Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Pembantaian tercepat.


__ADS_3

"Argghhh! " ucap sang kakek tua yang mulai kewalahan menerima serangan yang sangat cepat serta gerakaannya tidak bisa ia tebak.


Cao Yuan terus memfokuskan serangannya kearah leher serta bahu kakek tua yang merubah wujudnya menjadi seorang pria berumur tiga puluh tahunan. Hingga sebuah celah diperlihatkan oleh sang kakek, Cao Yuan memberikan tipuan gerakan diakhir gerakannya.


Slaaaaash! Tangan kiri kakek tua terpotong dan membuatnya buntung. Sang kakek tua yang terkejut kemudian mengaliri energi Qinya untuk mengurangi darah yang keluar dari lengan yang terpotong.


"Pemuda bre*gsek! " ucap sang kakek tua.


"Banyak omong tapi tidak bisa melakukan apapun. " ucap Cao Yuan kemudian menebaskan pedangnya kearah leher sang kakek tua dengan cepat.


Slaaaash! Leher sang kakek tua terpotong, setelah melihat kematian kakek tua yang tergeletak diatas tanah, Cao Yuan menatap bawahannya yang kewalahan menghadapi sembilan belas hewan pelindung sekte Shijing berkekuatan kaisar dewa.


Swuuuush! Baaams! Dhuaaar! Cao Yuan mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan tapak ilahi yang dibaluti energi petir. Hewan iblis pelindung yang akan melukai Niu segera mundur untuk menghindari serangan kejutan tersebut.


"Arghhhh! " melihat bocah didepannya yang menyerang, membuat sang hewan iblis berwujud gorila marah besar. Karena sudah jelas majikannya telah tewas karena disamping pemuda tersebut tidak ada sang majikan.


"Berhenti! " teriak Cao Yuan menggema kesegala penjuru arah.


****


Di alam Dewa.


Dewa pengawas melaporkan kejadian yang membuat kaisar langit Xao Li sangat marah.


"Arghhhh! Dewa Halilintar kemarilah! " teriak Xao Li.


Swuuung! Celah dimensi muncul dan muncul seorang pria berumur tiga puluh tahunan dengan baju biru terang.

__ADS_1


"Hormat pada Yang Mulia! " ucap Dewa Halilintar.


Kaisar Xao Li kemudian memberikan perintah pada Dewa Halilintar untuk membunuh pemuda yang tidak lain adalah Cao Yuan yang telah membunuh bawahannya. Karena dengan kematian bawahannya rencananya akan gagal sepenuhnya. Tidak lain Xao Li memiliki rencana yang sangat mustahil dapat dilakukannya, karena ia sendiri ingin menguasai tiga dimensi lain.


"Baik Yang Mulia! " ucap Dewa Halilintar kemudian membuka gerbang dimensi.


****


Pertempuran seketika terhenti, namun sembilan belas hewan iblis yang ikut berhenti menyerang bawahan Cao Yuan langsung marah besar tak kalah dengan reaksi gorila yang telah mengerti maksud Cao Yuan menghentikan pertempuran.


Swuuuush! Kesembilan belas hewan iblis langsung mengepung Cao Yuan kembali. Dengan santai Cao Yuan masih menggenggam pedang tingkat dewanya.


"Niu, Luo Luo, dan lainnya sekarang buatlah perisai untuk menutupi area pertempuranku. " ucap Cao Yuan memerintah.


Semua bawahan Cao Yuan mengibaskan bebarengan, karena mereka tahu Cao Yuan ingin melepaskan seluruh kekuatannya serta kartu truf yang ia miliki, sehingga permintaan Cao Yuan tak lain untuk mengurangi dampak daya hancur ataupun membuat para Kultivator yang berada dekat dikerajaan Tao akan terkena imbasnya.


Melihat sebuah perisai berwarna berbeda karena bawahannya telah melakukan tugasnya, Cao Yuan langsung memejamkan mata tanpa membalas ucapan ular berkepala sembilan tersebut.


Swuuung! Tubuhnya bergetar dan kemudian melayang diatas langit, para hewan iblis langsung mengikuti Cao Yuan melayang diatas langit. Namun tiba tiba mereka merasa tertindas saat perubahan terlihat pada tubuh pemuda didepan mereka. Rambutnya yang memanjang seperti seorang wanita yang memiliki rambut sepanjang bahu namun rambutnya berwarna keemasan. Serta aura Naga yang keluar dari tubuhnya sangat kental. Mata yang terpejam kini terbuka dan terlihat juga matanya berwarna keemasan membuat penampilan Cao Yuan terlihat sangat elegan.


