
"Aku harap masalah yang terkait dengan sektemu tidak terlalu besar, sehingga peperangan antar sekte tidak akan pernah terulang di sepuluh tahun yang lalu. " ucap Raja Shao teringat peristiwa dimana para sekte saling mempertunjukan kekuatannya dengan menghancurkan sekte lainnya.
Cao Yuan yang penasaran segera bertanya pada Raja Shao.
"Peperangan antar sekte sepuluh tahun yang lalu? " ucap Cao Yuan.
"Benar, dulu sekte di Benua Rendah ini hampir memiliki ribuan sekte dari yang kecil hingga besar. Dan diwaktu itu peperangan antar sekte sering terjadi hingga menyebabkan Sekte Shijing sebagai sekte yang terkuat hingga kini masih berdiri, dan juga hanya tersisa ratusan sekte di Benua Rendah ini. " ucap Raja Shao menjelaskan semuanya.
"Sekte milik ayahmu juga salah satu sekte yang masih bertahan, namun sekte Pedang Naga Langit terpecah menjadi dua. Satu di Kerajaan selatan, dikarenakan kematian ketua sekte yang dulu membuat sekte tersebut mengelompokkan diri menjadi dua, akibat ada yang tak ingin ayahmu menjadi ketua dan sebaliknya. " ucap Raja Shao.
Cao Yuan mengangguk, dan bisa diartikan sekte milik ayahnya adalah pecahan dari sekte besar dimasalalu, karena ayahnya pernah memberi tahu sebuah lokasi sekte terlarang yang tersegel. Karena lokasi itu dilindungi oleh segel kuat yang memiliki kekuatan petir didalam lokasi itu. Bahkan ayahnya tak bisa menghancurkan segel tersebut.
"Emmm terimakasih Yang Mulia atas cerita yang sedikit bermanfaat untukku. " ucap Cao Yuan.
"Karena itulah aku tak ingin kamu bermain api dengan sekte Shijing. " ucap Raja Shao.
Tak terasa malam pun telah tiba, Cao Yuan yang telah puas berbincang dengan raja Shao kemudian saling membubarkan diri.
Cao Yuan yang merasa malam itu malam yang indah, karena bintang malam hadir dilangit membuatnya ingin segera meninggalkan istana dan duduk disebuah bukit yang dapat mendamaikan situasi hatinya. Namun disaat ia sampai disebuah kediaman, Cao Yuan menghentikan langkahnya.
"Cantik sekali wanita itu. " ucap Cao Yuan mengagumi Su Yue.
Su Yue yang sedang bermain pedang merasa sebuah sepasang mata melihatnya, Su Yue langsung menghentikan pelatihannya dan melihat seorang bocah berumur sepuluh tahun yang fisiknya terlihat seperti bocah lima belas tahunan kini sedang memandangi tubuhnya.
Sebuah rasa pernah kenal ketika melihat pemuda itu membuatnya penasaran.
"Siapa dia? sepertinya aku pernah mengenalnya. " ucap Su Yue didalam hati.
Begitu juga Cao Yuan, namun karena Cao Yuan yang kini salah tingkah akibat melihat pelatihan seorang wanita cantik nan muda dan wanita tersebut kini memandang dirinya, membuat ia bertambah salah tingkah dan segera melanjutkan langkahnya.
"Huh aneh, tapi rasanya benar benar pernah mengenal pemuda tersebut. " ucap Su Yue dan tiba tiba Raja Shao menghampirinya.
__ADS_1
"Yuer! " ucap Raja Shao.
"Ayah! " ucap Su Yue langsung membalikan badannya dan berlari untuk memeluk ayahnya.
"Apa yang tadi kau lihat? " ucap Raja Shao yang tau anaknya tengah memandangi Cao Yuan.
Su Yue terdiam dan hanya terdiam, dia bingung ingin mengatakan apa.
"Ayah, sepertinya aku pernah mengenal pemuda tadi. " ucap Su Yue menatap ayahnya.
"Apakah kau mencintainya? " ucap Raja Shao.
"Ehhh.. mana mungkin! aku juga hanya mengatakan pernah mengenalnya. " ucap Su Yue.
Setelah itu ayahnya menjelaskan pemuda yang dilihat Su Yue adalah Cao Yuan, seketika Su Yue terkejut. Kenapa ia kini selalu bersemangat berlatih ilmu pedang dan juga berkultivasi penyebabnya adalah Cao Yuan.
