
Perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya Bing Long menghentikan terbangnya. Terlihat didepan sejauh tiga kilometer, kerajaan Fao Dan berdiri.
Swuuuuush! Bing Long berubah menjadi asap tipis dan memasuki tubuh Cao Zhen Xin, sedangkan untuk She Luan dan Cao Zhen Xin kini melangkahkan kaki mereka menuju kerajaan Fao Dan tersebut.
"Gege, apakah Gege yakin akan beristirahat disini? " ucap She Luan kemudian memasang cadarnya.
"Memang kenapa? " tanya Cao Zhen Xin heran.
"Kerajaan Fao Dan ini memang terlihat seperti kota atau kerajaan yang damai, tapi kerajaan ini sedang diperebutkan oleh kekaisaran Mize karena mereka ingin memperluas wilayah." ucap lirih She Luan.
Cao Zhen Xin mengangguk mengerti, apa salahnya ia hanya singgah sebentar. Selang beberapa menit mereka berjalan akhirnya sampai tepat didepan gerbang.
"Tuan muda dan Tuan Putri! Mohon identitasnya. " ucap mereka penuh selidik.
She Luan mengeluarkan plat cabang keluarga She yang berbahan kayu.
"Keluarga cabang? Baiklah kalian boleh masuk. " ucap sang penjaga.
She Luan dan Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu mereka berdua memasuki kerajan Fao Dan tanpa mengalami masalah yang bearti. Sedikit terkejut dengan keadaan yang dilihat dari jauh dan dekat.
"She Luan, aku turut berduka cita melihat banyaknya warga yang menderita. Lihatlah anak tersebut, baju serta tubuhnya yang kurus. " ucap Cao Zhen Xin sedih melihat keadaan kerajaan tersebut.
"Benar Gege, para kekaisaran tidak pernah memikirkan penderitaan mereka, yang mereka tau hanya kekuasaan. " ucap She Luan.
Cao Zhen Xin kemudian mengecek cincin ruang yang berisi ratusan bahkan ribuan keping emas yang ia rampas.
"Gege apakah kamu...." ucap She Luan terpotong.
"Luaner, mereka lebih membutuhkan dari pada kita. " balas Cao Zhen Xin kemudian memisahkan beberapa cincin penyimpanan yang ia isi dengan ribuan keping emas.
She Luan mengangguk dan kemudian melihat isi cincin ruangnya dengan wajah masam. Sontak melihat wajah yang masang, Cao Zhen Xin menatap She Luan.
"Ini harta kita berdua hasil rampasan dari lawan yang telah kita bunuh, dan karena itu kamu tak perlu memberikan hartamu. " ucap Cao Zhen Xin.
She Luan kembali mengangguk, keduanya kemudian menghampiri bocah kurus yang menggunakan baju compang camping seperti tak terawat.
__ADS_1
"Hei kamu kesini. " panggil Cao Zhen Xin.
Bocah tersebut menatap penuh heran pada sepasang kekasih tersebut.
"Iya kamu benar kamu sini. " ucap yakin Cao Zhen Xin.
Bocah tersebut berjalan dengan banyak pertanyaan dipikirannya. Karena dari pakaian yang dikenakan keduanya seperti bangsawan ia berpikir mungkin mereka hanya ingin mengerjainya saja.
"Maaf paman ada apa? " tanya bocah tersebut.
"Ini buatmu beli makan dan pakaian yang layak. " ucap Cao Zhen Xin kemudian mengeluarkan sepuluh keping emas dari dalam cincin ruang yang ia sengaja akan bagikan pada warga kerajaan Fao Dan tersebut.
"Benarkah kak! " ucap penuh semangat bocah tersebut membuat perhatian warga yang beraktivitas menatap mereka bertiga.
"Benar, gunakanlah uang ini dengan baik. " ucap lembut She Luan sambil membelai rambutnya.
"Terimakasih kak. " ucap penuh semangat bocah tersebut langsung berlari dan berteriak teriak seakan akan ia menemukan harta yang berharga.
She Luan dan Cao Zhen Xin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut. Para warga yang melihat bocah tersebut diberikan uang, mereka segera berbondong bondong menghampiri mereka berdua.
