
Karena ia tak terlalu memikirkan buah Dewa itu, ia pun langsung meminta Niu untuk mengajarinya mengendalikan energi Qi miliknya.
Akhirnya Niu mengajari penggunaan Qi dengan baik, Cao Yuan sendiri yang terbilang jenius dengan mudah mempelajarinya. Setelah selama sehari belajar mengendalikan energi Qi dengan baik, ia kemudian memutuskan untuk mempelajari teknik Tapak Ilahi.
Tak terasa ia membutuhkan tujuh hari untuk menguasai teknik Telapak Ilahi itu. Cao Yuan terus mengulangi teknik itu hingga tak terasa ia benar benar telah menguasai teknik itu. Dengan hati yang gembira ia kemudian kembali ketubuh aslinya.
Mata Cao Yuan terbuka, melihat kakaknya yang kini ranah kultivasinya di tingkat Baja tingkat tiga. Karena melihat kelambatan penyerapan pada kultivasi kakaknya, ia memutuskan untuk membantu menyerap dari khasiat Pill buatannya tersebut.
Waktu telah berganti, tepatnya kini dua bulan dimana turnamen sekte akan dimulai. Guo Jing kini juga telah memiliki ranah kultivasi baja tingkat lima dengan menghabiskan empat Pill twelei.
"Ambil saja sisanya buat menaikan tingkat emas kak! dan kurasa sebaiknya kita mengikuti acara turnamen sekte." ucap Cao Yuan sedang memikirkan cara untuk mengacaukan rencana turnamen itu.
"Hemm, jadi kamu benar benar akan mengacaukan turnamen sekte? " tanya Guo Jing memastikan, ia juga mencoba mengukur kultivasi adiknya.
"Kekuatanmu saja masih rendah dik.. dik! " ucap Guo Jing sambil menggelengkan kepala.
"Percayalah padaku! aku akan membuat mereka membayar mahal atas apa yang pernah mereka buat." ucap Cao Yuan serius membuat kakaknya terdiam.
Akhirnya mereka kembali ke sekte untuk mengikuti turnamen itu, tapi saat tiba di toko senjata yang ada didalam sekte, Cao Yuan menghentikan langkahnya.
"Ada apa dik? " tanya Guo Jing.
"Aku ingin melihat lihat kak, jika kakak ingin istirahat kembali saja dahulu." ucap Cao Yuan.
Akhirnya Guo Jing mengikuti Cao Yuan ke dalam toko itu, sebenarnya Guo Jing sendiri sudah pernah memasuki toko itu, hanya saja ia tak pernah membelinya diakibatkan kekurangannya uang.
"Hemm, ramai sekali." ucap Cao Yuan datar melihat banyaknya para anggota sekte yang sedang berbelanja ditoko itu.
Guo Jing hanya diam dan mengikuti dibelakang adiknya, sekali kali ia juga melirik murid wanita sekte Teratai Hitam yang cantik, tapi dibalik kecantikan itu terdapat kekejaman layaknya seorang iblis ketika mereka membunuh.
Saat melewati banyaknya murid yang sedang melihat lihat. Mereka berpapasan dengan anak dari ketua sekte, tapi mereka berdua tak memberi hormat padanya, tiba tiba saja sebuah pukulan tangan mengarah pada wajah Cao Yuan, dengan ranah kultivasinya yang tergolong tinggi di benua rendah, ia dengan mudah menghindari pukulan itu.
"Cihh! kalian lagi! " ucap datar pemuda berumur lima belas tahun.
"Hemm, memang kenapa? " ucap Cao Yuan dingin.
"Adik! lebih baik kita pergi saja! " ucap Guo Jing yang merasakan firasat buruk.
"Kenapa kak? apakah aku terlihat takut." ucap sedikit keras Cao Yuan yang menyebabkan toko itu terjadi keheningan sesaat.
