Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Kebangkitan 2


__ADS_3

Bammms! kondisi Ratu peri kini terlihat sangat memprihatinkan, sepasang sayapnya yang hancur membuatnya terlihat seperti manusia biasa yang memiliki telinga runcing.


Swuuush! " apakah kau ingin bunuh diri! " gerutu Hao Shi kemudian mengangkat tubuh Ratu peri yang kini tak sadarkan diri.


Tak berselang lama, tiba tiba dari kehampaan muncul Luo Luo yang membawa Lylia keluar dari dunia jiwa, namun sebuah kibasan ekor dari Naga Cao Yuan kembali mengarah pada Luo Luo yang belum bersiap untuk menghindari serangan. Luo Luo dan Lylia yang sepertinya sudah pasrah hanya bisa memejamkan matanya.


"Kakak! Lylia! " teriak Niu langsung melesat menggunakan kekuatan puncaknya.


Baaaaamss! Seketika Niu yang telah berada didepan Luo Luo yang membawa Lylia terpental sejauh puluhan meter.


"Adik ketujuh! " ucap panik Luo Luo melihat Niu yang menerima serangan ekor Naga dengan telak.


Darah kental merah menetes dari bibir Niu yang kini merasakan sakit disekujur tubuhnya. Bahkan untuk berdiri saja dirinya kini tidak bisa melakukannya. Luo Luo dengan sigap langsung menghilang dan berada disamping Niu yang masih berusaha berdiri.


"Adik bagaimana keadaanmu! " ucap Luo Luo kemudian meminta Lylia untuk menjaga Niu.


Niu hanya mengacungkan ibu jarinya saja, tanpa menjawab kekhawatiran Luo Luo. Swuuush! sebuah pelindung yang dibuat dari energi Qi muncul melindungi Lylia dan Niu yang kini sedang berusaha memulihkan ketahanan tubuhnya. Luo Luo yang melihat adik seperguruannya sedang memulihkan dirinya tiba tiba menatap Cao Yuan yang kini masih menggunakan Mode Naganya.


"Tuan muda! maafkan aku! " ucap Luo Luo kemudian mengeluarkan pedang kebanggannya, pedang berwarna hitam pekat tingkat dewa muncul dari kehampaan dan disertai munculnya Jirah perang pemberian Dewa Naga dulu.


Swuuush! Luo Luo seketika menghentakan kakinya dan muncul didepan Cao Yuan yang menggunakan mode Naganya.


"Jika aku tidak bisa menyadarkan tuan muda maka semua yang ada di Dunia kecil ini akan musnah,jadi tidak masalah jika aku harus mengorbankan nyawaku demi mereka. " ucap Luo Luo dengan nada setengah berteriak langsung melancarkan tebasan menggunakan pedang hitamnya.


Namun saat pedang hitamny sudah menyentuh kepala naga Cao Yuan, terjadi ledakan yang sangat dahsyat.


Dhuaaar! Luo Luo terpental dua puluh meter dan darah dibibirnya juga menetes. Para Ras peri yang terkejut dengan getaran serta ledakan yang terjadi di sore hari tersebut membuat mereka menghampiri suara tersebut. Namun saat sampai, tidak ada satupun yang berani mendekat, bahkan banyak para peri yang langsung pergi untuk bersembunyi melihat Naga yang kini terlihat sangat ganas.

__ADS_1


"Sangat kuat! " ucap Hao Shi kagum.


Sedangkan Lylia yang belum mengerti kondisi hanya terdiam menatap Naga yang besar tersebut masih melayang dan tak bergeming saat pedang milik Luo Luo menyentuh kepalanya.


"Kalian selamatkan ratu kalian menjauh, dan buatlah perisai perlindungan untuk menjaga diri kalian masing masing. " pesan Hao Shi pada salah satu prajurit peri yang kini hanya diam dan tubuhnya bergetar.


Swuuuush! Hao Shi kemudian melesat menuju ketempat Niu dan Lylia berada, sesampainya.


"Kakak ketujuh! " ucap Hao Shi seketika langsung membantu Niu untuk menyembuhkan luka dalamnya.


Luo Luo yang telah menyeimbangkan tubuhnya, segera membuat segel tangan saat mulut Naga Cao Yuan terbuka dan akan menyemburkan api yang dibaluti petir kearahnya.


