Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Cao Yuan terluka parah


__ADS_3

Ledakan yang dahsyat tersebut juga membuat pertempuran pasukan sekte Abadi, Shen Huo An dan lainnya terhenti. Tak memungkinkan ledakan itu sedikit mereka rasakan daya kejutnya.


"Tuan muda. " gumam Shen Huo An menyerang lawannya yang seimbang dengan ranah kultivasinya di kaisar dewa puncak dua.


"Gege. " ucap Lylia juga sedikit khawatir.


Semuanya sama, karena mereka tahu Cao Yuan sedang menghadapi pangeran Kegelapan. Namun apa daya mereka, para iblis terus berdatangan tiap detik, sehingga mereka harus fokus terhadap lawan mereka masing masing.


Cao Yuan yang terluka parah kini mencoba bangkit dengan pedang yang ia tancapkan ketanah sebagai pegangannya.


"Telah berakhir, namun aku terluka sangat parah. " ucap Cao Yuan memeriksa sekitarnya, tidak ada satupun iblis disekitarnya, namun tubuhnya terasa sangat lemas.


Cao Yuan kemudian memeriksa kalung yang tak lain wujud lain dari naga hijau keemasan.


"Bagaimana apakah kamu terluka parah. " ucap Cao Yuan peduli karena ia tahu daya kejut dari ledakan tubuh pangeran kegelapan sangat mengerikan.


"Aku tidak apa apa tuan muda, hanya saja mungkin satu tahun kedepan aku tidak bisa menggunakan wujudku kembali." ucap Naga hijau.


Cao Yuan menghela napas sejenak, kemudian ia menelan dua Pill penyembuh dan tiga pill penambah energi. Sesaat ia mengistirahatkan tubuhnya.


"Luka dalam ini setidaknya membutuhkan pemulihan yang cukup. " gumam Cao Yuan yang telah memeriksa lukanya dengan kekuatan jiwa.


Namun pandangannya teralih kearah dimana pasukannya, serta Shen Huo An dan Lylia berada.


"Sepertinya mereka membutuhkan bantuan ku. " ucap Cao Yuan menghentakan kakinya dan melesat kembali kearah gerbang dimensi.


Sesampainya diatas langit Cao Yuan menatap pertempuran yang sangat kacau dengan sedikit tenang. Walaupun pasukan sekte Abadi kalah dalam jumlah, mereka semua terlihat mampu mengimbangi gempuran dari jutaan iblis.


Cao Yuan mengibaskan tangannya kesana kemari untuk mengeluarkan telapak Ilahinya. Hingga ribuan kali. Ledakan yang terdengar pun sedikit menggetarkan dunia iblis. Tak terasa setengah jam membantu akhirnya tersisa puluhan iblis dengan kemenangan telak dipihak Cao Yuan.


"Gege. " ucap Lylia melihat Cao Yuan yang nyatanya membantu pertempuran sejak tadi.


Namun wajahnya langsung pucat melihat Cao Yuan yang berada dilangit tiba tiba tak sadarkan diri.


"Tu-tuan muda! " ucap mereka semua kompak.


"Gege! "

__ADS_1


"Dewa Naga. " ucap Shen Huo An langsung melesat dan menangkap tubuh Cao Yuan.


Pertempuran diakhiri dengan kemenangan telak dipihak Cao Yuan. Namun tidak ada rasa bahagia melihat Cao Yuan masih tak sadarkan diri dipelukan Shen Huo An.


"Dewa Naga terkena luka dalam yang sangat parah. Lebih baik kita kembali. " ucap Shen Huo An yang disetujui semua orang.


Swuuuung! Niu, Luo Luo, Xing, Jaoyang, Jaoying menggabungkan kekuatan mereka untuk menciptakan gerbang dimensi menuju alam yang dilindungi oleh para Buddha. Sesampainya mereka disambut oleh Kaisar Langit dan Dewi Lianhua dengan hangat, namun melihat wajah lesu dan khawatir yang diperlihatkan pasukan sekte Abadi dan Luo Luo membuat mereka berdua menaikan alisnya.


"Hormat pada Yang Mulia! " ucap mereka semua kompak.


Setelah itu pasukan sekte Abadi yang telah berbaris rapi tiba tiba membuka jalan, dan terlihat Lylia yang sedang menangis disamping Cao Yuan yang digendong oleh Shen Huo An.


"Yuaner! " ucap Kaisar Langit dan Dewi Lianhua langsung berlari, dan memeriksa tubuh Cao Yuan.


"Luka yang sangat parah. " ucap Kaisar Langit langsung mengaliri kekuatan bintangnya.


"Lier, tenanglah Yuaner pasti akan baik baik saja. " ucap Dewi Lianhua menenangkan Lylia.


Selang beberapa menit tidak ada suara apapun, dan tentunya semuanya masih menatap Kaisar Langit yang memberikan kekuatan bintangnya untuk memulihkan kondisi Cao Yuan.