"Hebat! hebat! karena suasanaku sedang baik maka aku akan membiarkan kalian. Tapi ingat ikut lah acara turnamen besok." ucap pemuda berumur lima belas tahun itu.
Cao Yuan heran, kenapa tiba tiba saja pemuda itu melepaskannya begitu saja.
Walaupun anak dari ketua sekte terkenal emosional ataupun arogan,tiba tiba saja ia tak mempermasalahkan pemuda yang berani mencari masalah dengannya. Kini para murid yang ada didalam toko itu pun mengerti maksud dari perkataan anak dari ketua sekte.
Anak dari ketua sekte bermaksud untuk mengajak Cao Yuan mengikuti turnamen, karena anak dari ketua sekte ingin membuat malu Cao Yuan didepan seluruh yang menonton pertarungan itu nanti. Bahkan jika ia mau ia dengan mudah membunuh tanpa ada yang menghentikannya diturnamen besok.
"Pemuda yang malang! "
__ADS_1
"Aishh cari gara gara dengannya sama saja dengan menggali kuburan sendiri!"
"Pemuda bodoh! "
Banyak sekali komentar pedas yang ditunjukan pada Cao Yuan, dengan santainya Cao Yuan menerima tantangan pemuda itu.
"Hehehe tuan muda yang bodoh! " ucap Cao Yuan membuat semua orang melongo akibat provokasi yang diberi pada anak dari Ketua sekte.
"Tentu saja aku akan mengikuti turnamen itu" ucap Cao Yuan.
Entah angin apa yang membuat anak dari ketua sekte hanya diam menahan marah ketika Cao Yuan memprovokasinya.
"Tuan muda! anda dipanggil ketua untuk menemuinya di aula sekte! " tiba tiba salah satu tetua menghampiri percekcokan itu.
"Hemm, kali ini kau ku lepaskan! tunggu diturnamen nanti! " ucap anak ketua sekte langsung pergi dari toko itu.
Tetua itu yang tak mengerti situasi itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Hati hati saja anak muda! " ucap tetua itu sambil memegang bahu Cao Yuan.
Setelah kejadian itu, banyak para murid sekte menjauhi Cao Yuan karena takut dikira mereka adalah teman Cao Yuan.
Cao Yuan memang tak berniat mencari teman lagi, sehingga ia langsung membawa kakaknya untuk membeli sesuatu yang menurutnya dibutuhkan saat mengacaukan sekte nanti.
Toko senjata itu ternyata juga menjual serum racun, ataupun cairan racun yang bermacam macam, ada juga yang berwujud asap racun itu.
"Iya tuan muda! " sang pelayan langsung menghampiri Cao Yuan.
"Aku ingin membeli sebuah racun yang berwujud asap, dan jika boleh aku membutuhkan sebanyak mungkin yang tersedia di toko ini! " ucap Cao Yuan serius.
Sedangkan sang pelayan heran, untuk apa pemuda itu membutuhkan racun berwujud asap sebanyak yang toko itu miliki.
"Baik tuan muda! apa ada lagi? " tanya sang pelayan walaupun sedikit curiga pemuda itu tak bisa membayarnya.
"Hemm, jika boleh tau cara kerja racun itu bagaimana? " tanya Cao Yuan.
"Tuan muda hanya memberikan sebuah batu jiwa yang di isi Qi kedalamnya hingga membuat perisai buatan yang melapisi racun itu meledak, dan seketika juga racun itu akan segera menyebar serta membuat semua orang yang menghirup racun saling bertarung bagaikan orang gila."
Penjelasan sang pelayan membuatnya sangat senang setelah mendengar cara kerja dan manfaatnya yang menurutnya mudah.
"Hemm baiklah aku membutuhkan racun ini sebanyak yang toko ini punya" ucap Cao Yuan.
Sang pelayan pun akhirnya membawa Cao Yuan beserta Guo Jing keruangan pembayaran, tapi karena pesanan Cao Yuan yang sangat banyak membuat pelayan tersebut membawa Cao Yuan kedalam ruangan manager.
