
Detik demi detik waktu terus berjalan, dan rombongan Cheng Hylong kini telah sampai di hutan yang porak poranda hasil pertarungan part pertama sekte Shijing yang kalah.
"Berhenti! " ucap Cheng Hylong.
Serentak pasukannya memberhentikan langkah dan menunggu aba aba dari ketua pertama sekte Shijing.
"Sekte Pedang Naga Langit! keluarlah dari sarangmu! atau aku akan menghancurkan kalian! " ucap Cheng Hylong menggunakan energi Qinya menggema keseluruh sudut sekte.
Para anggota sekte Pedang Langit yang tengah berkultivasipun menghentikan aktivitas mereka dan berbondong bondong keluar dari asrama menuju depan gerbang Sekte. Raja Shao dan dua jendral serta tetua sekte pun mereka sama langsung melesat mencari sumber suara tersebut.
Degghh! jantung semua orang berhenti berdetak setelah melihat siapa yang datang, dan mereka yang mengenali Cheng Hylong seketika tubuhnya bergetar.
Seorang yang memiliki ranah kultivasi tertinggi membuat mereka yang mengenal Cheng Hylong sungguh merasa takut yang luar biasa. Cheng Hylong yang telah melihat para anggota sekte Pedang Naga Langit berkumpul tanpa basa basi langsung mengungkapkan tujuannya.
"Siapa yang membunuh adikku? jawablah cepat! jika kalian tidak menjawab pertanyaanku maka seluruh sekte ini akan rata menjadi tanah! " ucap Cheng Hylong dengan amarah yang menggebu gebu.
Semua orang saling berpandangan, dan tentunya ada dua keluhan yang mereka alami, walaupun Cao Yuan mampu membunuh Cheng An, belum tentu dia mampu membunuh Cheng Hylong, orang terkuat yang bahkan semua orang di Benua Rendah mengakuinya, namun karena merasa tidak ada yang menandingi kekuatannya, ia memutuskan untuk bermeditasi untuk waktu yang lama. Dan hal yang paling ia takutkan juga terjadi, dimana adik kesayangannya tewas tanpa ia ketahui.
"Satu!" ucap Cheng Hylong menatap semua orang.
"Dua! "
"Ti..." ucap Cheng Hylong terhenti karena salah satu tetua sekte Pedang Naga Langit maju.
"Aku yang membunuhnya! " ucap tetua Lu Ye sengaja.
Cheng Hylong menaikan alisnya dan tak mempercayai pengakuan tetua Lu Ye.
"Jangan bercanda denganku! atau kau akan kubunuh! walaupun ada raja Shao aku tak peduli. Jikapun aku membunuh satu kerajaan tak ada yang bisa menghalangiku. " ucap Cheng Hylong dingin.
Semua orang terdiam, apalagi Raja Shao yang ingin ikut campur namun dirinya mengenal siapa Cheng Hylong. Su Yue putri kesayangannya juga kini wajahnya terlihat sangat takut.
"Aku tak bercanda! " ucap tetua Lu Ye maju pura pura menantang Cheng Hylong, semua anggota sekte Pedang Naga Langit serta rombongan Raja Shao benar benar kagum dengan keberanian tetua Lu Ye.
__ADS_1
Swuushhh! Baaaamsss! sekibasan tangan menggunakan Qi kecil membuat tetua Lu Ye langsung terpental dan kembali ke tempat dimana pasukannya berada. Darah kental manis dari bibirnya kini menetes.
Seketika para anggota murid sekte Pedang Naga Langit yang melihat tetua Lu Ye langsung kalah tanpa perlawanan kini meningkatkan kewaspadaan mereka.
"Cepat katakanlah! " ucap Cheng Hylong kini mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat.
Semua orang bergidik ngeri ketika merasakan aura tersebut, namun tiba tiba mereka semua terdiam dan menatap ke sebuah tempat.
"Rooooaaarhh!! " Auman Naga yang sangat keras.
*****
Cao Yuan yang terus menyerap Bola Kristal benar benar merasa dirinya akan naik tingkat, tanpa ia sedari penambahan elemen petir didalam tubuhnya juga menambah kecepatan menyerap sumber daya yang ia serap sehingga hanya membutuhkan empat hari ia mampu menyerap semua khasiat sumber daya yang ditemukan bebarengan dengan pedang tingkat Dewa.
Swwuuuush! aura Naga yang dimilikinya tiba tiba keluar, dan disertai cahaya keemasan yang keluar dari tubuhnya. Petir yang keluar dari tubuhnya pun terlihat seperti menari nari.
