
Cao Yuan menaikan sebelah alisnya.
"Para alchemist diBenua ini lebih buruk dari pada alchemist di Benua rendah. " ucap dalam hati Cao Yuan.
Karena rasa penasarannya, Cao Yuan segera memasuki tempat pelelangan Sinar Mas tersebut. Sang pelayan yang melihat kedatangan seorang yang tertarik dengan promosinya segera menghampiri Cao Yuan yang akan memasuki tempat pelelangan.
"Tu-tuan muda! apakah anda berminat untuk memasuki tempat pelelangan ini? " tanya pelayan tersebut.
Cao Yuan hanya mengangguk, namun dia tak memiliki rasa tertarik untuk ikut dalam penawaran pelelangan tersebut.
"Iya apa ada masalah? " tanya Cao Yuan.
"Maaf tuan muda! aku hanya ingin memberikan penawaran ruangan dalam pelelangan kali ini. " ucap sang Pelayan.
"Mari ikuti saya tuan muda! " ucap sang pelayan yang melihat Cao Yuan hanya mengangguk.
Cao Yuan mengikuti sang pelayan dengan tenang, namun saat sampai didepan pintu, ia segera memperhatikan seluruh kondisi didalam tempat pelelangan tersebut menggunakan kekuatan jiwanya.
"Aura siluman yang sungguh kuat. " ucap Cao Yuan merasakan satu aura alam surga 1 yang sedang mengintainya.
Sang pelayan kemudian menghentikan langkahnya dan membalikan badannya menatap Cao Yuan.
"Tuan muda! ditempat pelelangan kami terdapat dua ruangan berbeda, satu untuk ruangan VIP dengan biaya dua kali lipat dari ruangan biasa. " ucap sang Pelayan kemudian menunjukan kembali pintu dan sebelahnya terdapat anak tangga yang menuju lantai atas.
Cao Yuan yang hanya penasaran, kemudian memesan ruangan yang biasa biasa saja.
"Pelayan, antarkan aku ke ruangan biasa saja. " ucap Cao Yuan.
Sang pelayan mengangguk dan kembali memimpin Cao Yuan melangkahkan kakinya memasuki pintu didepannya. Cao Yuan menaikan alisnya setelah memasuki ruangan tersebut. Terlihat jelas banyaknya para Kultivator yang sedang menunggu jalannya pelelangan.
"Ini aneh! sepertinya ruangan ini dilindungi oleh mantra formasi. " ucap dalam hati Cao Yuan, karena saat ia mengedarkan kekuatan jiwanya ia tak melihat sama sekali adanya aura lain selain milik siluman ranah surga satu.
"Tuan muda! tugasku telah selesai, dan anda bisa memilih dua bangku kosong dipojok sana! " ucap sang pelayan sambil menunjuk dua bangku kosong.
Tanpa menanyakan keanehan yang dialami, Cao Yuan dengan tenang menuju bangku dipojok yang hanya tersisa dua bangku saja. Sesampainya, Cao Yuan kemudian kembali mengedarkan kekuatan Jiwanya.
__ADS_1
"Emm, sepertinya ada yang tidak beres. " ucap dalam hati kembali Cao Yuan yang kini ia merasakan banyaknya mantra formasi yang terdapat didalam ruangan.
Karena ia belum memastikan adanya niat buruk dari pemilik pelelangan, Cao Yuan menatap semua Kultivator yang tengah menunggu pelelangan segera dimulai. Selang beberapa menit, tiba tiba diatas panggung muncul dua pria yang membawa kotak kecil dan juga seorang MC wanita yang lumayan cantik membuka acara.
"Hadirin sekalian, para Kultivator hebat diBenua Rendah, sebelumnya terimakasih telah menghadiri acara pelelangan Sinar Mas. Tanpa basa basi kembali, saya Siyinichin akan memandu acara pelelangan hari ini. " ucap Siyinichin dengan sikap centilnya.
Para Kultivator yang menghadiri pelelangan tersebut seketika langsung bersorak ria, bagaikan melihat seorang wanita yang sangat cantik sehingga mereka semua sangat bersemangat dalam mengikuti pelelangan tersebut.
"Cihh! aku tahu apa yang dipikirkan para Kultivator disini, ternyata pemilik pelelangan ini sungguh licik. " ucap dalam hati Cao Yuan.
Satu pasang mata yang tengah mengawasi dilantai atas, tengah mengedarkan kekuatan Jiwanya. Dia adalah pemilik pelelangan tersebut, dan kini ia tengah khawatir merasakan adanya seorang yang mengikuti pelelangan tokonya namun dia tidak mampu mengukur ranah kultivasi pemuda tersebut.