Ketika ia bertemu dengan Cao Yuan dulu, Su Yue sedikit merasa berbeda dengan dirinya yang bertemu dengan orang lain, atau memiliki aura serta kepribadian yang berbeda membuat dirinya sedikit tertarik, apalagi ia tahu identitas Cao Yuan adalah ketua Sekte termuda yang pernah ada. Sehingga membuat ia ingin lebih dekat dengan Cao Yuan dengan cara menjadi seorang yang kuat dan menyaingi Cao.Yuan.
pasangan pasti memiliki kekuatan yang sama, karena itu alasan Su Yue menjadi giat berlatih pedang dan juga kultivasi.
"Sudah malam! lebih baik beristirahat. " ucap Raja Shao pada Su Yue, tapi dia masih bisa merasakan aura Cao Yuan yang sepertinya menguping pembicaraannya.
"Baik Ayah! " ucap Su Yue langsung masuk ke kediamannya.
Raja Shao melihat gerbang depan kediaman yang sedikit terbuka dengan perasaan hati yang senang.
"Yuaner! semoga kalian kelak dapat bersama, aku tau alasan anakku yang kini sering berlatih berpedang. " gumam Raja Shao yang kini tak merasakan aura dari Cao Yuan yang berada di depan gerbang.
Cao Yuan yang layaknya sebagai bocah sepuluh tahun, wajahnya jadi memerah saat mendengar pembicaraan Raja Shao dengan anaknya di depan kediaman, dan kini ia tengah melesat keatap bangunan satu ke atap bangunan yang lainnya menuju kesebuah bukit yang memang tujuannya ingin melihat pemandangan bintang dilangit.
Sesampainya.
__ADS_1
"Akhirnya sampai juga. " gumam Cao Yuan yang kini tersenyum melihat banyaknya bintang dilangit.
"Indah sekali! " gumam Cao Yuan yang kini terduduk sambil menatap bintang yang bertebaran dilangit.
"Ayah! aku sungguh merindukanmu. " gumam Cao Yuan kini teringat ayahnya.
Setelah pikiran itu melanda dirinya, tak lama ada sebuah rasa kekhawatiran lagi yang muncul dihatinya.
"Sekte Shijing! " gumam Cao Yuan yang entah mengapa kini ia ragu untuk mencari lokasi sekte tersebut.
Dipikirannya kini benar benar sangat kacau, dia tak takut sama sekali dengan sekte Shijing, namun yang membuatnya khawatir adalah keadaan sektenya.
Tak terasa pikiran serta kekhawatirannya yang terus melanda, membuatnya tertidur diatas bukit dengan pulas. Bintang masih tetap menghiasi malam yang sunyi dan gelap itu.
Setelah tertidur Cao Yuan tiba tiba memimpikan sebuah Mimpi yang sangat aneh.
Dimulainya peperangan disebuah dunia yang belum ia ketahui namanya, namun ia hanya melihat seorang ibu dan bayi yang tengah membawa bayi tersebut kesuatu tempat, tempat tersebut adalah tempat yang sangat indah, ribuan bintang terlihat jelas dan dekat ditempat tersebut. Namun tempat itu sepertinya dibawahnya terdapat sebuah jurang yang sangat dalam tak berujung.
"Anakku! maafkan ibu dan ayah nak! " ucap ibu tersebut yang kini dilihat Cao Yuan.
Seketika seorang pria paruh baya dengan jubah emas datang dengan luka berat serta bermandikan darah di seluruh tubuhnya.
"Istriku!" ucap pria paruh baya tersebut.
"Aku ingin menyegel dantiannya, itu keputusanku, agar ketika kita membuang ke Benua Rendah hanya orang baiklah yang ingin merawatnya! " ucap pria tersebut.
Wanita tersebut mengangguk, tak lama setelah memasang segel yang sangat rumit dan juga memiliki warna yang keemasan, pasangan suami istri tersebut mencium kening anak mereka dan menjatuhkannya dari atas tempat itu kedalam jurang yang tak berujung menurut Cao Yuan.
Cao Yuan melihat peristiwa tersebut dengan perasaan bingung, haru dan sedikit air mata menetes.
"Ini mimpi atau apa! " ucap Cao Yuan kemudian tiba tiba terbangun dari mimpi anehnya.
__ADS_1
Dan dia terkejut karena kejadian tersebut hanyalah mimpi, namun kini ia tak memahami arti dari mimpi tersebut.