Baaamss! Baaaamsss! ledakan dua kali yang diartikan Cao Yuan naik tingkat dua tingkat sekaligus. Perisai pelindung ya ia buat pun ikut pecah saat kenaikan dua tingkat tersebut.
Karena rasa senang yang berlebihan, Cao Yuan menggunakan Auman Naganya.
Namun kegembiraannya tiba tiba hilang karena merasakan sebuah aura master tiga, serta master satu dan dua, berada di sektenya.
"Ternyata dugaanku selalu salah! " ucap Cao Yuan menghela napas panjang, walaupun ranah kultivasinya mampu menandingi Alam tiga, namun pondasi jiwanya masih ditingkat Alam satu, dan itulah yang menjadi penyebab Cao Yuan sedikit kurang percaya diri.
"Tuan muda! apa boleh aku membantumu? " ucap Niu yang mengerti perasaan Cao Yuan.
Cao Yuan menggelengkan kepalanya, ia juga diam diam mengunci gerbang Dunia Jiwa. Dia sendiri ingin mandiri tak ingin mengandalkan Niu serta Luo Luo yang bisa dianggap sebagai pengawal seorang Dewa. Niu serta Luo Luo terdiam ketika pintu Dunia Jiwa telah terkunci oleh rantai emas.
"Ini masalahku, maafkan aku. " ucap Cao Yuan kemudian menghentakan kakinya dan melesat ke arah gerbang Sekte.
Sesampainya mata Cao Yuan teralihkan pada tetua Lu Ye yang sepertinya mengalami luka dalam.
"Tetua bagaimana kabar anda? " ucap Cao Yuan.
__ADS_1
"Baik baik saja tuan muda! tapi dia..." ucap tetua Lu Ye langsung pingsan.
Cao Yuan kemudian menatap Cheng Hylong dengan tatapan benci. Sedangkan Cheng Hylong yang melihat aura berbeda dari tubuh bocah cilik itu menaikan alisnya.
"Kau yang melukai tetua Lu Ye? " tanya Cao Yuan dingin.
" Bocah cilik! kamu tau apa! pergilah! aku sedang mencari seorang yang membunuh Cheng An adikku! " ucap Cheng Hylong yang belum sadar.
Cao Yuan tersenyum.
"Aku yang membunuhnya!" ucap Cao Yuan.
Lagi dan lagi Cheng Hylong menaikan sebelah alisnya dan memastikan ucapan Cao Yuan dari wajahnya. Namun terlihat pemuda tersebut tak ada kebohongan dari raut wajahnya.
Swuuuungg! Setelah itu Cao Yuan mengibaskan tangannya dan muncul kembali sebuah pelindung berwarna sedikit keemasan.
Cheng Hylong terperangah melihat pemuda tersebut mampu menggunakan segel formasi, yang diartikan pemuda tersebut master formasi.
"Hebat juga kau anak muda! dan apa maksudmu hanya kamu yang ada didepan kami! " ucap Cheng Hylong menaikan alisnya.
Karena semua orang dikurung oleh segel buatannya Cao Yuan .
"Karena ini urusan kita berdua. " ucap Cao Yuan dingin.
"Huh! aku rasa bukan kamu yang membunuh adikku, jadi pergilah! emas satu kok bisa membunuh master 1. " ucap Cheng Hylong yang tak ingin membunuh pemuda tersebut.
Namun Cao Yuan masih diam ditempat, dia kini tengah mengukur semua pasukan yang dibawa oleh Cheng Hylong.
Su Yue, raja Shao, serta Guo Jing dan orang dekat Cao Yuan benar benar khawatir melihat Cao Yuan dengan lantang berdiri ingin menghadapi ribuan orang tersebut.
Namun mereka tak mengerti sebenarnya Cao Yuan tak ingin kembali berperang, melainkan ia ingin berduel dengan Cheng Hylong. Melihat pemuda didepannya masih diam dan hanya menatapnya membuat Cheng Hylong kehabisan kesabaran.
Swuuush! Cheng Hylong melempar sebuah Qi dari telapak tangannya.
__ADS_1
Baaaamsss! ledakan yang lumayan keras terdengar, dan semua orang terperangah melihat Cao Yuan menangkis serangan tersebut. Termasuk Cheng Hylong sendiri.
"Sekarang apakah kamu percaya? " ucap Cao Yuan dingin sambil menatap Cheng Hylong.