaa! " ucap Lylia bingung.
Cao Yuan hanya terdiam, dia juga maasih belum sepenuhnya paham. Namun tiba tiba serangan tiga tombak yang melesat kearah Lylia membuat Cao Yuan memutar balikan tubuhnya, sehingga tombak tersebut mengarah pada Cao Yuan. Namun ketika telah berada tepat dipunggung Cao Yuan, tiga tombak yang melesat tersebut tiba tiba hancur.
Kraaaak!
"Menyerang secara diam diam? " ucap Cao Yuan dingin kemudian menatap Hao Shi yang sepertinya sudah tau kode dari Cao Yuan untuk membabat habis prajurit serta walikota yang kini sedang mengepal erat tangannya melihat kematian anaknya didepan mata.
"Hao Shi! bunuh mereka! " ucap Cao Yuan.
Swuuush! Seketika Hao Shi melesat dengan kecepatan tak kasat mata, bahkan kecepatannya tidak mampu dilihat oleh para prajurit.
Baaams! Baaaams! ledakan tubuh satu persatu para prajurit terdengar menjadi kabut darah. Bahkan para prajurit yang tak ingin menjadi korban segera berlarian kabur kesana kemari untuk melarikan diri.
"Jika tuan mudaku telah memberi perintah untuk membunuh kalian, maka aku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja. " ucap Hao Shi menggema dan masih melesat kesana kemari terus menyarangkan serangannya hingga para prajurit menjadi kabut darah satu persatu.
Cao Yuan kemudian melepas pelukan Lylia dan menatapnya bergantian dengan Meilan yang masih berlutut lemas.
"Lier! katakan padanya bahwa kamu bukanlah orang yang sama. " ucap Cao Yuan lembut.
Lylia segera mengangguk dan kemudian Lylia mendekat kearah Meilan.
__ADS_1
"Maaf nona! " ucap Lylia namun seketika ucapannya terpotong oleh Meilan.
"Panggil nama hamba saja, karena aku pelayan tuan muda. " ucap Meilan mencoba menguatkan hatinya. Dia tahu benar tentang sistem reinkarnasi seorang, namun bukan bearti orang yang mirip dengan ibunya adalah reinkarnasi ibunya tersebut.
Lylia mengangguk.
"Namamu Meilan bukan? sebelumnya aku minta maaf aku bukanlah ibumu yang telah tewas, dan mungkin wajah aku dan ibumu itu sama. Namun percayalah aku bukan orang yang sama. " ucap Lylia.
Meilan mengangguk mengerti dan kemudian merapal sebuah mantra aneh. Sebuah bulu berwarna keemasan serta bintik merah yang terlihat sangat cantik tiba tiba muncul ditangannya, aura yang dikeluarkan pun cukup menindas yang keluar dari bulu tersebut. Bahkan seketika aura tersebut menyebar keseluruh kota Duan Zao. Hao Shi, Cao Yuan dan semuanya pun terkena dampak dari aura tersebut, namun Cao Yuan seketika menetralkannya dengan aura Naga untuk melindungi Lylia.
"I...tu. " ucap Cao Yuan terdiam karena terkejut seketika ilmu sejuta pengetahuannya berfungsi.
"Bulu Ratu Phoenix pada umumnya dapat dimiliki oleh penerus sang Dewi Phoenix, jika bulu itu benar benar cocok dengan pemilik maka bulu tersebut akan menjadi seorang Phoenix abadi. " Cao Yuan terkesima dan masih terdiam, tanpa ia sedari Lylia ternyata tidak terpengaruh dengan aura yang dikeluarkan bulu tersebut.
Kini Lylia sendiri tengah mengambil bulu Phoenix yang ditangan Meilan. Slaash! tiba tiba bulu Phoenix tersebut bergerak sendiri saat Lylia menyentuh bulu tersebut yang mengakibatkan tangannya mengeluarkan darah. Dan seketika Lylia meraung kesakitan, hingga ledakan dari tubuhnya serta sebuah asap keemasan dibaluti warna kemerahan yang bercampur terlihat.
"Tuan muda! gawat! sepertinya kekasih anda adalah reinkarnasi ibuku dan masalahnya seharusnya pengenalan darahnya ketika ia memiliki ranah.." ucap Meilan terhenti akibat sebuah ledakan yang membuat seluruh kota bergetar hebat.
