
Selang beberapa menit Cao Yuan menemukan sebuah teknik "penyamaran tingkat sempurna". Karena ia sangat membutuhkannya, dengan cepat ia mencoba memahaminya.
Satu jam memahami Cao Yuan dapat memahami, namun dirinya merasa kesulitan dalam mengartikan semua tulisan yang ada, bahkan tadinya ia harus mengartikan satu persatu kata.
"Teknik ini sangat rumit, dan jika aku gagal dalam percobaanya, maka aku tidak akan dapat berubah menjadi diriku kembali." gumam Cao Yuan bimbang.
Karena resikonya cukup besar, Cao Yuan memikirkannya matang matang.
"Baiklah! teknik yang sangat berguna pasti memiliki resiko yang sangat tinggi. " gumam Cao Yuan yakin kemudian memejamkan matanya.
"Namun aku membutuhkan seorang untuk ditiru dengan menggunakan rambut ataupun darahnya jika ingin penyamaranku ingin sempurna. " gumam Cao Yuan.
Karena mencari rambut menurutnya mudah namun berbeda dengan darah, ia mencoba untuk menggunakan teknik tersebut dengan mencari rambut. Iapun keluar dari penginapan dan mencari seseorang untuk ia gunakan wajahnya serta tubuhnya namun baru keluar dari penginapan, dirinya tersenyum ketika melihat anggota sektenya sepertinya sedang berkeliling di kota Lishan tersebut.
Cao Yuan yang masih menggunakan wajahnya sendiri dengan cepat menghampiri murid tersebut.
"Hormat...." ucap sang murid yang melihat Cao Yuan, namun tangan Cao Yuan tiba tiba menutup mulut dengan jarinya pada murid tersebut.
Sang murid yang kebingungan segera ditarik oleh Cao Yuan untuk mencari tempat yang sepi.
"Dengarkan! kamu tidak boleh memberitahu keberadaan ku, dan aku memintamu hal kecil, aku meminta tiga helai rambutmu. " ucap Cao Yuan kemudian mencabut tiga helai rambut tersebut.
"Akh!" pekik lirih sang murid yang belum menjawab namun Cao Yuan sudah menarik tiga helai rambutnya.
"Tu-tuan muda! apa yang ingin anda lakukan dengan rambutku! " tanya sang murid kebingungan.
"Tenanglah aku tidak menyakitimu! ingat jangan beritahu keberadaanku! " ucap Cao Yuan langsung menghilang namun memberikan peringatan kembali pada murid tersebut.
Sang murid hanya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal melihat Ketua Sektenya yang menurutnya aneh. Sesampainya di penginapan.
Perlahan tapi pasti ia mengikuti setiap kata yang sudah ia artikan. Walaupun dirinya belum merasakan apapun, namun di tubuhnya kini dibagian kepalanya mulai keluar asap keemasan. Asap tersebut juga perlahan menjalar keseluruh tubuhnya hingga benar benar terbungkus asap tersebut.
Swuuuush! tiba tiba asap itu menghilang dengan wajah serta tubuh Cao Yuan yang kini sudah berubah menjadi sang murid. Seketika Cao Yuan memandangi tubuhnya sendiri.
"In..ii berhasil! " ucap Cao Yuan senang.
Selang beberapa menit Cao Yuan keluar dari penginapan dan melanjutkan perjalanannya ke Kerajaan Xin.
__ADS_1
****
Di Kota Holy.
"Bunuh semua yang ada hahahaha! " teriak Teyling dengan semangat yang membara bagaikan iblis memerintah para murid trah kedua.
Ternyata Teyling tidaklah melakukan sendiri, melainkan menggunakan banyak murid yang membantunya untuk melancarkan aksinya untuk meneror semua orang.
Setelah melakukan pembantaian sepihak, Teyling seketika melepas topeng wajah Cao Yuan, dia juga menyisakan seorang walikota yang masih hidup namun dengan sengajanya dia membiarkan wajah Cao Yuanlah yang terlihat jelas di mata walikota itu. Sehingga Cao Yuan yang asli akan menjadi kambing hitam dari perbuatan mereka.
Anggota sekte trah pertama tentunya faksi Rajawali Emas juga telah menyebar kesuluruh kota yang ada di kerajaan Xin. Namun mereka semua belum menemukan seorang yang menyamar dengan wajah ketua sekte mereka.
Luo Luo, Niu yang seorang pengawal Dewa kini menatap sebuah kota yang sepertinya telah terjadi pembantaian sepihak.
"Mata Dewa! " ucap mereka berdua kompak namun mereka kini berada dikota yang berbeda, akibat kekuatan mereka yang masih belum diketahui dan dipastikan dibawahnya seorang Dewa dengan mudah merasakan sebuah pertempuran itu, namun mereka belum menemukan kejanggalan yang bearti karena mereka berdua menduga hanya perampok liar yang ingin merampok kota tersebut. Namun hati mereka berdua berkata lain sehingga mereka menggunakan mata Dewanya.