Roooaarh! Cao Yuan mengaum dan membuat perisai buatan bawahannya terlihat sedikit retak, namun itu hanya sebentar karena bawahan Cao Yuan segera memperkuat perisai gabungan mereka.


"Aura na-naga! " ucap keterkejutan sembilan belas hewan iblis.


Mereka paham betul dengan aura sang penguasa naga. Karena itu kini mereka terlihat sangat frustasi merasakan aura yang telah lama tidak mereka rasakan dan kini mereka rasakan kembali.


Cao Yuan menatap mereka satu persatu dengan tajam, bola matanya yang berwarna keemasan membuat rasa ngeri bertambah hebat. Bahkan terlihat tubuh mereka yang ditatap Cao Yuan bergetar karena mungkin takut ataupun lainnya, karena hanya mereka yang mengetahui alasannya.

__ADS_1


Swuuuush! Cao Yuan menghilang lalu muncul dibelakang ular berkepala sembilan dengan ayunan pedang yang mengarah ke salah satu leher dari sembilan kepala ular tersebut.


Slaaaash! Satu leher terpotong tanpa dapat menghindar, tiba tiba Cao Yuan kembali menghilang dengan kecepatan yang diluar nalar.


"Arghhh! " pekikan sang ular berkepala sembilan yang kini telah menjadi ular berkepala delapan setelah melihat kepalanya terjatuh keatas tanah.


Delapan belas hewan pelindung lainnya langsung mewaspada area sekitar mereka, karena sampai saat ini pemuda lawan mereka belum terlihat.


"Awas! " ucap Cao Yuan tiba tiba muncul dibelakang bahu gorila dengan pedang yang telah diayunkan kearah kepala sang gorila.


Slaaaash! Baaaams! Dhuaaar! Sang gorila yang belum siap menerima serangan dadakan langsung meledak jadi kabut darah. Tujuh belas hewan pelindung lainnya juga seketika terlihat bertambah marah, karena sang gorila teman mereka telah tewas dengan satu tebasan pedang. Walaupun ular berkepala sembilan masih hidup tapi tanpa satu kepala yang masih berdiri membuat ular berkepala sembilan kini terlihat menahan rasa sakit darah hijau yang terus keluar dari bekas tebasan pedang membuat sang ular tidak bisa mengikuti pertempuran kembali.


"Jangan ada yang lalai. " teriak seekor Kuda hitam yang memiliki tanduk, namun ditanduk ya terdapat satu elemen petir yang terlihat bergerak gerak.


Cao Yuan yang menghilang dari kehampaan kemudian mengincar sang kuda hitam, dengan cepat ia memunculkan kembali tubuhnya diatas tubuh sang kuda dengan tebasan yang siap menebas lehernya. Namun tanpa ia sedari, sang kuda hitam telah siap menyambut serangan tiba tiba yang akan dilancarkannya.


Baaaams! Traaaak! Dhuaaaar! Sang kuda hitam yang sigap langsung memblokir pedang dengan tanduknya yang keras, apalagi terdapat elemen petir yang ada ditanduknya membuat dua elemen yang bertemu langsung meledak dan mementalkan semua hewan pelindung. Tapi tidak dengan Cao Yuan yang kemudian menghilang dari kehampaan kembali.


"Arghhh! Lawan kami jangan jadi pemuda yang pengecut! " teriak sang Singa hitam yang terkena imbas dua benturan elemen.


"Owwwh kamu mau mencoba merasakannya ya. " ucap Cao Yuan muncul dengan tebasan pedangnya kembali.


Merasakan sebuah pedang akan melesat kelehernya dengan kecepatan yang dimiliki singa hitam dengan cepat ia menghilang dibelakang Cao Yuan, sambil melancarkan serangan cakar yang tajam miliknya.


Swuuuush! Blaaaar!


Cao Yuan terkesima dengan kecepatan sang sing hitam dan membuatnya terpental karena terkena cakaran sang singa. Senyum diwajah singa terlihat walaupun hanya seekor hewan, namun dengan jelas bahwa singa tersebut sangat bangga karena telah melukai Cao Yuan.

__ADS_1


"Lumayan. " ucap Cao Yuan menyeimbangkan tubuhnya.


__ADS_2