Baaaamsss! Dhuaaaar! bahkan warga yang sedang melihat pertarungan Hao Shi serta prajurit kota banyak sekali yang tewas. Walikota yang sedang melihat pertempuran Hao Shi melawan prajuritnya pun tewas seketika akibat ledakan tersebut.
Cao Yuan juga terhuyung sepuluh meter, beerbeda dengan Hao Shi yang kini terlempar menabrak dinding kota tersebut, meskipun terluka sedikit parah, namun Hao Shi memiliki pertahanan tubuh yang kuat. Pekikan seorang Phoenix tiba tiba membuat Cao Yuan segera menyeimbangkan tubuhnya dan menatap Lylia yang perlahan menjadi seorang Phoenix, bulu sayapnya serta ekor sayapnya terlihat sangat cantik, bahkan kecantikan wujud sang Phoenix tersebut mengalahkan kecantikan wujud asli dari Meilan.
Meilan yang juga terlempar sejauh sepuluh meter kini panik, rasa menyesalnya memberikan bulu Abadi atau Bulu Ratu Phoenix untuk Lylia atau kekasih tuan muda yang belum menginjak ranah kultivasi Kaisar Dewa awal untuk mengendalikan darah Phoenix membuatnya semakin panik.
"Ini.. tidak mungkin, jika dibiarkan kesadaran nyonya muda akan menghilang dan dirinya akan menghancurkan aapapun yang ada disekitarnya. " ucap Meilan panik.
__ADS_1
Cao Yuan yang mendengar penjelasan Meilan segera membuat segel tangan untuk menutupi area sekitarnya sejauh 20 meter untuk mengurung mereka bertiga.
"Hao Shi! katakan pada walikota keparat tersebut untuk membawa pergi jauh para warga dari kota ini! " ucap Cao Yuan dipikiran Hao Shi tak sadar bahwa walikota dan orang yang melihatnya telah tewas akibat ledakan dari tubuh Lylia.
"Tu-tuan muda! walikota telah tewas! " balas Hao Shi dipikiran Cao Yuan.
"Apa! " ucap Cao Yuan dipikiran Hao Shi terkejut.
Namun tiba tiba Lylia yang telah sepenuhnya berubah menjadi seekor Phoenix yang agung menyerang segel perisai buatan Cao Yuan.
"Kini aku serahkan tugasmu untuk membawa pergi warga dari kota ini, entah dengan cara apapun, karena Lylia tidak bisa mengendalikan tubuhnya sama sepertiku. " ucap Cao Yuan kembali.
Hao Shi yang nyatanya masih terbaring dengan cepat berdiri dan juga melesat kearah para warga yang kini mulai berlarian karena panik, bahkan para Kultivator ada yang mendekat ataupun ikut panik berlarian untuk kabur.
Melihat Hao Shi sudah melakukan perintahnya, Cao Yuan menatap Meilan yang kini merasa bersalah dengan tatapan serius.
"Meilan! bantu aku untuk membawa Lylia menjauh dari kota! " ucap Cao Yuan yang kini menatap Lylia yang telah berubah menjadi Phoenix dan kini ranah Kultivasinya naik secara drastis menjadi Dewa Sejati.
Meilan mengangguk dan kemudian merubah wujudnya menjadi Phoenix yang tak kalah cantiknya, namun tetap saja masih terlihat cantik perubahan Lylia dilihat dari warna dan corak yang lebih terang di bulu wujud Lylia.
Kyaaaat! Kyaaaat! dua Phoenix yang dikurung oelh segel buatan Cao Yuan saling memekik, hingga kedua Phoenix saling bertatapan tajam.
"Tuan muda! bagaimana jika aku melukainya! " ucap Meilan panik.
"Tidak apa apa! hanya saja aku sedang menunggu Hao Shi selesai dengan tugasnya. " ucap Cao Yuan pasrah.
__ADS_1
Meilan mengangguk, namun dirinya tak tega melukai kekasih tuan mudanya. Tapi apa daya, kini Lylia bukan lagi Lylia namun telah dikendalikan oleh Darah Phoenixnya.
"Oh tidak. " ucap Cao Yuan yang merasakan ranah kultivasi dari wujud Phoenix Lylia bertambah hingga Kaisar Dewa.