"Tuan sepasang kekasih kumohon berikan ku juga!"
"Tuan kami lebih membutuhkannya."
"Tuan dermawan kami juga."
She Luan dan Cao Zhen Xin akhirnya membagi tugas dengan memberikan satu orang sepuluh keping emas. Mereka yang merasa kewalahan karena setiap detik para warga mulai berdatangan hingga berdesakan dan membuat keramaian membuat prajurit kerajaan Fao Dan segera memeriksa apa penyebabnya. Bukannya mereka mengatur agar para warga berbaris rapi dan tidak berdesakan tapi melihat pemuda dan pemudi membagikan uang malah ikut berdesakan.
Tiga jam berlalu akhirnya pembagian uang telah selesai, para warga banyak yang memberikan doa pada mereka berdua, bahkan ada sampai bersujud karena merasa senang dengan pembagian uang tersebut.
"Gege uangmu. " ucap She Luan terlihat khawatir melihat cincin ruang Cao Zhen Xin yang ternyata tersisa ratusan keping emas.
"Hehehe tidak apa Luaner, aku memberikan mereka uangku sendiri karena tak mungkin aku membiarkan orang yang tidak kebagian kecewa. " ucap Cao Zhen Xin.
"Heemm." hanya itu saja yang keluar dari mulut She Luan.
__ADS_1
"Apakah kamu merasa lelah? " tanya Cao Zhen Xin melihat banyak keringat yang keluar ditubuh She Luan.
"Lumayan Gege." jawab She Luan.
Cao Zhen Xin mengangguk dan kemudian membawa She Luan mencari kedai, namun setelah berjalan selama sepuluh menit, mereka sama sekali tak melihat kedai, bahkan toko yang berjualan seperti kota atau kerajaan pada dasarnya.
"Gege tidak ada kedai dan resto yang buka, semua toko tutup. " keluh She Luan.
"Sungguh kota yang sangat kacau. " ucap Cao Zhen Xin.
She Luan mengangguk dan kemudian menatap sekitarnya para warga yang sedang menimang nimang uang pemberian mereka.
"Luaner, sepertinya kita akan mencari kota atau kerajaan lain untuk mengisi perut kita. " ucap Cao Zhen Xin menggandeng tangan She Luan karena akan pergi meninggalkan kerajaan Fao Dan.
Namun tiba tiba sebuah suara menghentikan mereka, sehingga keduanya harus mengurungkan niat untuk mencari kedai dan resto.
"Tuan muda dan Putri tunggu! " ucap sosok pria paruh baya membawa ratusan prajurit dibelakangnya.
"Maaf senior apa ada masalah? " tanya Cao Zhen Xin heran melihat banyaknya pasukan yang dibawa.
"Tuan pendekar maaf jika saya membawa banyak pasukan. " ucap pria tersebut hormat menunduk didepan Cao Zhen Xin.
Tanpa mempermasalahkannya, Cao Zhen Xin tanpa basa basi menanyakan alasan pria yang sepertinya pimpinan kerajaan menghentikannya.
"Senior apa ada yang bisa aku bantu? "
"Tak sopan jika tuan muda dan tuan putri mau membagi uang untuk wargaku, dan aku selaku raja kerajaan Fao Dan tidak mengucapkan rasa terimakasih ku ini." ucap pria paruh baya.
"Aku ingin mengundang tuan muda dan putri untuk beristirahat di tempatku, apakah tuan muda dan tuan putri mau? " ucap penuh hormat pria tersebut.
Cao Zhen Xin menatap She Luan karena ingin meminta persetujuannya. Namun She Luan hanya mengangguk saja .
"Baiklah senior, aku akan beristirahat ditempat senior, terimakasih telah menerima kami dengan baik. Oiyaa senior tidak perlu seformal itu, karena kita memang diwajibkan harus selalu membantu sesama. " ucap Cao Zhen Xin.
Pria tersebut terdiam, dia sungguh tak menyangka di Benua Kultivator yang keras dan kejam masih ada seorang pemuda yang peduli akan sekitarnya. Akhirnya pria yang tak lain Fao Sheng membawa tamunya kearah istana kecil yang berada ditengah kerajaan tersebut.
__ADS_1