
Setelah berpelukan beberapa menit dengan Shen Huo An atau Hao Tian Shi, Mei Chong Feng yang menggunakan tubuh Lylia seketika berlutut didepan Cao Yuan.
"Maafkan aku....." ucap Mei Chong Feng terpotong.
"Sudahlah tidak perlu meminta maaf, namun sepertinya kita harus segera pergi dari sini. " ucap Cao Yuan yang merasakan banyaknya para Kultivator yang mulai mendekati Kota.
"Masuklah kedalam Dunia Jiwa. " ucap Cao Yuan kemudian membuka Dunia jiwa.
Swuuush! satu persatu mereka memasuki Dunia Jiwa milik Cao Yuan, namun yang terakhir adalah Meilan.
"Tu-tu.." ucap Meilan langsung dipotong oleh Cao Yuan.
"Meilan, tak perlu sungkan! kamu tidak usah terlalu memikirkan yang tidak tidak, karena mungkin ini semua sudah takdir. " ucap Cao Yuan.
Meilan mengangguk, rasa bersalahnya pun perlahan menghilang. Setelah melihat semuanya telah memasuki Dunia Jiwa. Cao Yuan kemudian menghentakan kakinya dan melesat kearah Kekaisaran Meiga. Kecepatannya yang sama dengan ranah kultivasi Dewa tiga atau puncak membuat kecepatan Cao Yuan bagaikan cahaya jika dilihat dari mata telanjang. Para Kultivator yang mendekat kearah kota tersebut karena penasaran mengurungkan niat mereka setelah melihat cahaya berwarna keemasan melewati mereka.
"Apa itu?" ucap slqh satu Kultivator.
"Lihat cahaya keemasan terssebut. " ucap yang lain.
Cao Yuan terus melesat hingga tak sadar ia menemukan sebuah bukit yang terdapat Goa dikaki bukit tersebut.
"Heemm sepertinya aman. " ucap Cao Yuan kemudian membuat segel formasi dimulut Goa.
Setelah semuanya selesai, Cao Yuan segera memasuki goa tersebut.
Swuuush! rohnya masuk didalam dunia jiwanya sendiri dan membuat orang yang ada didalam dunia Jiwanya segera memberi hormat.
"Hormat pada tuan muda! " ucap mereka semua kompak.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian menatap Mei Chong Feng yang menggunakan tubuh Lylia.
"Leluhur Mei? " ucap Cao Yuan.
"I-iya tuan muda! " ucap Leluhur Mei Chong Feng.
"Apakah kamu mau keluar dari tubuh kekasihku? " tanya Cao Yuan.
__ADS_1
Mei Chong Feng kemudian mengangguk, walaupun perasaan rindunya belum terobati. Cao Yuan yang sedikit peka terhadap perasaan seseorang segera mengerti dengan raut wajah Mei Chong Feng.
"Leluhur Mei, tenanglah aku tidak akan memisahkan kalian berdua. " ucap Cao Yuan kemudian mengibaskan tangannya, seketika kesadaran Lylia menghilang.
Namun diatas dadanya Lylia muncul Bulu Ratu Phoenix yang sangat indah. Cao Yuan segera melihat bulu Ratu tersebut dengan tenang.
"Shen Huo An, sebelumnya kau mengenalku dengan aura yang aku keluarkan, jadi aku sangat mempercayaimu jika kamu adalah tujuh naga bersaudara bukan? " tanya Cao Yuan sambil memberikan Shen Huo An bulu Ratu phoenix tersebut.
"Benar tuan muda! aku berjanji akan setia pada anda, sebenarnya aku sudah mengerti tentang tuan muda dari roh pecahan Jiwa Dewa Naga. Namun beliau tak ingin aku mencarimu, melainkan jika berjodoh denganku maka tuan muda akan bertemu denganku seperti sekarang ini. " ucap Shen Huo An.
"Baiklah jika begitu, silahkan kalian berbincang bincang, karena aku akan membawa Lylia kedalam kamarnya. " ucap Cao Yuan kemudian membopong tubuh Lylia yang pingsan.
"Baik tuan muda! " ucap mereka semua kompak.
Setelah itu Cao Yuan kemudian memasuki kamar Lylia.
"Lier! beristirahatlah. Setelah ini aku akan meminta bawahanku untuk mengajarimu berkultivasi layaknya seorang kultivator." ucap Cao Yuan kemudian kembali ditubuh nyatanya.