Swuuuuushh! Api ilahi yang dibaluti petir menyembur kearah Luo Luo. Perisai yang dibuatnya kini terus diterjang oleh dua elemen berbeda yang dimiliki Cao Yuan, hingga tiba tiba perisai pelindung buatan Luo Luo retak saat api yang dibaluti petir tak berhenti menerjang Qi buatannya.


Kraaaakkk! Dhuaar! "arrgh! " pekik Luo Luo kembali terpental puluhan meter kebelakang saat api yang dibaluti petir berhasil memecahkan persai buatan menggunakan Qinya. Bahkan darah yang keluar dari bibirnya kini lebih banyak dari daya kejut serangannya tadi.


Selang beberapa menit, Cao Yuan yang dikendalikan oleh Darah Naganya kini terdiam dan menatap semua orang dengan amarah yang menggebu gebu, dan tanpa mereka sedari, roh Cao Yuan kini terjebak di atas Dantiannya sendiri.


"Kenapa aku berada disini! " gumam Cao Yuan melihat lautan dantian yang menampung semua sumber daya serta energi langit dan bumi yang telah ia serap.


Swuuush! tiba tiba dari lautan dantian muncul cairan berwarna merah darah keemasan yang melayang dan tak lama cairan tersebut berubah bentuk menjadi Cao Yuan.


"Si-siapa kamu! " ucap Cao Yuan panik melihat cairan tersebut berubah menjadi dirinya.


"Aku? hahaha bingung? " ucap sosok yang sama dengan Cao Yuan.


Cao Yuan hanya diam dan mencoba mencerna semua hal yang telah terjadi.

__ADS_1


"Kenapa hanya diam Cao Yuan! bukankah aku adalah kamu, kamu adalah aku? " ucap sosok tersebut.


"Dan aku bangkit karena seorang peri yang berani mengganggu tidurku. " ucap lagi sosok tersebut kemudian membuat segel tangan. Muncullah cermin yang memperlihatkan keadaan di dunia nyata.


"Ohh tidak! " ucap Cao Yuan seketika panik dan menatap tajam sosok yang menjadi dirinya.


"Apa maumu! " ucap Cao Yuan tak bisa berpikir jernih dan mencoba mencerna semua kejadian yang telah menimpanya.


"Bukankah sudah kukatakan tadi? jadi kamu tenanglah di dalam dantianmu sendiri dan biarkan aku membunuh mereka semua yang telah berani menganggu tidur panjangku. " ucap sosok tersebut tiba tiba menghilang.


Tak terasa Cao Yuan kini mencoba menenangkan dirinya, tak berselang lama Cao Yuan benar benar mampu menenangkan semua pikiran serta hatinya, hingga semua kejadian dari awal masuk kedunia peri dan juga cermin yang ia lihat tadi membuatnya menyimpulkan dirinya kini telah dikendalikan oleh seorang yang mirip dengannya. Ingin kembali mengendalikan tubuhnya, namun Cao Yuan sendiri tak mengetahui caranya.


"Yuan! Yuan! Yuann! pikirkan caranya! " ucap Cao Yuan kemudian berpikir keras.


Tak berselang lama, Cao Yuan memiliki ide yang sedikit konyol.


"Jika dia mengatakan aku adalah dia maka! " ucap Cao Yuan terhenti dan seketika senyum dibibirnya berkembang.


"Hehehe! berani mengendalikan ku maka aku tak segan untuk menyakiti diriku sendiri. " ucap Cao Yuan kemudian mengumpulkan energi Qinya dan menyerang lautan Dantiannya sendiri.


Bammms! Baaaams! Baaaams! ledakan terus menggema didalam lautan dantian Cao Yuan yang menyebabkan darah Naga yang menjadi sosok Cao Yuan kembali muncul dihadapannya.


"Apa yang kau lakukan bodoh! " ucap sosok tersebut marah kepada Cao Yuan.


"Hahaha! apakah kau merasa sakit. " ucap Cao Yuan dingin masih melancarkan aksinya.


"Berhenti! " pekik darah Naga yang masih menggunakan wajahnya.

__ADS_1


Cao Yuan tak menghiraukan teriakan kesakitan sosok tersebut, bukannya merasa kasihan Cao Yuan malah bertambah semangat saat dirinya berhasil membuat sosok tersebut meringis kesakitan ketika Qi miliknya terus membentur dasar lautan Dantiannya.


__ADS_2