"Huhh! Setidaknya kalian tidak terlambat membawa tubuh anakku yang terluka dalam. " ucap Kaisar Langit menghela napas sejenak.


"Shen Huo An, Lier, karena kita akan menghadapi para dewa, aku harap kalian juga ikut berkultivasi serta berlatih untuk persiapan yang akan datang. " ucap Kaisar Langit.


"Baik Yang Mulia!" Jawab Shen Huo An.


"Ayah, Ibu. " ucap Lylia tak tega melihat Cao Yuan ditinggal sendiri.


Kaisar Langit dan Dewi Lianhua tersenyum sejenak menatap Lylia yang khawatir.


"Tenanglah Lier, Yuaner akan kami rawat dengan baik. Sehingga kamu bisa berlatih dengan tenang. " ucap Dewi Lianhua.


"Terimakasih ibu. " jawab Lylia.


Kaisar Langit dan Dewi Lianhua mengangguk.


****

__ADS_1


Fusen, Kaisar Kegelapan yang sedang meditasi membuka mata mereka perlahan. Tiba tiba hati mereka terasa sangat sakit merasakan aura yang mereka kenali tidak bisa mereka rasakan.


"Xie er!"


"Xie er! " ucap mereka berdua kompak walaupun ditempat yang berbeda.


Mereka berdua kemudian muncul diatas dunia iblis yang kini telah tidak ada penghuninya. Fusen muncul ditempat bekas pertempurannya pangeran kegelapan melawan Cao Yuan, sedangkan Kaisar Kegelapan muncul dibekas pertempuran prajurit iblis.


"Pertempuran ini baru saja terjadi. " gumam Kaisar Kegelapan dingin.


Aura yang sangat mengerikan merembes keluar dari tubuhnya. Begitu juga dengan Fusen yang dapat melihat kejadian saat Pangeran Kegelapan meledakan dirinya sendiri.


"Cao Yuaan! " teriak Fusen menggema menggetarkan dunia iblis.


Kaisar Kegelapan yang mendengar teriakan seseorang yang sangat marah, tiba tiba merinding. Namun karena rasa penasarannya walaupun kini ia juga memendam rasa amarah yang besar. Ia segera mencari sumber suara tersebut.


Sesampainya, Kaisar Kegelapan menaikan alisnya melihat seorang kakek tua berjubah hitam berlutut sambil memejamkan matanya. Ia sendiri masih belum mengetahui bahwa anaknya telah tewas, karena itu ia berpikiran bahwa yang menyerang dunia miliknya adalah kakek tua yang sedang berlutut tersebut .


"Hei kakek tua! Apakah kau yang membunuh isi seluruh duniaku ini." ucap Kaisar Kegelapan mengeluarkan aura pembunuh dan kegelapan yang merembes keluar dari tubuhnya.


Sang kakek tua membuka matanya perlahan, namun dia sama sekali tak terpengaruh aura yang dikeluarkan oleh Kaisar Kegelapan. Matanya kini melirik Kaisar Kegelapan yang terlihat marah menatapnya.


"Kaisar kegelapan. " gumam Fusen menaikan alisnya.


Berbeda dengan Kaisar Kegelapan yang melihat kakek tua hanya bisa diam menatapnya saja. Dengan segera ia melesat dan mengayunkan tinjunya saat ia telah sampai didepan Fusen. Namun anehnya kakek tua hanya diam, tapi tiba tiba tubuh Kaisar Kegelapan jatuh berlutut tanpa ia tahu apa yang terjadi. Yang ia tahu hanya ada sesuatu yang menekan pergerakannya.


"Apakah kamu ayah dari Xie Xaoer? " ucap Fusen dingin.


Gleeek! Kaisar Kegelapsn menelan ludahnya saat mata kakek tua berubah menjadi hitam sepenuhnya, apalagi ucapannya yang terdengar dingin.


"Ke-kenapa kamu tahu nama anakku kek. " ucap Kaisar Kegelapan sedikit waspada.


"Apakah kamu tidak bisa melindungi anakmu sendiri. " ucap lagi pertanyaan Fusen membuat Kaisar Kegelapan bertambah bingung.


"Mohon kejelasannya kek. " ucap Kaisar Kegelapan memberanikan diri.


Fusen tiba tiba menghilang dan muncul didepan Kaisar Kegelapan, sedikit terkejut dan waspada namun kaisar kegelapan sendiri tidak bisa bergerak sama sekali, hingga sang kakek tua menyentuh keningnya. Munculah peristiwa awal penyerangan hingga kematian Xie Xao dipikiran kaisar kegelapan.

__ADS_1


"Cao Yuaaan! " teriak kaisar kegelapan mengeluarkan seluruh ranah kultivasinya ditingkat puncak kaisar dewa tiga.


__ADS_2