
Di tengah perjalanannya, Cao Zhen Xin menanyakan kekuatan benua tinggi, tentu pertanyaan Cao Zhen Xin menjadi tanda tanya besar bagi She Luan.
"Zhen, aku rasa kamu benar benar bukan berasal dari benua tinggi. " ucap She Luan menghentikan langkahnya.
Cao Zhen Xin menatap kesekitarnya. Lalu ia menghela napas sejenak.
"Baiklah baiklah, aku memang bukan berasal dari benua ini, jika kamu ingin mengetahuinya itu ada saatnya, namun saat ini aku membutuhkan informasi benua ini. " ucap Cao Zhen Xin.
Mendengar pengakuan Cao Zhen Xin, akhirnya She Luan memberikan jawaban yang ditanyakan oleh Cao Zhen Xin.
"Jika mengenai sekte, diBenua ini ada banyak sekali sekte besar, menengah, kecil, dan sebenarnya merekalah yang berkuasa di benua ini, sedangkan untuk kekaisaran, di benua tinggi ini terdapat empat kekaisaran yang menguasai empat wilayah berbeda dan kota serta kerajaan. " ucap She Luan.
"Emm tapi mengenai keluarga besar? " ucap Cao Zhen Xin.
"Disetiap kekaisaran memiliki beberapa keluarga besar, sedang dan rendah. Apa ada lagi yang ingin ditanyakan? " ucap She Luan.
Mereka terus melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki, diperjalanan mereka juga terus berbincang mengenai informasi benua tinggi, karena Cao Zhen Xin membutuhkan semua informasi itu.
"She Luan, bagaimana jika kita melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh? " tanya Cao Zhen Xin.
"Baiklah! " ucap She Luan.
Setelah itu mereka menghentakan kaki mereka dan melesat kearah barat dengan kecepatan dewa tingkat satu yang dimiliki oleh She Luan. Disela sela perjalanan, mereka kembali berbincang hingga tiba tiba Cao Zhen Xin terhenti setelah merasakan aura iblis didekat mereka, yang diikuti oleh She Luan.
"Tunggu tunggu! Apakah kau merasakan aura gelap? " tanya Cao Zhen Xin.
Sontak She Luan merasa heran, ia sendiri tidak merasakan aura yang dirasakan Cao Zhen Xin.
"Aku tidak merasakannya. " jawab She Luan.
Dua alis Cao Zhen Xin menyatu, apakah ia salah merasakan aura iblis yang ia rasakan. Namun ditengah pemikirannya, She Luan berteriak.
"Awas. " ucap She Luan menghindari ratusan pisau kecil berwarna hitam.
Swuuuush! Swuuuush! Mereka berdua terus menghindari ratusan pisau hitam dengan kelihaian mereka.
__ADS_1
Swuuuung! Cao Zhen Xin membuat segel tangan, setelah itu sebuah pola mantra formasi berwarna keemasan muncul memblokir semua serangan pisau hitam.
"Terimakasih. " ucap She Luan.
Cao Zhen Xin tidak menanggapi ucapan She Luan, namun ia mengedarkan kekuatan jiwanya.
"Keluarlah. " ucap Cao Zhen Xin menggema.
Swuuush! Swuuuush! Swuuush! Tiga pria paruh baya membawa lima anak buahnya muncul didepan Cao Zhen Xin.
Segel formasi menghilang, lalu Cao Zhen Xin menatap tiga pria paruh baya yang membawa lima anak buahnya dengan tajam.
"Apa maksud kalian menyerang kami. " ucap Cao Zhen Xin.
"Woaaah galak sekali pemuda tampan dan wanita cantik. " ucap salah satu pria.
"Katakan saja apa mau kalian. " ucap Cao Zhen Xin sinis.
"Baiklah ternyata pemuda tampan ini memiliki sifat yang tak sabaran. " ucap salah satu sambil tersenyum.
"Coba saja jika bisa. " ucap Cao Zhen Xin melesat menyerang ketiga pria paruh baya.