Setelah itu Cao Yuan kemudian menatap goa sekitarnya dengan perasaan yang sedikit kacau, karena ia telah membuat kekacauan dikota Duan Zhao.
Sesampainya, banyak para Kultivator serta warga biasa yang sedang bergotong royong mengangkat puing puing bangunan maupun mayat yang menjadi korban. Cao Yuan yang ingin melihat secara langsung kemudian menghentakan kakinya dan melayang dilangit, walaupun baru pertama kali, namun Cao Yuan tanpa kesulitan melayang diatas langit.
"Setidaknya untuk mendirikan kota ini memerlukan waktu yang cukup lama. " gumam Cao Yuan kemudian pergi namun baru menjauh beberapa kilometer, dirinya merasakan dua aura yang tengah mengintainya.
Tap! Hap! Cao Yuan mendarat diatas tanah.
" Dua aura Dewa tiga! " gumam Cao Yuan kemudian menatap langit dimana aura tersebut berasal, namun Cao Yuan tak ingin membuat masalah jika pemilik aura tersebut tidak mengganggunya.
****
Diatas langit, dua orang yang mengintai Cao Yuan adalah Li Tao dan Li Chen Su.
"Apakah kita akan menyerangnya sekarang? " tanya Li Tao.
"Apakah kau bodoh! Pemuda tersebut saja kita tidak dapat mengukur ranah kultivasinya, dan kau juga jangan lupa hadirnya dua Phoenix yang kekuatannya diluar batas kita. " ucap Li Chen Su merutuki Li Tao.
Li Tao hanya tersenyum kecut sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Jika begitu, mari kita laporkan pada Penguasa agar mengirim bawahannya yang berada di tingkat tinggi. " ucpa Li Tao yang memiliki ide.
Li Chen Su pun setuju dan segera mengirim pesan pada seorang Dewa.
****
Cao Yuan terus menatap kearah langit dengan rasa penasaran, namun dirinya tak mungkin mampu melihat siapa yang mengintainya.
"Jika saja aku memiliki mata Dewa. " gumam Cao Yuan kemudian terbang kearah Kekaisaran Meiga.
Satu jam perjalanannya dengan cara melayang membuatnya sungguh merasa lelah.
"Ternyata lingkaran Qiku belum cukup untuk menggunakan s leluasa ilmu melayang tersebut. " gumam Cao Yuan kemudian bersila dan kembali membuat perisai untuk melindungi tubuhnya.
Setelah itu ia segera mengumpulkan banyaknya energi Qi selama tiga jam untuk menjaga jaga jika tiba tiba ada serangan yang mendadak. Setelah itu Cao Yuan kembali melanjutkan perjalanannya dengan ilmu meringankan tubuhnya, dan tanpa dirasa selama tiga puluh menit perjalanan dirinya telah sampai disebuah kota Paimai.
"Paimai? kenapa nama kota tersebut bernama Paimai? " ucap dalam hati Cao Yuan penasaran.
Karena rasa penasarannya Cao Yuan kemudian menuju gerbang kota Paimai dengan cepat. Sesampainya.
"Tuan muda mohon identitas. " ucap Penjaga gerbang.
Cao Yuan kemudian menggelengkan kepalanya.
"Maaf penjaga! aku tidak memiliki identitas, apa ada syarat lainnya? " tanya Cao Yuan.
"Baik tuan muda! biaya masuk seharga 10 koin emas. " ucap Penjaga gerbang.
Cao Yuan tanpa mempermasalahkan harga biaya masuk kota, ia segera mengeluarkan 10 keping emas dari Cincin ruangnya. Sang penjaga menerima dengan senang hati kemudian tersenyum pada Cao Yuan.
"Silahkan tuan muda! " ucap sang penjaga gerbang ramah.
Setelah memasuki kota Pamai Cao Yuan melihat banyaknya gedung gedung tinggi yang juga terdapat beberapa restoran yang berdiri megah.
"Kota ini sungguh hebat dengan bangunan yang memiliki lantai banyak. Tapi kenapa banyaknya tempat pelelangan di kota ini? " gumam Cao Yuan yang berjalan sambil melihat gedung gedung yang berjejer disampingnya.
"Selamat datang di kota Pamai tuan muda! silahkan memasuki pelelangan Sinar Mas! karena kami sedang mengadakan pelelangan beberapa Pill tingkat tinggi yang memiliki efektivitas 80% " ucap salah satu wanita cantik.
__ADS_1