"Ada apa pelayan? sehingga kau membawa dua anak muda ini? " tanya sang manager sambil heran.
"Ini bos! tuan muda ini ingin membeli semua stock racun hati gila yang ada di toko kita" jawab sang pelayan langsung undur diri dari ruangan itu.
Setelah pelayan itu pergi, sang manager menatapi tubuh Cao Yuan, karena harga dari setiap botol racun itu memiliki harga dua keping emas.
__ADS_1
"Tuan muda, racun hati gila berharga dua keping emas perbotolnya, apakah anda mampu membayar semua yang tersedia? " tanya sang manager sambil menatap lekat tubuh Cao Yuan.
"Memang ada berapa stock? " tanya Cao Yuan.
"Total stock kami memiliki seratus botol, dan jika anda membelinya maka kami akan memberi diskon sehingga dari total keseluruhan harganya menjadi 180 keping emas" ucap manager.
"Baik aku beli semuanya." ucap Cao Yuan.
Sang manager terdiam akibat melihat pemuda itu membeli tanpa berpikir panjang.
"Manager! apakah disini terdapat sebuah racun yang bisa dikatakan paling berbahaya?" ucap Cao Yuan kemudian .
"Ada tapi penawar itu aku hanya memiliki seratus Pill sedangkan racun itu berbentuk dupa! " ucap manager itu.
"Dan harganya pun sangat mahal dikarenakan racun ini dikembangkan oleh ketua sekte sendiri, satu set dupa racun itu memiliki harga dua ratus keping emas" ucap pelayan itu sambil heran mengapa pemuda didepannya menginginkan racun yang hanya dimiliki oleh sekte Teratai Hitam.
"Aku akan mengambilnya juga! " ucap Cao Yuan tegas membuat manager toko terdiam.
Cao Yuan dengan mudahnya langsung mengeluarkan tiga ratus delapan puluh keping emas di meja sang manager yang membuat manager, dan Guo Jing terdiam.
"I..n..i? " ucap sang manager tak percaya.
"Tapi ingat! rahasiakan tentang pembelian ini! " ucap Cao Yuan .
Sang manager pun memanggil pelayannya untuk memberikan pesanan Cao Yuan, ia dengan cepat juga memasukan uang Cao Yuan kedalam cincin ruangnya.
"Trimakasih tuan muda! senang berbisnis dengan anda, silahkan tunggu sebentar" ucap manager senang.
Cao Yuan kemudian melirik Guo Jing yang hanya diam saja.
"Kak! pulanglah dulu, aku akan menyusulmu malam nanti." ucap Cao Yuan .
"Tapi dik! " ucap Guo Jing yang tak bisa membantah perintah adiknya.
Setelah kepergian Guo Jing, pesanan Cao Yuan akhirnya telah siap.
"Tuan muda! didalam cincin ruang ini semua pesanan anda telah kami siapkan. Dan kami juga memberi penawar untuk anda disetiap racun yang anda beli" ucap sang manager memberikan Cincin ruang yang berisi racun pesanan Cao Yuan.
Cao Yuan hanya mengangguk saja dan memeriksanya dalam sekejap, setelah itu ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan manager.
Dengan santai Cao Yuan keluar dari toko itu, walaupun banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan iba karena telah memprovokasi anak ketua sekte.
Sampai akhirnya Cao Yuan sampai dimana ia berada di tempat yang akan diadakannya turnamen sekte, tempat itu lumayan luas dan juga rapi, banyak para tetua dan murid yang bergegas di tempat turnamen yang akan diadakan itu.
"Tetua! apakah aku boleh membantu anda? " ucap Cao Yuan sambil menghampiri salah satu tetua yang sedang menatapi bangku penonton.
Tetua yang di tanya Cao Yuan heran, karena hanya Cao Yuanlah yang satu satunya murid yang mau membantu dengan ikhlas tanpa di perintah dahulu.
LIKENYA UM
__ADS_1