"Siapa pemuda tersebut. " gumam Lai Chan.
"Ada apa tuan putri? sepertinya anda terlalu gelisah? " tiba tiba seorang pria berbaju hitam dengan wajah tertutup menanyakan alasan Lai Chan yang sepertinya khawatir.
"Paman tolong awasi seorang pemuda tampan yang berada dipojok ruangan biasa , karena aku merasakan firasat buruk akan melanda pelelangan ku. " ucap Lai Chan kemudian memejamkan matanya.
Seketika pria berbaju hitam menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, karena dia sendiri juga merasakan hal yang sama.
"Paman! sudahlah ikuti saja apa perintahku. " ucap Lai Chan malas.
****
Cao Yuan masih tetap tenang mendengarkan pemandu pelelangan menawarkan barang yang akan ditawarkan. Hingga sang pemandu menawarkan sebuah Pill Awan Bening.
"Saya Siyinichin ingin menawarkan tiga butir Pill Awan Bening tingkat tinggi yang memiliki efektivitas delapan puluh persen untuk kalian, saya buka harga 100 koin emas untuk harga awal, kenaikan harga Pill tersebut sebesar lima puluh koin emas. " ucap Siyinichin kemudian membuka penawaran Pill tersebut.
" Seratus koin emas! " Seorang pemuda memulai menawar.
"Seratus koin emas Sah! " ucap Siyinichin.
"Seratus lima puluh koin emas! "
"Tiga ratus Koin emas! "
__ADS_1
Penawaran terus berlangsung dengan harga lima ratus Koin emas. Cao Yuan seketika menaikan alisnya, karena didepannya bukanlah Pill Awan Bening, melainkan hanyalah pill penyembuh.
"Sungguh gila! mereka memasang mantra Ilusi untuk menipu para pelanggan mereka. " ucap dalam hati Cao Yuan masih mendengarkan harga penawaran yang terus melambung tinggi.
Pelelangan terus berjalan, dan semua hal yang dilelangnbukanlah Pill asli yang disebutkan oleh pemandu acara.
"Hemm, sepertinya aku ingin membongkar kedok pemilik pelelangan ini. " ucap Cao Yuan dalam hati, namun matanya tiba tiba melirik kearah salah satu ruangan VIP yang sepertinya sedang mengawasinya.
Pelelangan terus berjalan, hingga semua Pill yang dilelang telah terjual habis, namun sebelum acara ditutup, dengan tenang Cao Yuan mengangkat tangannya.
"Tunggu tuan putri! apakah aku boleh menawarkan Pill buatan ku sendiri? " tanya Cao Yuan.
Semua Kultivator atau yang hadir dipelelangan tersebut langsung menatap tubuh Cao Yuan dengan wajah yang tak percaya. Bahkan ejekan dari seorang tetua terdengar jelas ditelinga semua orang.
"Pemuda bodoh! aku tahu apa yang dipikiranmu! mungkin kau mengatakan seperti itu karena hanya ingin mendekati bidadari Sayinichin. " ucap salah satu tetua, dan para Kultivator yang ada dipelelangan tersebut menyetujui ucapan tetua itu.
Cao Yuan menaikan alisnya mendengar tetua tersebut memanggil nama Sayinichin dengan tambahan bidadari.
"Hei tetua bangka! aku tidak terpikat sama sekali dengan pujaanmu Sayinichin itu! hanya saja aku membutuhkan uang untuk biaya mengembara ku! " balas Cao Yuan tak kalah sengit.
Sedangkan dua pria paruh baya yang dibelakang Sayinichin menjadi geram saat mendengar ucapan pemuda tampan yang sepertinya mengejek Sayinichin, karena kedua pria yang dibelakang Sayinichin juga terpengaruh banyaknya mantra yang terpasang di ruangan tersebut.
"Lancang! "
Swuuush! Swuuush ! Namun kedua pria yang ingin melesat menghajar Cao Yuan menghentikan niat mereka setelah mendengar suara Sayinichin.
"Berhenti! sudahlah! pemuda tampan! Pill apa yang ingin kau tawarkan? " ucap Sayinichin dengan raut wajah centilnya.
Cao Yuan yang melihat raut asli wajah Sayinichin apalagi kecentilannya tiba tiba tersedak ludahnya sendiri.
"Jijik! " ucap dalam hati Cao Yuan.
###
Maaf kemaren satu episode, author lagi nulis lagi buat tiga atau empat episode di hari ini terimakasih, jangan lupa like.
__ADS_1