"Gawat! lebih baik aku mengamati secara langsung! " gumam Luo Luo yang melihat seorang pria yang menggunakan baju bangsawan dan terdapat beberapa rombongan yang telah menjauh.
Dengan sekali hentakan kakinya Niu dan Luo Luo berada diatas langit, lalu mereka berdua melesat kearah kota tersebut.
"Apakah kamu penasaran dengan pembantaian sepihak ini? " ucap Luo Luo diatas langit yang disampingnya ada Niu.
Niu hanya mengangguk dan mencoba menggunakan mata Dewanya untuk mengidentifikasi rombongan yang telah pergi.
"Niu! mari ikuti mereka! sepertinya mereka bukanlah perampok biasa. " ucap Luo Luo melesat mendahului Niu.
Niu dengan cepat ikut melesat membuntuti Luo Luo, namun dirinya juga memberi pesan melalui giok pesan kepada Cao Yuan.
Cincin ruang yang bergetar membuat Cao Yuan penasaran.
"Niu memberi pesan kepadaku. " gumam Cao Yuan dan membaca pesan tersebut.
Setelah membaca pesan Niu, Cao Yuan kemudian meminta Niu serta Luo Luo agar tetap berhati hati, karena dirinya tak tahu jika Niu berada diatas langit tengah mengawasi mereka. Dan dikira Niu serta Luo Luo sepertinya yang hanya menggunakan ilmu meringankan tubuhnya
Cao Yuan juga kini tak berdiam diri, dirinya terus melesat kearah yang Niu tunjukan ke kota yang telah dibantai oleh Teyling. Sesampainya Cao Yuan hanya menemukan pria paruh baya yang pingsan dan bajunya pun terlihat mewah.
"Masih ada yang hidup! " gumam Cao Yuan mendekati pria tersebut lalu memberikan energi Qinya untuk cepat menyadarkan pria tersebut.
__ADS_1
Selang beberapa menit pria tersebut akhirnya telah bangun dari pingsannya.
"Paman! bagaimana keadaan anda! " ucap Cao Yuan yang menggunakan wajah orang lain.
"Tu-tuan trimakasih! " ucap pria tersebut.
Setelah itu pria tersebut menceritakan tentang kedatangannya kelompok yang memberitahu bahwa mereka adalah sekelompok orang dari sekte Pedang Naga Langit. Bahkan pria tersebut menceritakan pemaksaan perampokan serta wanita cantik pasti akan mereka bawa dan semua orang yang dibunuh.
Cao Yuan diam dan memendam kekesalan yang sangat besar, bahkan dirinya menggertak giginya sendiri dengan keras.
"Tuan trimakasih! dan sepertinya anda sangat marah mendengar ceritaku. " ucap pria tersebut.
Tanpa menghiraukan keheranan orang tersebut Cao Yuan mengibaskan tangannya untuk memasukannya kedalam Dunia Jiwa, dia juga memasukannya kedalam sell tahanan agar pria tersebut bisa menjadi bukti nanti, walaupun bukti tersebut bisa dikatakan tidak terlalu kuat, namun jika ia mengumpulkan banyak bukti dia dapat meyakinkan semua orang bahwa Cao Yuan tidaklah bersalah.
Setelah itu ia mengirim pesan pada Hao Shi untuk segera menemuinya dikota tersebut. Hao Shi yang mendapat pesan tanpa bantahan langsung melesat kearah lokasi keberadaan Cao Yuan.
Selang beberapa Jam. Hao Shi mencari Cao Yuan namun tidak menemukan wujudnya, hanya seorang pemuda yang ia kenali auranya namun wajahnya tidak ia kenali.
"Siapa dia! " gumam Hao Shi.
Cao Yuan yang merasakan aura milik Hao Shi segera melihat kearah seorang pemuda yang tengah mengamatinya.
"Hao Shi! kemari! " ucap Cao Yuan.
Hao Shi terkejut mendengar pemuda yang tak ia kenal mengenal namanya, karena rasa penasarannya ia segera menghampiri pemuda tersebut. Cao Yuan yang melihat Hao Shi seperti tidak mengenalnya menjadi heran.
"Apakah kau tidak mengenali majikanmu." gerutu Cao Yuan.
"Tuan muda! maaf! tapi wajah anda!" ucap Hao Shi ramah.
"Sudahlah nanti aku ceritakan!" ucap Cao Yuan.
"Sekarang masuklah kedunia Jiwa! dan setelah itu aku ingin kau membantuku. " ucap Cao Yuan kemudian memasuki salah satu bangunan yang diikuti oleh Hao Shi. Setelah itu ia membuat mantra pelindung serta memasuki Dunia Jiwa bersama Hao Shi.
"Hao Shi! nanti kamu masukan tahanan dua kubu, satu kubu dari pihak yang telah menyamarkan wajahku, dan satunya sebagai bukti kecil. " ucap Cao Yuan.
"Baik tuan muda! " ucap Hao Shi.
__ADS_1