Sedangkan She Luan menyerang lima anak buah pria paruh baya tersebut. Cao Zhen Xin yang memiliki ranah kultivasi lebih tinggi satu tingkat tidak mengeluarkan pedang emasnya, karena ia ingin melatih pertarungan tangan kosongnya.
Swuuush! Baaaamss! Dhuaaar! Baru dua puluh pertukaran serangan , salah satu pria paruh baya terpental dan menabrak pohon yang menjulang tinggi dibelakangnya. Luka yang cukup parah dialaminya, sehingga ia tidak membantu temannya.
Swuuuush! Baaaams! Dhuaaar! Satu pria paruh baya kembali terpental dan menabrak temannya yang telah menabrak pohon.
"Ternyata dari sekian persen kekuatanku, aku tidak bisa membunuh seorang yang memiliki ranah dewa tingkat tiga. " gumam Cao Zhen Xin yang ternyata sedang menguji kekuatannya .
"Mari kutambah daya hancurnya. " gumam Cao Zhen Xin menambah sedikit kekuatannya. Tak hanya kekuatan serangannya yang bertambah, kecepatannya pun bertambah seiring kekuatannya yang bertambah.
Baaaamss! Dhuaaar! Sayangnya, baru dua puluh pertukaran, pria lawannya terkena tinju kearah dantiannya, sehingga pria tersebut meledak menjadi kabut darah. Dua pria yang terluka terdiam ngeri setelah salah memilih lawan atau korban yang akan mereka rampok.
Swuuuush! Cao Zhen Xin muncul didepan mereka, dan kemudian menatap dua pria yang kini tubuhnya bergetar dengan seringai buasnya.
__ADS_1
"Apakah kalian ingin menyusul teman kalian? " tanya Cao Zhen Xin.
Keduanya hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
"Ti-tiiii...."
Baaaamsss! Dhuaaar! Sebelum menyelesaikan ucapannya, keduanya meledak menjadi kabut darah saat Cao Zhen Xin menendang dengan keras kearah dantian mereka berdua secara bergantian. Setelah itu ia memunguti tiga cincin pria paruh baya yang telah ia bunuh. Matanya kini tertuju pada She Luan yang terlihat anggun. Raut wajah kagum diperlihatkan Cao Yuan.
Selang beberapa menit membunuh lima bawahan pria paruh baya, She Luan memunguti lima cincin anak buah tersebut, matanya kini tertuju yang melihat Cao Zhen Xin menatapnya tanpa berkedip. Hal tersebut membuat wajahnya memerah karena malu.
"Zhennnnn! " ucap She Luan tak bisa berbuat apapun kecuali berteriak karena salah tingkah.
"Ehhh, maafkan aku. " ucap Cao Zhen Xin berjalan mendekati She Luan.
"Jujur saja aku terpana dengan kecantikanmu. " ungkap Cao Zhen Xin jujur.
Sontak ucapan Cao Zhen Xin benar benar membuat wajahnya yang putih mulus menjadi merah, layaknya kepiting yang telah direbus.
"Berhenti memberikan pujian palsu. " She Luan memberanikan diri.
"Aku sungguh.. "
"Apa yang aku bicarakan, kenapa lepas kendali. " ucap Cao Yuan dalam hati.
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan mereka, walaupun kecanggungan terjadi di antara mereka.
***
Wangzy yang tak sengaja bertemu dengan Cao Zhen Xin menghentikan langkahnya, ia heran melihat seorang pemuda yang sangat tampan mirip dengannya, namun anehnya ia tidak mengenal pemuda tersebut, sehingga ia kembali ketempat persembunyiannya bersama Fusen.
Naga Hijau juga tersadar akan adanya aura iblis yang sangat kuat, karena itu ia mencari pemilik aura tersebut, namun ia sama sekali tidak melihatnya, setelah itu ia melesat kesana kemari untuk memastikan bahwa aura tersebut benar benar menghilang.
"Aura milik siapa, bukankah para iblis telah musnah. " gumam Naga hijau merinding.
***
__ADS_1
Cao Zhen Xin terus menuju kebarat, karena kecanggungannya bersama She Luan terus ada, ia memberanikan diri untuk basa basi menanyakan informasi kota yang akan mereka temui nanti.